NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati

Ketulusan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:38.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: desih nurani

Berwajah ayu dan selalu berpakaian syar'i , lemah lembut, taat beribadah dan penurut adalah sifat yang dimiliki oleh seorang gadis bernama Cut Dara Maristha, memiliki darah kental Aceh karena kedua orangtuanya berasal dari Aceh. Gadis pemilik senyuman indah, seindah bulan purnama.

Naas, sebuah kecelakaan mobil merubah hidup Dara tiga ratus delapan puluh persen. Sang pemilik mobil yang menabrak dirinya, meminta agar Dara menikahi suaminya sebagai permintaan terakhirnya. Pria yang memiliki sifat dingin dan sangat membenci wanita alim dan lembut karena masa lalunya.

Apakah Dara akan menerima permintaan terakhir itu? Tidak ada yang tahu rencana besar sang maha pencipta untuk makhluk ciptaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Jangan menganggapku seperti orang di masa lalumu, karena aku adalah diriku. Diriku yang tak mungkin sama dengan orang lain.

...\~Cut Dara Maristha\~...

Arham keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi. Sepertinya ia akan berangkat ke kampus. Namun ia merasa ada sesuatu yang aneh, ia tak melihat keberadaan istrinya. Biasanya ia mendengar suara dari arah dapur, tetapi kali ini suasana rumah tampak sepi. Karena penasaran, Arham pun mencari keberadaan istrinya di dapur dan ruangan lainnya. Namun ia tak menemukan wanita itu. Bahkan kondisi meja makan masih kosong. Membuatnya merasa sedikit kehilangan.

"Dara...." Arham berteriak sambil melihat ke lantai atas. Berharap wanita itu muncul. Cukup lama ia menunggu, tetapi wanita itu tak kunjung terlihat.

Dengan perasaan kesal, Arham beranjak menuju kamar istrinya. Kamudian ia membuka pintu kamar itu dengan kencang. Lalu pandangannya langsung tertuju pada sang istri yang masih tertidur di atas sajadah dan masih memakai mukena lengkap. Seketika rasa kesal Arham semakin menjadi.

Hari mulai siang dan dia masih tertidur?

Dengan langkah besar Arham menghampiri Dara. "Bangun!" Seru Arham.

Namun istrinya itu masih bergeming. Arham pun merasa heran, lalu berjongkok untuk melihat kondisinya. Ia juga menyentuh kening sang istri dengan ragu. Arham sangat terkejut saat merasakan tanganya yang seperti terbakar. Bahkan wajah cantik itu terlihat pucat.

Apa dia demam?

Spontan Arham pun menepuk pelan pipi istrinya. "Hey bangun." Dara masih bergeming dengan suara napas beratnya. Arham yang melihat itu berdecak kesal dan langsung menggondong Dara.

"Kau menyusahkan saja." Kesal Arham seraya menidurkannya di atas kasur. Ia juga duduk disebelah Dara. Dan tanpa rasa ragu membuka mukena yang dipakai istrinya. Namun seketika tubuhnya membeku. Saat melihat betapa indahnya wajah itu saat tak mengenakan penutup kepala. Padahal Arham sudah meniduri istrinya dua kali, tapi ia tak pernah memperhatikan dengan seksama pahatan indah itu. Karena ia terlalu tenggelam dalam rasa benci.

Tanpa sadar, tangan Arham bergerak untuk menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah istrinya. Lalu menatap wajah itu cukup lama.

"Cantik," satu kata yang mampu ia ucapkan. Namun sedetik kemudian ia tersadar dengan apa yang dipikirkan. Ia melakukan kesalahan terbesar karena mengagumi wajah itu. Wajah yang seharusnya ia benci.

"Apa yang kau pikirkan Arham? Dia sama sekali tidak menarik." Imbuhnya dan langsung bangun dari posisinya. Kemudian Arham pun merogoh ponselnya di saku celana. Dan menghubungi seseorang.

"Ke rumahku sekarang juga." Pinta Arham pada seseorang di balik telepon.

"Tidak perlu bertanya, datang saja sekarang." Kesal Arham yang langsung memutus sambungan telepon sepihak, lalu melemparnya ke sofa. Ia juga ikut menjatuhkan dirinya di sana, lalu memijit pelepisnya. Saat ini ia sangat pusing. Di tambah semalaman tak tidur.

***

Saat ini seorang dokter cantik tengah mameriksa kondisi Dara. Mata tajam wanita itu langsung ia lemparkan pada lelaki yang saat ini masih duduk di sofa sambil memejamkan mata. Ya, seseorang yang Arham hubungi beberapa waktu lalu adalah dokter cantik bernama Rahel.

"Apa kau sudah gila, Arham? Kau menyiksa gadis ini?" Seru dokter itu.

Dokter Rahel merupakan salah satu sahabat Arham. Seorang dokter cantik yang sudah memiliki dua anak. Dokter cantik itu menyentuh lengan Dara yang sudah membiru. Ia tak habis pikir dengan apa yang sudah Arham lakukan.

"Dia pantas mendapatkannya." Sahut Arham dengan malas.

Rahel yang mendengar itu kembali melayangkan tatapan tajam pada Arham.

"Kau sudah tidak waras Arham. Dia sangat syok dengan apa yang kau lakukan. Jika kau menginginkannya, kau bisa minta dengan baik-baik. Dia istrimu, bukan wanita bayaran yang bisa kau perlakukan sesuka hati. Kau sudah melukai fisik dan batin gadis ini Arham. Kau sangat jahat. Aku juga seorang wanita, jadi aku bisa merasakan apa yang dia rasakan saat ini." Dokter Rahel benar-benar kesal dengan perlakuan kasar Arham. Sebagai seorang wanita dan dokter, ia merasa dirugikan. Ia juga menatap wajah Dara lekat, merasa kasihan pada gadis malang itu. Kemudian ia pun kembali mengalihkan perhatian pada Arham.

"Kau tidak bisa terus-terusan seperti ini Arham. Lupakan masa lalu dan buka hatimu lebar-lebar. Jangan kau samakan mantanmu itu dengan istrimu, mereka jelas jauh berbeda. Gadis ini terlalu polos untuk kau rusak, Arham." Timpal dokter Rahel menghampiri sahabat gilanya itu. "Sampai kapan kau akan terus seperti ini Arham?"

Arham sama sekali tak berniat menjawab atau merespon pertanyaan dokter Rahel.

"Berapa usianya, Arham?" Tanya Rahel menatap Arham penuh kecewa.

"Aku tidak tahu dan tidak pernah mau tahu." Sahut Arham sekenanya. Lelaki itu pun sempat melirik istrinya yang masih terbaring lemah.

"Kau akan menyesal, Arham. Sebagai sahabatmu, aku sudah muak dengan sikapmu saat ini. Seakan aku tak mengenali Arham yang dulu. Di mana Arham yang selalu menunjukkan kasih sayang pada semua orang? Di mana Arham yang selau menghormati wanita? Semua itu seolah hilang di telan bumi. Aku benar-benar kecewa padamu Arham. Aku pulang, berikan obat ini tiga kali sehari. Sebaiknya jangan memaksanya untuk melakukan itu lagi. Dia sangat terguncang. Aku juga berharap kau mendengarkan semua perkataaku, sebelum kau menyesali semua perbuatanmu itu." Pungkas dokter Rahel meletakan obat di atas nakas. Lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan kediaman Arham.

Arham terdiam cukup lama, memikirkan semua perkataan sahabatnya tadi. Kemudian ia pun bangun dari posisinya. Menghampiri Dara yang masih tertidur. Arham duduk di tepi ranjang, menatap istrinya begitu dalam.

"Kenapa kau harus mirip dengan wanita itu, Dara? Setiap aku melihat wajahmu, wajah sialan itu terus muncul menggantikanmu. Jika saja aku melihatmu berbeda darinya, mungkin aku bisa membuka hatiku. Tapi kau sama saja sepertinya, mempunyai suami tapi kau masih memeluk lelaki lain. Aku membenci itu, Dara. Aku membencinya." Lirih Arham seraya mengusap wajah pucat istrinya. Namun itu tak berlangsung lama. Arham mengepalkan tangannya, lalu memukul ranjang dengan kuat. Saat ini emosinya sedang tak menentu. Kemudian ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan kamar istrinya.

Sepeninggalan Arham, perlahan Dara membuka mata, sejalan dengan tetesan air bening disudut matanya. Dara mendengar semua perkataan suaminya. Dan itu sangat memilukan. Seakan ia merasakan apa yang saat ini Arham rasakan. Tapi apa yang Arham lakukan juga menyakitinya.

Sesakit itu kah luka yang ia terima? Sampai hatinya benar-benar tertutup rapat. Bahkan dia memberikan nilai buruk padaku. Tapi aku bukan dia. Jangan menganggapku seperti orang di masa lalumu, karena aku adalah diriku. Diriku yang tak mungkin sama dengan orang lain.

Dara terus menangis dalam kesedihan yang mendalam. Hatinya sangat sakit kala mengingat perlakuan kejam Arham padanya. "Ya Allah, rasanya aku ingin menyerah." Dara menyentuh dadanya yang terasa sesak. Bahkan suara isakkannya terdengar jelas. Dara juga tidak menyadari, jika Arham sudah berdiri di ambang pintu. Juga mendengar suara tangisannya.

"Mau sampai kapan kau memamerkan air mata palsumu itu huh? Kau kira aku akan kasihan padamu? Dalam mimpi pun itu tidak akan pernah terjadi."

Dara terperanjat kaget dan langsung menghapus air matanya. Ia juga membenarkan posisinya, lalu mencengkram selimut dengan erat. Entah mengapa ia sangat takut pada Arham. Apa karena kejadian malam tadi?

"Berhenti menangis, aku membenci air mata palsumu. Tidak... tidak, bahkan aku membenci semua yang ada di tubuhmu." Timpal Arham seraya mengambil ponselnya di sofa.

"Bapak membenci tubuh saya, tapi kenapa Bapak melakukan itu?" Suara Dara tenggelam dalam kesedihan. Arham yang mendengar itu berbalik, lalu menatap Dara tajam.

"Karena kau pantas mendapatkan itu." Sahutnya yang langsung beranjak pergi.

"Apa salah saya sama Bapak? Kenapa Bapak begitu membeci saya? Katakan apa salah saya, Pak?" Teriak Dara yang sudah tidak tahan dengan sikap Arham.

Arham yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik. Bahkan rahangnya mengerat dengan tatapan yang tajam.

"Karena kau sudah menghancurkan hidupku. Kau merenggut nyawa istri dan calon anakku. Kau juga wanita murahan, sudah bersuami masih saja sembarangan memeluk laki-laki lain. Dan kau juga membawa selingkuhanmu ke rumahku. Semua yang kau lakukan sangat mirip dengan wanita itu, sok suci tapi berani bermain api di belakang. Apa itu kurang jelas huh?" Bentak Arham yang berhasil membuat Dara terkejut untuk yang kesekian kalinya.

"Saya tidak membunuh Mbak Della, itu kecelakaan. Dan yang harus Bapak tahu, laki-laki tadi malam itu Abang saya." Jawab Dara penuh penekanan.

"Kau pikir aku percaya padamu huh? Jangan harap." Pungkas Arham kembali melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Dara. Bahkan ia menutup pintu dengan kuat. Membuat Dara terkejut.

"Apa yang harus saya lakukan supaya Bapak mempercayai saya?" Lirih Dara mengelus dadanya yang sesak. Hatinya sangat sakit dengan tuduhan Arham. Kepalanya pun semakin berdenyut hebat. Ia kembali memejamkan mata, mencoba menepis semua rasa sakit itu. Meski itu tak mungkin bisa ia lakukan.

1
Tamirah Spd
Laki laki kalau sdh berhasrat sdh gak punya rasa malu yg penting' tersalur, jijik murahan gak penting,yg penting menikmati' gua surgawi.
Tamirah Spd
Gak suka banget dgn karakter Dara, terlalu lemah, apa takut jadi janda muda, gak punya harga diri.
Tamirah Spd
Wanita normal gak akan bertahan, sudah diperkosa walau Halal juga dihina kok ya pasrah saja. .... wesss angellllll.
Tamirah Spd
Masak dlm berapa hagi nikah gak bisa jelas kan siapa laki laki yg memeluknya...ya nama nya dunia halu apa kata Author nya saja.Di dunia nyata kesalah pahaman gak pakai lama sdh bisa dibereskan.
Susanti Susanti
Luar biasa
Anonymous
Haduh terlalu lemah dan lebay
Anonymous
Lemahhhh bgt
Artiea Naufal
bodohnha kau daraaa.....
juwita
maaf Thor aq nyerah malas sm karakter dara terlalu naif 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
juwita
g ada harga diri si dara ttep bettahan walo g di anggap. jujur bc nya aq g sedih mlh kesel. karakter cweknya bego bodoh bin oon. maaf Thor aq kesel
juwita
bodoh di sakiti ttep bertahan.
juwita
dara hanya ingin jd istri sholehah tp mendzolimi diri sndiri udh di caci di hina sm Arham ttep bertahan berarti wanita bodoh
juwita
alah kau yg bodoh dara
juwita
luluh lg di dara di aj kiku kiku tar udh nafsunya tersalurkan di hina lg
juwita
Luar biasa
juwita
dasar munafik ktnya g suka tubuh kotor dara. iih aq klo jd dara udh dihina pasti aq balik kt" dosen bego tu
juwita
cwek bodoh udh di cuekin pun ttep senyum manis seksn g ada harga diri
juwita
haah ngpain bertahan klo di hina trs.
juwita
klo aq di hina gitu udh pergi ngapai bertahan
juwita
g perlu nangis km. kan bisa ngelawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!