NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Pertemuannya dengan seorang gadis bernama Kanaya, membuat Ray bersumpah akan membuat gadis itu menyesal karena telah mengganggunya.

Namun ternyata sumpah itu berbalik padanya, dan membuat dunianya berubah. Bagaimana kisah mereka berlanjut?

Kisah ini bukan hanya sekedar tentang cinta, kalian akan menemukan badai yang besar di setiap kisahnya.

Maka siapkan hati untuk menerima setiap sentuhan yang Ray berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 10

Semenjak Ray pergi meninggalkan bangunan berlantai tiga itu ia agak Ragu untuk melakukannya, namun setan dalam dirinya seperti memberi dukungan. Hingga Ray sampai di depan rumahnya ia masih memikirkan apakah ia benar-benar akan membawa gadis itu. 

Ray membuka pintu mobilnya dan ketika ia akan menutup pintu mobil itu ia melihat papper bag di jok belakang. Ray menghela napas pelan lalu tangan kanannya menyambar paper bag itu dan membawanya. Ia berjalan ke arah pintu uatama sembari tangan kirinya merogoh kunci rumah di saku celananya. Setelah pintu terbuka ia melemparkan paper bag itu ke meja lalu menghempaskan tubuh tingginya ke sofa single dan menaikan kakinya ke atas meja.

" Kamu udah pulang "

Ray menoleh ke arah sumber suara lalu ia berdehem kecil. Entah kenapa suara Naya membuatnya semakin gugup, Karena usulan sialan itu Ray jadi salah tingkah.

"Nay " Ray menjeda kalimatnya " ga jadi! "

Naya mengerutkan dahinya menatap Ray tajam merasa aneh dengan tingkah Ray yang tidak biasanya. " Ish...Kamu kenapa sih, aneh! "

Naya lebih memilih untuk melangkahkan kakinya ke teras rumah untuk menyiram tanaman. Tapi, langkah itu kembali terhenti karena suara Ray kembali menginterupsi.

" Tunggu! "

Ray meraih paper bag yang ada di atas meja, lalu melemparnya ke arah Naya, gadis itu reflek menangkap paper bag itu.

" Ini ap…"

" Lo pake! tar malem ikut gue! "

Ucapnya dengan nada memerintah, bukan! Lebih tepatnya memaksa. Seorang Ray tidak menerima penolakan. CK! Egois bukan. 

Naya mencebikan bibirnya, karena lagi lagi Ray tidak memberinya pilihan.

Kemudian Ray bangkit dari kursinya seraya memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Ia berjalan santai seperti sudah melepas beban di pundaknya, perlahan menaiki anak tangga dengan senyum tipis terukir di bibir sensualnya.

Sementara Naya mematung di tempatnya sembari memeluk paper bag itu, dan membawanya ke dalam kamar tamu. Kanaya menghela napas pelan, lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda untuk menyiram tanaman.

Semenjak Naya bekerja di rumah Ray ia yang merapikan taman kecil yang tidak terawat di halaman depan. Naya sangat menyukai bunga dan salah satunya adalah bunga mawar. 

Ya, bunga mawar itu lambang cinta. Ia berharap suatu saat nanti ada pangeran tampan yang datang melamarnya dengan sebuket bunga mawar. Ayolah, itu mustahil bukan! Siapa dia? Hanya gadis kampung yang mengharap bintang jatuh ke pangkuannya. 

Naya menggelengkan kepalanya mencoba menghapus hayalan konyolnya itu sembari menyiram tanaman itu satu persatu.

Sementara Ray termenung di kamarnya, ia mencoba menyiapkan mentalnya untuk pergi ke party sialan itu berdua dengan Naya seperti sepasang kekasih. Shit!! Ini bukan dirinya. Sejak kapan seorang Ray mau berdekatan dengan wanita yang menurutnya hanya merepotkan. 

Ray membenamkan wajahnya di balik bantal, seperti anak gadis yang baru saja mendapat ungkapan cinta. Menggelikan! Bahkan hanya sekedar membayangkan.

Ray melirik jam Casio yang melekat di pergelangan tangannya 'masih ada waktu' gumamnya. Lalu ia menatap cermin untuk sekedar merapikan penampilannya. Perfect!

Ray bersiap dengan kemeja hitam, celana jeans dan tidak ketinggalan jaket denim favoritnya serta aroma Bvlgari yang sudah memenuhi setiap inci pakaiannya.

Ia berjalan menuruni anak tangga mencari keberadaan gadis itu. Tapi, suara dari salah satu kamar menghentikan langkahnya. Ray membulatkan matanya ketika membuka pintu kamar itu. Damn! ia shock bukan main melihat Naya  hanya memakai handuk yang melilit sebagian tubuhnya.

Aaaaaaaa

Reflek gadis itu menutup tubuhnya dengan kedua tangannya dan berbalik badan. 

" Kamu kenapa ga ketuk pintu dulu sih, maen masuk aja. Ga sopan tau! "

Gerutunya sembari tangannya buru-buru memakai baju.

Sementara Ray dengan gerakan cepat langsung menutup pintu dengan wajah pucat pasi. Njirrr mulus banget, bangs*t!!

Setan dalam tubuh Ray mendominasi fikiranya. Ray menyandarkan tubuhnya ke tembok sembari menunggu gadis itu keluar.

" Buruan !!" intonasi suaranya sedikit meninggi, ia melirik ja di tangannya sembari menghela napas pelan untuk mengurangi sedikit rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya akibat penampakan tadi.

Setelah beberapa menit menunggu, gadis itu pun keluar dengan dress hitam berkilau yang melekat pas di tubuhnya dengan bagian belakang terbuka dan rambut panjangnya di ikat ke atas sehingga menampilkan leher jenjangnya. Hanya dengan sedikit polesan bedak dan lip gloss, Penampilan itu sukses membuat Ray tak berkedip.

Ray mencoba menyingkirkan setan yang menggangu fikiranya dengan menggelengkan kepalanya pelan. ini benar-benar ujian berat baginya. ujian apa lagi ini ya tuhan gumamnya dalam hati.

Ray berjalan pelan di samping Naya mengikuti langkahnya sembari sesekali melirik kesamping. Ia melihat gadis itu sedang menarik narik dress-nya, seperti berusaha menutup bagian pahanya yang terbuka.

" Mau Lo tarik Ampe kiamat juga, tuh baju ga bakal berubah jadi gamis. K A N A Y A! "

Ucapnya gemas penuh penekanan di bagian akhir. Dan Ray hanya mampu menghela napasnya sembari mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya.

" Kamu juga!, kenapa beli baju kaya gini, kurang bahan, kalo aku masuk angin gimana? "

dengusnya Dengan wajah cemberut, seraya menaikan baju bagian atas namun bagian bawah ikut tertarik ke atas. 

Ray yang melihat kelakuan konyol Naya hanya bisa menggelengkan kepala dan menahan tawanya. "Kaya gitu aja terus sampe besok! " ucapnya sembari melangkahkan kakinya ke arah parkiran meninggalkan Naya.

Setelah Ray masuk kedalam mobilnya, ia melihat Naya hanya mematung di balik pintu mobilnya, " Lo mau sampe kapan berdiri disitu?! "

Sementara Naya hanya menggigit bibir bawahnya karena ia kebingungan. Setiap ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, dress bagian bawahnya terangkat.

Karena Mendengar ocehan Ray yang kian menjadi, Naya terpaksa melangkahkan kakinya perlahan masuk ke dalam, namun kepalanya terbentur bodi mobil. " Aduh "

Reflek Naya mengusap kepalanya.

Ray terkekeh geli melihat kecerobohan gadis itu. " Sini gue liat, benjol ga? "

Ray Mengulurkan tangannya untuk menyentuh luka di kening Naya. Karena jaraknya yang begitu dekat hingga Ray bisa merasakan hembusan nafas gadis itu dan…ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. Gumamnya. Demi menghindari hal yang di luar nalar dengan cepat Ray mendorong kening gadis itu dengan telunjuknya. " ceroboh banget si Lo "

" Aaww,,sakit tau! Kamu kasar banget sih "

Ray memilih mengabaikan gadis itu dan mulai menstater mobilnya, seraya tangan kirinya memutar musik dari ponselnya yang sudah terhubung di audio mobil, untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.

Sementara Naya ia memalingkan wajahnya ke arah samping, ia lebih memilih menatap keluar jendela dengan wajah cemberutnya.

Setibanya di parkiran kelab, Ray membuka pintu mobilnya dan berjalan memutar membukakan pintu di sisi lainnya untuk menuntun gadis itu agar kejadian tadi tidak terulang lagi.

Tapi, ketika Ray mengulurkan tangannya untuk menuntun Naya, dari kejauhan terdengar suara seseorang memanggil namanya.

 " Ray " reflek Ray menoleh ke arah sumber suara hingga melupakan gadis yang harusnya ia sambut uluran tangannya. 

Karena hills sialanya itu menginjak lubang kecil spontan membuat Naya hilang keseimbangan.

" Ehhhh... ehhh…" Gubrak!!!.

" Bang***! "

🍁🍁🍁

maafkan aku kak kalo bikin kalian emosi 😂

aku cuma penulis amatir yang sok sokan jadi penulis. jadi rada lama up nya 😂

buat kalian yang setia nemenin aku,,makasih banyak loh, aku padamu.😍

jangan lupa tinggalin jejaknya yah,biar aku ga kesepian,vote ,komen like,,, di tunggu .bhahahah

sampai jumpa di next chapter 😉

1
Cicih Sophiana
Ray lagi pengen di manja ya... pengen di perhatiin jg 😁😆
yulie istanti
👍👍
MandaNya Boy Arbeto❤️
mulai lg de awal deh
Cicih Sophiana
hmmm dapat kecupan terasa melayang jg yah...😁
Cicih Sophiana
untuk apa aq pergi kamu ada di sini ko🤭
Cicih Sophiana
Yuni kamu ga tau aja... Rey memperlakukan nya dgn baik...
Cicih Sophiana
terserah Rey aja deh mau di apain 😁 yg terpenting jgn di sakiti...😀
Cicih Sophiana
di jalan aja ga nemu macam itu thor...di mana yah aq harus mencari apa harus ke ujung dunia?🤔😁
Cicih Sophiana
visual nya cantik dan ganteng👍🥰
Cicih Sophiana
mampir thor
Etik Widarwati Dtt Wtda
akhirnya nenikah semoga bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
menikah dan berbahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
emang hukuman apa y
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikahhh
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikah sama ray
Etik Widarwati Dtt Wtda
lemah sekali.kanaya
Etik Widarwati Dtt Wtda
kok jahat banget y
Etik Widarwati Dtt Wtda
diperalat tantenya sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasih pelajaran ..raka kamu hrs kuat
Etik Widarwati Dtt Wtda
jahat banget titha sama marisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!