Nada Aruna Lya seorang perempuan dewasa terpaksa menikah dengan Fardanu Satya Aji seorang bocah SMA hanya karena kesalahan satu malam yang tak sengaja mereka perbuat, mereka terpaksa terjebak dalam suatu hubungan pernikahan yang menurut Nada sangatlah absurd karena dalam kamusnya tak ada pernikahan dengan seorang laki-laki yang umurnya berada dibawahnya.
Akankah pernikahan mereka akan terjalin selamanya? Ataukah hanya sementara waktu?
"Gue enggak nyangka gue bisa nikahin bocah ingusan kayak lo!!" sentak Nada kesal, namun Danu hanya menatap Nada tenang seakan tak terpengaruh akan perkataan Nada yang mengejeknya.
"Bocah ingusan yang kamu bilang ini bisa memberikanmu kepuasan loh, apa kamu lupa?" Danu tersenyum menatap Nada yang kini melotot.
Penasaran dengan kisah mereka? Ayo dibaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simiftahul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Bocah
Biasanya hari libur adalah hari yang paling menyenangkan bagi Nada, namun itu berlaku saat statusnya masih sendiri. Setelah menikah hari libur adalah hari menyebalkan bagi dirinya, bagaimana tidak? Sedari tadi Danu terus saja mengikutinya layaknya anak ayam yang tak ingin jauh dari induknya. Nada duduk disofa, Danu ikut duduk disofa bahkan sempat-sempatnya menggelendot manja dibahunya. Ia ke dapur, Danu pun mengikutinya. Benar-benar seperti bocah!! Ingin sekali Nada mengumpat namun ia merasa tak enak hati karena ada beberapa pembantu yang berlalu lalang, dikira dia istri durhaka nantinya.
Nada yang merasa jengah pun akhirnya mendorong kepala Danu yang sedari tadi bersandar dibahunya, bukannya kebalik ya? Harusnya dia dong yang menggelendot manja bukannya malah sibocah yang sialnya adalah suaminya. Nasib, nasib... Sekalinya menikah langsung mendapatkan seorang bayi, bayi besar!! Dia seperti istri rasa pengasuh untuk si bocah ini. Perasaan ya waktu sebelum mereka menikah tingkah Danu tidak seperti ini ya? Oh atau jangan-jangan dia menutupi sifat aslinya dari Nada sehingga Nada akhirnya tidak dapat memberikan alasan untuk menolak hingga kini setelah mereka hidup bersama muncullah sifat asli dari si suami bocah tengil ini.
"Bisa gak lo jauh-jauh?!!" Sentak Nada sambil mendorong kepala Danu.
"Aduuh, galak banget sih yang?" Ucap Danu sambil mengusap kepalanya yang sedikit sakit karena Nada mendorongnya terlalu kuat.
"Yang... Yang... Pala lo peyang maksudnya?!" Nada tidak bisa ya bermanis-manis pada Danu, setiap melihat wajah bocah itu bawaan Nada pingin sekali marah-marah terus.
"Maksud aku sayang lah yang." Danu masih saja berani menampelkan tangannya dibahu Nada, bermaksud memeluk bahu istrinya itu.
"Lo kayak bocah banget sih?!!" Kesal Nada merasa risih sekaligus geli karena Danu yang mulai mendusel-dusel manja dilehernya.
"Aku bukan bocah lagi loh yang, apa perlu kita buat anak sekarang supaya kamu percaya kalau aku bukan bocah?" Nada tak menanggapi, wanita itu sibuk menyingkirkan wajah Danu yang semakin mendekat dengan lehernya.
"Bisa difilter gak tuh mulut kalau mau ngomong? Asal bunyi aja!!" Ketus Nada masih berusaha melepaskan diri.
Danu cemberut mendengar ucapan Nada, tidak bisakah istrinya itu bersikap manis sebentar saja padanya? Kok ya galaknya itu tidak hilang-hilang, Danu kan hanya ingin menghabiskn waktu libur bersama istri cantiknya. Meskipun usia Nada berada diatasnya namun tak dapat dipungkiri kalau wajah Nada itu awet muda, kulit eksotisnya memberikan kesan yang manis dan juga seksi. Membuat Danu kadang harus menahan dirinya untuk tidak selalu menerkam Nada dimanapun mereka berada, pikirannya jadi terus terkontaminasi.
"Manis dikit kek, ini suami loh bukan pencuri yang harus digalakin terus kayak anjing penjaga." Gerutu Danu yang masih dapat didengar jelas oleh Nada.
"Lo nyamain gue sama anjing?!!" Danu gelagapan, salah lagi deh dirinya.
"Enggak gitu yang, maksud aku kamu itu cantik banget jadi pengen deh." Danu tersenyum mesum membuat Nada menyentil kening pria itu hingga mengaduh kesakitan.
"Sakit tau yang." Keluh Danu.
"Rasain, makanya jangan mesum."
Danu tak menanggapi Nada, pria muda itu malah merebahkan kepalanya dipaha Nada dengan seenaknya. Bahkan dengan lancang menarik tangan Nada agar mengelus kepalanya, Nada yang entah tengah kesurupan atau dirasuki oleh jin ghaib pun menggerakkan tangannya dikepala Danu.
"Lo kayak bocah banget sih? Gak pernah ya disayang-sayang sama Ibu lo?" Tanya Nada bermaksud bercanda, namun Danu malah menanggapinya dengan serius.
"Bunda terlalu sibuk sama pekerjaannya, sedari kecil aku diurus dengan pengasuh. Ayahpun sama, gak ada waktu untuk sekedar bermain ataupun mengajak jalan-jalan." Kok Nada jadi kasihan ya mendengarnya? Oh pantesan aja bocah ini sedikit bandel, ini toh alasannya.
Menurut buku yang pernah Nada baca, perilaku anak baik atau tidaknya itu tergantung pada cara orangtua mengurusnya. Lah Danu? Pantas saja anak belum cukup umur itu bisa sampai memasuki area club, ternyata ia hanya sekedar mencari kesenangan. Diumurnya yang masih tergolong labil itu pasti banyak sekali rasa penasaran dan ingin coba-coba begitu mendominasi, astaga!! Jangan bilang kalau malam itu gue cewek pertama yang dia tiduri!! Batin Nada menjerit.
"Jangan bilang kalau malam itu yang pertama buat lo?!!" Tanpa sadar Nada menaikkan suaranya hingga membuat Danu tersentak, namun tak berlangsung lama karena Danu kembali rileks tiduran dipangkuan Nada.
"Iyalah menurut kamu memangnya siapa yang pertama untukku? Bahkan pacaran pun aku tidak pernah." Ucap Danu yang membuat Nada melongo, sepolos itukah Danu? Dia saja entah berapa mantan pacar yang ia punya. Bahkan sesekali mereka berciuman panas, jadi dia menikahi bocah yang benar-benar polos? Astaga Nada!!! Kau sudah mengotori otak polosnya Danu.
"Eh? Kok malah diam sih sayang? Usap lagi dong." Protes Danu sambil menggerakkan tangan Nada agar kembali mengusap kepalanya.
Nada mencoba mengingat-ingat, malam itu dia mabuk terus ada seseorang yang bertengkar hingga ia tak mengingat lagi apa yang terjadi di club. Kemudian ia merasakan panas disekujur tubuhnya, ia mencium seorang pria yang ternyata adalah Danu. Ah iya benar!! Jadi ini adalah kesalahannya? Oh tidak... Jadi dia yang memulainya, Nada masih sibuk dengan pikiran-pikirannya hingga tak sadar Danu tiba-tiba berdiri dari posisinya dan tanpa aba-aba Danu menggendong Nada.
"Eh? Kenapa ini?" Nada dapat melihat tatapan Danu yang terlihat bergairah.
"Aku menginginkanmu sayang." Bisik Danu ditelinga Nada dengan gaya sensualnya membuat bulu kuduk Nada meremang.
"T-Tapikan ini masih pagi." Ucap Nada yang malah terdengar berupa gumaman.
Danu seakan tak mendengarkan Nada, setelah memastikan pintu terkunci perlahan-lahan Danu membaringkan Nada diatas ranjang mereka. Danu mengawali pagi yang panas dengan ciumannya dikening Nada, turun ke matanya, hidungnya dan berakhir dibibir ranum Nada. Nada merasa gelora api mulai membara disekujur tubuhnya karena perlakuan Danu yang begitu sensual.
Tiada henti Nada melenguh karena perlakuan Danu diseluruh tubuhnya berhasil membangkitkan sesuatu didalam dirinya, sepertinya dia sudah gila karena bisa takluk dengan seorang bocah SMA hanya karena sebuah ciuman saja. Benar-benar memalukan! Tapi serius dia sama sekali tak bisa menolaknya.
Setelah percintaan panas mereka Nada merasa sangat kelelahan dan membutuhkan waktu untuk tidur saat ini, dia tidak peduli kalau saat ini kepalanya menindih dada Danu. Dia masih berusaha mengatur nafasnya yang menderu kemudian mulai memejamkan matanya, dia kembali membuka matanya sedikit begitu mendengar bisikan Danu ditelinganya juga deru nafasnya yang menggelitik telinganya.
"Bukankah bocah sepertiku bisa begitu memuaskanmu sayang?" Nada dapat mendengar bisikan suara Danu ditelinganya.
"Hmmm." Nada hanya berdeham, ia mendekatkan dirinya pada Danu menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Danu kemudian memejamkan matanya.