putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keinginan ibu hamil
Di parkiran,Melinda dan Daxton yang ingin memasuki mobil tiba-tiba menatap kearah sebrang dengan wajah terkejut, Melinda wanita yang ingin masuk kedalam mobil melihat Rania bersama dengan seorang pemuda yang sangat tampan.
tangannya mengepal,dia menatap Rania dengan kebencian,lalu pandangan mengarah pada pemuda tampan yang ternyata adalah Max.
" Ayara wanita jalang,, bagaimana bisa kamu mendapatkan pemuda yang begitu tampan, bahkan pemuda yang bersama nya jauh lebih tampan dibandingkan dengan Daxton ,kenapa kamu selalu beruntung daripada aku,,!!! tidakkk... untuk saat ini aku harus menaklukkan hati Daxton,setelah itu aku akan merebut pemuda tampan itu dari Ayara,,aku Melinda tidak akan pernah membiarkan Ayara memiliki segalanya!! " sorot matanya terlihat penuh siasat,kini Melinda tidak hanya akan merebut Daxton tapi juga Max.
" Melinda..ada apa ? kenapa kamu tidak masuk,apa yang kamu lihat disana ? " mendengar suara Daxton tiba-tiba Melinda tersadar,dia masuk kedalam mobil dan tersenyum lembut pada Daxton.
" tidak.. tadi aku hanya melihat kucing nakal mendapatkan sesuatu yang berharga," ucapan Melinda penuh arti.
Daxton mengerhit heran atas ucapannya,dia sama sekali tidak mengerti dengan maksud wanita yang bersama nya.
" ayo kita pulang,bukankah nanti sore kamu ada rapat dengan rekan bisnis mu dari luar negeri?" ucap Melinda..
Daxton mengangguk dan setelah itu dia menjalankan mobilnya, meninggalkan mall.
sementara di luar negeri, Theo yang sudah menyiapkan kado untuk cucu menantu nya, tiba-tiba kepergian nya harus di tunda, karna putranya datang bersama dengan menantu perempuan nya.
disinilah Theo berada,dia menatap putranya yang bernama Sebastian Miller dengan serius.
" jadi kenapa kamu tiba-tiba mengunjungi ku ? apa ada masalah dengan perusahaan mu ? " tanya Theo yang terlihat kesal.
Sebastian atau yang dipanggil dengan nama Bastian menatap ayahnya dengan heran.
" ya perusahaan ku memang saat ini terancam bangkrut,,tapi kenapa ayah menatap ku seperti itu ? apa aku berbuat salah sehingga ayah merasa tidak suka dengan kedatangan ku ? " tanya Bastian dengan terus terang.
istri Bastian yang bernama Maria ikut menatap ayah mertuanya dengan heran,dan dia melirik putranya yang sedang sibuk bermain game.
" apa ayah sakit ? atau ayah sedang tidak enak badan ? " tanya Maria yang terlihat begitu perhatian pada ayah mertua nya.
"tidakkk..hanya saja kedatangan kalian membuat ku harus menunda keberangkatan ku" Theo mengucapkan nya dengan sinis.
Maria dan Bastian saling memandang,mereka tidak mengerti apa maksud ucapan pria paruh baya itu.
" memangnya kakek mau kemana ? " Karna merasa penasaran,putra Maria yang bernama Leo menatap kakeknya dengan serius,dia juga meletakkan handphone nya diatas meja.
" haaa... sebenarnya hari ini aku akan pergi menyusul Max cucuku ke Indonesia,disana dia sedang bersama dengan calon istrinya dan juga cucuku yang sebentar lagi akan lahir " beritahu Theo yang terlihat tersenyum bahagia.
dia sangat tidak sabar menemui Rania,dan dia sangat penasaran wanita seperti apa yang bisa meluluhkan hati cucunya yang tak berperasaan itu.
degggggggg
" apaaaaaaaa....???? " teriak Maria dan Leo secara bersamaan, sehingga membuat Theo terkejut,dia memegang jantungnya dan menatap tajam cucu dan menantu nya.
" kaliannn...!! apa kalian berencana ingin membunu* ku !! berani nya kalian berteriak keras di hadapan ku ! " bentak Theo yang terlihat marah.
Maria dan Leo menutup mulut,tapi tatapan Maria tidak bisa di sembunyikan bahwa berita Max yang akan menikah dan sebentar lagi akan memiliki keturunan membuat Maria tidak suka.
" ayah maafkan istri dan putraku,mungkin mereka hanya terkejut mendengar kabar itu " jelas Bastian dengan penuh rasa bersalah,dia juga takut sesuatu terjadi pada ayahnya.
" tapi ayah,, bagaimana bisa Max secepat itu memiliki kekasih? dan kekasihnya juga hamil anak max,,apa..apa kalian sudah menyelidiki tentang kehamilan wanita itu ? bisa saja kan anak yang ada didalam kandungan wanita itu bukan anak kandung Max,,atau wanita itu....
brakkkkkkkkkkkkkk
sebelum Maria menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Theo memukul meja dengan keras,dia berdiri dan menatap tajam menantunya itu,sudah lama sekali dia begitu tidak menyukai wanita yang sekarang sudah menjadi menantunya itu.
" LANCANGGGG !! beraninya kamu berbicara tentang cucu menantuku Maria..!! kamu sudah kelewatan batas mu,, Bastian jika kamu tidak bisa mendidik istri mu lebih baik ceraikan saja dia ! aku sudah mengatakan nya dari dulu jangan pernah mau menikahi wanita ular ini ! " ucap Theo dengan dingin,karna tidak ingin penyakit jantung nya kambuh,dia pergi dari sana meninggalkan mereka yang terdiam.
Bastian memijit pelipisnya,dia sebenarnya juga merasa kesal pada istri nya,entah bagaimana lagi caranya agar Maria mau mendengarkan ucapan nya.
" mas,,, ayahmu sangat keterlaluan !!!,,dia lebih membela wanita luar dibanding kan aku yang sudah menjadi menantunya,aku sangat kecewa dengan sikap ayah!!! " Maria menatap suaminya dengan marah,dia sangat geram memiliki suami seperti Bastian yang tidak berani melawan ayahnya.
" cukuppppp !!! cukuppp Maria kamu sudah keterlaluan!! sudah berapa kali aku mengatakan padamu jangan pernah menentang ucapan ataupun keputusan ayahku ! kamu!!!...Maria aku sangat kecewa padamu " tanpa memperdulikan Maria yang memanggil nya dengan berteriak, Bastian pergi meninggalkan istri dan putranya di ruang tamu.
Leon ?? dia hanya mengangkat bahunya dengan acuh, karna tidak perduli dengan urusan pribadi orang tuanya,Leo pemuda yang sekarang berusia 17 tahun itu kembali bermain game tanpa memperdulikan ibunya yang sudah menangis.
" bodoh,,,kamu sangat bodoh Bastian! jika Max memiliki keturunan maka perusahaan juga aset-aset berharga ayahmu pasti akan jatuh ketangan Max, aaahhhhhhkkkkkkkkkkkkk kenapa...kenapa Bastian tidak pernah memikirkan semuanya?? jika dia terus seperti ini maka dia tidak akan mendapatkan harta kekayaan ayahnya " marah Maria dengan mata berkaca-kaca,sekarang dia merasa terancam dengan kehadiran calon istri dan anak-anaknya Max.
***********
kediaman Rosewood
di dalam ruang tamu,disana Rania menatap ke empat pemuda yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca,tapi Rania sama sekali tidak memperdulikan tatapan wajah mereka,dia hanya fokus pada daster yang di kenakan oleh Max,Anto,dan kedua pengawal nya.
" sekarang coba kalian menari dihadapan ku,aku ingin melihat kalian bergerak lentur sambil menggeolkan pinggang " ucapan Rania, bagaikan sebuah anak panah yang menembus jantung mereka.
Joko tiba-tiba menolak dengan tegasnya,yang membuat ketiga pria itu sontak menoleh kearah nya.
" tidakkkk nona...aku tidak mau,,itu sama saja nona membunu* ku,," ucap Joko dengan mendengus.
Max menatapnya dengan tajam,dia sudah siap untuk menghukum pria itu,tapi tiba-tiba.
brakkkkkkkkkkk
" apa kalian benar-benar tidak mau menuruti keinginan ku ?? " aura Rania terasa mencekam,dia berdiri dan menatap mereka dengan tatapan begisnya.
" nona,,, Joko hanya bercanda, mungkin dia hanya ingin membuat nona kesal saja,nona tenang lah kami pasti akan melakukan nya,,,musikkkkkk... cepat mainkan musikkk nya...." ucap Liam dengan berteriak kesal,dan tanpa basa-basi dia mulai menari di ingiri musik yang dimainkan oleh para pembantu nya.
trakkkkk...trakkkkkkkkk
drummmm....trakkkkkkk.....drummmmm
para pembantu menutup mulut melihat tarian Liam,tapi mereka tidak berani menunjukkan bahwa mereka sebenarnya ingin tertawa.
" ayoo tuan Max,apa anda juga ingin menolak keinginan nona Rania ? " teriak Liam, tentu saja dia tidak akan membiarkan dirinya sendiri menjadi korban.