NovelToon NovelToon
DURI DI DALAM PERNIKAHAN

DURI DI DALAM PERNIKAHAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cerai / Pelakor / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:159.7k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

DURI Di Dalam PERNIKAHAN ternyata bukan hanya PELAKOR saja. Ada banyak DURI-DURI lainnya yang bisa menjadi CUCUK TAJAM dalam PERNIKAHAN. Salah satunya adalah karma orang tua yang melakukan perjanjian gaib yang ternyata harus ditanggung pula oleh anaknya.

Seorang perempuan BIASA bernama LIANA WULANDARI, ketika berusia 32 tahun dan pernikahannya tepat 10 tahun justru harus mengalami PERCERAIAN karena ulah PELAKOR.

Tapi siapa sangka, LIANA yang hanya perempuan BIASA akhirnya justru berubah menjadi LUAR BIASA setelah suaminya resmi menceraikan dirinya.

Perjalanan hidup membawanya pada PERUBAHAN NASIB yang tidak pernah dia sangka sebelumnya.

Satu persatu tersingkap misteri yang berada di putaran hidup orang-orang terdekat.

Novel ini novel fiksi pernikahan yang unik. Genrenya beragam selain PELAKOR, CERAI, MENGUBAH NASIB, dan juga ROH SPIRITUAL.

Semoga pembaca Budiman terhibur dan juga bisa mengambil hikmahnya.

Please... LIKE, FAVORIT, KOMENTAR dari para pembaca yang baik hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 - DICERAIKAN

Spontan kutarik pergelangan tangan Katliya. Tetapi rupanya pintu rumahnya sudah terbuka lebar sehingga tampak wajah-wajah para pecundang dengan mata terbelalak lebar.

"Rupanya diam-diam kita kedatangan tamu agung!"

Aku memperhatikan seorang bapak-bapak yang dari tadi terdengar suara pongahnya.

Ternyata sudah sangat tua! Bahkan seluruh giginya sepertinya telah tanggal dan wajahnya jadi lebih menggelikan. Mirip bayi baru lahir, karena ompong. Tetapi mulutnya pedas, seperti sudah mengunyah sekilo cabe jablay yang matang dipohon!

"Masuk saja, sini! Ketuk pintu. Ucapkan assalamualaikum. Itu adab bertamu!" katanya lagi dengan kalimat sindiran yang manis. Hhh...

Bang Irsyad bangkit dari duduk lesehnya. Ia geram dan hampir kembali melakukan kekerasan padaku, tapi aku langsung mundur beberapa langkah untuk menghindar.

"Lihat Katliya! Seperti inikah laki-laki yang akan kau nikahi tanggal 1 November nanti?" teriakku lantang seraya menoleh pada Katliya yang tersentak melihat wajahku yang bengkak dan memar setelah kubuka maskernya.

"Kak Lian!" pekiknya spontanitas.

Lihat Katliya! Lihatlah! Ini perbuatan dari Bang Irsyad, suamiku yang sebentar lagi juga akan jadi suamimu! Pikirkan matang-matang niatanmu untuk bersanding di pelaminan dengan pria model begitu!

Lelehan airmataku bukannya membuat iba semua yang ada, tetapi justru direspon senyuman sinis dari Katliya bahkan orang tua Bang Irsyad.

Ya Tuhan!!! Dadaku sakit. Jiwaku berguncang hebat! Ini gila! Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi kepadaku diusia pernikahanku yang sudah memasuki masa sepuluh tahun? Apa seperti ini suami dan kedua mertuaku? Kenapa tiba-tiba mereka jadi sangat jahat padaku? Kenapa? Kenapa???

"Bunda! Apa salahku, Bun? Sampai Bunda tega memperlakukanku seperti ini?" isakku menatap kedua bola mata Bunda Agis, Ibunya Bang Irsyad.

"Cih! Apa salahmu? Banyak! Dan yang paling menyebalkan itu adalah kau sama sekali tidak sadar apa salahmu!"

Aku termangu.

Bingung merenung memikirkan apa kesalahan yang telah kuperbuat sampai Bang Irsyad sekeluarga sampai setega ini padaku.

"Kakak! Kalau Bang Irsyad sudah tidak lagi respek pada Kak Lian, apa tidak sebaiknya kakak mundur dan minta cerai saja! Itu jauh lebih baik, Kak!"

Apa???

Mataku langsung menatap tajam wajah Katliya. Kuperhatikan setiap lekuk detil wajahnya. Mata yang sayu, dahi yang ditumbuhi banyak anak rambut. Hidung, pipi dan turun ke bibir. Semua nampak biasa saja. Tak ada yang istimewa. Bahkan kulit wajahnya,... Memang agak sedikit kinclong sekarang. Sepertinya dia sudah melakukan kerja keras juga untuk memikat Bang Irsyad.

Hanya satu kelebihannya. Katliya masih gadis dan bertubuh langsing. 28 tahun usianya. Kurasa sudah cukup tua untuk kusebut sebagai perawan.

Atau mungkin saking inginnya melepas masa lajang, gadis yang dulu kukenal santun ini tiba-tiba berubah perangai seperti gadis jal*ng.

Plak

Cukup puas setelah sebuah tamparan tangan kananku mendarat telak di pipinya.

"Aduh!!!"

"Liana!!!"

Aku tersenyum sinis. Bang Irsyad langsung menghardik dan mendorong tubuhku dengan kasar hingga terjengkang lalu jatuh terjelembab di lantai, tepat dihadapan muka Ayah Idham yang memerah.

"Ayah! Ayah...! Hik hik hiks... Ayah! Apakah aku ini tak ada harganya lagi dimata Ayah Bunda?"

Ayah Idham memalingkan wajahnya. Tak berani menatap mataku.

"Bunda! Bunda Agis! Apa aku ini sudah bukan lagi menantu kesayanganmu? Apa aku ini kini begitu hina dimatamu karena pengaruh besar dari kakek tua ini?"

Kutunjuk wajah kakek tua santui yang kini cengengesan menatapku sebelah mata.

Bug

Sebelah kaki kanan Bang Irsyad menendangku tanpa ampun.

Kini tanganku memegangi betisnya yang kekar.

"Bang..."

Aku semakin sedih. Pria yang selama ini kuagung-agungkan sebagai soulmate-ku, cinta sejati, belahan jiwaku, ternyata kini berani menendangku didepan para orangtua.

Papa, Mama... Inikah nasib burukku? Inikah takdirku? Papa, Mama... Lihatlah anak perempuan kalian ini! Yang hidupnya begitu miris direndahkan para manusia biadab ini!

Tangisanku tak membuat suamiku tersadar. Justru semakin menggila dan hampir saja kakinya menjejak wajahku namun si kakek tua itu melarang.

"Jangan, Irsyad!" katanya dan langsung dituruti Bang Irsyad.

Teganya, kau Bang! Tega sekali kepadaku! Kau benar-benar telah menjadi monster yang menakutkan bagiku. Bahkan tanganmu yang dulu melindungi serta mengayomiku kini sudah berbuat nista dengan ringannya memukul serta menamparku.

Katliya! Lihatlah, Katliya! Buka matamu! Pria ini menyakitiku! Kemungkinan besar jika dia menikahimu nanti maka kau akan jadi seperti aku! Lelaki yang terbiasa memukuli pasangannya tanpa rasa peduli apalagi empati, akan terus kembali seperti itu lagi. Bersiaplah Katliya, jika kau tetap bersikukuh merebut Bang Irsyad dari tanganku!

Jelegerrr

Aku tersentak. Suara petir dan tak lama turun hujan deras memekakkan telinga serta menggedor jantungku yang berdetak kencang.

"Sayang sekali, tadinya aku menyuruh Irsyad berbuat baik padamu, Nona Gendut! Tapi..., kau tidak mengerti kebaikan yang kulakukan bahkan membuat kegaduhan di rumahku ini! Sebaiknya, Kau menerima keputusan Irsyad yang kusuruh untuk melepaskanmu!"

Aku menoleh pada wajah kakek tua bangka itu.

Apa maksudmu? Siapa kamu sampai berani mengatur hidupku juga Bang Irsyad?

"Irsyad! Ceraikan wanita gendut ini!"

"A_apa???"

Aku tak bisa mencerna lagi semua yang terjadi dengan akal sehatku.

"Kau tidak mau memberi izin apalagi menandatangani surat menikah lagi untuk suamimu. Jadi lebih baik, kalian bercerai saja. Kau bebas, Irsyad juga bebas! Begitu lebih adil, bukan?"

"Tidak! Tidak!!!"

Aku menjerit histeris.

Aku selalu berusaha sekuat tenaga menjaga rumah tanggaku yang sudah sepuluh tahun bersama Bang Irsyad. Aku selalu sabar dan senantiasa menekan perasaan selama menikah, karena tak ingin pernikahanku gagal seperti kedua orangtuaku.

Aku sudah sangat sangat berusaha agar tidak sampai terjadi perceraian. Karena aku benci dengan kata CERAI.

Aku trauma dengan kisah rumah tangga Papa Mamaku. Hingga aku selalu berdoa pada Tuhan, supaya dikuatkan diriku dalam membina keluarga bersama Bang Irsyad.

Setiap ada keributan, aku berusaha tenang dan segera mawas diri merubah sikap dengan lebih dahulu meminta maaf demi kembali adem rumah tangga kami ini.

Tapi kini, seperti mencuci mencuci butiran garam dan es batu yang kotor. Semua pekerjaanku sia-sia. Semua usahaku sirna. Hanya sekejap saja, apa yang dulu selalu kupertahankan, tiada guna.

"Jangan ceraikan Aku, Bang! Jangan!!!" pekikku histeris.

Semakin histeris tatkala pria yang sebelas tahun kurang itu begitu kusanjung justru menelpon Genta adikku satu-satunya. Ia mengatakan aku sudah tak dapat lagi diatur. Dan meminta Genta untuk menjemputku segera.

"Tidak! Jangan, Bang! Jangan seperti itu padaku, Bang Irsyad!!! Hik hik hiks..."

"Genta akan menjemputmu besok, Liana! Surat sertifikat rumah, mobil dan juga surat lisensi toko online, aku yang pegang! Nanti semua itu akan kujual! Kau jangan takut tidak mendapat harta gono-gini! Tunggu saja di kontrakan adikmu itu! Pasti akan kukirim lewat rekening tabunganmu!"

Petir diluar begitu besar. Tapi gelegarnya kalah oleh perkataan Bang Irsyad yang tajam dan begitu menyakitkan.

"Bunda! Ada apa ini, Bun? Ayah! Tolong Liana, Ayah! Tolong, Bunda! Kenapa kalian diam saja? Kenapa??? Katliya! Bilang Bang Irsyad, aku akan menandatangani surat izin menikah lagi! Katliya! Bilang padanya, aku memberinya izin menikahimu! Katliya!!!"

Semua diam membisu. Menatapku dengan pandangan dingin dan sikap tak peduli.

Sungguh seperti sinetron yang tak masuk akal jalan ceritanya.

"Tolong!!! Kenapa aku disini dijadikan tersangka? Bang! Aku ini korban! Korban dari kelakuanmu yang biadab! Aku ini bukan tersangka yang harus dihakimi dan diberi hukuman seperti ini!!! Apa salahku, Bang? Apa salahku??? Kalian semua gila! Kalian sudah gila semuanya!!!"

Sekeras apapun aku berteriak. Selantang apapun aku menolak, tetap keputusan akhir Bang Irsyad adalah menceraikanku.

Hujan diluar sana semakin deras.

Sama derasnya dengan linangan air mataku.

Betapa kejam kenyataan hidupku ini.

Pahit, perih, pedih. Semua bercampur aduk jadi satu semakin membuat tubuhku yang besar ini lemah lunglai tak berdaya.

Dan...

Bruk

Aku pingsan seketika.

BERSAMBUNG

1
syska
Luar biasa
Mio Indonesia Sulteng
makin ngelantur
Mio Indonesia Sulteng
huuu, dikasi hati minta jantung
Beast Writer
Tamat. 100 favo.
lina
serem amat si bun 😭😭
lina
kuntilanak kah bun?
lina
bner bgt, tau gitu nawar, kalung bae 4 gram 🤣🤣 buat mas jswin
lina
itu baru pria mateng. matrng pikiran. mteng isi dompet, mateng itu ya juga buat nina ninu 🤣🤣
lina
amiiiiin
lina
💃💃💃 pilih kakanya eyyy
lina
Liana jdi priamdona
lina
🤣🤣🤣 soplak
lina
kasian amat katlia
lina
bagus ni emak2 jagain anak mantu
lina
bagus jordan, sindir bae itu s irsad
lina
🤣🤣🤣 penyok dong
Osie
waaaaahhhh seruuuuuuu
Osie
Subhanallah keren bgt dpt ilmu kanurugan..teramat sgt jarang lho yg dpt langsung ilmu pamungkas dijaman now..hebaaatt
Embun Kesiangan: makasih banyak Kak 🙏 mood booster banget komennya
total 1 replies
Niswah
lanjut
Embun Kesiangan: terima kasih kakak😍lanjut sampai tamat🙏
total 1 replies
Video Song
Keturunan bule? bukannya si Jordan doank yg bule?
Embun Kesiangan: lha kan si jonathan juga blasteran😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!