Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
'Braakk' bunyi pintu kamar Tyara yang terbuka secara paksa yang mana membuat sang pemilik kamar langsung memekik kaget karna saatt pintu kamarnya di dobrak oleh Alfin dirinya hanya memakai pakaian dalam saja..
"Tu...tuan" Ucap Tyara menunduk
"Cepat pakai pakaianmu, segeralah temui saya di ruang tengah" pergi meninggalkan kamar Tyara
Dan Tyara ia pun langsung memakai pakaiannya dengan cepat, sesudah itu dirinya pun langsung berlalu untuk menemui Alfin..
"Duduk dibawah" Perintah Alfin yang langsung dituruti oleh Tyara
Alfin mengusap rambut Tyara, tapi lama-lama usapan itu menjadi jambakan. ia menarik kuat rambut Tyara sampai membuat wanita itu kesakitan.
"Am..ampun tu..tuan...sa...sa..ki..t" Ucap Tyara dengan suara tercekat
"Kenapa Kau tidak melawan ku, atau membalas ku seperti yang kau lakukan kepada Veronica?" tanya Alfin melepaskan tangan nya dari rambut Tyara.
"Karna hanya Tuan. yang harus saya hormati" jawab Tyara sambil menunduk.
Alfin tersenyum miring mendengar itu.
"Baik, lakukan itu juga kepada orang-orang yang ingin menindas mu!"
"Besok ikut aku kerumah Ayahku" Alfin bangkit dari duduk nya. dan pergi meninggalkan Tyara masuk ke dalam kamar milik nya.
Tyara menangis mendekap erat kedua kakinya dan menaruh kepalanya ditengah tengah pahanya.
Impian memiliki suami yang baik hanyalah hayalan belaka memiliki rumah tangga yang harmonis hanyalah mimpi baginya..
Tyara lebih memilih masuk kembali kedalam kamarnya menangis dibawah bantal,. hingga dirinya tertidur dengan sendirinya.
********
Sedangkan Alfin di dalam kamarnya terlihat sedang sibuk dengan laptopnya hingga suara dering ponselnya membuyarkan kefokusannya.
"Shittt! umpatnya" mengambil ponsel nya yang ada diatas meja terlihat nama Veronica tertera disana.
Memencet tombol berwarna hijau dan meletakan ponselnya ditelinga.
"Ada apa Vero aku sedang sibuk" Ucap Alfin malas.
"Aku sedang kesal" jawab Veronica dengan nada yang dibuatbuat.
"Kau sedang kesal. dan aku sedang sibuk!"
" Alfin!" rengek nya. "Kau ini, kesinih lah aku merindukanmu dan juniormu itu" Ucap Veronica dengan suara manja.
"Aku tidak sama sekali!"
"Ck, berdecak malas dan berkata" Apa kau tidak mencintai ku lagi?" tanya Veronica dengan suara yang di buat sedih.
"Sudahlah aku sedang sibuk!"
"Sibuk apa! sibuk dengan Jalang mu itu?" ujar Veronica kesal.
"Aku sedang sibuk! jika sudah tidak ada lagi yang di bicarakan aku matikan saja telpon nya!" Alfin langsung mematikan sambungan telpon itu. diri nya mematikan total ponsel nya. kembali fokus kepada layar laptop nya.
Tenggorokan nya merasakan haus yang membuat ia harus keluar dan mengambil air dari kulkas. melihat pintu kamar Tyara membuat kaki nya melangkah kesana ntah dorongan dari mana. membuka perlahan pintu kamar Tyara.
Tyara sudah tidur dan saat Tyara, mengulet Alfin buru-buru menutup pintu itu kembali.
"Apa-apaan aku ini! kenapa aku bisa melangkah ke kamar dia" ucap nya pada diri sendiri. ia memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar meneruskan pekerjaan nya yang belum selesai juga tidak lupa Alfin membawa sebotol air minum untuk persediaan nya di waktu haus nanti.
Ia kembali memikirkan kenapa bisa ia, melangkah ke kamar Tyara. dan melihat perempuan itu sudah tertidur atau belum. buru-buru Alfin menggelengkan kepala nya membuang jauh-jauh pikiran itu dari dalam otak nya.
"Ayo... Alfin fokus! jangan memikirkan perempuan itu!"
Salam hangat dari aku ❤
_Alvira laditaaaaaa_
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵