NovelToon NovelToon
Hidden Rich Twins

Hidden Rich Twins

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Cahyaning fitri

No boomlike, baca pelan-pelan. Anak kecil di harap menyingkir....

IG : Abiyu686


Halwa Callista adalah seorang wanita muda, memiliki paras yang sangat cantik dan memiliki sejuta kemampuan. Dia adalah seorang pengusaha wanita di Belanda. Dia terpaksa menyembunyikan identitasnya karena ingin mengungkapkan sebuah rencana pembunuhan terselubung kepada saudara kembarnya bernama Salwa Callista Mereka berpisah sejak bayi karena perceraian kedua orang tuanya. Salwa Callista sendiri terbaring koma tidak berdaya di Rumah Sakit karena sebuah kecelakaan yang sangat tragis.

Untuk mengungkapkan misteri tersebut, Halwa Callista terpaksa berpura-pura menjadi saudari kembarnya, istri dari Dimas Sanjaya dan ibu dari anak berusia lima tahun bernama Noah.

Siapakah yang bertanggung jawab atas kecelakaan saudari kembarnya sampai terbaring koma di Rumah Sakit?

Baca dan ikuti kelanjutannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyaning fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Siapa Reyhan?

Halwa masuk ke kamar Noah, dia melihat Noah sudah mandi dan memakai bajunya. Dia mencium pipi Noah, sangat wangi.

"Heum, wangi! Kamu sudah mandi, Sayang?" tanya Halwa.

"Sudah, Mama!" jawabnya.

"Apakah papa memarahi Mama?" tanya Noah.

"Tidak! Siapa bilang?" tanya Halwa.

"Biasanya Papa juga marah-marah sama Mama," ujar Noah. Halwa mengernyitkan alisnya.

"Apakah Noah tahu? Kenapa Papa marah?" tanya Halwa.

"Kata Mama Anita, semua karena gara-gara Om Reyhan," jawabnya polos.

"Om Reyhan? Siapa Om Reyhan?" tanya Halwa penasaran.

"Mama lupa?" tanya Noah.

"Iya, Sayang! Mama lupa," jawabnya.

"Om Reyhan kan teman baik Mama?"

"Benarkah?" Halwa tersenyum kecut.

"Papa marah, gara-gara Mama terlalu dekat dengan Om Reyhan," ujar Noah polos.

"Sedekat apa?" tanya Halwa.

"Mama, Bagaimana sih? Masa lupa sama Om Reyhan?" Noah memberengut.

"He ... He .... He."

"Maaf, Sayang! Mama pernah mengalami kecelakaan! Memori Mama ada yang hilang," bohong Halwa.

"Puff, ternyata anak ini sangat pintar! Aku harus berhati-hati dalam berbicara! Sebelum aku tahu, siapa yang menyebabkan Salwa kecelakaan! Aku harus lebih berhati-hati," batinnya.

"Mama kecelakaan?"

"Mana yang sakit? Ini? Ini? Atau yang ini?" cecar Noah, mencari luka di bagian tubuh Mamanya.

"Ha ... Ha ... Ha."

"Mama sudah sembuh," ucapnya.

"Benarkah? Mama tidak bohong kan?" tanya Noah.

'Tentu saja tidak?" elak Halwa.

Dilain sisi, seorang laki-laki masuk ke sebuah Perusahaan. Dia duduk di kursi kebesarannya, dan menelfon asisten pribadi. Dia adalah Reyhan Arsenio, pemilik Perusahaan Arsenio Group. Dia Pengusaha yang cukup sukses, dan cukup dikenal oleh pengusaha sukses yang lain. Memiliki wajah yang tampan dengan rambut gondrongnya yang khas, cool, dan sangat macho.

"Ada apa, Bro?" tanya Antonio kepada bos-nya. Antonio adalah asisten sekaligus sahabat Reyhan.

"Dia sudah kembali, Antonio!" senang Reyhan.

"Siapa?" bingung Antonio.

"Salwa, Men!" ujarnya.

"Salwa? Bukankah dia menghilang? Bagaimana dia kembali? Apakah kau sudah bertemu dengannya? Kemana dia selama ini?" cecar Antonio dengan banyak pertanyaan.

"Ish, kau ini! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! Kenapa justru kau?" Reyhan memberengut kesal.

"Slow, Men! Aku mewakili mu," ujarnya.

"Sialan," kata Reyhan melempar tutup pulpen ke arah Antonio, namun Antonio bisa menghindarinya.

"Kamu bertemu dia dimana?" tanya Antonio.

"Di mall, Aku ada meeting di salah satu cafe di sana," jawabnya. "Tapi, dia aneh?" ujarnya.

"Aneh? Apanya yang aneh?" tanya Antonio lagi.

"Di mall tersebut, ada kejadian menegangkan! Ada pencurian di sana, security itu mengejar pencuri itu! Kebetulan Salwa dan Noah berada di mall itu!" jelasnya.

"Lalu apanya yang aneh? Mereka ke mall itu sudah biasa! Dimana nya yang aneh?" tanya Antonio.

"Aku belum selesai berbicara!" kesal Reyhan. "Pencuri itu menodongkan senjata ke arah Salwa! Dan kau tahu apa yang terjadi?" tanya Reyhan.

"Tentu saja nggak tahu," cebiknya.

"Ah, sialan!" kesal Reyhan. "Salwa menghajar pria itu dengan sekali hempasan," seriusnya, sambil memeragakan jurus-jurus yang Salwa gunakan.

"Wow, Kau serius? Kau pasti mengada-ada," ujarnya.

"Aku serius," jawab Reyhan.

"Mungkin memang Salwa menguasai ilmu beladiri," kata Antonio.

"Aku mengenal Salwa sudah lama, Bro! Dia adik kelasku di Sekolah! Dan tidak mungkin rasanya dia belajar ilmu beladiri, tapi aku tidak tahu itu," jelasnya.

"Kau menyukainya, Bro?" tanya Antonio kepada sahabatnya.

"Huft," Reyhan menghela nafasnya panjang.

"Sudah lama, aku memang menaruh hati kepadanya! Namun, karena kebodohanku, aku telah kehilangan dirinya! Harusnya dari awal aku menyatakan perasaan ku kepadanya! Sebelum dia dimiliki oleh laki-laki brengsek seperti Dimas," jelasnya.

"Tenang, Bro!" ujarnya. "Sepertinya kau sangat mencintainya?" tanya Antonio.

"Iya, dia wanita yang sangat baik!" ucapnya. "Antonio, cari tahu tentang Salwa? Benarkah dia sudah kembali?" tanya Reyhan.

"Baiklah, aku akan mencari tahu tentang Salwa! Jika memang dia sudah kembali, Apa yang akan kau lakukan?" tanya Antonio. "Jangan berbuat nekad karena dia masih istri dari Dimas," tutur Antonio.

"Kau, Tenang saja! Setidaknya hubungan persahabatan ku dengannya tidak akan putus! Aku ingin menjadi seseorang yang bisa melindunginya," jawab Reyhan.

"Baiklah, nanti akan aku cari tahu! Kau tenang saja," cakap Antonio.

"Terima kasih, Bro! Kau memang selalu bisa diandalkan," puji Reyhan.

Reyhan Arsenio adalah teman sekaligus sahabat Salwa sejak Sekolah. Dari semenjak sekolah Reyhan memang sudah jatuh hati kepada wanita ini, namun dia belum berani mengungkapkannya. Mereka dipertemukan kembali setelah Reyhan kembali dari kuliah di Amerika. Namun dengan keadaan yang berbeda, karena saat itu Salwa sudah menikah dengan Dimas dan memiliki seorang anak. Meskipun begitu, Reyhan masih menjalin hubungan baik dengan Salwa.

Reyhan sekarang menjadi pengusaha yang sukses berkat kegigihannya. Dulu, Perusahaan peninggalan orang tua tidak sesukses sekarang. Hanya Perusahaan kecil, dan karyawannya pun sedikit. Di tangan Reyhan, Perusahaan ayahnya melebarkan sayap hingga luar kota. Reyhan yang cerdas dan ulet, dia membangun kerajaan bisnis sendiri, ditemani oleh sahabatnya Antonio.

Pukul tujuh malam

Dimas dan Anita sedang menikmati makan malam bersama, kemudian Halwa dan Noah baru turun dari lantai dua. Tiba-tiba saja raut muka Anita berubah masam, menampakkan muka tidak bersahabat. Namun Halwa hanya cuek menanggapi sikap Anita.

"Sayang, duduklah didekat Mama!" perintah Halwa kepada Noah.

"Iya, Ma!" jawab Noah. Halwa menyendokkan nasi ke piring putranya, dan mengajari Noah agar makan sendiri. Dia sengaja melakukan itu supaya Noah bisa lebih mandiri.

"Ehm, Mas, besok aku mau izin keluar! Aku ada keperluan," ucap Halwa kepada Dimas.

"Apakah kau ingin bertemu dengan selingkuhan mu?" sela Anita. Halwa membulatkan matanya, merasa tidak senang dengan kata-kata Anita.

"Jaga ucapan kamu! Aku tidak seperti yang kau katakan!" hardiknya.

"Ha ... Ha .... Ha." tawa Anita.

"Mana ada maling mau ngaku? Penjara bisa penuh," ejeknya.

"Aku bukan maling! Dan aku juga tidak pernah berselingkuh," bentak Halwa.

"Turunkan nada bicaramu!" teriak Dimas.

"Kau tidak berhak berbicara apapun disini! Karena sekarang kau sudah tidak ada artinya apa-apa buatku! Dan kau juga tidak memiliki arti apapun di rumah ini! Sekarang yang berhak menduduki posisi Nyonya di rumah ini adalah Anita," ucap Dimas tanpa berperasaan.

"Kalau begitu, ceraikan saja aku!" tantang Halwa.

"Kau!" Dimas menatap tajam ke arah Halwa.

"Huft," Halwa menghela nafasnya panjang. Dia tidak boleh terlalu emosi, itu akan menghancurkan rencananya.

"Baiklah, aku minta maaf! Aku salah! Maafkan aku," ucapnya sambil sedikit membungkukkan badan, dia pun berlalu pergi meninggalkan meja makan tanpa menyentuh makan malamnya.

"Mama?" panggil Noah, mengekor di belakang Mamanya.

"Noah, habiskan makan malam mu dulu!" perintah Dimas kepada Noah. Noah pun kembali ke mejanya untuk menikmati makan malam.

Apa yang dikatakan istri pertamanya terngiang-ngiang terus di telinga. Setahu dirinya, tidak pernah sekalipun Salwa menatap dengan tatapan kebencian. Namun, Dimas bisa melihat Salwa menatap dengan mata membunuh. Mata dengan penuh amarah dan kebencian.

to be continued....

1
oma lina katarina
wasiat apa ya🤭🤭
Rand Yani
Luar biasa
Memyr 67
reyhan nggak boleh marah ya? karena dia yg bodoh.
Memyr 67
dalam suatu cerita, iblis pernah mengadakan lomba, siapa yg bisa memisahkan seorang suami dari istrinya akan dihadiahi mahkota. yg dilakukan cinthya, memisahkan anaknya dari istrinya, benar benar klakuan iblis. reyhan sebaik itu, punya ibu kandung jelmaan iblis.
Memyr 67
selama dimas tidak menyadari kebodohannya, sia sia ucapan maafnya
Memyr 67
visualnya india. beda euy
Memyr 67
pantas dimas goblog, ibunya juga. pasangan anak dan ibu goblog, gampang dimanipulasi.
Memyr 67
kalau terus menyakiti, untuk apa dimas menikahi salwa?
restu s a
Lumayan
Winny Anpooh
Luar biasa
Ervina T
Lumayan
Ervina T
Kecewa
Shanty Godeliva
Luar biasa
pipin bagendra
visualnya cakep smua 😍😍😍
Anonim
Dimana pengawal bayangan Noah?🤔
Ririn Nursisminingsih
nurul2kmu ndak ada apa2nya dibanding halwa dia berluan kmu mah apa
Ririn Nursisminingsih
kok semakin ruwet ndak ndak masuk akal itu si reyhan kurang ajar
Ririn Nursisminingsih
ibu reyhan ndak tau aja klau perusahaan anya kerjamasama sama halwa
Ririn Nursisminingsih
klamaan udah lah halwa jujur aja jadi bisa kerjasama sama reyhan
Ririn Nursisminingsih
visualnys kereenn thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!