Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.
"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.
Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.
Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.
Dapatkah Angga menemukan Viviane?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 10
Kini Viviane sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah beberapa saat menyelesaikan ritual mandinya. Viviane menatap langi-langit kamarnya. Mengingat pertemuannya dengan Angga tadi.
Viviane tidak menyangka bahwa Angga masih mencintainya. Mengingat saat dulu terakhir bertemu dengan Angga saat dirinya sedang terbaring di brankar rumah sakit pasca keguguran. Dia meminta Angga untuk menjauhinya setelah mengetahui bahwa Angga adalah anak dari Wijaya. Dan setelah mendapat kabar bahwa sahabatnya, Delia dalam bahaya, Angga juga membantu Radit untuk mencari sahabatnya. Dari situlah Viviane menganggap bahwa Angga benar-benar menuruti ucapannya. Karena memang benar, semenjak saat itu dia sudah tidak bertemu lagi dengan Angga.
Viviane menarik nafasnya dalam dan menghembuskan pelan. Dadanya merasa sesak kembali. Angga dulu sudah mengabaikannya. Dia pikir ucapannya setelah itu akan membuat Angga sedikit keras kepala dan menolak perintahnya. Dia pikir Angga dulu akan memohon untuk tetap bersama bagaimanapun keadaannya. Dan dia pikir dulu Angga akan tetap bertanggung jawab meskipun janin dalam kandungannya sudah tiada. Ternyata salah. Setelah pulang dari rumah sakit sebenarnya dalam hati kecil Viviane masih berharap bahwa Angga masih mencarinya. Lagi-lagi dia harus menerima kenyataan pahit.
“nggak.aku nggak boleh terpengaruh dengan ucapannya tadi. Sekarang aku harus terus melangkah bersama mas Edwin” gumamnya.
Setelah memikirkan Angga, mata Viviane tiba-tiba saja mengantuk. Dia segera tidur. Karena badannya juga sangat lelah.
***
Sementara itu Angga yang kini sedang dalam perjalanan untuk pulang kembali ke kota J. sejak tadi dirinya hanya diam saja. Mike yang duduk di sampingnya bingung dengan sikap temannya setelah mengetahui bahwa orang yang dicarinya sudah memiliki kekasih.
“ikhlasin aja lah Ngga”
“aku nggak bisa Mike”
“ingat kata kamu setelah berhasil bertemu Viviane, kamu akan meminta maaf dan move on”
“aku nggak bisa. Aku nggak bisa bohongin diriku sendiri bahwa aku masih mencintainya”
Mike hanya menggeleng pelan. Benar-benar temannya ini sudah gila hanya karena memikirkan satu wanita.
Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Angga dan Mike berhasil mendarat dengan selamat. Di bandara, Angga dan Mike berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
Angga sejak tadi sudah ditunggu oleh asisten pribadinya yaitu Mario. Mengingat waktu yang sudah sangat malam, Angga meminta Mario untuk segera pulang ke apartemennya saja. Dia ingin beristirahat sebelum menghadapi kesibukannya besok dengan pekerjaan yang sudah menumpuk.
“kamu langsung pulang saja. Biar saya masuk sendiri” ucap Angga pada Mario saat mobil sudah masuk di basement apartemen.
“baik Tuan.”
“besok kamu jemput seperti biasanya”
“iya. Selamat malam tuan” pamit Mario saat Angga sudah keluar dari mobil.
Angga masuk ke dalam unit apartemennya. Dia berganti pakaiannya kemudian mencuci mukanya. Setelah itu Angga naik ke atas tempat tidurnya.
Sebelum menutup mata, Angga mengambil foto Viviane terlebih dahulu sebagai pengantar tidurnya.
“setahun tidak bertemu, tidak banyak perubahan pada diri kamu Vi. Kamu tetap cantik. Aku mencintaimu” angga mengecup foto Viviane kemudian tidur.
Keesokan harinya Angga sudah terbangun dari tidurnya. Dia segera membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk berangkat ke kantor. hari ini jadwal Angga sangat padat. Berdasarkan email yang disampaikan oleh Mario saat dirinya masih di pulau K, bahwa hari ini ada beberapa meeting penting yang wajib dia hadiri. Oleh sebab itu, sejak pagi dia sudah harus bersiap.
Mario sudah menunggunya di ruang tamu apartemen Angga. Selain Angga, hanya Mario yang mengetahui passcode pintu apartemen bosnya. Jadi saat ini Mario sudah standby di ruang tamu dengan membawa beberapa berkas yang sudah dia siapkan.
Angga membuka pintu kamarnya. Mario segera beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah kaki bosnya untuk segera pergi ke kantor.
Beberapa menit perjalanan, akhirnya Angga sudah tiba di kantornya. Kemudian dia masuk ke dalam ruangannya. Mario memberikan beberapa berkas yang perlu ditanda tangani oleh Angga.
“apa tuan ingin sarapan terlebih dahulu? Masih ada waktu sekitar 30 menit sebelum kita meeting”
“baiklah. Aku mau sarapan disini saja”
“baik tuan”
Mario segera menghubungi seseorang untuk menyiapkan makanan buat bosnya.
***
Sementara itu, dia atas ranjang king size di sebuah apartemen mewah ada seorang wanita cantik yang sedang tertidur lelap. Dengan tubuhnya yang mungil dan selimut putih tebal yang menggulung tubuhnya membuat siapa saja tidak tahu kalau wanita itu tertidur tanpa memakai busana.
Ya dia adalah Laura. Sudah dua hari ini dia menginap di rumah Alfa kekasihnya. Dia beralasan pergi liburan pada orang tuanya. Dan selama dua malam itu juga mereka berdua selalu menghabiskan waktu dengan kegiatan panas. Niat awal Laura yang saat itu akan mendatangi apartemen Angga diurungkan karena kedatangan Alfa ke kantornya yang meminta jatah servis.
Alfa sangat tahu dengan kelemahan kekasihnya. Dia sangat hafal kalau Laura adalah tipe perempuan yang mempunyai libido tinggi. Dan juga sedikit materialistis.
Saat mengetahui sang kekasih yang mulai mengcuhkannya dan mencoba untuk berhianat, akhirnya siang itu Alfa datang ke kantor Laura. Dengan memberikan sedikit permainan, sekejap Laura langsung mode on. Jadi malamnya dia meminta Laura untuk datang ke apartemen dan melakukan kegiatan panas.
Tidak hanya semalam saja, namun keesokan harinya pada saat malam juga Alfa meminta Laura untuk melakukannya lagi. Saat itu sepertinya Laura juga enggan menerima ajakan Alfa karena Laura ingin mendatangi Angga. Namun Alfa sangat tahu bagaimana cara agar Laura tidak bisa menolak ajakannya yaitu dengan iming-iming barang-barang branded yang limited edition. Dan benar saja, malam harinya dengan senang hati Laura kembali melayani Alfa di apartemennya.
“pagi sayang” bisik Alfa pelan di telinga Laura
Laura hanya melenguh sambil berusaha membuka matanya yang sangat sulit dibuka. Semalam Alfa menggempurnya habis-habisan. Hingga membuat Laura sangat kelelahan. Namun Laura juga mengakui bahwa kekasihnya itu sangat tidak diragukan lagi keperkasaannya saat di atas ranjang. Seperti sama-sama terbakar gairah, keduanya bermain sangat epic layaknya perang dalam sinema laga.
“jam berapa ini?” ucap Laura dengan suara serak khas bangun tidurnya
“jam 8 sayang. Suara kamu membuatku ingin menerkammu lagi sayang”
“udah ah. Aku capek banget”
Alfa hanya tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya. Alfa memang sangat mencintai Laura. Dia juga sangat tergila-gila dengan permainan ranjang kekasihnya. Mereka sudah terbiasa melakukan itu sejak awal pertama kali mereka mejalalin hubungan sebagai kekasih.
Laura segera bangun dan menuju kamar mandi sambil berjalan tanpa memakai baju. Alfa yang melihatnya seketika menelan salivanya kasar. Kalau dia tidak ingat bahwa hari ini aka nada meeting, pasti dia akan menyerang kekasihnya lagi.
“ayo sayang buruan. Aku juga nggak mau terlambat ke kantor. nanti papa bisa marahin aku” ucap Laura
“iya sebentar. Udah aku transfer uangnya ke rekening kamu. Kamu bisa dengan cepat membeli tas yang kamu inginkan”
Laura yang tadinya memasang wajah cemberut kini telah mengukir senyum indahnya.
“terima kasih sayang” ucapnya sambil mengecup bibir Alfa.
Setelah itu Laura pergi meninggalkan apartemen Alfa dengan naik taksi. Alfa hanya mengantarnya keluar untuk mencari taksi. Laura tidak ingin papanya mengetahui bahwa liburannya bukan bersama temannya melainkan menghabiskan waktu berdua hanya dengan kekasihnya.
.
.
.
*TBC
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟