IG @Amisari
Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ganteng sih tapi cuma ustadz
..." Merendahkan orang lain tidak membuat kita lebih tinggi, justru menistakan diri sendiri " **KH A. Mustofa Bisri**...
Setelah melaksanakan sholat Tahajud Aam memilih membaca Al-Quran untuk menunggu waktu subuh.
Di lantunkan nya ayat-ayat indah Karya dari sang pencipta. hingga mendekati azan subuh, lalu bersiap untuk berangkat ke masjid pesantren, setiap hari sabtu dan minggu, dia akan mendapat jadwal menjadi imam sholat Subuh dan magrib,
Selain itu dia juga mengajar, mata pelajaran Al-Quran Hadiz dan Biologi di Aliyah. ini merupakan rasa tanggung jawab Aam untuk membantu abi dalam mengurus pesantren ini.
Pesantren abi merupakan pesantren Modern, di sini terdapat jenjang pendidikan formal dari TK hingga Madrasah Aliyah. Sebenar nya abi meminta Aam yang meneruskan kepengurusan pesantren ini, namun karena kecintaannya pada profesi nya sekarang , Aam hanya bisa membantu Abi di hari Sabtu dan Minggu dengan mengosongkan jadwal di rumah sakit.
Selesai menjadi imam, Aam berjalan-jalan mengelilingi pesantren, menikmati kegiatan para santri di pagi hari.
"Assalamualaikum ustadz Aam," sapa seorang yang berjalan ke arah nya.
"Walaikumsalam ustadz Fadil, apa kabar nya?"
Ustadz Fadil tertawa dan langsung menyalami Aam.
"Alhamdulillah sehat bang,
bang Aam sendiri sehat bukan?"
" Tambah ganteng aja nih setelah pulang dari Singapura," sambung mas fadil
"Wah makasih ini pujian nya, kang Fadil juga ganteng , dengar-dengar banyak santriwati yang ke semsem sama akang."
" Waduh dapat gosip dari mana itu bang Aam?"
" Faktanya kalau ada abang di sini, pasaran saya turun, gak laku," Kang fadil tertawa di sambung tawa dari Aam
Kang fadil merupakan anak yatim piatu yang mendapat beasiswa sekolah gratis di sini, hingga di kuliah kan yayasan karena memiliki prestasi, Setelah selesai kuliah beliau memilih untuk mengabdi di pesantren, pria berparas ganteng itu lebih terasa saudara bagi Aam, mereka tumbuh besar bersama.
Aam tidak bisa lama mengobrol dengan Kang Fadil, Karena dia harus mengajar mata pelajaran Biologi di Aliyah.
Setelah mengajar beberapa kelas, Aam pulang karena perut nya terasa lapar.
"Assalamualaikum umi."
"Walaikumsalam anak kesayangan Umi."
"Aam lapar Umi, mau ngemil jajanan pasar," Aam langsung merangkul pundak umi nya.
" Itu coba di lihat di atas meja apa masih ada gak jajanan nya,"
Aam berjalan menuju meja dan membuka alas tisu di atas piring, "Alhamdulilah masih ada umi," Aam lalu duduk dan menyantap jajanan favorit nya.
" Mba Fatimah, bisa minta tolong bikin kan saya kopi," pinta Aam pada perempuan yang dari tadi ada di dapur.
Fatimah adalah santriwati yang sering di minta umi Sarah untuk membantu pekerjaan nya di dapur.
Umi Sarah tersenyum melihat tingkah anak nya.
" Pelan-pelan pak dokter makan nya, nanti keselek gimana?" Goda umi.
" Hihihihihi, lapar umi," Jawab nya dengan tersenyum malu.
Saat mereka asyik mengobrol di meja makan, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.
Tak berapa lama terdengar suara seseorang mengucapkan salam,
"Assalammualaikum."
"Walaikumsalam," jawab serentak ibu dan anak itu.
" Seperti suara abi mi," ujar Aam.
"Seperti nya begitu Am, umi lihat dulu ya," Umi langsung berjalan keruang tamu.
"Walaikumsalam abi, capek ya bi?" umi menyambut suami nya dengan menyalami tangan suami nya, di sambut abi dengan memeluk serta mencium kening istri nya.
"Abi gak capek kok, kan sudah lihat senyum manis umi,"
" Oh ya mi,"
" Abi bersama teman abi,"
" Bentar lagi mereka sampai, Aam ada di mana mi?"
"Assalamu'alaikum, ini Aam di sini bi," Aam sebenarnya dari tadi sudah ada di belakang uminya tapi karena melihat umi dan abi nya sedang ada sesi romantis, dia enggan mengganggu dan lebih memilih diam sambil menikmati keharmonisan kedua orang tuanya itu.
" Semoga Aku dan Ais bisa seperti itu nanti nya, Semoga Allah menjodohkan kami, Aamiin," doa nya dalam hati.
" Syukur lah kamu ada di rumah,"
" Nanti kamu ikut abi temani sahabat abi ngobrol ya."
" Siap pak kyai," ucap Aam sambil mencium tangan abi nya.
Tak berapa lama sahabat yang di maksud abi datang.
Ternyata beliau tak sendiri, istri dan anak gadis nya ikut serta juga.
" Silahkan di minum bapak dan ibu, mohon maaf ini suguhan nya seadanya sekali," sapa umi santun pada tamu nya.
" Terimakasih bu nyai, ini sudah alhamdulilah sekali," Istri dari sahabat abi langsung membalas keramahan bu nyai.
" Ini anak nya bu?" Umi tersenyum melihat kearah gadis yang duduk di samping ibu itu.
" Cantik sekali, siapa nama nya nak?"
" Nama saya Elisa bu nyai," Anak gadis itu menjawab tapi dengan tatapan ke depan, yang di pastikan mata itu menatap lekat pada Aam yang duduk di samping uminya.
Aam yang dari tadi hanya fokus melihat ke abi dan sahabat nya, dan sesekali juga ikut menyambung obrolan mereka, sama sekali tidak menyadari tatapan gadis itu, berbeda dengan umi beliau paham bahwa anak bujang nya lagi di perhatikan oleh gadis cantik di depannya.
" Nama nya cantik secantik orang nya," puji umi lagi.
" Oh ya kenalkan anak tante,"
" Nama nya Aam," ucapan bu nyai, yang tetap di abaikan Aam, seolah-olah tidak mendengar.
" Anak nya ganteng loh bu nyai, kerja di mana?" tanya Ibu nya Elisa.
" Dia guru bu,"
" Kebetulan dia mengajar di pesantren ini." Jawab umi sambil menatap wajah Aam.
" Oh ustadz berarti ya,"
" Pasti pinter ya bisa jadi guru," Puji ibu Elisa dengan senyum.
" Elisa ini bu suka nya sama laki-laki yang profesinya dokter, soalnya dia sekarang juga lagi kuliah kedokteran,"
Umi hanya tersenyum mendengarkan itu,
" Semoga nanti berjodoh dengan seorang dokter y nak Elisa, dan kuliah nya bisa lancar, segera jadi ibu dokter,"
Doa umi terdengar segera di amin kan Elisa dan ibu nya,
Mata Elisa kembali menatap Aam sambil tersenyum tipis,
" Ganteng sih tapi cuma seorang ustadz," batin nya.
♥️♥️♥️♥️
happy reading
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya