Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak ada Artinya
.
.
setelah dari restoran kini Hanabi menuju ke kediaman Broto ia ingin melihat secara langsung seperti apa suasana di rumah Broto itu .
Setelah sampai di depan gerbang rumah Broto mobil mewah terparkir dimana - mana , wartawan berdesak - desakan untuk mengambil berita yang penting itu .
Hanabi membuka kacamata hitamnya tetapi ia masih tetap berada di dalam mobil , " ini lah akibat nya jika kau melakukan kecurangan " ucap Hanabi dan setelah nya ia melajukan mobilnya pergi dari sana .
.
.
.
" gak mau Cly mau makan coklat " Bocah perempuan yang berusia empat tahun itu mengerucutkan bibir nya kesal menatap seorang pria tampan yang kini berdiri tegap di hadapan nya .
Pria tampan itu yang tak lain adalah Papi nya menghela napasnya dengan kasar seraya ia berjongkok di depan putrinya mensejajarkan tingginya dengan tinggi putri kesayangan nya .
" dengar Papi .... Crystal gak boleh makan coklat nanti susah tidurnya .... Ingat kata dokter ok " ucap pria itu dengan lembut nya menatap sang putri dengan tatapan penuh kasih sayang
Bocah kecil yang bernama Crystal Rain Johnson itu menggelengkan kepalanya seraya menatap sang Papi dengan tatapan lucunya .
" dikit aja boleh ya papi ... " Crystal kembali membujuk sang Papi tetapi pria yang bernama Matteo Johnson itu menggelengkan kepalanya seraya mengelus kepala putri nya dengan lembut
" no no no .... Tetap gak boleh .... Crystal makan yang lain aja ya asalkan jangan coklat ok .. " ucap Matteo kepada putri nya itu .
Crystal menghela napasnya dengan kasar kepalanya ia tundukkan kebawah " ya cudah kalo begitu ... " ucap nya dengan wajah lesu nya
Matteo tersenyum tipis " sekarang Crystal main ya ... Papi harus kembali ke kantor masih banyak yang harus papi kerjakan " ucap Matteo
" hhhmmm .... " Crystal menganggukkan kepalanya
Setelah nya Matteo pergi dan Crsytal terus memperhatikan kepergian Papi nya itu hingga sang Papi tidak terlihat lagi .
" bocan di lumah telus .... lacanya aku cepelti lapuncel yang di kulung oleh ibu tilinya " ucap Crsytal melihat para maid yang berkerja di Mansion nya itu seraya mondar mandir mengerjakan tugas mereka
Crystal tersenyum bocah kecil yang memiliki badan gembul dan menggemaskan itu berjalan pelan keluar dari Mansion besar nya dan tidak ada maid satu pun yang menyadari kepergian nya .
" jalan - jalan ah .... bocan di kulung telus " ucap nya lagi pada saat ia sudah berada di luar rumah .
" mau kemana Nona kecil " salah satu penjaga berpakaian serba hitam menghampiri nya
Crystal menghentikan langkahnya setelah nya ia membalikkan badan gembul nya kearah penjaga itu yang menatap nya dengan tatapan datar nya .
Crystal tersenyum lucu memperlihatkan gigi putih nya " mau buang campah paman " ucap nya asal
Penjaga itu mengerutkan alisnya bingung di dalam mansion besar ini banyak tempat sampahnya , lalu kenapa bocah kecil ini ingin membuang sampah di luar .
" kenapa gak di dalam saja sampah nya di buang Nona kecil , atau suruh Maid saja " ucap penjaga itu
Crystal kehabisan kata-kata bocah kecil itu menatap penjaga itu dengan kesal , setelah nya ia kembali masuk kedalam mansion besar nya , dan penjaga itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak majikan nya.
Tetapi Crystal tidak benar-benar masuk bocah kecil itu berdiri di depan jendela besar seraya mengintip di celah gorden.
Setelah penjaga itu pergi Crystal kembali keluar dari Mansion nya dengan hati-hati , kali ini ia harus benar-benar keluar untuk melihat suasana luar .
Setelah sampai di depan pagar yang menjulang tinggi itu Crsytal menggeser pagar itu dengan tangan mungil nya, dan usaha nya tidak sia-sia pagar besar itu terbuka meskipun hanya sedikit dan muat untuk tubuh kecil nya .
Setelah keluar dari pagar besar itu Crsytal tersenyum senang , ini pertama kali nya bocah kecil itu keluar dari Mansion nya tanpa papi nya atau opa dan Oma nya .
" nah kan udalanya lacanya cangat cegal .... Papi tuh kenapa celalu kulung Cly kan Cly ini bukan lapuncel " ucap Crsytal
Sedangkan Hanabi gadis cantik itu kini menghentikan mobilnya di sebuah taman yang sepi , sebelum keluar dari mobil mewahnya itu Hanabi menghela napasnya dengan kasar .
Setelah nya gadis cantik yang memakai dress berwarna biru tua itu keluar dari mobil nya dan melangkah ke arah kursi taman yang berada di bawah pohon yang rindang .
Cuaca hari ini cukup panas tatapan nya lurus ke depan kacamata hitam nya ia lepas " aku dikenal sebagai pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin satu kali saja aku melakukan pembunuhan dengan tangan ku bayaranku tidak lah main-main .... tapi semua itu tidak ada artinya untukku ..... Orang tuaku aku tidak mengetahui siapa mereka " ucap Hanabi matanya berkaca-kaca
" aku hanya tumbuh di panti asuhan ..... Aku sering berfikir apa aku anak yang di inginkan atau justru anak yang sengaja mereka buang " lanjut nya lagi seraya ia menyeka air matanya , sekuat - kuatnya gadis cantik yang bernama Hanabi Scott ini , ia juga bisa menangis karena ia hanyalah manusia biasa dan mempunyai hati.
" Panacnya .... " suara seorang bocah menghentikan lamunan nya , Hanabi mencari dimana arah suara bocah kecil yang terdengar sangat menggemaskan itu
Di lihat nya seorang bocah dengan rambut yang di kuncir kuda duduk di atas rumput di bawah trik sinar matahari dengan kulit putih nya yang memerah akibat kepanasan.
Hanabi beranjak berdiri ia menghampiri bocah kecil itu dengan senyuman lembut nya
" Hallo adik cantik " ucap Hanabi seraya berjongkok di depan Crsytal dengan tersenyum manis
Crystal yang menyeka keringat di dahinya itu mendongakkan kepalanya untuk melihat Hanabi , bocah kecil itu terdiam saat ia melihat kecantikan dari wanita yang saat ini berjongkok di hadapannya dan tersenyum manis kepadanya .
" Kakak cantik cekali ... " ucap Crsytal dengan suara lucu nya
Hanabi tersenyum " disini panas ayo duduk di sana " ucap nya seraya mengajak Crsytal untuk duduk di kursi yang ia duduk tadi
Crystal menurut ia mengikuti kemanan Hanabi pergi , dan kini kedua nya sudah duduk di kursi taman yang berada di bawa pohon yang rindang
" siapa namamu adik manis " tanya Hanabi dengan suara lembut nya
" Clictal " jawab Crystal dengan menatap lucu Hanabi dengan mata bulat nya
Hanabi mengerutkan alisnya saat ia mendengar nama yang di sebutkan oleh bocah kecil yang menggemaskan itu
" pake L dan S ... Cly cucah ucap nya ... kata Oma lidah Cly keceleo cejak lahil " ucap Crsytal yang mengerti dengan tatapan bingung Hanabi
Hanabi tersenyum " maksud nya Crystal .... Nama yang cantik seperti orang nya " ucap Hanabi mengelus kepala Crsytal dengan lembut nya
Crsytal tersenyum malu-malu saat ia mendapatkan pujian seperti itu dari Hanabi .
" nama kakak cantik ciapa ... Nanti Cly akan kenalkan kakak Cantik cama Papi nya Cly ... Tau ndak papi nya Cly itu dudah tampan loh " ucap Crsytal dan ucapan nya itu membuat Hanabi melongo mendengar nya
.
.
.