NovelToon NovelToon
Hanya Sebuah Cerita

Hanya Sebuah Cerita

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Contest / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:69k
Nilai: 5
Nama Author: KaniaPutri

# Proses revisi tanda baca dan lainnya, dimulai dari bab paling belakang #


Ini tentang gadis bernama Ava Angelina Putri, gadis keras kepala, naif, dan suka mecampuri urusan orang lain yang sedang mencoba menjelajahi dunia SMA yang selalu dia ingin dan banggakan.

Tidak hanya sendiri, Ava juga ditemani oleh dua sahabat seperjuangannya yaitu, Agnes Tri Sukmawati dan Isyana Aziva Delina yang juga ingin tahu bagaimana rasanya.

Proses pendewasaan diri pasti akan selalu ada yang namanya pencarian jati diri, tantangan, cinta monyet, ambisius, kehilangan arah, keingintahuan yang tinggi, proses penyelesaian masalah, mencari tujuan hidup, cita-cita, visi, misi, dan segala hal yang berhubungan dengan usia pertumbuhan.

Akankah Ava beserta para sahabatnya menemukan apa yang mereka cari?

Atau justru dihadang jalan buntu sehingga menyimpulkan kalau masa SMA tidak seistimewa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 08 ~ Nggak Sengaja

...

...

23:45

Kak Dinar sudah pulang setelah memutar lagu terakhir, dan kini mereka semua tengah menunggu kejutan yang ke tiga, alat Dj pun masih setia berdiri di sana.

Dari tadi pun Ava tidak melihat Alan.

Di mana cowok itu?

Ava celingukan mencari Alan, tukar kado juga tidak jadi malam ini dan di ganti besok pagi saat mereka akan pulang.

"Kenapa gue nyari tu cowok?" batin Ava bingung sendiri.

Seorang cowok naik ke atas panggung berdiri sambil menatap siswa yang ada di sana. Semua tertegun dan berfikir apa yang di lakukan cowo itu sekarang? Termasuk Ava.

"Ok. Ini nih kejutan ke tiga, pada kaget, 'kan? Perdana loh dia nge Dj setelah sekian lama nggak ada yang tahu kalau dia bisa," cowo itu terkekeh dengan pernyataan kak Ciki.

"Biasa aja kali, Ki." kata cowo itu.

Aras.

Iya. dia Aras yang ada di atas panggung. "Ok, kalian udah siap?"

"Siap!"

"Mari bersenang-senang!" Aras mulai memainkan alat di depannya. Tak kalah dengan seorang Dj profesional.

...More Than You Know - Axwell /\ Ingrosso....

Itu lagu yang tengah ia putar. Membuat semua siswa semakin mabok akan ketampanan cowok itu, tidak bisa mengedipkan atau mengalihkan mata dari cowok itu, aura dan pesonanya sungguh kuat.

"Come a little closer, let me taste your smile

Until the morning lights

Ain't no going back the way you look tonight

I see it in your eyes,"

"I just need to get it off my chest

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

You should know that baby you're the best

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know,"

"Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know,"

Mereka bernyanyi bersama-sama sambil mengikuti alunan musik yang di mainkan.

"I just need to get it off my chest

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

You should know that baby you're the best

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know,"

Bersamaan dengan bagian lagu itu seluruh siswa langsung meloncat-loncat sambil mengangkat kedua tangan, dan saat itu juga puluhan bahkan ratusan kembang api menghiasi langit malam bertabur bintang. Semakin menampakkan keindahan dan kemeriahan suasana malam yang dinginnya seperti tidak di rasakan.

"I just need to get it off my chest

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know

You should know that baby you're the best

Yeah, more than you know

Yeah, more than you know."

Dan saat lagu itu selesai, acara malam ini pun juga selesai semua siswa sudah kembali ke tendanya masing-masing, juga karena malam yang semakin larut. Besok pagi mereka juga harus bangun pagi-pagi, karena masih ada acara lainnya.

Ava kebelet pipis, jadi ia memutuskan untuk ke kamar mandi, ia lupa membawa senter karena saklar listrik sudah di matikan, hanya dengan penerangan bulan dan cahaya yang remang-remang.

"Aaaaaaaaa!" Ava berteriak refleks menonjok orang yang tiba-tiba muncul di lorong menuju kamar mandi, dengan senter yang tidak sengaja di arahkan di bawah dagu, sehingga menyerupai hantu.

"Aww! Sakit masyaallah, main tonjok-tonjok aja!" ringis orang itu.

"Hah! Ma-maaf-nggak-se-ngaja ..." ucap Ava terbata-bata.

"Ava!" Panggil orang itu. Ava mengenal suara itu.

"Kak Aras?"

"Maaf Kak, gue nggak sengaja, refleks tadi. Yaudah, gue mau masuk dulu, yaa!" Ava buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, bukan hanya kebelet, tapi juga malu.

"Hati-hati nanti nonjok orang lagi ..." peringat Aras dari luar. Ia terkekeh pelan, memegang pipinya yang tadi di tonjok Ava, "... da-ada aja?" ucapnya pelan lalu pergi.

"Semoga aja cepat pergi, bisa gawat kalau kerusakan wajahnya parah?" gumam Ava pelan di dalam kamar mandi.

"Hah! Nggak mungkin juga kalau parah, 'kan, dia sukanya tawuran!"

"Aah udah ah, kenapa jadi kepikiran, sih?"

"Kok akhir-akhir ini gue malu-maluin, ya?"

***

00:30

Ava mendekati lapangan basket, karena tadi setelah dari kamar mandi Ava mendengar ada yang bayangan yang seliweran, padahal suasananya sudah sepi.

Ava sebenarnya takut, tapi masih saja di dekati, membuat dirinya penasaran.

Tidak ada apa-apa di sana, tapi entah kenapa Ava merasa tepat di belakangnya ada sesuatu.

Ava memejamkan matanya, membalikkan tubuhnya perlahan-lahan, tangan nya bersiap memukul sesuatu itu.

Plak!

Tangan Ava melayang mengenai sesuatu itu. "Aww! Sakit tahu main tampar-tampar aja?" ringis orang itu.

"Hah, kok ngomong? Jangan-jangan kena lagi kayak tadi?" batin Ava membuka matanya perlahan lahan.

"Hah? Kok ... lo, Lan?"

"Kok ... lo, Lan? Kok ... lo, Lan?" ucap Alan mengulang kata-kata Ava, sambil memegang pipinya.

"Maaf nggak sengaja!" Ava menggigit bibir bawahnya, merasa bersalah sekaligus bodoh.

Alan memegang pipinya. "Tanggung jawab, lo!"

"Aah iya, iya! Lo ngapain sih di sini? Lo nggak ikut dugem? Pantesan lo, gue cariin nggak ada, tukar kadonya di ganti besok." tanya Ava bertubi-tubi. Bahkan Alan saja melotot di buatnya dengan kampuan Ava yang cepat ketika berbicara.

Alan mengalihkan pandangan ke arah lain, lalu beralih ke Ava lagi. "Gue nggak suka yang terlalu ramai." Ava mangguk-mangguk mengerti.

***

Saklar listrik kembali di nyalakan, tapi hanya di titik tertentu yang lampu nya boleh di hidupkan seperti kamar mandi, mushola, uks dan lainnya. Saat ini kedua orang itu ada di uks, tadi mereka sudah izin. Ava mengompres pipi Alan dengan es batu yang di bungkus kain.

Ava merasa bersalah karenanya pipi Alan jadi memar, dan ia juga memikirkan Aras yang tadi dia tonjok. Bagaimana keadaannya?

"Maaf yaa, gue nggak sengaja ..."

"It's okay ..." Alan menatap lekat-lekat kedua manik mata Ava.

"Tadi gue juga nggak sengaja nonjok kak Aras pas di kamar mandi, pasti sakit kalau di liat seberapa brutalnya, gue,"

Alan terdiam dengan pernyataan Ava. "Lo obatin dia?"

Ava menggeleng pelan. "Nggak! Gue nggak punya cukup nyali untuk itu, yang ada nanti gue malah malu,"

"Kok, lo nggak malu sama, gue?" tanya Alan spontan.

Ava menggela nafas sebentar. "Karena lo beda dari dia. Di rumah gue ada kaca gede, kalau lo mau ngaca?" raut wajah Alan langsung berubah sangat datar.

Ava melirik Alan lalu tersenyum. Bagi Ava ekspresi Alan saat ini sungguh menggemaskan.

Alan memegang tangan Ava yang tengah mengompres pipinya, memberikan sentuhan selembut dan senyaman mungkin. "Tapi makasih,"

"Ehh ...." gadis itu terkejut karena respon Alan yang sama sekali tidak terduga sebelumnya

...***...

...Ditulis tanggal 18 April 2020...

...Dipublish tanggal 16 Februari 2021...

...***...

...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....

1
💜LAVENDER💜
Jujur, aku suka banget baca novel ini dari awal sampai hampir epilog,karena 1)aku suka sama ceritanya yang beda dari yang lain',2)Feel-nya dapat banget(sampai berkaca2 mataku saat Ava mengalami patah hati karena Alan 😢)',3)Aku suka sama tokoh di cerita ini, yaitu Alan
karena Alan itu orangnya bikin aku greget terus(pengen aku tabok rasanya kepala Alan saat Alan mutusin Ava 😬😂)tapi meskipun begitu aku tetap mau kasih 💜💜💜 buat Babang Alan 😙😁🤭

Dan menurutku yang kurang disini tuh ada di epilognya, karena kayak ngegantung gitu loh. Tapi,nggak apa2 lah ya aku tetap suka sama endingnya.😁

So,aku berharap ada season 2 untuk novel ini Thor,karena aku susah move on untuk novel ini 😭

Tetap semangat ya Thor untuk membuat karya yang bagus2 dan seru pastinya ❤😁
Kania Putri;)/*: Kita saling pollow dulu, nanti kalau udah baru ada tanda chatnya. Paham nggak? Udah, pollow aja dulu nanti juga tahu. Sebernya Aku juga kurang tahu sistem kerja di Negeri Red ini kayak apa, makanya Aku ke sini tuh cuma lihat-lihat doang. Kalau dikasih undangan grup pun Aku nggak pernah masuk. Selain itu Aku lebih aktif di Negeri Orange, apk membaca dan menulis pertama Aku.
total 8 replies
💜LAVENDER💜
Sad 😭
💜LAVENDER💜
Aku Hadir Thor ☝😁
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Like like like
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
Emak Femes
Mamaknya Raanjhana mampir dimari...👋👋👋
Emak Femes
Halo, mamaknya Rocky dari Goodbye Mr.Playboy mampir kemari 👋👋
windoverjoyed
uwaaaaaawwwwwww
Yura
Iya. Sama-sama
Yura
25.) Pas part Aras, Alan, dkk nyelametin Ava saat dia diculik. Bersatu banget
Yura
Oh, oke oke
Yura
Cast nya cantik-cantik dan ganteng-ganteng
Yura
Heummm Aku mencium bau ending menggantung
Yura
Alhamdulillah masih dikelilingi orang baik
Yura
Ayo move on Ava
Yura
Kalau Ava senang, Aku juga ikut senang.
Yura
Pengen ngamuk juga Aku tuh, geregetan
Yura
Kayaknya Ava udah move on
Yura
Nggak nyangka Maudi ternyata sebaik itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!