Edi Sudrajat takpercaya ketika, Erico Atmaja melamar putrinya menjadi istrinya
Syakila gadis 20 tahun yang memilih mengabdikan ilmunya di pesantren, dengan yakin menerima lamaran lelaki 31 tahun menjadi pendamping hidupnya.
Lelaki yang di kenal dingin dan kaku itu, ternyata begitu lemah lembut memperlakukan kila sebagai istrinya, tentu saja itu membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka.
Di depan Kila Rico adalah sosok lemah lembut penuh cinta, sifat itu berbanding terbalik saat dengan anak buahnya dia terkenal dingin dan tanpa ampun, tapi itu dulu..
Mengenal Kila membuat perubahan pada Rico,sedikit demi sedikit, isteri yang penuh kelembutan itu berhasil melunakkan kekerasan hatinya.
Konflik mulai datang, ketika orang di masa lalu Erico mulai muncul satu persatu, membongkar perbuatan sadisnya di masa lalu, hal itu memaksa Erico melakukan banyak pengorbanan, bahkan dia nyaris kehilangan orang yang begitu berharga di dalam hidupnya.
Hal itu malah merubah jalan hidupnya seratus delapan puluh derajat.
Silahkan menikmati kelanjutannya happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 9
Mobil mewah berwarna hitam milik Rico ,melaju meninggalkan halaman kantor , di dalam mobil Rico dan Kila tampak duduk bersebelahan .
Kila menatap keluar jendela sementara Rico berkutat dengan laptop di pangkuannya
sebenarnya Rico tidak punya waktu untuk berkencan karena kesibuannya belakangan ini ,
Tapi Kila membutuhkan kencan ini , guna menumbuhkan rasa dihati Kila untuk Rico
Mobil berhenti di sebuah gedung bioskop , Rico mengajaknya turun dari mobil
" ayo .. turunlah" ujar Rico seraya membuka pintu mobil untuk Kila
Kila turun dari mobil kemudian berjalan memasuki gedung bioskop ,langkah nya mengikuti langkah Rico
Rico memilih film Action untuk mereka tonton , sungguh tidak romantis memilih film itu untuk berkencan , tapi Kila justru merasa sangat bersukur , coba kalau film romantis yang di pilih Rico , entah bagai mana Kila menonton adengan romantis di layar lebar
Tidak terlalu banyak orang di ruang ini hanya ada beberapa pasang muda mudi , mungkin karena film nya yang tidak sesuai selera anak remaja
Rico meraih tangan Kila meletakan nya diatas pangkuan lalu menggengam nya erat , Kila hanya diam , dia terlihat sangat pokus dengan film di layar lenbar , walau sebenarnya hati nya bergetar indah
Tak jauh berbeda dengan Kila , Rico juga demikian ada getaran getaran lembut di hatinya , jari jemari lentik Kila perlahan dia lepaskan dari gengaman , tangan kokoh nya perlahan menyentuh lembut pundak Kila , membawanya kearahnya , mendekat di depan wajah nya , hembusan napas hangat milik Rico menyentuh lembut pipi mulus Kila
Dengan perlahan Rico mendekatkan wajah nya kewajah Kila , perlahan bibir seksi Rico menyentuh bibir ranum milik Kila , melu*atnya lembut...
Kila terlihat kaget , tapi kemudian mulai memejamkan matanya , menikmati sentuhan pasangan hallal nya
Taaapp .....
Lampu bioskop nyala ....
Kila seketika mendorong tubuh Rico, pandangan mata pengunjung lain kini tertuju ke arah nya bahkan ada yang dengan terus terang memberi komentar
" pakai jilbab panjang , tapi kelakuan nya begitu , pacaran di depan umum , gak punya etika banget.. " gumam seorang cewek di sebelah Kila, merasa jengkel dengan kelakuan mereka berdua
wajah Rico seketika memerah karena emosi , dia beringsut ingin menghampiri wanita itu , tapi Kila menahan nya , Rico menatap Kila dengan tatapan bernada protes , kila menggeleng pelan sebagai penegasan , Rico pun mengalah dia kembali duduk
" kita pulang saja .." ajak Rico , dia sudah tidak berminat untuk nonton film terahir yang akan di putar
" tidak tunggu film kedua habis mas.." ujar Kila
" Aku sudah tidak berminat .." ujar Rico
" Ayo ..." ajak nya lagi seraya bangkit berdiri , Kila pun terpaksa mengikuti kemauan Rico
Tatapan sinis di berikan oleh kedua orang yang tadi mengatai mereka , Kila hanya tersenyum , sementara Rico terlihat begitu geram
Rico menyesal kenapa dia tadi tidak menyewa gedung itu untuk satu hari , agar kencan dengan istrinya tidak terganggu
" mas.." sapa Kila saat mereka sudah di dalam mobil
" hemm" sahut Rico
" masih marah.." ujar Kila lembut
Rico tak menjawab , dia menatap Kila dalam , hinaan wanita itu membuat nya di terpa emosi
"sudah lah mas .. , dia ada benarnya , kita yang salah , melakukan hal itu tidak pada tempat nya.." ujar Kila berusaha membuat Rico sedikit tenang
" kenapa ??, ada yang salah dengan yang aku lakukan dengan istriku , wanita yang sudah sah menjadi milik ku , di mana letak salah nya...!!!" ujar Rico penuh emosi
" tentu saja salah , wanita dengan penampilan sepertiku harus nya bisa menjaga tingkah lakunya di depan umum, walau mas adalah suamiku tapi melakukan itu di depan umum tentu saja melanggar etika mas...." jelas Kila hati hati dia tidak mau Rico makin tambah emosi dengan kalimat nya
" sudahlah aku tidak ingin berdebat dengan mu " ujar Rico datar
Kila menatap Rico yang sedang menatap lurus ke depan , tangannya meraih tangan milik Rico meletakkan di pangkuannya lalu mengengamnya erat , energi hangat menangalir di telapak tangan Rico, perlahan menjalar kelubuk hati nya
Rico beralih menatap Kila yang menatap lurus kedepan
senyum tipis menghiasi bibir Rico , pertanda
Kila berhasil meredam amarah nya
"maaf aku merusak kencan kita ..." ujar Rico merasa bersalah
" tidak mas , aku merasa kencan kita berjalan baik..." Ujar Kila lembut
" benar kah..?"
" tentu ,mas " jawab Kila , Kila benar tidak ada yang salah dengan kencan mereka , kejadian tadi anggap lah sebagai bumbunya
" baik lah , aku kembali kekantor , sayang pulang lah kerumah" ujar Rico
Sopir mengantar Rico kekantor nya , kemudian baru mengantar Kila pulang kerumah nya
Kila pulang bersama Nana ,bersamaan dengan masuknya waktu sholat magrib , sesampainya di rumah Kila pun masuk keruang ibadahnya guna melaksanakan Sholat magrib, ruangan ibadah yang di buatkan Rico special untuk nya
Kila tidak keluar dari ruangan itu hingga selesai sholat isya , setelah rangkayan rutinitas dia laksanakan , tak tentram jiwanya bila satu saja kewajiban nya tertinggal , tidak dia kerjakan
" nyonya makan malam sudah siap.." ujar Nana saat Kila keluar dari ruang ibadah
" Aku menunggu suamiku mbak Nana " ujar Kila dengan senyum
" Sebaiknya nyonya pastikan dulu tuan pulang atau tidak " saran Nana
" Tidak usah , kita tunggu saja sebentar , kalau tidak juga pulang biar saya makan sendiri" ujar Kila , seraya beranjak menuju lift
Kila menunggu suaminya di ruang tamu , tidak butuh waktu lama , deru suara mobil Rico terdengar memasuki halaman rumah
Kila beranjak menuju pintu guna menyambut suaminya
" lama menunggu sayang" tanya Rico saat Kila mencium tangan nya sebagai penyambutan nya
" tidak mas "
" Ada beberapa pekerjaan yang memang harus di selesaikan malam ini , itulah sebabnya aku sedikit telat .." ujar Rico menjelaskan
"Ooo, sekarang sudah selesai mas..?" tanya Kila seraya membuka jas suaminya meletakkan di bahu kursi
" sudah sayang.." jawab Rico
Seperti biasa mereka hanya berdua tapi hidangan di meja makan begitu bermacam -macam , Rico makan masih dengan kebiasaan lama dan Kila tentu saja sudah terbiasa dengan hal itu
Selesai makan malam , Kila menyiapkan air mandi juga menyiapkan baju ganti untuk suaminya
Rico masuk kamar mandi menikmati air hangat yang di siapkan Kila
Sementara kila mengganti baju syar'i dengan baju tidur pemberian Rico , baju pendek berwarna merah muda , baju tidur yang sangat seksi , Kila tidak punya pilihan lain kecuali memakai nya
" mana bajuku sayang " tanya Rico saat masuk ruang ganti
" ini mas .." Kila menyerahkan baju kaos putih dan celana pendek warna hitam
Rico menerima bajunya , tatapan Rico berlabuh pada tubuh molek istinya , kulitnya yang seputih salju tampak begitu cantik dengan baju merah muda yang dia kenakan
Kila yang menyadari tatapan suaminya segera menghindar dengan keluar dari ruang ganti
Rico menghela napas dalam , tubuh istrinya begitu mengoda hasrat nya , andai dia meminta apa Kila sudah siap...??
Kila duduk di tepi ranjang dengan hp di tangan nya , nada pesan masuk terdengar berkali kali
Rico yang sudah keluar dari ruang ganti , menghampiri Kila yang sedang asik dengan hp nya , Rico meraih kursi meletakan nya di depan Kila lalu duduk di situ
"Begitu penting rupanya pesan itu .." tegur Rico yang merasa di abaikan
Kila mengalihkan tatapannya pada suami di depannya
" maaf mas ..."
" heemm" gumam Rico ngambek
Kila meletakan hp nya di meja , lalu memandang Rico dengan gelisah
" kenapa berhenti lanjutkan saja.." perintah Rico , Kila menggeleng pelan dia tau itu perintah palsu
dari suaminya yang sudah dia abaikan
" dari siapa...? " tanya nya lagi
" umi rukayah" jawab Kila singkat
" beliau bilang apa ..?"
" mengajak ku ikut pengajian lagi" ujar Kila
" pengajian...?"
" iya , apa boleh mas..?"
Rico mengeleng tegas , pengajian apa, apa masih kurang alim istrinya sehingga harus mengikuti pengajian
"apa kurang ilmu yang sudah kau dapat ..." ujar Rico
" Untuk belajar tidak ada kata cukup mas , apa lagi aku masih perlu belajar adab adab berhubungan suami istri.." ujar Kila menerangkan
" Adab suami istri...?" tanya Rico
" iya mas..."
" Kau bisa kasih contoh sebagian kecil yang kau tau ..." Ujar Rico seraya mengeser kursinya semakin dekat dengan Kila
" Aa..ku , itu.. " Ujar Kila terbata , sebab tangan Rico kini sudah menyetuh pundak nya yang mulus membelainya perlahan
" Aku apa sayang ..." bisik Rico , mata elangnya menyusuri setiap jengkal tubuh seksi istrinya , kilatan hasrat terpancar jelas di matanya
Rico beringsut ketepi tempat tidur duduk disamping Kila , melanjutkan aktipitasnya yang mengundang hasrat dia tak ingin menahan siksaan ini lebih lama , dia meminta hak nya sebagai suami dan Kila harus menunaikan kewajibannya sebagai istri
Kila tak menolak sentuhan sentuhan lembut suaminya dia bahkan terlihat begitu menikmati nya, getar getar nikmat yang baru pertama kali dia rasakan dari sentuhan seorang pria , pantas saja karena kenikmatan ini ,mampu membuat orang terjerumus kelembah hitam
Rico tak ingin kehilangan kesempatan ini ,dia merasa Kila memberinya lampu hijau, sentuhan yang semula lembut berubah sedikit ganas, Kila mendesah berkali kali, rasa yang baru pertama kali dia rasakan rasa nikmat yang membuat nya terbang , tapi juga malu saat suaminya menatap dan menikmati setiap jengkal tubuh mulusnya
Perlahan Rico melepas penutup tubuh mulus kila , awalnya kila tampak Ragu , tapi tatapan penuh hasrat suaminya membuat Kila menyetujuinya
Rico mulai menindih tubuh Kila menghujani tubuh polos itu dengan ciuman , aktivitasnya Rico terhenti sesaat, saat Kila memintanya melakukannya di balik selimut , Rico menuruti kemauan Istrinya dia tak ingin Usahanya gagal hanya karena selimut
di balik selimut Rico mencumbu setiap jengkal tubuh Kila ,Kila pasrah , dia akan melakukan kewajibanya sebagai istri , dia juga tau dosa besar apabila dia menolak ajakan suaminya untuk berhubungan badan
Rico lelaki yang sangat berpengalaman , tidak lah sulit membangkitkan gairah wanita lugu seperti Kila ,
Desahan dan erangan Kila terdengar berkali kali , tapi desahan kila berubah menjadi teriakan tertahan , mana kala Rico berusaha menerobos benteng oertahanan Kila , kila merasa sakit yang amat sangat di area sensitiv miliknya
" mas.. sakit " bisik kila
" tahan ya sanyang , ini tidak akan lama " bisik Rico meyakinkan , dengan masih terpejam , kila mengangguk setuju
Saka melakukannya dengan sangat lembut , walau begitu tetap saja membuat Kila kesakitan , tapi itu tak menghentikan gerakan Rico , gerakan yang semula lembut , semakin lama semakin kencang , Rico berpacu hingga mencapai puncak, melakukan pelapasan dan pelepasan pun berhasil dia lakukan , dia terkulai tak berdaya disamping Kila dengan tubuh bermandi keringat
Kila menyembunyikan wajahnya di balik selimut , Rico hanya tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya
" Sayang ayo bersihkan tubuh di kamar mandi " bisik Rico, Kila tak menyahut
" Ayolah , apa aku perlu menggendong mu kekamar mandi ..? " bisik nya Rico
Kila perlahan membuka selimutnya sebatas leher
" mas pergilah dulu aku nyusul , mas tolong ambilkan handuk ya.." ujar kila pelan
Rico mengambil handuk , dia membuka selimut Kila ,membuat kila menutupi wajahnya dengan tangan nya
Tampak bercak merah di balik selimut tanda keperawanan Istrinya , Rico membalutkan handuk ketubuh Kila , lalu memapah nya untuk turun dari ranjang , seringai kesakitan terlihat di wajah Kila ,hal itu membuat Rico iba , dengan sekali gerakan Kila sudah berada di gendongan nya
lalu membawa nya kekamar mandi , dan memandikan nya bak baby , setelah selasai dia berniat kembali menggendong Kila tapi kila menolak , dia memilih berjala sendiri keruang ganti
*
Kila tampak tertidur pulas , sementara Rico memeluknya dengan penuh kasih sayang ...
happy reading 🥰