NovelToon NovelToon
Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Dokter
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Alisa Putri adalah seorang guru TK yang lembut dan penuh kasih, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk keceriaan anak-anak.

Namun, dunianya yang berwarna mendadak bersinggungan dengan dunia dr. Niko Arkana, seorang dokter spesialis bedah yang dingin, kaku, dan perfeksionis.

Niko merupakan cucu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi keluarganya.

Pertemuan mereka bermula lewat Arka, keponakan Niko yang bersekolah di tempat Alisa mengajar.

Niko yang semula menganggap keramahan Alisa sebagai hal yang "tidak logis", perlahan mulai tertarik pada ketulusan sang guru.

Sebaliknya, Alisa menemukan bahwa di balik dinding es dan jubah putih Niko, tersimpan luka masa lalu dan tanggung jawab berat yang membuatnya lupa cara untuk bahagia.

Bagaimana kelanjutan???

Yukk baca cerita selengkapnya!!!

Follow IG: @Lala_Syalala13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Orang Dewasa

Sore harinya Niko kembali ke sekolah untuk menjemput Arka sekaligus Alisa.

Namun kali ini ia tidak menunggu di mobil tapi ia turun dan berjalan menuju koridor kelas.

Ia melihat Alisa sedang dikerumuni oleh beberapa ibu-ibu wali murid yang tampak sedang bertanya-tanya dengan antusias.

“Bu Alisa katanya dokter ganteng itu calonnya ya?” tanya ibu wali murid.

“Wah serasi sekali yang satu cantik lembut, yang satu gagah!” seru yang lainnya.

Alisa tampak sangat kewalahan dan wajahnya terlihat merah padam karena malu.

Niko melihat itu dan merasa perlu untuk melakukan "intervensi medis" terhadap situasi sosial yang menjepit Alisa.

Niko melangkah mendekat, kehadirannya yang tiba-tiba membuat kerumunan ibu-ibu itu mendadak sunyi.

Ia berdiri tepat di samping Alisa, memberikan aura dominasi yang membuat orang-orang secara refleks mundur satu langkah.

"Maaf ibu-ibu, bu Alisa ada jadwal pemeriksaan rutin dengan saya sekarang dan kami harus segera pergi." ucap Niko dengan nada yang sangat formal namun tidak terbantahkan.

Tanpa menunggu jawaban Niko memegang pergelangan tangan Alisa dengan lembut namun mantap dan membimbingnya keluar dari kerumunan itu.

Arka mengikuti di belakang sambil tertawa-tawa karena merasa Om-nya sangat keren seperti pahlawan di kartun.

Begitu sampai di mobil Alisa mengembuskan napas panjang.

"Terima kasih Niko, tadi itu... benar-benar canggung." ujar Alisa.

Niko menutup pintu mobil dan mulai menyetir.

"Orang-orang selalu punya rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap hal yang tidak mereka pahami, kamu tidak perlu melayani mereka." sahut pria itu.

"Tapi mereka orang tua muridku Niko dan aku tidak bisa bersikap dingin seperti kamu." Alisa mencoba merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Niko melirik Alisa sekilas dengan wajah dinginnya.

"Kalau begitu biarkan aku yang menjadi si dingin agar kamu tetap bisa menjadi si hangat, adil bukan?" ujar Niko dengan dingin namun terlihat begitu lembut.

Alisa tertegun mendengar kalimat itu, ia menoleh ke arah Niko.

"Apa maksudmu?" tanya Alisa bingung.

Niko terdiam sejenak dan fokus pada jalanan di depannya.

"Maksudku biarkan orang-orang bergosip tentangku, kamu tidak perlu merasa terbebani karena selama aku tahu kenapa aku menjemputmu itu sudah cukup." ucap Niko dengan serius.

"Dan kenapa kamu menjemputku?" pancing Alisa suaranya kini melunak.

Niko menghentikan mobilnya di lampu merah, ia memutar tubuhnya menatap mata Alisa dengan sangat serius.

"Karena jika aku tidak menjemputmu aku akan menghabiskan waktu operasiku dengan bertanya-tanya apakah kamu pulang dengan selamat atau tidak dan itu sangat mengganggu profesionalismeku." ucapnya.

Alisa tersenyum kali ini senyumnya penuh dengan pemahaman, ia tahu bahwa bagi pria seperti Niko mengakui bahwa seseorang "mengganggu pikirannya" adalah bentuk pengakuan perasaan yang sangat dalam.

"Terima kasih sudah terganggu olehku Dokter." bisik Alisa.

Niko tidak menjawab namun ia meraih tangan Alisa yang ada di atas pangkuannya dan meremasnya pelan sebelum kembali memindahkan persneling mobil.

Sepanjang perjalanan pulang mereka tidak banyak bicara namun keheningan itu tidak lagi terasa kaku.

Gosip di sekolah dan rumah sakit seolah menguap begitu saja, bagi Niko tidak peduli seberapa besar perbedaan dunia mereka selama ada Alisa di kursi penumpang mobilnya dunia itu terasa cukup.

Namun Niko tahu bahwa ini baru permulaan, di balik jendela rumah sakitnya yang megah dan di balik pagar sekolah Alisa yang sederhana akan ada badai yang mungkin akan menguji apakah kehangatan Alisa benar-benar mampu mencairkan es di hatinya secara permanen atau justru es itu yang akan membekukan kebahagiaan Alisa.

Malam itu, Alisa menulis di buku hariannya sebuah kalimat singkat.

"Hari ini, seseorang berjanji untuk menjadi perisai dinginku agar aku tetap bisa menjadi hangat dan aku merasa, aku baru saja menemukan tempat paling aman di dunia."

...****************...

Suasana di TK Pelangi Bangsa siang itu terasa lebih gerah dari biasanya, bukan hanya karena matahari sedang berada tepat di atas kepala tetapi juga karena tensi halus yang menyelimuti lobi utama.

Alisa baru saja menyelesaikan kelas bercerita ketika ia mendapati Arka sedang duduk di kursi panjang lobi memandangi pintu gerbang dengan wajah yang sangat serius untuk anak seusianya.

"Arka? Kenapa belum bersiap-siap? Om Niko sebentar lagi sampai kan?" Alisa menghampiri mengusap kepala anak itu dengan lembut.

Arka menoleh dan matanya berbinar licik, entah apa yang sedang dia rencanakan.

"Bu Guru, Om Niko bilang hari ini dia terlambat sepuluh menit karena ada rapat dadakan tapi Arka tahu Om Niko sebenarnya sedang mampir beli sesuatu yang rahasia." ujar bocah kecil itu.

Alisa tersenyum mencoba tidak terlihat terlalu tertarik meski jantungnya memberikan reaksi berbeda.

"Oh ya? Rahasia apa?" tanya Alisa penasaran.

"Rahasia orang dewasa, tapi tadi Arka dengar Om Niko bicara di telepon dan dia bilang 'jangan pakai gula, dia tidak suka terlalu manis', kira-kira itu untuk siapa ya Bu Guru?" Arka mengerlingkan matanya, meniru gaya orang dewasa yang sedang menggoda.

Alisa merasakan semburat merah muncul di pipinya, ia berdeham dan mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Mungkin untuk kolega di rumah sakit Arka, ayo pakai tasmu." ujar Alisa.

Belum sempat Arka menjawab langkah sepatu yang berat dan berirama tegas terdengar mendekat.

Sosok tinggi tegap dengan kemeja abu-abu gelap yang lengannya digulung rapi muncul di ambang pintu.

Niko Arkana masuk dengan aura yang sanggup membungkam keriuhan di sekitar lobi.

Di tangan kanannya ia menjinjing sebuah paper bag kecil dari kedai kopi ternama.

"Sepuluh menit terlambat, maaf." ucap Niko singkat tanpa basa-basi begitu sampai di depan Alisa.

"Tidak apa-apa Niko, Arka juga baru selesai merapikan mainannya." jawab Alisa ramah.

Niko memberikan tas kertas itu kepada Alisa tanpa melihat matanya secara langsung.

"Ini sisa rapat di rumah sakit, sayang kalau dibuang. Latte dengan susu oat dan tanpa gula, aku ingat kamu bilang lambungmu agak sensitif jika terlalu manis." seru Niko.

Alisa menerima tas itu, merasakan kehangatan dari cup di dalamnya.

Sisa rapat?

Alisa tahu betul bahwa rumah sakit milik keluarga Arkana memiliki layanan katering VIP sendiri dan sangat jarang mereka memesan kopi spesifik seperti ini untuk rapat rutin, namun ia memilih untuk menyimpan kecurigaannya.

"Terima kasih Niko, ini sangat... tepat waktu, aku memang butuh sedikit kafein." ucap Alisa.

"Hmm." Niko hanya bergumam pelan.

Namun dalam hatinya dia senang karena Alisa mau menerima makanan tersebut.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Nar Sih
10menit jdi 1jam ngj kerasa keasyikan memandang bu guru cantik kesayangan☺️
Ariany Sudjana
dasar satria ga tahu diri, udah tahu Alisa ga suka sama kamu, masih juga didekati
Nar Sih
waah ..ada dr yg lgi jatuh cinta nih ☺️tpi ..mlu mengakuinya😂😂
Nar Sih
maaf kak bru sempat lanjur bca nya sibuk di dunia nyata☺️
partini
good story
partini
si kakek bisa Dengan cara mengancam kakek" kesepian
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍🙏🏻
Zainab Ddi
alasan melulu niqo Uda kalo cinta lansung ajak nikah aja biar kapok tuh satria
tiara
ceritanya bagus dan menhgibur thor semangat upnya sehat selalu
tiara
doktet Niko ada-ada aja tuh.alesannya👍
Lala_Syalala
Jangan lupa terus dukung author ya dengan cara Beri ulasan bintang limanya, vote, like dan komen,,, jangan lupa hadiah mawar atau kopi nya yaaaa🤗
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
saling mengkapi dan sali mengutamakan adakah hal bagus untuk cinta yg suci
Asyatun 1
lanjut
Ariany Sudjana
skak mat satria, makanya jangan kepedean mau pura-pura perhatian dengan Alisa
partini
si kakek kesepian tapi egonya Segede gaban,coba sakit atau kena stroke baru dia mikir
tiara
apakah kakek mengancam dokter Niko lagi ya,semoga saja Niko dapat tetap melindungi Alisa
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
untung ngak seperti kskeky yg otoriter dia mengikuti jejak ayahnya
muna aprilia
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!