NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:176
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Zirah Komposit dan Utusan Klan Baek

Seminggu setelah penjelajahan di Tambang Tua Nomor 7, Asrama Bangsal mengalami perubahan drastis.

​Di dalam ruangan rahasia bawah tanah asrama yang terhubung dengan celah gua tua, sebuah tungku pemurnian buatan Ryeon membara setiap malam. Udara pengap di dalam ruangan itu diisi oleh dentingan besi yang teratur dan bau minyak wijen pemicu reaksi pendinginan.

​Gong Son-mi, dengan arahan presisi dari Ryeon, bertugas menempa lelehan logam dari campuran Batu Kristal Sulfida dan bijih besi pilihan.

​TRANG! TRANG! TRANG!

​Setiap kali palu berat Son-mi menghantam lempengan logam, percikan api menyembur indah di dalam kegelapan. Di bawah bimbingan biomekanika Ryeon, Son-mi tidak lagi cepat lelah. Gerakannya begitu efisien, memadukan energi kinetik alami dan sirkulasi Ki halus.

​Di sudut lain, Tang Jin-Bao sibuk meracik cairan pelapis dari ekstrak minyak tanaman beracun dan abu batu sulfida untuk memoles permukaan zirah yang selesai ditempa.

​"Bos," kata Jin-Bao sambil menyapu keringat di pipinya dengan cengiran puas. "Empat set zirah pelindung dada dan pelindung lengan ini sudah selesai. Bobotnya cuma sepertiga dari zirah besi standar, tapi ketahanannya luar biasa!"

​Ryeon mengambil salah satu pelindung lengan (bracer) berwarna abu-abu gelap dengan pendar biru keemasan yang samar.

​Itu adalah Zirah Komposit Karbon-Sulfida buatan mereka.

​Zirah ini tidak dibuat dari besi tebal yang berat dan kaku, melainkan menggunakan tiga lapisan tipis yang disatukan: lapisan luar baja mikro-karbon keras untuk memantulkan tebasan pedang, lapisan tengah serat lempung tahan panas untuk menyerap benturan kinetik, dan lapisan dalam cairan minyak terkompresi untuk menyalurkan energi Ki pengguna secara merata.

​Ryeon menyerahkan set zirah pertama kepada Son-mi.

​"Coba pakai ini, Son-mi," kata Ryeon.

​Son-mi menerima zirah itu dengan tangan gemetaran. Saat dia memasang pelindung dada dan lengan tersebut, matanya terbelalak kaget. Zirah itu terasa sangat ringan di tubuhnya, bagaikan lapisan kulit kedua, sama sekali tidak menghambat kelincahan gerakannya.

​"Alirkan Ki-mu ke lapisan dalam," instruksi Ryeon.

​Son-mi memfokuskan Ki-nya. Seketika itu juga, permukaan zirah komposit itu memancarkan dengungan halus. Hawa dingin dari kristal sulfida menyelimuti tubuhnya, membuat Dantiannya terasa jauh lebih stabil.

​"Gila..." bisik Son-mi tak percaya. "Zirah ini bukan cuma menahan serangan... tapi juga menghemat penggunaan Ki-ku sampai tiga puluh persen!"

​"Itu fungsi lapisan konduksi internal," sahut Ryeon tenang. "Dengan zirah ini, kalian bertiga bisa menahan serangan murid Ranah Pembentukan tingkat menengah tanpa perlu menguras banyak energi."

​Belum sempat Jin-Bao dan Son-mi merayakan keberhasilan mereka, suara kegaduhan keras mendadak terdengar dari arah lantai atas asrama!

​BAM! BRUK!

​Suara teriakan merintih dan barang-barang pecah memecah keheningan malam.

​"Cheon Ryeon! Keluar kau, Bocah Sampah!" sebuah suara lantang dan penuh aura pembunuh bergema memenuhi seluruh kompleks Asrama Bangsal.

​Ryeon menatap dua rekannya dengan tenang, mengisyaratkan mereka untuk tetap tenang. "Tampaknya tamu yang kita tunggu-tunggu sudah datang."

​Di halaman utama Asrama Bangsal, suasana sangat mencekam.

​Dua puluh anak baru penghuni bangsal terduduk ketakutan di tanah. Beberapa di antaranya merintih memegangi dada mereka yang memar.

​Di tengah halaman, berdiri sekitar belasan murid senior berpakaian serba mewah bersulam benang emas. Di depan mereka, berdiri seorang pemuda berusia lima belas tahun dengan wajah tajam dan mata elang yang dingin.

​Dia adalah Baek Mu-Jin, kakak kandung dari Baek Rang dan murid elit nomor dua dari Klan Baek yang sudah lama mendiami Asrama Menengah. Di pinggangnya terikat sebilah pedang panjang berukir naga perak yang memancarkan aura Ranah Pembentukan (Solidification) Tingkat Akhir.

​"Siapa di antara kalian yang namanya Cheon Ryeon?!" bentak Baek Mu-Jin dingin, aura Ki di tubuhnya menekan udara hingga terasa berat dan menghimpit dada anak-anak di sekitarnya. "Berani sekali anak klan bawah mempermalukan adikku dan menolak memberikan hak sewa tanah Klan Baek!"

​Pintu utama asrama terbuka pelan.

​Ryeon melangkah keluar dengan santai, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah hitamnya. Di belakangnya, Son-mi yang sudah mengenakan zirah komposit tersembunyi di balik jubah abu-abunya dan Jin-Bao berdiri bersiaga.

​"Malam-malam begini berisik sekali," kata Ryeon datar, menatap Baek Mu-Jin tanpa ada rasa takut sedikit pun. "Kau melanggar aturan Akademi dengan menyerang murid di area bangsal bawah."

​Baek Mu-Jin tertawa mengejek, tawa yang penuh dengan penghinaan.

​"Aturan?!" cemooh Baek Mu-Jin. "Di Akademi Kultus Iblis ini, aturan dibuat oleh yang kuat! Kau pikir hanya karena kau menang hoki dari Ma Cheon-Wo di hutan, kau bisa bersikap sombong di depan Klan Baek?!"

​Baek Mu-Jin mencabut pedang panjangnya. Sinar perak berkilat tajam di bawah cahaya rembulan.

​"Malam ini, aku bakal memotong kedua jarimu yang kau pakai buat menotok adikku, lalu menyeretmu berlutut di depan kediaman Klan Baek!" teriak Baek Mu-Jin murka.

​SWOOSH!

​Baek Mu-Jin melesat maju bagaikan bayangan perak! Kecepatannya sebagai murid Ranah Pembentukan tingkat akhir berada di tingkat yang sama sekali berbeda dari murid-murid biasa. Dalam hitungan sepersekian detik, dia sudah berada tiga langkah di depan Ryeon, menebaskan pedangnya dengan jurus andalan: Tebasan Perak Bayangan Bulan.

​Anak-anak baru di halaman memejamkan mata ketakutan. Tebasan itu terlalu cepat dan mematikan!

​Namun, Ryeon bahkan tidak bergerak untuk menghindar.

​TAK!

​Sesosok tubuh tinggi tegap mendadak melompat ke depan Ryeon, mengangkat palu besinya mendatar untuk menahan tebasan pedang perak tersebut!

​Itu adalah Gong Son-mi!

​TRANG!

​Benturan keras antar logam bergema nyaring, memercikkan bunga api ke udara.

​Baek Mu-Jin terbelalak kaget saat merasakan gelombang benturan kinetik serangannya membalas menghantam pergelangan tangannya sendiri! Pedangnya membalas memantul ke atas, sementara gadis di depannya yang memakai zirah komposit di balik jubahnya... tidak bergeser satu milimeter pun!

​"A-apa?!" pekik Baek Mu-Jin terkejut setengah mati. "Bagaimana bisa seorang gadis klan bawah menahan tebasan Ranah Pembentukan-ku?!"

​"Karena gaya tebasanmu terlalu dangkal, Kakak Senior!" seru Son-mi tegas.

​Memanfaatkan sudut tumpuan beban yang diajarkan Ryeon, Son-mi memutar pinggulnya dan mengayunkan palu besinya dari bawah ke atas dengan kecepatan luar biasa!

​Baek Mu-Jin panik dan secara refleks melompat mundur untuk menghindari hantaman palu. Tapi saat dia melayang di udara, suara bisikan halus terdengar dari samping telinganya.

​"Di udara, kau tidak punya titik tumpu gravitasi," suara Ryeon bergema dingin.

​Ryeon sudah berada di samping titik mendarat Baek Mu-Jin!

​Sebelum kaki Baek Mu-Jin menyentuh tanah, dua jari Ryeon yang telah diisi Sistem Kompresi Kinetik menotok tepat di titik persendian bahu dan pinggang Baek Mu-Jin secara bersamaan.

​TAK! TAK!

​"UGAAGH!"

​Baek Mu-Jin menyemburkan darah segar saat aliran Ki di dalam meridiannya terputus seketika. Seluruh tenaga di tubuhnya runtuh total, dan dia jatuh tersungkur keras menghantam lantai batu halaman.

​Pedang peraknya terlepas dan menancap di tanah tepat di samping kepalanya.

​Hanya butuh waktu sepuluh detik. Murid elit nomor dua dari Klan Baek... dilumpuhkan secara brutal oleh kerja sama Ryeon dan Son-mi!

​Belasan pengikut Klan Baek yang berdiri di belakang mendadak gemetaran hebat. Wajah mereka pucat pasi seputih kertas. Mereka menatap Ryeon, Son-mi, dan Jin-Bao yang berdiri tenang seolah-olah sedang melihat tiga ekor monster yang baru saja keluar dari neraka.

​Ryeon melangkah mendekat, menginjak pelan mata pedang perak milik Baek Mu-Jin hingga patah menjadi dua bagian.

​CRACK!

​"Sampaikan pesan ini ke seluruh klan elit di Puncak Bukit," ucap Ryeon dengan suara dingin yang menusuk sampai ke tulang belulang mereka. "Asrama Bangsal Bawah bukan lagi wilayah tempat kalian bisa datang dan berbuat sesuka hati. Siapa pun yang berani mengusik tempat ini lagi... bakal kembali tanpa senjata dan tanpa sirkulasi Ki."

​"M-mundur! Bawa Tuan Muda Mu-Jin!" teriak para pengikut Klan Baek panik setengah mati. Mereka mengangkat tubuh Baek Mu-Jin yang terkulai lemas dan lari terbirit-birit menembus kegelapan malam.

​Halaman Asrama Bangsal kembali hening.

​Anak-anak baru dari klan bawah menatap Ryeon, Son-mi, dan Jin-Bao dengan mata berbinar-binar penuh harapan dan kekaguman. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Akademi Kultus Iblis, murid-murid kelas bawah berhasil mempermalukan dan mengusir utusan klan elit tanpa rasa takut!

​Ryeon berbalik menatap seluruh penghuni bangsal.

​"Waktu untuk bersembunyi sudah selesai," kata Ryeon tegas. "Mulai besok, kita bakal ambil alih seluruh misi dan wilayah sumber daya di Lembah Bawah."

​Di balik kegelapan malam, bintang-bintang di atas Pegunungan Shiwan bersinar terang. Roda takdir tidak lagi sekadar berputar... tapi kini mulai menghancurkan tatanan lama dunia Murim di bawah pijakan Cheon Ryeon.

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!