NovelToon NovelToon
Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Yoselin berharap jika Edward akan mencintainya setelah pernikahan mereka berjalan selama dua tahun, tetapi sore itu Yoselin sadar sesuatu jika sampai kapanpun Edward tidak akan pernah meliriknya sedikitpun.

Sebuah pemandangan menyakitkan tertangkap mata Yoselin, Yoselin melihat Edward dan mantan kekasihnya Angela tengah berciuman diparkiran restoran, sejak saat itu juga hati Yoselin hancur, rasa percaya dirinya runtuh, saat itu juga Yoselin melepaskan Edward. Yoselin menyerah, disaat Yoselin mulai sibuk dengan dunianya, Edward merasa kehilangan, Edward mencoba memperbaiki tetapi dia sudah telat.

Di lain sisi seorang CEO bernama Javier Vernand Romero sangat tertarik dengan Yoselin, dia mengagumi Yoselin dari setiap sisi, Javier bertekad dalam hati jika dia akan memiliki Yoselin seutuhnya, tidak peduli Yoselin sudah menikah atau tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah Angela

Angela menatap penuh amarah kepergian Yoselin yang melangkah keluar lift dengan anggun. Di dalam bilik lift itu, Angela menghentakkan kakinya kesal. Rupanya, Yoselin bukanlah tipe wanita lemah yang bisa digertak atau diinjak-injak begitu saja dengan mudah. Sikap tenang dan acuh tak acuh yang ditunjukkan Yoselin tadi justru membuat darah Angela mendidih sampai ke ubun-ubun.

​"Awas saja kamu, Yoselin!" maki Angela geram di dalam hatinya.

"Lihat saja nanti, aku bakal buat hidupmu benar-benar hancur!"

​Karena rasa kesalnya yang sudah berada di puncak, Angela mengurungkan niat awalnya. Alih-alih langsung pulang, ia memutuskan untuk pergi ke kantor Edward Galvano. Ia harus mengadukan perlakuan Yoselin dan mencari pembelaan pada kekasihnya itu.

​Tak butuh waktu lama bagi Angela untuk tiba di gedung perusahaan tekstil milik Edward. Dengan wajah ditekuk kesal dan langkah menghentak, Angela masuk ke lobi utama. Ia langsung menuju lift khusus pimpinan tanpa memedulikan tatapan karyawan lain.

​Sesampainya di lantai atas, Angela langsung berjalan menuju ruang kerja utama Edward. Sekretaris pribadi Edward yang melihat kedatangan Angela spontan bangkit dari kursinya untuk mencegat.

​"Maaf, Nona Angela, Anda tidak bisa masuk sekarang," cegah sang sekretaris sopan.

"Pak Edward sedang mengadakan rapat tertutup yang sangat penting di dalam bersama asistennya. Beliau tidak boleh diganggu."

​"Penting atau tidak, aku harus masuk!" ketus Angela galak, menepis tangan sekretaris itu.

​Tanpa aba-aba lagi, Angela langsung memutar gagang pintu dan menerobos masuk ke ruang kerja Edward begitu saja, mengabaikan seruan panik sang sekretaris di luar.

​"Edward!" panggil Angela dengan nada manja dan sengaja dilembut-lembutkan.

​Di dalam ruangan yang luas itu, Edward dan asisten pribadinya Indra sedang duduk mengelilingi meja kerja, tampak tegang membahas tumpukan berkas laporan keuangan. Suasana di ruangan itu sebelumnya sangat mencekam karena bisnis tekstil mereka tiba-tiba mengalami kemerosotan drastis dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah investor besar secara mendadak membatalkan kontrak kerja sama tanpa memberikan alasan yang jelas, membuat Edward pusing tujuh keliling.

​"Apa yang kamu lakukan, Angela?!" amuk Edward murka, mendongak menatap wanita itu dengan mata memerah karena stres.

"Kami sedang membahas sesuatu yang sangat penting!"

​Angela tertegun sejenak mendapati nada bentakan keras dari kekasihnya. Bibirnya langsung mengerucut sedih, matanya mulai berkaca-kaca.

"Kok kamu malah marah-marah sih, Edward? Aku kan baru datang..." tanyanya manja dengan suara bergetar dibuat-buat.

​Edward memejamkan matanya rapat-rapat, menghela napas panjang untuk meredam kepalanya yang sudah mau pecah. Sementara itu, Indra asisten Edward hanya bisa menghela napas panjang, menatap kedatangan Angela dengan pandangan jengkel. Indra sangat tahu betapa tidak sopannya wanita itu yang kerap menerobos masuk tanpa kenal situasi, apalagi di tengah krisis perusahaan seperti sekarang.

​Edward mengusap wajahnya dengan tangan kirinya yang sehat, sementara lengan kanannya yang patah masih terbalut perban dan digendong menggunakan kain penyangga di dada.

​"Ada apa, Angela?" tanya Edward dengan nada suara dingin dan lelah, menutup layar laptopnya sekilas.

"Kalau tidak ada urusan penting, tolong jangan menggangguku sekarang. Perusahaan sedang kacau."

​Mendengar pertanyaan itu, Angela langsung mendapatkan kembali semangatnya untuk mengadu. Ia berjalan mendekati meja kerja Edward, lalu berdiri di samping pria itu dengan gestur manja yang dibuat-buat.

​"Aku ke sini mau mengadu, Edward!" adu Angela dengan nada suara yang sengaja dibuat sedih.

"Tadi aku ketemu sama Yoselin di gedung V. Corp!"

​Mendengar nama Yoselin disebut, mata Edward seketika membelalak lebar. Suasana hatinya yang tadinya kusut akibat masalah bisnis seketika tersulut oleh percikan api amarah.

​"Yoselin?!" ulang Edward tajam, napasnya mendadak memburu.

"Di mana kamu bertemu dengannya?!"

​Angela mengangguk cepat, memanfaatkan kesempatan itu untuk memutarbalikkan fakta sepenuhnya demi menjelek-jelekkan nama Yoselin di depan Edward.

​"Iya, Edward! Tadi aku kebetulan ada urusan di perusahaan V. Corp karena pihak Aura Beauty baru saja menunjuk aku sebagai model utama untuk produk baru mereka," jelas Angela dengan nada berbinar sombong.

"Tapi tidak disangka, di sana aku malah ketemu sama Yoselin!"

​"Lalu apa yang dia lakukan padamu?" selidik Edward tidak sabar, rahangnya mengeras.

​"Yoselin menyudutkan aku habis-habisan saat rapat tadi, Edward!" adu Angela dengan air mata buaya yang mulai menetes di pipinya.

"Dia sengaja mempermalukan aku di depan banyak orang! Dia bilang aku wanita tidak tahu malu, bahkan dengan kasarnya tega mencaci maki aku sebagai wanita perusak rumah tangga alias pelakor!"

​Indra, sang asisten yang berdiri di dekat jendela, hanya memutar bola matanya malas mendengarkan omong kosong Angela. Ia tahu betul perangai kekasih bosnya itu yang sering kali memutarbalikkan cerita demi mencari perhatian.

​Namun, Edward sama sekali tidak peduli apakah cerita Angela itu benar atau hanya akal-akalan. Fokus pria itu langsung tersedot pada satu detail penting yang diucapkan Angela barusan.

​"Tunggu..." potong Edward dengan suara tertahan, menatap Angela dengan mata menyipit tajam.

"Kamu bilang... Yoselin ada di V. Corp? Dia bekerja sama dengan perusahaan milik Javier Vernand?!"

​"Iya, Edward! Kenapa kamu malah kaget begitu sih?" gerutu Angela sebal karena Edward tidak fokus pada penghinaan yang diterimanya.

"Yoselin itu ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan Tuan Javier! Bahkan kelihatannya hubungan mereka dekat sekali!"

​Deg.

​Darah Edward seketika mendidih sampai ke ubun-ubun. Kepalan tangan kirinya menghantam permukaan meja kerja dengan keras hingga menimbulkan suara dentuman yang cukup nyaring.

​"Sialan!" umpat Edward murka, wajahnya memerah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

"Jadi benar dugaanku selama ini! Wanita jalang itu... dia memang berselingkuh di belakangku dengan Javier Vernand!"

​Angela terkejut melihat reaksi Edward yang justru mengamuk karena urusan Yoselin dan Javier, bukan karena dirinya yang disakiti.

"Edward, kok kamu malah marah ke aku? Harusnya kan kamu bela aku karena Yoselin sudah menghina—"

​"Diam, Angela!" bentak Edward kalap, menatap wanita itu tajam.

"Kamu tidak mengerti situasinya! Pria sialan bernama Javier Vernand itulah yang sudah mengirim preman untuk menyekat jalanku dan mematahkan tanganku minggu lalu!"

​Mendengar penjelasan itu, mata Angela membelalak kaget. "Apa?! Jadi tanganmu patah itu karena..."

​"Iya! Itu ulah Javier!" potong Edward dengan napas memburu, berdiri dari kursinya dengan susah payah menggunakan satu tangan.

"Dan sampai detik ini, semenjak hari di rumah sakit itu, Yoselin sama sekali belum pernah menemuiku lagi! Istri sialan itu benar-benar mengabaikanku, memilih tinggal di luar, dan malah asyik bekerja sama serta bermanja-manja dengan pria yang sudah menghancurkan tanganku?!"

​Kemarahan Edward mencapai puncaknya. Ia merasa diinjak-injak, dikhianati, dan dipermalukan secara telak. Istri sah yang selama dua tahun ia abaikan dan perlakukan seperti benda mati, kini dengan beraninya melayangkan gugatan cerai, keluar rumah, dan berlindung di bawah ketiak musuh besar bisnisnya, Javier Vernand Romero.

​"Edward, tenang dulu..." bujuk Indra sang asisten cemas melihat kondisi emosi atasannya yang nyaris kehilangan akal sehat.

"Kita sedang diuji banyak masalah besar sekarang. Jangan biarkan emosi menguasai keputusan Anda."

​"Bagaimana aku bisa tenang, Indra?!" amuk Edward histeris, menunjuk pintu keluar ruangannya.

"Bisnis hancur lebur karena investor pada kabur, dan istriku sendiri berkhianat menjadi wanita simpanan pria lain di belakangku! Aku tidak akan tinggal diam!"

​Edward merogoh saku celananya dengan tangan kirinya yang gemetar, lalu mengeluarkan ponsel miliknya. Dengan napas memburu penuh kemurkaan, Edward mencari kontak pribadi Yoselin yang sudah seminggu ini tidak aktif atau tidak pernah mengangkat panggilannya.

​"Akan ku pastikan wanita itu menyesal sudah berani bermain-main di belakangku," desis Edward tajam dengan tatapan mata penuh dendam membara.

Bersambung...

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
mery harwati
Lha Javier, lelaki sejati tak akan menghalangi kehidupan kekasih hati, yang ada malah rasa ingin melindungi Javiaer 🙈
mery harwati
Pernah lah, namanya juga hidup ada siang ada malam, ada sedih ada bahagia, jalani aja 💪
Ruryn Amanda
lanjut Thor
Ruryn Amanda
tersentil GK tuuuchh egomu vier,,javier
Ruryn Amanda
hadech Niel,,Niel,, memecat yoselin sm aja menggulung tikarkan perusahaan mu,,
Ruryn Amanda
yoselin💪GK usah didengerin radio rombeng,,gunakan tenagamu buat ngedepin Abang Javier aja GK usa ngurusin pelakor GK mutu,,🤭
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
falea sezi
mampus lu daniel
falea sezi
Daniel Daniel oon🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Luna
ingat jika ada orang yg belum selesai dengan masa lalu nya jangan coba coba jadi pahlawan yg ada kamu cuma dianggap sekedar ada,,, apalagi kalo keduanya masih sama sama cinta ,jadi GK usah seperti korban drama,GK perlu nunggu 2 tahun ,5 bulan menikah kalo masih tak Sudi melihat mending pergi,
Luna
kenapa kamu mau yg menjadi pahlawan padahal sudah jelas dari awal,,,kamu berharap bisa dicintai,disini kamu bukan korban kamu sendiri yg cari penyakit, untuk apa mengobati luka orang lain tapi kamu sendiri tak ada yg ngobatin ,,,
Halimatun Saadiah
lanjut
Ruryn Amanda
ayo lanjut Thor,,😄
Ruryn Amanda
🤣🤣🤣dasar laki2 manipulatif,,licik,,penuh akal bulus tp q suka,,,,🤭
Ruryn Amanda
🤣🤣javierrr gue bius yaaaa,,,,
Ruryn Amanda
ayo Javier,,hancurkan si ed itu,,pebinor yg kudukung,,🤭
It's me Ri🥕: No no yaa🤣
total 1 replies
falea sezi
lanjut🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!