NovelToon NovelToon
Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Mo Yuuran, seorang permaisuri yang dikenal bengis dan kejam, pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, menjatuhkan Kaisar Zi Xuan dari tahtanya demi cinta butanya kepada Bo Wen. Ia rela mengorbankan segalanya, bahkan mengkhianati pria yang mencintainya dengan sepenuh jiwa.

Tapi kenyataan yang terungkap di akhir hidupnya jauh lebih kejam dari apa pun yang pernah ia lakukan.

Bo Wen, pria yang ia cintai mati-matian, ternyata bersekongkol dengan keluarganya sendiri, kakak dan orang tuanya untuk membunuhnya. Selama ini, Mo Yuuran hanyalah alat. Sebuah pion yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan Kaisar Zi Xuan, satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya, bahkan terobsesi.

Saat napas terakhirnya terenggut dalam pengkhianatan, penyesalan memenuhi hatinya. Tapi, takdir memberinya kesempatan kedua.

Mo Yuuran terbangun kembali di masa lalu sebelum semuanya hancur. Dengan ingatan akan kematian tragisnya, ia bersumpah untuk mengubah segalanya. Termasuk menjadi ibu tiri yang baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Selir

Setelah beberapa lama tak sadarkan diri, akhirnya Mo Weiwei tersadar. Kelopak matanya bergerak pelan sebelum terbuka, memperlihatkan sorot mata yang masih diliputi kebingungan dan ketakutan.

“Akhirnya kau sadar, Nak!” suara Lihau terdengar penuh kelegaan.

Wanita paruh baya itu segera mendekat, menggenggam tangan putrinya dengan erat.

“Apa yang terjadi padamu?” lanjutnya tanpa jeda, nada suaranya berubah cemas. “Ibu kira kau ke istana untuk menemui Mo Yuuran, bukan? Tapi kenapa kau pulang dalam keadaan seperti ini?”

Lihau menatap wajah putrinya dengan seksama, matanya menangkap noda darah yang masih tersisa. “Lalu darah ini? Tabib sudah memeriksamu, tidak ada luka sedikit pun di tubuhmu.”

Lihau mendapatkan kabar jika putrinya tergeletak di pinggir jalan dekat kereta kudanya sendiri. Wanita itu berpikir putrinya telah terjadi sesuatu.

Ia semakin gelisah. “Apa kau sudah memarahi Mo Yuuran karena menghukum Ning Ning?”

Mendengar nama Ning Ning, tubuh Mo Weiwei langsung menegang. Ingatan mengerikan itu kembali menghantam pikirannya tanpa ampun.

Ia tiba-tiba bangkit dari tempat tidur. “Itu darah Ning Ning!” ucapnya panik, napasnya memburu.

“Aku harus memberitahu Ayah dan Bo Wen!” lanjutnya tergesa-gesa, wajahnya pucat pasi.

Lihau mengerutkan kening, kebingungan semakin jelas di wajahnya. Ia segera menahan bahu putrinya, mencoba menenangkannya.

“Hei, hei, tenang dulu,” ucapnya lembut. “Apa yang sebenarnya kau maksud? Ning Ning kenapa?”

“Aku harus memberitahu mereka, Bu!” Mo Weiwei hampir berteriak, suaranya bergetar.

Lihau menghela napas panjang. “Ayahmu dan Bo Wen tidak ada di ibu kota. Mereka pergi ke perbatasan, apa kau lupa?”

Ucapan itu membuat Mo Weiwei terdiam. Wajahnya semakin pucat, matanya perlahan beralih menatap ibunya dengan ekspresi campuran antara takut dan tidak percaya.

“Ning Ning … sudah mati,” katanya pelan, tapi dapat didengar oleh ibunya. “Dia dibunuh oleh Mo Yuuran tepat di depan mataku.”

Lihau tertegun. Awalnya ia ingin menyangkal, menganggap itu hanya halusinasi akibat syok. Namun melihat tatapan putrinya yang penuh ketakutan, ia mulai goyah.

“Kau … serius?” tanyanya lirih.

Mo Weiwei mengangguk dengan cepat. “Dia membunuhnya dengan pedang, Bu. Tanpa ragu sedikit pun.”

Lihau menelan ludah. “Apa yang sebenarnya terjadi di sana?”

Mo Weiwei menggigit bibirnya, terlihat ragu. “Aku hanya tidak sengaja mengatakan kalau Ning Ning yang mencelakai Mo Yuuran.”

“Itu saja?” Lihau mengerutkan kening. “Tidak mungkin dia membunuh Ning Ning hanya karena itu. Kau tahu, Mo Yuuran itu menyayangi Ning Ning meski ia hanya pelayan.”

“Lalu apa, Bu?” balas Mo Weiwei dengan suara hampir putus asa. “Aku bahkan sudah mengancamnya seperti biasa, akan melaporkan pada Ayah dan Bo Wen.”

Ia menunduk, tangannya gemetar. “Tapi kali ini dia tidak mendengarkanku sama sekali.”

Hening menyelimuti kamar Mo Weiwei.

“Apa terjadi sesuatu pada Mo Yuuran?” gumam Lihau pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri.

****

Pagi itu, suasana istana masih diselimuti hawa dingin. Cahaya matahari perlahan menembus celah jendela kamar, memantulkan bayangan sosok wanita yang berdiri tegak di depan cermin.

Mo Yuuran telah bersiap. Ia mengenakan hanfu berwarna hitam pekat yang membalut tubuhnya dengan anggun. Jubah panjang menyempurnakan penampilannya, memberikan aura dingin dan berwibawa yang sulit didekati.

Tatapannya tajam menatap bayangannya sendiri.

Seolah memastikan bahwa wanita lemah di masa lalu benar-benar telah mati.

Tok!

Tok!

Ketukan pintu terdengar pelan.

“Masuk,” ucap Mo Yuuran singkat, tanpa menoleh.

Pintu terbuka perlahan. Seorang gadis pelayan masuk dengan langkah hati-hati, lalu segera memberi hormat. “Salam hormat untuk Permaisuri.”

Mo Yuuran akhirnya menoleh. “Xia Lu, bukankah aku sudah bilang untuk istrahat lebih dulu,” ujarmya datar.

Xia Lu menunduk lebih dalam. “Hamba sudah jauh lebih baik, Yang Mulia,” jawabnya pelan. “Apalagi setelah menggunakan krim salep yang Yang Mulia berikan.”

Mo Yuuran menghela napas tipis, sedikit tidak sabar. “Kalau begitu, istirahatlah lagi,” katanya singkat. “Hari ini aku hanya ingin pergi ke pemakaman keluarga kekaisaran. Tidak perlu ditemani.”

Ia berbalik, merapikan ujung lengan jubahnya. “Aku benar-benar tidak apa-apa dan tentu tak akan melarikam diri lagi.”

Namun Xia Lu menggeleng, tetap bertahan di tempatnya. “Hamba akan menemani Yang Mulia,” ucapnya yakin.

Dalam hati, Xia Lu masih diliputi kebingungan. Setelah melihat sendiri bagaimana Permaisuri membunuh Ning Ning tanpa ragu, keyakinannya mulai goyah namun juga tumbuh rasa takut yang baru. Ia takut jika Mo Yuuran memiliki rencana lain.

Mo Yuuran menatapnya beberapa saat, seolah menilai sesuatu. Lalu ia mengangguk ringan. “Baiklah.”

Tanpa berkata lagi, ia melangkah keluar dari Paviliun Phoenix. Langkahnya tenang, namun aura yang ia bawa membuat siapa pun di sekitarnya otomatis menunduk.

Xia Lu mengikuti di belakang. Sepanjang lorong istana, para pelayan dan prajurit berlutut memberi hormat. Tidak ada yang berani mengangkat kepala.

Namun ketika Mo Yuuran berbelok di sebuah lorong panjang, langkahnya terhenti. Dua wanita berdiri di depannya.

Mereka adalah Dao Ling dan Rong selir-selir kaisar terdahulu, sekaligus ibu tiri Kaisar Zi Xuan. Tatapan mereka langsung berubah sinis saat melihat Mo Yuuran.

Sementara itu, Mo Yuuran hanya menatap datar, tanpa sedikit pun perubahan ekspresi.

Di kehidupan sebelumnya, ia terlalu malas berurusan dengan wanita-wanita ini. Ia tahu perasaan kotor mereka terhadap Zi Xuan, namun memilih mengabaikan.

Tapi tidak untuk kali ini. Jika mereka berani menyentuh suaminya maka mereka harus disingkirkan.

“Oh, Permaisuri! Bukankah kau seharusnya memberi hormat pada kedua mertuamu ini?” sindir Dao Ling dengan nada angkuh.

Rong tersenyum mengejek, menatap Mo Yuuran dari atas ke bawah. “Benar sekali. Selain mencintai pria lain, kau bahkan tidak memiliki tata krama.”

Ia mendengus pelan. “Memalukan bagi kekaisaran sebesar ini memiliki Permaisuri sepertimu.”

Dao Ling menimpali dengan suara lebih tajam. “Berkali-kali mencoba melarikan diri ke pelukan pria lain. Entah kenapa Zi Xuan masih mempertahankanmu.”

Ia menyipitkan mata. “Kalau aku jadi dia, aku sudah lama—”

Grep!

Suara itu memotong ucapannya. Dalam sekejap, tubuh kedua wanita itu terangkat.

Brak!

Punggung mereka menghantam dinding keras. Mata Dao Ling dan Rong membelalak, penuh keterkejutan.

Kedua tangan Mo Yuuran mencengkram leher mereka dengan kuat, tanpa ampun.

“Le—lepaskan!” suara mereka tercekat.

“Uhuk! Uhuk!”

Mereka meronta, memukul tangan Mo Yuuran, namun tidak berpengaruh sedikit pun.

Para pelayan yang melihat langsung menahan napas, tubuh mereka gemetar ketakutan.

Tatapan Mo Yuuran dingin, tanpa belas kasihan. “Sepertinya kalian yang perlu belajar tata krama,” ucapnya pelan, namun penuh tekanan.

Cengkeramannya semakin menguat. “Aku adalah Permaisuri di kekaisaran ini,” lanjutnya tajam. “Seharusnya kalian yang berlutut dan memberi hormat.”

Ia mencondongkan wajahnya sedikit, suaranya semakin rendah. “Kalian hanyalah selir rendahan dari mendiang kaisar.”

Napas Dao Ling dan Rong semakin terengah. Tapi Mo Yuuran belum selesai.

“Lalu mana yang lebih memalukan?” bisiknya menusuk. “Aku yang mencintai pria lain atau kalian yang menginginkan anak tiri sendiri?”

Kedua wanita itu membeku. Ketakutan kini jelas terlihat di mata mereka.

“Bahkan berniat menggodanya.”

Mo Yuuran melepaskan cengkeramannya begitu saja.

Brugh!

Tubuh Dao Ling dan Rong jatuh ke lantai, terbatuk-batuk sambil menghirup udara dengan rakus.

“Uhuk! Uhuk!”

Mo Yuuran menepuk-nepuk tangannya dengan santai, seolah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor.

“Lain kali, aku tidak akan segan membunuh kalian.” Ia menatap mereka sekilas. “Kalian tahu, bukan? Kaisar Zi Xuan sangat mencintaiku.”

Senyum menyeringai muncul di bibirnya. “Jika aku meminta nyawa kalian dia pasti akan memberikannya. Ah, iya satu lagi. Panggil nama suamiku dengan benar. Yaitu, Yang Mulia Kaisar Zi Xuan. Jika tidak, kupotong lidah lancang kalian.”

Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan melangkah pergi.

Xia Lu mengikuti di belakang dengan wajah pucat, masih meringis melihat kejadian barusan.

Para pelayan langsung menunduk lebih dalam saat Mo Yuuran melewati mereka.

Tidak ada yang berani bersuara. Begitu sosok Permaisuri menghilang, Dao Ling mengumpat.

“Sialan kau, Mo Yuuran!”

Tangannya mengepal erat, matanya dipenuhi kebencian dan rasa takut yang tak bisa disembunyikan lagi.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nah tusuk juga tu si bonteng Suri
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Iishh Xia Lu ini biarin aja jangan dibangunan, biar aja si bonteng suri nunggu sampe lumutan 🤣🤣
Mama Hasby
semakin seru thooor...😍😍
smngat terus buat up'y ya....💪💪
Icka Soesan
Alhamdulillah up juga terimakasih update nya Thor 🥰🙏🙏, semakin seru ceritanya.
Dew666
Lanjut dong
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Lucu kalian maling teriak maling /Facepalm/
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Sekar
ckckck jalang teriak jalang
tinie
ya lagian jadi pelayan aja
belagu tidur nyenyak dikasur empuk
eeh justru anak kaisar malah dikasih kasur tikar
RheaAdelya
😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini siapa yg tak tau malu
mama_im
mantap👍👍🤣🤣🤣
FAISHAL GAMING
luar biasa
💟노르 아스마💟
whuuuhhhh...keren!!!👏👏👏👏
Allfa Rizky
suka sama cerita spt ini FL nya Badas keren banget gak menye-menye,, sar set eksekusi man taappp
Allfa Rizky
sadiiisss,, tpi kereenn Badas
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Uuuhhh mantaaapp itu baru Permaisuri /Applaud/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Drowsy//Scream/ Tumaaaann mang enak disiram aer nanaasss
SENJA
mantabs🔥
SENJA
yaelaaah kurang lah segitu😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!