NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Wajah Bi Marni seketika berubah pucat pasi, seperti mayat hidup yang kehabisan darah.

"A-apa? Saya tidak berani meminum jatah Tuan Muda, itu tidak sopan," gagap Bi Marni mencari alasan.

Raka bukanlah pria bodoh yang bisa ditipu dengan alasan murahan seperti itu.

Matanya yang sedingin es kini menatap tajam ke arah Kepala Pelayan yang sudah bekerja lama di rumahnya itu.

"Marni, minum susu itu sekarang juga."

Perintah Raka tidak keras, namun nadanya sangat mematikan dan tidak menerima bantahan apa pun.

"T-tapi Tuan, saya alergi susu sapi, nanti perut saya sakit," kilah Bi Marni dengan suara bergetar ketakutan.

"Minum, atau kemasi barangmu dan keluar dari mansion ini detik ini juga," ancam Raka tanpa ampun.

Dewi menyodorkan gelas itu semakin dekat ke bibir Bi Marni yang kini bergetar hebat.

"Ayo diminum Bi, jangan sia-siakan susu premium buatanmu sendiri," goda Dewi dengan nada ceria yang sangat kontras dengan suasana tegang itu.

Dengan tangan gemetar, Bi Marni terpaksa mengambil gelas kaca itu.

Dia menatap Raka yang memelototinya dengan pandangan membunuh.

Glek. Glek.

Bi Marni menelan dua tegukan susu itu dengan mata terpejam erat.

Pffft!

Detik berikutnya Bi Marni menyemburkan susu itu ke lantai dan terbatuk-batuk dengan sangat hebat.

"Uhuk, uhuk! Air, minta air!" teriak Bi Marni sambil memegangi tenggorokannya yang terasa sangat perih dan asin.

Wajahnya merah padam dan dia terlihat seperti orang yang mau muntah.

Raka melangkah maju mendekati Bi Marni dengan aura gelap yang sangat menakutkan.

"Apa yang kau masukkan ke dalam minuman anakku, Marni?" tanya Raka dengan suara berbisik yang mengancam nyawa.

Bi Marni langsung menjatuhkan dirinya ke lantai, bersujud tepat di depan kaki Raka.

"Maafkan saya Tuan! Saya mengaku salah!" ratap Bi Marni sambil menangis tersedu-sedu.

"Saya hanya memasukkan banyak garam, saya tidak bermaksud menyakiti Tuan Muda!"

"Saya cuma ingin Nona Dewi terlihat tidak becus mengurus anak agar Anda memecatnya!"

Bram yang berdiri di belakang Raka ikut mengepalkan tangannya menahan amarah mendengar pengakuan licik itu.

Dewi bersedekap dada sambil menatap sinis wanita tua yang sedang menangis di lantai itu.

"Kau bohong Bi, bukan cuma garam kan?" tembak Dewi telak.

"Tuan Raka, kau bisa membawa sisa susu itu ke laboratorium. Aku yakin ada campuran obat pencaharnya juga."

Bi Marni semakin gemetar mendengar tebakan Dewi yang seratus persen akurat.

"A-ampun Tuan, ampun! Saya khilaf!" jerit Bi Marni semakin histeris.

Raka menendang pelan bahu Bi Marni agar wanita itu menjauh dari sepatunya.

"Kau berani menggunakan anakku sebagai alat untuk permainan kotor di rumah ini?"

"Bram, hubungi pihak keamanan. Seret wanita ini ke pos satpam."

"Dan pastikan dia tidak mendapatkan uang pesangon sepeser pun karena mencoba meracuni anakku," perintah Raka dengan kejam.

"Baik, Tuan Raka," jawab Bram dengan sigap dan langsung menarik lengan Bi Marni secara paksa.

"Tuan Raka, tolong beri saya kesempatan kedua! Saya sudah bekerja di sini bertahun-tahun!" teriak Bi Marni saat diseret keluar ruangan.

Raka sama sekali tidak mempedulikan teriakan itu dan hanya menatap jijik ke arah genangan susu di karpet mahal miliknya.

Ding!

[Misi Harian Selesai!]

[Selamat! Tuan Putri berhasil menyingkirkan hama berbahaya dari mansion!]

[Hadiah ditransfer: Poin Kasih Sayang +20 dan Item Mata-Mata Tak Kasat Mata disimpan di Inventori!]

Dewi tersenyum puas dalam hati.

Satu musuh tumbang, langkahnya di rumah mewah ini akan semakin mudah ke depannya.

"Maafkan aku, Nona Dewi. Aku tidak menyangka pelayan lamaku akan bertindak sejauh itu."

Suara Raka memecah lamunan Dewi, dan anehnya, suara pria itu tidak sedingin biasanya.

Dewi menoleh dan melihat Raka sedang menatapnya dengan pandangan penuh rasa terima kasih yang disembunyikan.

"Tidak masalah Bos, aku sudah biasa menghadapi orang licik di jalanan," jawab Dewi santai.

"Untung saja aku punya penciuman yang tajam, jadi anakmu aman dari diare hari ini."

Raka berjalan mendekati karpet tempat Elvan bermain dan ikut berjongkok di sebelah Dewi.

Dia mengusap rambut Elvan dengan lembut, menyalurkan rasa lega yang luar biasa di dadanya.

"Sebagai permintaan maafku atas kelalaian pihak keamananku, kau boleh meminta satu hal dariku hari ini."

"Katakan apa saja, aku akan mengabulkannya," tawar Raka dengan nada serius.

Mata Dewi langsung berbinar cerah seperti lampu sorot stadion melihat peluang emas ini.

"Satu permintaan apa saja? Kau yakin Bos tidak akan menyesal?" tanya Dewi memastikan.

Raka mengangguk mantap tanpa keraguan sedikit pun di wajah angkuhnya.

"Aku adalah Raka Mahardika, aku tidak pernah menarik kembali kata-kataku."

Dewi menyeringai jahil dan menatap tepat ke manik mata Raka.

"Kalau begitu, naikkan gaji bulananku menjadi seratus lima puluh juta, bagaimana?"

Raka terdiam sejenak, wajahnya kembali datar tanpa ekspresi.

"Dasar wanita mata duitan yang tidak pernah puas," gumam Raka pelan sambil memutar bola matanya.

"Bram akan mengurus kontrak barumu nanti sore," lanjut Raka akhirnya sambil berdiri dan berjalan menuju ruang kerjanya.

Dewi melompat kegirangan dan memeluk Elvan dengan sangat erat.

"Yes! Kita kaya raya sayang! Mama bisa beli pabrik sepatu kalau begini terus!" teriak Dewi kegirangan.

Elvan ikut bertepuk tangan meniru kebahagiaan wanita yang kini menjadi dunia kecilnya itu.

Di dalam ruang kerjanya, Raka duduk bersandar mendengarkan tawa Dewi yang menggema sampai ke ruangannya.

Sebuah senyum tipis tanpa sadar terukir di bibir pria yang terkenal tidak punya perasaan itu.

1
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
Adelina Lin
thor, kalau gk salah yang punya group lentera itu keluarganya ayodhya, bukan Raka Mahardika 🤭
kiyoe: heheh iyaa kak maaf yaa 🙏🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marni durjana ternyata jadi mata2,hajar saja itu nenek peot
Dewiendahsetiowati
bikin mereka melongo dengan masakanmu Dewi🤣🤣
kiyoe: pastinya dong kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!