Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.
Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.
Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.
Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.
Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09. Arsen ke kafe
.
Lelah mencari, berkeliling kota dan sama sekali tidak mendapatkan hasil, akhirnya Arsen membelokkan mobilnya memasuki sebuah kafe yang cukup ramai di kawasan pusat kota. Ia tidak benar-benar ingin bertemu siapa pun. Hanya saja, setelah berkeliling tanpa tujuan selama hampir dua jam, ia merasa kepalanya semakin penuh. Ia membutuhkan tempat untuk berhenti sejenak.
Begitu masuk, Arsen langsung melihat beberapa orang yang sudah dikenalnya sejak lama. Mereka adalah teman-temannya sesama pengusaha muda yang kebetulan sedang berkumpul di salah satu meja. Mereka pun mengetahui pernikahan Arsen dengan Keira, karena pernah beberapa kali bertemu dengan perempuan itu dalam berbagai kesempatan.
“Arsen!” salah seorang dari mereka berdiri dan melambaikan tangan. “Sini, gabung.”
Arsen hanya mengangguk lalu berjalan menghampiri mereka. Pria itu duduk dan memesan minuman tanpa banyak kata. Karena sejak tadi pikirannya masih dipenuhi wajah Keira dan percakapannya dengan pemilik kontrakan tadi.
Gelas di hadapannya beberapa kali ia angkat, tetapi hanya sedikit yang diminumnya. Selebihnya, pria itu lebih banyak diam dengan wajah murung sambil menatap kosong ke arah meja.
Sikap Arsen yang berbeda dari biasanya itu tentu saja tidak luput dari perhatian teman-temannya.
David yang duduk di sebelahnya akhirnya menyenggol lengannya pelan. “Ada apa sih, Bro? Bukannya sebentar lagi mau nikah dengan anak pengusaha kaya? Kok mukamu lecek kayak gitu?”
Arsen menghela napas pelan lalu mengangkat wajah dan menatap David dengan sorot mata yang jauh dari biasanya.
“Keira pergi dari rumah,” jawabnya dengan suara yang terdengar begitu lemah.
Obrolan di meja itu langsung sedikit mereda. Semua orang yang ada di sana hanya saling pandang dengan teman yang ada di sampingnya.
“Sudah berhari-hari dia nggak pulang,” lanjut Arsen sambil memainkan gelas di tangannya hingga bongkahan es kristal yang berada di dalam gelas itu menimbulkan bunyi kecil berirama. “Dan tadi sore ada pengacara yang datang mengantarkan surat perceraian.”
“Uhuk! Uhuk!”
Salah seorang temannya yang sedang minum spontan tersedak. Ia buru-buru meletakkan gelasnya sambil menepuk-nepuk dada.
“Apa?” tanyanya setelah berhasil mengatur napas. “Aku nggak salah dengar, kan? Istrimu minta cerai?”
Arsen menggeleng pelan. “Aku juga nggak mengerti.”
“Kok bisa? Bukannya istrimu itu sejak dulu bucin banget sama kamu?” David ikut menyela dengan wajah tidak percaya. “Kalian sudah menikah bertahun-tahun. Kok bisa tiba-tiba dia minta cerai?”
Arsen kembali menghela napas. “Aku pikir dia pergi cuma karena ngambek. Lalu setelah tenang beberapa hari lagi juga pulang.” pria itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan, “Tapi surat perceraian itu benar-benar datang. Dan kalian tahu tidak siapa yang mengantar surat cerai itu?”
Semua temannya yang berada di sana menggelengkan kepala.
Arsen menatap wajah mereka satu persatu sebelum kemudian berkata, “Pengacara Naufal Baskara!”
“Apa? Yang bener?” Mereka semua serempak tidak percaya.
“Iya.” Arsen menganggukkan kepalanya. “Pengacara kondang itu yang menangani kasus gugatan dari Keira. Dan kalau aku nggak menandatangani, pengacara itu bilang mereka akan melanjutkan gugatan ke pengadilan.”
Mendengar itu, beberapa orang di meja tersebut saling pandang. Mereka benar-benar tidak menyangka masalah rumah tangga Arsen sudah sampai sejauh itu.
Namun suasana yang semula serius tiba-tiba berubah ketika salah seorang dari mereka tertawa.
“Memangnya bisa apa istrimu yang miskin itu?” katanya sambil terkekeh. “Gaya-gayaan minta cerai segala. Memangnya dia punya apa di luar sana?”
Arsen langsung menoleh. Tatapan matanya berubah dingin. Pria itu tidak suka ada yang menghina Keira, tetapi ia juga tidak mengatakan apa-apa sebagai pembelaan.
Kenyataannya ucapan itu tidak berbeda jauh dengan apa yang dikatakan Marissa beberapa jam lalu. Bahkan ibunya juga begitu yakin bahwa Keira tidak akan mampu bertahan tanpa keluarga Wijaya. Darma Wijaya, ayahnya juga mengatakan hal serupa. Dan bahkan selama ini Arsen pun berpikir demikian.
Keira hanyalah seorang yatim piatu yang tidak punya orang tua apalagi keluarga besar. Tidak ada saudara yang bisa menjadi tempat bergantung. Setelah menikah dengannya, seluruh kehidupannya berada di rumah Wijaya. Lalu, kalau sekarang ia benar-benar pergi, apa yang bisa dilakukannya?
“Eh… tapi tunggu!” Glen kembali menyahut. “Kok bisa istrimu menyewa pengacara sekelas Naufal Bhaskara? Dia dapat duit dari mana untuk membayar pengacara mahal itu?”
Arsen menoleh cepat. Tiba-tiba saja pertanyaan itu juga menghantui benaknya. Hingga kemudian, pikirannya melayang kembali pada ingatan lama yang selama ini tidak pernah dianggap penting.
Ketika mereka baru menikah dan kehidupan mereka masih jauh dari sekarang, Arsen belum memiliki banyak uang. Mereka baru merintis usaha, pemasukan tidak selalu menentu, bahkan beberapa kali mereka harus benar-benar menghemat pengeluaran. Namun, ia tidak pernah mendengar Keira mengeluh.
Arsen masih ingat bagaimana perempuan itu selalu bisa mengatur kebutuhan rumah tangga mereka. Makan tetap tersedia, tagihan selalu terbayar, dan tidak pernah sekalipun Keira minta uang padanya untuk memenuhi semua kebutuhan itu. Bahkan ketika Arsen memberikan uang belanja yang terbatas, Keira selalu mampu membuatnya cukup sampai akhir bulan.
Dulu Arsen menganggap itu hal biasa. Ia tidak pernah bertanya dari mana Keira bisa mengatur semuanya. Tidak pernah berpikir dari mana perempuan itu mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan mereka. Sekarang, kenangan itu tiba-tiba muncul satu per satu menjadi sebuah pertanyaan.
Arsen menatap minuman di hadapannya tanpa benar-benar melihatnya.
“Jangan-jangan...” gumaman begitu pelan terdengar dari mulut David.
Arsen segera menoleh. “Apa?”
Begitu juga dengan teman-teman mereka yang menatap ke arah David dengan wajah penasaran.
David mengangkat wajah menatap wajah arisan seakan ragu untuk bicara. “Istri kamu… tidak jual diri, kan?”
“Jaga mulutmu!” Tiba-tiba saja Arsen berteriak marah.
“Tenang, Mas Brow,” ucap David menepuk-nepuk paha Arsen. “Itu cuma dugaanku saja. Tapi aku rasa dugaanku salah. Mana mungkin istrimu seperti itu? Dia kan bucin sama kamu?”
Arsen mengatur kembali nafasnya dengan dua tangannya yang masih terkepal. Beberapa kali tampak pria itu menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin seperti yang diduga oleh David. Istrinya tidak seperti itu. Sepanjang yang ia kenal Keira sangat baik dan menjaga kehormatan. Tidak pernah ada gelagat istrinya itu bermain mata dengan pria lain.
Tetapi pertanyaan itu sudah terlanjur terdengar. Dan tanpa pria itu sadari, setiap kata yang baru saja meluncur dari mulut David, perlahan seperti virus yang menjalar menyerap ke seluruh aliran darahnya.
Selama ini, dari mana Keira mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka? Sebuah pertanyaan yang awalnya terdengar begitu sederhana itu tiba-tiba terasa begitu besar. Arsen mulai memikirkan kembali empat tahun pernikahan mereka dengan cara yang berbeda. Semakin ia mencoba menggali, semakin banyak hal kecil tentang Keira yang mulai terasa janggal.
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
🤭🤭😁😁😁
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
up lagi thor 🤭🙏