NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Leluhur Ye menarik napas panjang, menelan seluruh sisa harga diri dan kebanggaannya sebagai pendiri kota.

"Saya mengerti. Mulai hari ini, jiwa tua ini akan mengabdi kepadamu, Tuan Yang Zhen," ucap Leluhur Ye dengan nada penuh hormat.

"Saya akan menjadi pelayan setiamu dan membagikan seluruh rahasia benua utara yang saya ketahui."

Yang Zhen tersenyum puas mendengar sumpah kesetiaan tersebut.

"Bagus. Setidaknya telingaku tidak perlu lagi mendengar ceramah usangmu itu," balas Yang Zhen menyarungkan pedang barunya ke punggung.

Namun, tepat setelah Yang Zhen menyarungkan pedangnya, sebuah anomali terjadi pada sosok Leluhur Ye.

Syuut syuut.

Tubuh transparan pria tua itu tiba-tiba berkedip-kedip layaknya nyala lilin yang tertiup angin kencang.

Bagian kaki fiktifnya mulai memudar dan berubah menjadi serpihan cahaya putih yang perlahan menghilang ke udara.

"T-Tuan... sepertinya ada masalah besar," ucap Leluhur Ye menatap kakinya yang mulai lenyap dengan wajah panik.

"Jiwaku tidak bisa mempertahankan bentuknya lagi."

Su Lin mendengus pelan dan menyilangkan tangannya di depan dada.

"Tentu saja jiwamu memudar, Kakek Bodoh," ucap Su Lin memutar bola matanya dengan malas.

"Jangkar spiritualmu selama ratusan tahun adalah pedang berkarat itu."

Gadis berambut biru itu menunjuk ke arah punggung suaminya dengan dagunya.

"Sekarang setelah suamiku memutus koneksi pedang itu dari energi kolam darah, jiwamu kehilangan sumber makanannya."

Leluhur Ye menepuk dahi transparannya dengan raut wajah sangat putus asa.

"Ini adalah akhir yang sangat konyol," keluh Leluhur Ye pasrah.

"Baru saja aku mendapatkan majikan baru yang jenius, aku justru harus menghilang selama-lamanya sepuluh detik kemudian."

Sisa jiwa pendiri kota itu memejamkan matanya, bersiap untuk kembali ke ketiadaan alam semesta.

"Saya mohon pamit, Tuan Yang Zhen," pamit Leluhur Ye dengan nada sedih.

"Tolong jaga kota yang telah saya bangun ini dengan baik."

Yang Zhen mendengus kasar dan melangkah maju mendekati jiwa yang sedang memudar tersebut.

"Siapa yang mengizinkanmu mati, Pelayan Tua?" bentak Yang Zhen dengan nada sangat otoriter.

"Kau sudah terikat taruhan denganku. Nyawa dan jiwamu adalah milikku sepenuhnya."

Pemuda itu merentangkan tangan kirinya dan memusatkan gravitasi untuk mengurung sisa jiwa Leluhur Ye di dalam sebuah bola tekanan udara.

Wush.

Serpihan cahaya putih yang tadinya berterbangan kini tertahan di dalam bola gravitasi tersebut, mencegah jiwa itu memudar sepenuhnya.

"A-apa yang kau lakukan, Tuan?" tanya Leluhur Ye dari dalam bola transparan itu.

"Kau tidak bisa mengurung jiwa yang kehilangan jangkar fisiknya selamanya. Ini hanya akan menunda kematianku beberapa jam saja."

Yang Zhen tersenyum iblis dan menurunkan tangannya perlahan.

"Aku tahu itu," jawab Yang Zhen dengan tatapan penuh perhitungan.

"Itulah sebabnya aku akan membuatkan jangkar fisik yang baru untukmu malam ini juga."

Su Lin mengerutkan keningnya, mencoba mencerna maksud dari ucapan suaminya.

"Kau ingin mencarikan mayat segar agar kakek ini bisa melakukan reinkarnasi paksa?" tebak Su Lin dengan nada sedikit jijik.

"Itu sihir hitam yang sangat kotor, Yang Zhen."

Yang Zhen tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya merespons tebakan istrinya.

Hahaha.

"Aku tidak akan menggunakan mayat busuk untuk pelayan pribadiku, Istriku," balas Yang Zhen menyilangkan tangannya.

"Mayat manusia terlalu lemah dan mudah hancur."

Pemuda itu menatap bola jiwa Leluhur Ye dengan mata yang memancarkan ambisi seorang pencipta.

"Kita masih memiliki banyak sisa baja spiritual dari rumah lelang kemarin, bukan?" tanya Yang Zhen tanpa mengharapkan jawaban.

"Aku akan menggunakan Tungku Pelebur Kosong untuk menempa sebuah wadah tubuh yang terbuat dari baja murni."

Leluhur Ye ternganga dari dalam bola penjaranya.

"Kau ingin memasukkan jiwaku ke dalam sebongkah besi?!" protes Leluhur Ye merasa sangat dihinakan.

"Aku adalah pendiri kota yang agung! Bagaimana mungkin aku hidup sebagai patung logam yang kaku?!"

Yang Zhen hanya mendengus meremehkan dan berbalik berjalan menuju lorong keluar.

"Berhentilah mengeluh, Pelayan Tua," perintah Yang Zhen tanpa menoleh ke belakang.

"Tubuh baja itu tidak akan bisa menua, tidak butuh makan, dan memiliki pertahanan mutlak yang jauh melampaui tubuh manusiamu dulu."

Pemuda itu melangkah masuk ke dalam lorong keemasan dengan langkah penuh kemenangan.

"Ayo kembali ke atas, Su Lin," ajak Yang Zhen dengan santai.

"Kita punya proyek pandai besi yang sangat menarik untuk dikerjakan sebelum matahari terbit."

Malam itu, di kedalaman ruang bawah tanah yang paling mematikan, logika alam semesta kembali ditundukkan oleh arogansi seorang pemuda.

Leluhur Ye Chen harus menerima kenyataan pahit bahwa kehidupannya yang baru tidak akan pernah sama lagi di bawah kendali majikan lalim tersebut.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!