Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?
Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 30
Bau amis darah purba yang menguar dari kerongkongan Su Kuang menyebar ke seluruh halaman Paviliun Awan Emas, begitu pekat dan busuk hingga membuat api yang membakar tiang-tiang kayu berubah warna menjadi merah kehitaman.
Di atas lantai balkon, tubuh Su Kuang mengejang hebat. Pembuluh darah di seluruh kulitnya menonjol keluar seperti akar pohon mati yang menghitam, sementara matanya melotot kehilangan akal sehat saat kekuatan keji dari Pil Darah itu meledak di dalam Dantiannya mendorong paksa auranya melampaui tahap Awal menuju puncak Foundation Establishment!
"Hahaha! Kalian ingin mengadiliku?! Hari ini, aku akan menyeret kalian semua ke neraka bersamaku!!" raung Su Kuang dengan suara berlapis yang terdengar seperti geraman binatang buas.
Namun, tidak ada seorang pun yang mundur.
Di samping tubuh Qin Mu yang terbaring bersimbah darah, kakek tua berpakaian rami kasar itu telah kehilangan seluruh senyum main-main di wajahnya.
Angin malam di seluruh Kota Provinsi Cangzhou mendadak mati. Suhu udara turun drastis, bukan karena Qi es, melainkan karena tekanan tak kasat mata yang menahan dirinya di ambang batas ledakan.
Mata tua kakek itu menyipit tajam menatap uap merah kehitaman yang keluar dari mulut Su Kuang. Ingatannya terlempar kembali ke ratusan tahun silam, ke sebuah medan perang kelam di mana langit terbelah dan puluhan kultivator terkuat di benua ini berguguran.
"Aroma busuk ini..." suara nya terdengar sangat pelan, namun setiap suku katanya membuat ruang di sekitar balkon bergetar halus. "Pil Darah yang dimurnikan dari esensi jantung manusia hidup... warisan dari Iblis Darah."
Di atas langit, pusaran awan tempat suara Leluhur Su Yang berada pun mendadak bergemuruh hebat, menunjukkan keterkejutan yang sama besarnya.
"Ratusan tahun lalu, kami semua para tulang tua dari penjuru dunia harus mempertaruhkan nyawa untuk mengepung Iblis Darah itu," desis Xiao Beichen dingin, kilatan amarah yang mengerikan melintas di pupil matanya. "Kami bahkan tidak sanggup membunuhnya sampai tuntas dan hanya bisa mengorbankan urat spiritual kuno untuk menyegelnya di bawah tanah. Aku tidak menyangka... hari ini masih ada kutu-kutu Iblis Darah rendahan yang lolos dari celah segel dan berani menyebarkan pil menjijikkan ini lagi di depan mataku!"
Mendengar kalimat itu, wajah Su Tian ayah Su Ruyan sekaligus Kepala Keluarga Utama Keluarga Su berubah sangat suram.
Su Tian menatap adiknya sendiri, Su Kuang, yang kini telah berubah menjadi monster haus darah yang kehilangan kewarasannya. Tidak ada lagi kemarahan yang meledak-ledak di mata Su Tian, hanya kekecewaan yang dingin dan kesedihan seorang pemimpin keluarga yang harus memotong daging busuknya sendiri.
Su Tian menghela napas panjang.
"Su Kuang... bekerja sama dengan Sekte Bayangan Darah saja sudah merupakan pengkhianatan besar, namun kau bahkan berani menelan pil terlarang dari Iblis Darah yang menjadi musuh seluruh umat manusia," ucap Su Tian dengan suara berat dan berwibawa. "Jika aku membawamu kembali ke Aula Leluhur dalam wujud ini, kau hanya akan mengotori makam para pendahulu Keluarga Su."
"Kakak Pertama! Mati kau!!"
Su Kuang yang telah kehilangan akal sehatnya melompat menerjang ke arah Su Tian dengan cakar yang diselimuti kabut darah korosif!
Su Tian tidak bergeser sedikit pun dari tempatnya berdiri. Sebagai Kepala Keluarga Utama dari klan raksasa yang didukung oleh leluhur tingkat tinggi, kekuatannya berada jauh di atas cabang daerah.
Tangan kanan Su Tian terangkat ke udara. Sebuah sempoa emas kuno muncul melayang di belakang punggungnya, berputar cepat memancarkan ribuan aksara rune keemasan yang menyilaukan malam.
"Teknik Leluhur Keluarga Su — Timbangan Emas Penghancur Karma!"
DUAAAAR—!
Su Tian menekan telapak tangannya ke bawah. Sebuah telapak tangan cahaya emas raksasa yang padat dan agung turun dari langit bagaikan gunung suci, langsung menghantam tubuh Su Kuang di tengah udara!
Di hadapan jurang kekuatan yang mutlak, lonjakan kekuatan dari Pil Darah rendahan itu sama sekali tidak berarti.
"TIDAAAK—!!"
Jeritan Su Kuang terputus seketika. Cahaya emas murni dari Teknik Leluhur itu tidak hanya meremukkan tulang dan daging Su Kuang, tetapi juga membakar habis setiap tetes energi Pil Darah yang kotor di dalam tubuhnya hingga menguap menjadi abu putih yang bersih, memusnahkan sang paman pengkhianat tanpa menyisakan jejak sedikit pun di dunia ini!
Di halaman bawah, sisa-sisa pengawal pemberontak dari Cabang Pertama langsung menjatuhkan senjata mereka dan bersujud gemetar di atas tanah, menunggu pengadilan.
Di atas balkon yang kini sunyi, Xiao Beichen mengembuskan napas pelan. Ketajaman mengerikan di matanya perlahan kembali tersembunyi di balik tatapan orang tua yang malas dan acuh tak acuh.
Ia mendongak kembali ke arah pusaran awan di langit malam.
"Hei, Tua Bangka Su Yang," panggil Xiao Beichen tanpa basa-basi.
Dari balik awan tinggi di langit, suara tua Leluhur Su Yang langsung menyahut dengan nada serius yang kehilangan seluruh nada bercandanya, "Aku mengerti."
Tidak perlu penjelasan panjang di antara dua monster tua yang telah hidup ratusan tahun dan pernah melewati era peperangan yang sama itu. Kemunculan kembali Pil Darah di tangan Sekte Bayangan Darah dan pengkhianat Keluarga Su adalah pertanda bahwa segel kuno tempat Iblis Darah dikurung mulai mengalami kebocoran, dan ada tangan besar yang sedang bergerak di balik bayangan.
Setelah hening sejenak, suara Leluhur Su Yang kembali bergema dari balik awan, kali ini terdengar sedikit curiga.
"Ngomong-ngomong, Orang Tua Gila... urusan keluargaku sudah selesai. Lalu kau sendiri mau apa masih berdiri di sana? Kau mau apa dengan bocah murid Akademi Kekaisaran yang sedang sekarat di dekat kakimu itu?"
Xiao Beichen menunduk, menatap Qin Mu yang masih bertahan di ambang kesadaran dengan mata setengah tertutup dan napas berderak penuh darah.
Sambil menyeringai lebar memperlihatkan giginya yang masih rapi, Xiao Beichen menepuk-nepuk bahunya sendiri. "Bocah ini punya tulang yang keras dan nyali yang cocok dengan seleraku. Mulai malam ini, aku akan membawanya ikut denganku."
Di langit, awan hitam itu bergetar pelan seolah Leluhur Su Yang sedang mendengus tak habis pikir.
"Huh! Dasar orang tua gila yang selalu berbuat sesuka hatinya! Bocah itu baru saja masuk ke buku induk Akademi Kekaisaran dua hari lalu dan membuat keributan besar. Kalau kau menculiknya begitu saja malam ini, apa kau tidak takut mengundang kemarahan Kekaisaran Tianhe?"
Mendengar kata Kekaisaran, Xiao Beichen justru mengorek kupingnya sambil mencibir jijik.
"Kekaisaran? Maksudmu si bocah Tian Dao yang duduk di kursi naga itu?" Xiao Beichen tertawa terbahak-bahak dengan nada menghina yang sama sekali tidak disembunyikan. "Kaisar bocah itu takkan berani kentut sedikit pun di depanku! Jangankan melawanku... dulu waktu melawan murid perempuanku saja dia hampir mati dipukuli sampai harus merangkak pulang!"
Begitu kata murid perempuanku terucap dari mulutnya sendiri, tawa Xiao Beichen mendadak terhenti selama sepersekian detik.
Ada bayangan luka lama yang sangat dalam dan sunyi melintas di mata tua sang leluhur Sekte Awan Langit itu mengingat sosok gadis keras kepala yang menghilang tanpa jejak dan meninggalkan cangkir teh dingin di mejanya bertahun-tahun silam. Ia sama sekali belum menyadari bahwa pemuda empat belas tahun yang sedang terbaring berlumuran darah tepat di bawah kakinya saat ini adalah darah daging dari murid perempuan yang paling ia sayangi tersebut.
Di balik awan, Leluhur Su Yang juga langsung terdiam saat mendengar penyebutan murid perempuan itu. Ia tahu betul betapa mengerikannya kemarahan Xiao Beichen jika masa lalu itu diungkit.
"...Dasar orang tua gila," gumam Leluhur Su Yang akhirnya sambil menghela napas panjang. "Terserah kau saja. Su Tian, bawa Ruyan kembali sekarang. Kita masih punya banyak sampah di dalam keluarga yang harus dibersihkan malam ini."
Di balkon, Su Tian membungkuk dalam-dalam dengan penuh rasa hormat ke arah Xiao Beichen. "Terima kasih kepada Senior Agung karena telah menyelamatkan nyawa putri saya malam ini. Keluarga Su akan mengingat budi ini."
Su Tian melangkah menghampiri Su Ruyan dan memapah bahu putrinya yang terluka.
Namun saat tubuhnya diangkat menuju celah lorong ruang keemasan yang terbuka kembali di udara, langkah kaki Su Ruyan tertahan. Gadis itu menoleh ke belakang, menatap sosok Qin Mu yang terbaring pucat di antara puing-puing batu.
Ingatan tentang bagaimana pemuda dingin yang awalnya hanya ia sewa dengan dua puluh Batu Roh itu menerobos malam sendirian, melemparkan kepala Wei Tian demi membela harga dirinya, dan berdiri merentangkan tangan menerima hantaman mematikan dari dua ahli Foundation Establishment hingga tulangnya hancur di depannya... membuat jantung Su Ruyan berdenyut perih.
Untuk pertama kalinya dalam hidup gadis pedagang yang selalu menghitung segala sesuatu dengan untung dan rugi itu, ada perasaan hangat sekaligus menyakitkan yang tumbuh diam-diam di dasar hatinya perasaan yang tidak lagi bisa diukur dengan kepingan Batu Roh mana pun.
"Qin Mu..." bisik Su Ruyan lirih, tangannya mengepal erat di dada saat matanya bertemu dengan tatapan redup pemuda itu untuk terakhir kalinya malam ini. "Tetaplah hidup. Saat kita bertemu lagi nanti... aku pastikan Paviliun Awan Emas akan cukup kuat untuk berdiri di belakangmu."
Su Ruyan ikut membungkuk hormat kepada Xiao Beichen, sebelum akhirnya lorong ruang keemasan itu menutup dan membawa pergi dirinya beserta ayahnya kembali ke Ibu Kota.
Kini, di balkon Paviliun Awan Emas yang hancur dan dikelilingi keheningan malam, hanya tersisa Xiao Beichen dan Qin Mu.
Xiao Beichen berdiri sambil bertolak pinggang. Ia melirik ke arah langit timur laut lurus menuju letak Istana Kekaisaran Tianhe yang berjarak ribuan li jauhnya.
Sebagai penguasa yang berada di puncak dunia kultivasi, Xiao Beichen tahu bahwa sesaat setelah keributan di Akademi Kekaisaran dan Kota Cangzhou meledak malam ini, mata dan telinga dari takhta kekaisaran pasti sudah mengarah ke provinsi ini.
Xiao Beichen menarik napas sedikit, lalu mengirimkan Transmisi Suara Qi miliknya yang dilapisi hukum ruang melesat menembus ribuan li langit malam bak kilatan petir tak kasat mata, langsung menembus formasi pelindung Istana Kekaisaran dan bergema tepat di dalam Aula Naga tempat Kaisar Tian Dao sedang berdiri menatap peta perbatasan!
"Hei, Bocah Tian Dao!" suara Xiao Beichen menggema santai di telinga sang Kaisar. "Murid baru di akademimu yang bernama Qin Mu ini hampir mati karena ulah tikus-tikus di wilayahmu. Mulai hari ini, aku akan pinjam anak muda ini untuk ikut denganku!"
Di pusat Kekaisaran yang jauh di sana, keheningan menyelimuti Aula Naga selama beberapa detik.
Tak lama kemudian, terdengar balasan suara seorang pria paruh baya yang sangat agung dan penuh wibawa kekaisaran, namun diwarnai oleh helaan napas panjang yang tak berdaya:
"Senior Xiao... Anda berteriak langsung ke dalam istana saya di tengah malam. Setidaknya, berikanlah saya sedikit kehormatan sebagai seorang Kaisar di tanah ini."
Xiao Beichen mendengus geli sambil menyilangkan tangannya di dada.
"Kehormatan?" balas Xiao Beichen tanpa ampun. "Kalahkan saja dulu murid perempuanku dalam seratus jurus tanpa memuntahkan darah, baru aku akan mempertimbangkan untuk mengabulkan keinginanmu itu!"
Di ujung sana, Kaisar Tian Dao langsung terdiam seribu bahasa.
Bayangan sebilah pedang masa lalu milik seorang wanita yang pernah membelah mahkota emasnya masih membekas jelas di benak sang penguasa kekaisaran. Melawan muridnya saja ia sudah kewalahan, apalagi berurusan dengan gurunya yang tidak mengenal aturan dan tidak tahu malu ini!
"...Bawa saja anak itu, Senior," suara Kaisar Tian Dao akhirnya kembali terdengar, kali ini jauh lebih lunak dan bijaksana. "Investigasi di Akademi Kekaisaran malam ini memang menunjukkan adanya kelalaian dari pihak kami. Setidaknya, merupakan sebuah berkah besar bagi anak muda itu jika ia bisa belajar dan bertahan hidup di bawah bimbingan Senior."
Xiao Beichen tersenyum puas dan langsung memutuskan sambungan suaranya.
Ia kemudian menjentikkan jarinya ke arah langit barat, menarik seberkas bayangan hitam yang sejak tadi berlari kencang dari arah Akademi Kekaisaran Klone Bayangan Qin Mu yang telah menyelesaikan tugasnya bersama Han Lie dan Mo Cang agar melesat masuk melewati jendela balkon dan melebur kembali ke dalam tubuh asli Qin Mu!
Di lantai batu, Qin Mu merasakan klonenya kembali menyatu ke dalam dadanya, membawa kabar batin bahwa Han Lie, Instruktur Yan Zhen, dan Bai Shuang telah selamat dari malam berdarah di akademi.
Semua ancamannya malam ini telah hancur. Orang-orang yang ingin membunuhnya telah berubah menjadi abu, dan sekutunya telah aman.
Dengan lepasnya ketegangan terakhir yang sejak tadi menahan jiwanya agar tidak runtuh, rasa sakit yang luar biasa dari tulang-tulangnya yang retak dan organ dalamnya yang terluka akhirnya menenggelamkan kesadaran Qin Mu.
Pandangan mata hitam pemuda itu perlahan meredup, melihat tangan keriput Xiao Beichen yang terulur mengangkat tubuhnya dari antara puing-puing batu bagaikan mengangkat sehelai daun ringan, sebelum akhirnya kegelapan yang tenang menelan kesadaran Qin Mu sepenuhnya.
Pemuda itu jatuh pingsan meninggalkan Kota Provinsi Cangzhou di belakangnya.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.
Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.
TERIMA KASIH.... ✌️
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.
Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.
TERIMA KASIH.... ✌️