NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Syarat.

Cinta Tanpa Syarat.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: atikah@72

sejak lahir, dia tak sempurna.
ibunya ditinggalkan pergi oleh sang ayah, saat ia masih dalam kandungan.

sang ibu mengandung seorang diri, karena bapaknya pergi mencari nafkah dan biaya persalinan sang ibu.

sampai ia lahir ayahnya tak menghendakinya dan datang membawa madu untuk ibunya.
sejak lahir penduduk desa mengatakannya pembawa petaka, karena ia lahir tak sempurna. kini ia hidup berdua bersama sang ibu.

sementara sang ayah pergi dengan wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon atikah@72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Terakhir Dirumah Bintang

Lampu 10 motor trail merah itu makin dekat di padang sabana Kolorai yang sudah gelap jam 7 malam.

Angin timur kencang bawa debu, bawa bau bensin motor trail itu.

Di Rumah Bintang kayu jati, Sari masih bed rest di dipan, hamil 3 bulan 1 minggu bekas pendarahan, gendong Bintang yang baru sembuh demam.

Johan pegang tongkat kayu jati, berdiri di depan pintu rumah yang berderit itu. Mama Leni pegang cek 100 juta asli dari Ibu Ani Jakarta, takut cek itu dibakar.

20 warga Kolorai yang tadi datang bawa spanduk "Kami Saksi Bintang Diculik" masih di depan Rumah Bintang, belum pulang. Mereka lihat 10 lampu motor trail itu, langsung panik.

Pak Kepala Desa Kolorai teriak, "Bu Sari! Itu motor PT Nikel! 10 motor! Mereka mau apa malam-malam? Mau bakar rumah?"

Pak Frans, pengacara gratis yang rambut putih itu, langsung ambil HP-nya, telpon Polres Waingapu, "Halo Polres! Ada percobaan pembakaran rumah warga Kolorai oleh PT Nikel! 10 motor! Tolong datang!"

Tapi Polres Waingapu jauh, 35 km jalan tanah berbatu, butuh 1 jam.

10 motor trail itu berhenti 50 meter dari Rumah Bintang, buat lingkaran di sabana, lampu motor semua sorot ke Rumah Bintang kayu jati itu, seperti mau interogasi.

Orang kacamata hitam yang menculik Bintang itu turun dari motor pertama, kali ini tidak pakai jas, tidak pakai kemeja putih, pakai jaket hitam lagi, bawa jerigen bensin!

Dia teriak dari jauh, suaranya dibawa angin timur,

"Bu Sari! Pak Johan! Kami kasih kesempatan terakhir malam ini! Tanda tangan jual tanah 2 hektar 50 juta malam ini juga, kasih Bintang ke Dinas Sosial besok pagi, kami kasih 135 juta cash lagi, plus kami batalkan gugatan 200 juta! Kalau tidak..."

Dia angkat jerigen bensin itu tinggi-tinggi, biar semua warga Kolorai lihat!

"Kalau tidak, Rumah Bintang kayu jati ini, yang dibangun pakai darah 750 cc dan koma 11 hari itu, akan jadi abu malam ini! Kami bakar! Karena tanah sengketa ini sudah kami gugat, jadi kalau rumahnya kebakar, bukan salah kami, salah angin timur sabana! Pilih Bu! 135 juta atau jadi abu!"

20 warga Kolorai teriak marah, "JANGAN BAKAR! INI RUMAH BINTANG! BINTANG ANAK AJAIB KOLORAI!"

Tapi 10 orang dari motor trail itu turun, semua pakai helm hitam, bawa kayu, bawa batu, mau serbu Rumah Bintang!

Johan yang lumpuh dengan tongkat kayu jati itu berdiri di depan pintu Rumah Bintang, cuma 1 orang lawan 10 orang!

"JANGAN BAKAR RUMAH ANAK SAYA! RUMAH INI DIBANGUN PAKAI DARAH ISTRI SAYA!

KALAU MAU BAKAR, BAKAR SAYA DULU!" Johan teriak, tongkatnya diangkat tinggi, meskipun kakinya lumpuh gemetar.

Sari yang bed rest di dipan, dengar itu, mau berdiri, tapi Bu Dokter Rina tahan, "Bu Sari jangan berdiri! Janin Ibu!"

Tapi Sari tidak peduli, Sari berdiri dengan perut hamil pendarahan itu, gendong Bintang, keluar dari Rumah Bintang kayu jati, berdiri di samping Johan yang lumpuh itu!

Dua orang, 1 hamil pendarahan tanpa sandal, 1 lumpuh dengan tongkat, gendong anak 1 tahun yang dulu dibilang kutukan, berdiri di depan Rumah Bintang mau dibakar 10 orang!

Sari teriak, suaranya lebih keras dari angin timur sabana, lebih keras dari 10 motor trail itu,

"BAKAR! BAKAR RUMAH INI! TAPI DENGAR! RUMAH BINTANG INI BUKAN CUMA KAYU JATI! INI DARAH SAYA 750 CC!

INI KOMA SAYA 11 HARI! INI

JALAN KAKI SAYA 5 KM BERDARAH GENDONG BINTANG KE PUSKESMAS!

KALAU KALIAN BAKAR, ABU RUMAH INI AKAN TERBANG SAMPAI KE JAKARTA,

SAMPAI KE 3,5 JUTA ORANG YANG NONTON VIDEO VIRAL SAYA! DAN MEREKA AKAN TAHU PT NIKEL PEMBAKAR RUMAH ANAK CACAT!"

10 orang itu kaget, tidak sangka Sari hamil berani teriak begitu malam-malam di sabana.

Orang kacamata hitam itu marah, dia buka jerigen bensin, siram ke tanah sabana depan Rumah Bintang, bukan ke rumahnya langsung, tapi ke tanah rumput kering!

Api kecil dia nyalakan pakai korek!

Rumput kering sabana Kolorai yang musim kemarau, langsung kebakar! Api kecil jadi besar, merambat cepat karena angin timur kencang!

Api itu bukan bakar Rumah Bintang langsung, tapi bikin lingkaran api sekeliling Rumah Bintang! Kepung Rumah Bintang dengan api!

20 warga Kolorai panik, "API! API! SABANA KEBAKAR!"

Pak Frans teriak, "Mereka mau kepung dengan api biar kita tidak bisa keluar! Biar Rumah Bintang kebakar pelan-pelan!"

Api lingkaran itu makin besar, asap tebal masuk ke Rumah Bintang, Bintang yang digendong Sari batuk-batuk!

"BINTANG! MAMA! KELUAR DARI RUMAH! ASAP!" Mama Leni teriak, tarik Sari dan Johan keluar dari lingkaran api!

Tapi lingkaran api itu sudah tutup jalan keluar! Satu-satunya jalan keluar adalah lewat api!

Johan lihat api besar itu, lihat Sari hamil pendarahan gendong Bintang batuk asap, lihat Rumah Bintang kayu jati di belakang yang mulai kena asap, dan lihat cek 100 juta asli dari Ibu Ani Jakarta di tangan Mama Leni yang hampir jatuh ke api!

Dalam 1 detik, Johan buat keputusan cinta tanpa syarat yang kedua, setelah setahun lalu dia donor ginjalnya? Tidak, setelah setahun lalu dia biarkan Sari donor darah 750 cc.

Johan lempar tongkat kayu jati nya ke api! Tongkat yang sudah 10 tahun dia pakai untuk jalan!

Tongkat kayu jati itu kebakar di lingkaran api, buat jalan kecil!

"JOHAN JANGAN! TONGKATMU!" Sari teriak!

Johan tanpa tongkat, merangkak dengan lutut lumpuhnya di tanah sabana berapi, gendong Sari dan Bintang di punggungnya, merangkak lewat api kecil bekas tongkatnya yang kebakar!

Kaki Johan yang lumpuh itu kena api! Celana sarungnya kebakar!

"JOHAN KAKINYA KEBAKAR!" Warga Kolorai teriak, siram air!

Sari, Johan, Bintang, Mama Leni berhasil keluar dari lingkaran api! Jatuh di tanah sabana di luar lingkaran!

Di belakang mereka, Rumah Bintang kayu jati itu, yang dibangun pakai darah, koma 11 hari, jalan kaki 5 km berdarah, mulai kebakar pelan-pelan dari atap alang-alangnya! Karena angin bawa api lingkaran ke atap!

Atap alang-alang Rumah Bintang kebakar! Asap tebal!

"RUMAH BINTANG KEBAKAR! RUMAH BINTANG KEBAKAR!" 20 warga Kolorai teriak, ambil air dari sumur sabana yang jauh, siram pakai ember kecil!

Tapi api atap alang-alang itu cepat, karena kayu jati tua kering!

Sari lihat Rumah Bintang kebakar dari tanah sabana, sambil gendong Bintang yang batuk asap, sambil lihat Johan yang kaki lumpuhnya kebakar celana sarungnya!

Sari tidak nangis, Sari ketawa! Ketawa keras di tengah sabana kebakar!

"TERTAWA? BU SARI GILA? RUMAHNYA KEBAKAR KOK TERTAWA!" Orang kacamata hitam itu kaget lihat Sari ketawa.

Sari ketawa sambil peluk Bintang, sambil lihat Rumah Bintang kebakar,

"RUMAH BINTANG BOLEH KEBAKAR JADI ABU MALAM INI!

TAPI BINTANG TIDAK KEBAKAR! BINTANG ADA DI PELUKAN SAYA! TANAH 2 HEKTAR BOLEH DIAMBIL PT NIKEL DI PENGADILAN 7 HARI LAGI!

TAPI CINTA TANPA SYARAT SAYA UNTUK BINTANG TIDAK AKAN KEBAKAR! BINTANG DULU DIBILANG KUTUKAN MAU DIBUANG KE LAUT, SEKARANG BISA BERLARI KELUAR DARI API!

ITU YANG TIDAK BISA KALIAN BAKAR DENGAN 10 JERIGEN BENSIN!"

Warga Kolorai yang siram air ke Rumah Bintang, dengar Sari ketawa itu, ikut ketawa sambil nangis!

Api atap Rumah Bintang makin besar, tapi tiba-tiba, dari arah Waingapu, sirine polisi terdengar! 2 mobil polisi datang dengan lampu!

Polisi yang ditelepon Pak Frans tadi datang! 1 jam perjalanan!

10 motor trail PT Nikel lihat polisi datang, langsung naik motor, kabur ke padang sabana gelap! Tinggalkan jerigen bensin kosong di tanah!

Polisi datang, melihat , tapi Bu, besok pagi Dinas Sosial tetap akan datang ambil Bintang jam 8 pagi, sesuai surat panggilan, karena laporan PT Nikel bilang Ibu telantarkan Bintang, dan malam ini Ibu bawa Bintang ke dalam api, itu bisa jadi bukti penelantaran.

Jadi besok jam 8 pagi, Bintang harus ikut Dinsos ke panti asuhan Waingapu, sementara sidang tanah 7 hari lagi tetap berjalan.

1
Saint, SN
👋🏻👋🏻
atikah@72: makasih kak, sudah mampir di kolorai🙏🙏
total 1 replies
Paulus Waruwu
kak jnagan lupa mampir di akun aku juga ya
atikah@72: iya kak, salam kenal ya, moga kakak sukses selalu🫰
total 1 replies
oding's
haii ka aku mampir nih semangat yaa😍 yuk mampir jga di karya ku xixi
oding's: semangat trs yaa✨
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!