Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menembus Ruang Pengasingan dan Pertemuan dengan Sang Leluhur
Langkah kaki Tetua Agung Han bersama Bai Chen dan rombongan dewan alkemi bergerak sangat cepat menyusuri koridor bawah tanah yang dipenuhi oleh segel-segel pertahanan tingkat tinggi. Dinding koridor tersebut terbuat dari batu kristal es murni yang memancarkan cahaya biru pudar, menjaga suhu di dalam ruang pengasingan tetap berada di titik nol mutlak guna mengawetkan kestabilan energi di sekitar area meditasi para tetua agung.
Semakin dalam mereka berjalan, tekanan spiritual yang terpancar dari ujung lorong terasa semakin berat. Udara di sekitar seolah membeku, dan setiap tarikan napas menghasilkan kepulan uap putih tipis dari mulut para pengawal yang mengiringi di belakang.
Di ujung koridor, berdiri sebuah pintu perunggu kuno setinggi lima meter yang diukir dengan relief ribuan simbol naga api dan es. Di hadapan pintu tersebut, beberapa murid senior tingkat tinggi tampak berdiri mondar-mandir dengan wajah pucat kebingungan, tidak berani berbuat apa-apa selain menunggu instruksi dari dewan tetua.
"Tetua Han! Anda akhirnya datang!" seru salah seorang murid senior penjaga sambil berlari mendekat dengan napas terengah-engah. "Kondisi di dalam ruangan pengasingan semakin memburuk! Segel pelindung Grand Master Yao Chen mulai retak akibat gelombang kejut energi balik dari tungku pribadinya!"
Tetua Agung Han menganggukkan kepalanya dengan raut wajah yang diliputi kecemasan mendalam. Ia segera menoleh ke arah Bai Chen, meletakkan kedua tangan di depan dada lalu berkata dengan suara memohon, "Pengembara muda... pintu perunggu ini dikunci mati menggunakan segel darah jiwa milik Grand Master Yao Chen sendiri. Tanpa izin beliau, membuka paksa pintu ini bisa memicu ledakan energi balik yang akan merenggut nyawanya seketika. Apa... apa Anda memiliki cara untuk mengatasinya?"
Bai Chen tidak langsung menjawab. Ia melangkah maju mendekati pintu perunggu kuno tersebut, lalu menyentuhkan telapak tangan kanannya secara perlahan ke permukaan logam yang dingin.
Di dalam benaknya, sistem kosmik segera bereaksi secara otomatis. Panel hologram transparan bergaris biru langsung memetakan frekuensi getaran segel darah yang melapisi pintu tersebut.
[Ding! Memindai struktur enkripsi segel spasial tingkat lanjut...]
[Analisis selesai: Segel ini berbasis pada fluktuasi gelombang bio-spiritual berfrekuensi 72 Hertz.]
[Titik resonansi netral terdeteksi pada sudut kiri bawah relief kepala naga es.]
Bagi seorang insinyur modern, sebuah segel magis atau sistem pengamanan kuno tidak lebih dari sekadar kunci sandi elektronik yang bekerja berdasarkan prinsip resonansi frekuensi gelombang.
"Mundur setengah langkah," ucap Bai Chen tenang kepada Tetua Han dan para pengawal di sekitarnya.
Mendengar instruksi tersebut, Tetua Han dan yang lainnya segera melangkah mundur secara serempak, memberikan ruang yang cukup bagi Bai Chen.
Bai Chen memusatkan secercah esensi Void Dao di ujung jari telunjuk tangan kanannya. Dengan presisi tingkat milimeter, ia mengetukkan jarinya tepat pada titik resonansi netral di sudut kiri bawah relief kepala naga es pada pintu perunggu tersebut.
Ting!
Suara ketukan logam berdengking nyaring, disusul oleh getaran halus yang merambat ke seluruh permukaan pintu.
Clank... Whoosh!
Seketika itu juga, ribuan simbol ukiran di sepanjang pintu perunggu memancarkan cahaya biru terang sebelum akhirnya meredup padam secara bersamaan. Segel pengaman kuno itu terbuka tanpa menimbulkan suara ledakan atau hambatan apa pun! Pintu perunggu setinggi lima meter tersebut berderit pelan, membuka jalur akses langsung menuju bagian dalam ruang pengasingan pribadi Grand Master Yao Chen.
Tetua Agung Han dan para tetua alkemi di belakangnya terbelalak lebar, menatap Bai Chen dengan rasa kagum dan takjub yang hampir melewati batas nalar. Membuka segel darah jiwa leluhur tanpa kekerasan dan tanpa memicu jebakan energi adalah prestasi yang belum pernah disaksikan oleh siapa pun dalam sejarah Paviliun Pil Kuno!
"Silakan masuk," ucap Bai Chen datar, lalu melangkah lebih dulu memasuki ruang pengasingan.
Di dalam ruangan yang luas dan dipenuhi oleh aroma obat herbal yang pekat, pemandangan yang cukup mengenaskan tampak di hadapan mereka. Di tengah ruangan, duduk bersilang kaki sosok seorang lelaki tua renta berambut dan berjanggut putih sangat panjang. Pakaian putihnya robek di beberapa bagian, dan tubuhnya diselimuti oleh lapisan es tipis berwarna kehitaman akibat energi balik dari tungku alkemi yang meledak di hadapannya.
Ia adalah Grand Master Yao Chen—leluhur agung tertinggi Paviliun Pil Kuno, seorang kultivator legendaris yang berada di tingkat puncak Dao Surgawi Bintang 9!
Meskipun berada di ranah yang sangat tinggi, saat ini wajah Yao Chen tampak sangat pucat pasi. Bibirnya membiru, napasnya tersengal-sengal lemah, dan sirkulasi darah di sekujur tubuhnya tampak macet total akibat racun es yang melumpuhkan jalur meridian utamanya. Di hadapannya, sebuah tungku kecil berukuran sedang tampak mengepulkan sisa-sisa asap hitam pekat.
"Leluhur!" seru Tetua Agung Han panik, hendak berlari mendekat untuk memberikan pertolongan pertama.
"Jangan bergerak!" seru Bai Chen menahan lengan Tetua Han dengan gerakan cepat. "Jalur meridiannya saat ini berada dalam kondisi overload termal. Jika kau menyentuhnya dengan energi spiritual mentahmu sekarang, pembuluh darah di jantungnya akan pecah seketika."
Tetua Han tertegun, menghentikan langkahnya dengan tubuh gemetar ketakutan. Ia menoleh menatap Bai Chen dengan mata memohon. "Lalu... apa yang harus kita lakukan, pengembara muda? Selamatkan beliau... mohon selamatkan beliau!"
Bai Chen menghela napas pelan, lalu melangkah mendekati sosok Grand Master Yao Chen yang sedang berjuang melawan rasa sakit di ambang kematian.
Meskipun dalam kondisi sekarat, indra spiritual seorang kultivator ranah Dao Surgawi Bintang 9 masih sangat tajam. Grand Master Yao Chen perlahan-lahan membuka kelopak matanya yang berat. Sepasang mata tua yang memancarkan cahaya kebijaksanaan itu menatap tajam ke arah Bai Chen yang berdiri di hadapannya.
"Siapa... siapa anak muda ini...?" suara Yao Chen terdengar sangat parau, bergetar lemah di dalam rongga tenggorokannya. "Tekanan... tekanan energi apa yang terpancar dari tubuhnya...? Aku tidak bisa merasakan batas kultivasinya..."
"Grand Master, jangan banyak bergerak dulu," ucap Bai Chen dengan nada suara yang sangat tenang dan menenangkan. "Anda mengalami kegagalan peracikan karena mencampur ekstrak Bunga Matahari Es dengan katalisator sulfur pada suhu seratus dua puluh derajat. Reaksi kimia eksotermik itu menciptakan racun es volatil yang membekukan meridian jantung Anda dari dalam."
Mendengar penjelasan ilmiah yang sangat akurat itu, bola mata Yao Chen membesar perlahan. Ia terkejut bukan main; dalam beberapa patah kata saja, pemuda asing di hadapannya mampu mendiagnosis akar permasalahan kegagalannya yang bahkan tidak disadari oleh para tetua alkemi selama bertahun-tahun.
"KAU...!" Yao Chen berusaha mengangkat tangan kanannya yang gemetar. "Bagaimana kau... bagaimana kau bisa mengetahui rahasia formula resep mati itu...?"
"Pengetahuan tidak diciptakan untuk disembunyikan, Grand Master. Pengetahuan diciptakan untuk dipahami," jawab Bai Chen.
Tanpa membuang waktu lagi, Bai Chen mengangkat tangan kanannya. Jari telunjuknya memancarkan pendaran cahaya kosmik berwarna keemasan murni dari energi Void Dao. Dengan kecepatan kilat yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang para tetua di ruangan itu, Bai Chen menotok empat titik akupunktur utama di dada dan punggung Grand Master Yao Chen.
Whosh!
Totokan presisi tinggi itu langsung memancarkan gelombang getaran frekuensi netral yang menyebar ke seluruh jalur meridian Yao Chen. Racun es volatil yang membekukan pembuluh darah seketika hancur berkeping-keping menjadi uap tak berbahaya yang keluar melalui pori-pori kulit sang leluhur.
Uhuk!
Grand Master Yao Chen memuntahkan seteguk darah hitam pekat ke atas lantai batu. Setelah darah kotor itu keluar, warna kebiruan di wajahnya berangsur-angsur memudar, digantikan oleh rona kemerahan yang sehat. Napasnya yang tadinya tersengal-sengal kini kembali teratur dan dalam.
Seluruh tetua agung di dalam ruangan menahan napas menyaksikan keajaiban tersebut. Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh detik, pemuda asing itu berhasil menyembuhkan kondisi kritis seorang kultivator ranah Dao Surgawi Bintang 9 yang berada di ambang kematian!
Yao Chen menggerakkan kedua tangan dan kakinya perlahan. Ia merasakan aliran Qi yang bersih dan deras kembali bersirkulasi dengan sempurna di dalam meridiannya—bahkan jauh lebih lancar dibandingkan sebelum ia melakukan peracikan pil yang gagal tersebut.
Grand Master Yao Chen mendongakkan kepalanya, menatap Bai Chen dengan tatapan penuh rasa takjub, hormat, dan rasa terima kasih yang teramat sangat. Leluhur tua itu perlahan-lahan bangkit dari posisi duduknya, lalu menjatuhkan diri berlutut di hadapan Bai Chen dengan kedua tangan dirangkapkan di depan dada.
"Kebaikan menyelamatkan nyawa ini... adalah anugerah terbesar yang tidak akan pernah bisa kubayar seumur hidupku!" ucap Grand Master Yao Chen dengan suara bergetar tulus. "Jika pemuda budiman tidak keberatan, tetua tua ini ingin mengangkatmu sebagai Guru Agung Kehormatan di Paviliun Pil Kuno! Seluruh sumber daya dan kekayaan benua utara ini akan berada di bawah perintahmu!"
Tetua Agung Han dan para alkemis di belakangnya terbelalak lebar, nyaris pingsan mendengar sang leluhur menawarkan posisi tertinggi di paviliun kepada seorang pemuda asing.