Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Namanya Layla, hanya satu kata.
Dia anak yang manis,cantik dan sangat pintar, saat itu mungkin adalah masa puncak kehidupannya di saat SMA, masa-masa sekolah memang tidak akan pernah terlupakan.
Dia bukan gadis yang paling cantik tapi dia gadis yang sangat populer, mungkin ada yang lebih cantik dari pada dirinya, tapi Layla begitu mempesona, daya tariknya sangat khas dan sangat kuat membuatnya memiliki banyak teman di sisi nya.
Layla merupakan anak pertama, sebenarnya dia tidak memiliki ayah, punya namun Layla sudah tidak di anggap. Bisa di bilang Layla itu anak haram, ibunya sampai sekarang tidak pernah menceritakan atau sekedar memberitahukan gambaran sosok ayahnya, sampai saat ini di usianya yang menginjak enam belas tahun Layla hanya hidup bersama ibunya, ibunya tidak menikah, dia hanya sibuk dengan butik baju nya yang lumayan besar dan laris.
Saat itu di usianya yang menginjak tujuh belas tahun, Layla menjadi korban tabrak lari, kakinya patah dan dia koma selama tiga bulan lamanya, banyak orang yang mengira dia tidak akan selamat, namun tanpa lelah ibunya yang selalu yakin bahwa Tuhan akan menolong nya.
Hampir setengah tahun lamanya Layla baru siuman, untungnya dia tidak mengalami geger otak atau kehilangan ingatan, hanya saja kakinya lumpuh.
Layla menangis pilu saat itu, kehidupan nya yang manis dan bahagia ini terasa runtuh, ibunya tak kuasa menahan tangis saat harus mendampingi Layla dan mendengarkan penjelasan dari dokter.
Dokter mengatakan ini hanya lumpuh sementara tapi sudah lima tahun kakinya belum juga sembuh, padahal Layla rajin mengikuti terapi dan apapun pengobatan yang di anjurkan dokter, dokter juga merasa heran, harusnya Layla sudah bisa menggerakkan kakinya, tapi sampai saat ini dia hanya bisa duduk dan termenung meratapi nasibnya.
Layla menjadi orang yang pendiam dan pemalu, berbeda dengan dirinya yang dulu, dulu dia orang yang narsis, centil dan selalu menjadi perhatian siapapun, berbeda dengan saat ini, untuk melanjutkan studi nya Layla selalu menggunakan pakaian yang tertutup dan menggunakan masker untuk menutupi wajah serta menggunakan kacamata membuatnya terlihat seperti cupu.
Layla sudah berusaha mencoba menerima kenyataan, namun terkadang dia selalu iri melihat orang-orang yang bersemangat berlari kesana kemari dengan tawa riang yang selalu dia rasakan dulu.
Dan sampai saat ini pula, pelaku yang menabrak nya tidak pernah di temukan, padahal ada cctv toko terdekat yang merekam semua kejadian saat peristiwa naas itu terjadi, namun pihak kepolisian mengatakan bahwa plat nomor yang di gunakan pelaku tidak terdaftar alias palsu.
Setelah kejadian itu, beberapa kali Layla mendengar ibunya yang berdebat dengan seseorang melalui panggilan telepon, yang Layla duga mungkin itu adalah ayahnya.
Tapi untuk menghargai perasaan ibunya, Layla memilih untuk diam, tidak ingin ikut campur dan menambah masalah bagi ibunya.
Setelah lima tahun setelah kecelakaan itu terjadi, Layla sekarang berkuliah di salah satu universitas yang cukup ternama, karena dia pintar jadi dia bisa saja kuliah dimanapun yang dia inginkan.
Selalu dengan gaya andalannya, Layla menggunakan pakaian yang tertutup, menggunakan masker dan kacamata untuk menutupi wajahnya, poninya yang sedikit panjang semakin membuat dirinya tertutup, setelah kuliah dua tahun ini, semua orang tidak ada yang mau berteman dengan dirinya, mungkin hanya ada satu atau dua saja temannya di kampus ini.
Lagipula Layla memang menjaga jarak dengan siapapun, jujur saja dengan keadaan nya yang seperti ini, Layla merasa malu dan tidak percaya diri, hari harinya sangat membosankan karena dia juga tidak bisa melakukan apapun.
Hana adalah salah satu teman dari SMA nya yang berkuliah di tempat yang sama dengannya, ada juga Julian yang sama sama berkuliah di sini, itulah kedua teman yang Layla maksud, mereka merupakan temannya saat masih SMA.
Hana mengambil program studi pendidikan, sedangkan Julian dia mengambil kuliah S1 ilmu hukum, dia ingin menjadi lawyer, pengacara. Sedangkan Layla, dia masuk ke program studi Arsitektur.
Walaupun mereka berada di kampus yang sama namun mereka jarang bertemu karena perbedaan jam kuliah dan kehidupan sehari-hari mereka yang sangat padat, berbeda dengan Layla yang hanya mengerjakan tugas dan pulang, tidak ada yang namanya nongki atau apapun, setelah sekolah selesai dia langsung pulang, sangat monoton.
Sebenarnya di kejuruan yang sama dengannya ada cowok yang gencar mendekatinya, kalau tidak salah namanya adalah Teo, Layla tidak tau nama sebenarnya siapa, hanya saja namanya yang dia tau adalah Teo.
Dia secara gamblang selalu mendekati dirinya dan mencoba berkomunikasi dengannya, namun Layla merasa malu dan minder dengan kondisi nya saat ini, jadi dia memilih untuk menghindar.
Menurut nya Teo ada cowok yang tampan , oh bukan.. tapi sangat tampan, serius!.
Dia sangat tinggi, proporsi tubuhnya sangat terjaga dan tubuhnya putih bersih terawat, dari pakaian dan semua yang melekat di tubuhnya sudah di pastikan bahwa dia orang sangat kaya.
Banyak yang menyukai Teo, mungkin itulah sebabnya tidak ada yang mau berteman dengan Layla. Layla pernah mendengar beberapa orang mengatakan bahwa dirinya adalah perempuan yang so jual mahal dan pelacur sungguhan, di cerita itu juga mengatakan bahwa Layla memang sengaja selalu menolak merespons Teo saat lelaki itu mendekat dirinya.
Layla hanya bisa diam di dalam kamar mandi, mendengar semua suara bising yang sedang membicarakan dirinya, walaupun saat itu Layla berada di toilet khusus disabilitas, tapi suara mereka seperti menggema.
Dia tidak sedih ataupun menangis, toh mungkin seperti itu adanya.
Layla yang terpuruk tidak bisa terus meratapi nasib nya, dia mencoba bangkit namun kehadiran Teo yang selalu mengawasi nya membuat Layla tak berdaya, dia merasa malu dan kepercayaan dirinya semakin menurun setiap kali lelaki itu hadir di dekatnya.
Tatapannya selalu membentur sosok yang sama, lelaki itu selalu menatap matanya dengan tatapan tajam seperti elang dan selalu berada di manapun Layla berada.
Kehadiran lelaki itu bagai bayang-bayang yang semakin membuat ruang gerak Layla terkunci, rasa malu yang mendalam akibat keterpurukannya dari masa lalu langsung merayap masuk ke permukaan Setiap kali mata mereka bertemu.
Di hadapan tatapan yang seolah tau segala rahasia terburuk nya itu, kepercayaan diri Layla yang baru saja di pungutnya runtuh seketika. Dia merasa semakin telanjang, rapuh dan sepenuhnya tak berdaya.
Adakalanya, Layla memilih untuk berhenti kuliah, namun saat dia pulang dan melihat ibunya yang kelelahan membuat Layla harus berpikir lagi saat akan mengambil keputusan yang mungkin akan membuat hati ibunya semakin hancur.
Namun keberadaan Teo, membuat Layla sangat tidak berdaya.