NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Monster di Dalam Hutan

Serigala hitam itu kembali menggeram.

GRAUUURRR...

"Sepertinya aku harus menyelesaikan ini dengan cepat." Kata Isabella tersenyum miring.

Mungkin serigala itu berpikir jika dia menggeram seperti itu, Isabella akan takut padanya. Tapi sayangnya dia salah, karena Isabella tidak pernah merasa takut dengan sebuah kematian. Karena dari kecil, dia sudah bahkan sering menantang kematian.

"Bunuh aku kalau kau bisa." Tantang Isabella pada serigala itu. Tangannya menggenggam pisau kecil itu dengan erat.

Ukuran monster di hadapannya ini tidak akan membuatnya gentar apalagi sampai mundur. Karena dalam kamus hidup Isabella, tidak ada kata menyerah sampai lawannya mati.

Monster itu lalu kembali menerjang Isabella, kali ini lebih cepat. Isabella segera melompat ke samping, cakar tajam melewati wajahnya dan merobek sedikit kain di bahunya.

Isabella mendarat dengan satu lutut, kemudian menyentuh bahunya, untung saja lukanya tidak terlalu dalam, hanya luka gores saja.

"Kalau hanya seperti ini..."

Isabella menatap monster itu tajam.

"kau tidak akan bisa membunuhku."

Serigala itu meraung kembali, menatap Isabella penuh kebencian. Kemudian tiga serigala lain keluar dari balik pepohonan. Isabella terdiam, menatap kawanan serigala yang kini mengepungnya.

"Empat?"

Keempat serigala itu perlahan mengepungnya dari berbagai sisi. Isabella melihat ke kiri dan ke kanan, kemudian melihat rusa yang baru saja berhasil dia buru.

Isabella menghela napas.

"Aku benar-benar tidak punya waktu untuk bermain dengan kalian."

Salah satu serigala itu mulai menerjang Isabella dan saat monster itu hampir menerkamnya, Isabella segera merunduk. Tangannya bergerak cepat, dia mengambil pisau miliknya dan menancapkannya tepat di bagian leher monster itu, monster itu akhirnya jatuh.

Setelah melihat monster itu tumbang, Isabella segera menarik pisaunya dan mundur.

Melihat teman mereka mati, ketiga monster lainnya langsung menyerang bersamaan.

"Berengsek!" Geram Isabella, menatap tajam para serigala monster itu. Ternyata mereka kuat juga hingga membuatnya kewalahan.

Isabella berlari, bukan untuk menjauhi monster-monster itu. Isabella justru menuju salah satu pohon besar.

Saat monster pertama hampir menggigitnya, Isabella melompat dan menginjak batang pohon itu. Tubuhnya berputar, kemudian dia menendang kepala monster itu sekuat tenaga. Monster itu terhempas ke tanah, Isabella tidak membuang kesempatan. Dia mengambil batu besar dan menghantamkannya ke kepala monster itu beberapa kali hingga monster itu tidak bergerak.

Namun Isabella belum bisa bernafas lega, karena dua monster lainnya sudah berada tepat di belakangnya.

Isabella melawan kedua monster itu bersamaan tapi sayangnya salah satu monster itu berhasil menerjangnya hingga membuat tubuh Isabella terlempar dan menghantam pohon.

Bruk!

"Ugh!"

Rasa sakit menjalar ke seluruh punggungnya, saat melihat monster itu berjalan mendekatinya,

Isabella berusaha untuk berdiri, walaupun kakinya terasa gemetar dan punggungnya juga terasa sakit, tapi Isabella tetap menunjukkan wajah yang tenang. Di dalam pikirannya terbayang wajah ketiga anaknya yang saat ini menunggunya untuk pulang, Isabella mengepalkan tangannya.

"Aku tidak boleh mati."

Monster itu kembali menerjang, tapi Isabella segera mengambil busurnya. Namun saat dia hendak menarik tali busur itu, ternyata anak panahnya sudah habis, karena panah terakhir sudah digunakan untuk memburu rusa.

"Kalau begitu..."

Matanya menyapu sekeliling.

"aku akan menggunakan ini."

Isabella meraih sebuah ranting panjang yang ujungnya runcing, saat monster itu kembali menerjang. Isabella menunggu hingga jaraknya cukup dekat, kemudian dia menggeser tubuh ke samping dan mengarahkan ranting tersebut tepat ke arah mulut monster dan..

Woshhh

Ranting itu berhasil menembus mulut monster itu, di saat monster itu lengah karena rasa sakit di mulutnya, Isabella mengambil kesempatan itu. Dia menusukkan pisaunya ke bagian bawah rahang monster itu lalu mencabutnya kembali dan kembali menusukkan pisaunya ke mata lalu kemudian ke perut monster itu. Monster itu meraung keras dan tubuh besarnya jatuh ke tanah.

Kini hanya tersisa satu, Isabella berdiri sambil terengah-engah, monster terakhir menatapnya.

Anehnya...

Monster itu tidak menyerangnya, Ia justru mundur perlahan. Isabella menyipitkan matanya, sambil terus mengamati pergerakan monster serigala itu.

"Kenapa?"

Tiba-tiba terdengar suara dari dalam hutan, kali ini bukan geraman, melainkan suara langkah kaki.

Berat.

Teratur.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Isabella langsung menyadari sesuatu, ternyata serigala itu bukan mundur karena takut padanya.

Ia mundur karena ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan menghampiri Isabella. Isabella perlahan menoleh dan di antara pepohonan, muncul sepasang mata berwarna emas. Ukuran tubuh makhluk itu bahkan membuat serigala hitam tadi terlihat kecil.

Isabella terdiam.

"Jangan bilang..."

Makhluk itu keluar dari balik pepohonan, seekor beruang hitam raksasa berdiri di hadapannya.

"Monster lagi, kapan aku akan pulang jika begini." Isabella mendesah pelan, dia khawatir anak-anaknya jatuh pingsan saat dia kembali. Mereka belum makan apapun sejak pagi, tapi monster-monster ini terus menghalangi Isabella untuk pulang.

Tapi saat mengingat perkataan Martha padanya tadi, membuat Isabella kembali bersemangat. Karena kata Martha, para monster memiliki inti sihir di dalam tubuh mereka dan itu bisa di jual bahkan harganya cukup tinggi.

Dan ada beberapa monster yang dagingnya juga bisa di jual, salah satu monster yang dagingnya bisa di jual dan memiliki harga yang cukup tinggi adalah daging monster beruang.

Isabella menatapnya beberapa detik, kemudian matanya justru berbinar.

"Kalau aku bisa membawa pulang makhluk ini..."

Dia membayangkan ketiga anaknya, mereka bukan hanya bisa makan malam. Mereka mungkin bisa memiliki persediaan makanan selama berhari-hari.

Isabella menggenggam pisaunya, lalu tersenyum.

"Maaf."

Dia mengambil posisi bertarung.

"Aku benar-benar membutuhkan makanan dan uang."

Beruang raksasa itu mengaum dan raungannya mengguncang seluruh hutan. Burung-burung beterbangan dari pepohonan.

Namun Isabella tetap berdiri, aura mengerikan muncul dari tubuh Isabella. Aura seorang wanita yang dahulu dikenal sebagai The Bloody Queen.

Seorang wanita yang tidak pernah mengampuni setiap musuhnya dan akan membunuh mereka tanpa ampun.

"Kalau kau ingin membunuhku..."

Isabella menatap mata emas itu.

"sepertinya kau harus berusaha lebih keras."

Kemudian keduanya bergerak bersamaan.

Dan....

DUAR!

Tanah di sekitar Isabella bergetar ketika beruang raksasa itu menghantamkan kedua cakarnya.

Isabella melompat mundur, cakar monster itu akhirnya menghantam tanah hanya beberapa sentimeter dari kaki Isabella.

"Secepat ini?"

Isabella mengerutkan keningnya, lalu senyum miring muncul di wajahnya. Tubuh monster itu sangat besar, tetapi gerakannya jauh lebih cepat daripada yang dia bayangkan. Monster beruang itu kembali mengaum, kemudian kembali menerjang Isabella.

Isabella lalu berlari menuju pepohonan dan monster itu mengejarnya, monster beruang itu bahkan berhasil menumbangkan beberapa pohon. Tapi Isabella tidak berhenti, dia terus bergerak sambil mencari kelemahan makhluk itu.

"Setiap monster pasti punya titik kelemahan, tapi apa."

Isabella mulai mengamati monster itu, lalu dia mulai melihat cahaya merah mengelilingi tubuh beruang itu. Cahaya itu semakin terang ketika monster itu menyerangnya.

"Inti sihir..."

Isabella memperhatikan bagian dada monster itu, ada cahaya merah yang berdenyut dari dalam sana.

"Jadi itu sumber kekuatannya."

Isabella tersenyum tipis.

"Kalau begitu..."

Saat Isabella berhenti berlari, Beruang itu langsung menerjang. Namun Isabella berhasil menghindari serangan itu, setelah itu Isabella juga berlari menuju monster itu. Monster itu tentu saja tidak akan tinggal diam, dia juga ikut berlari ke arah isabella.

"Matilah!" Teriak Isabella.

Saat jarak mereka tinggal beberapa langkah, Isabella melompat ke sebuah batu besar.

Kemudian tubuhnya melompat lebih tinggi dan akhirnya mendarat di atas punggung monster itu.

Beruang itu mengamuk dan berusaha menjatuhkannya, namun Isabella berhasil mencengkeram bulu tebalnya.

"Diam!"

Monster itu membanting tubuhnya ke pohon dan hal itu hampir membuat isabella terjatuh, namun dia berhasil mencengkeram bulu monster itu.

Dengan seluruh tenaga, Isabella mengangkat pisaunya.

Lalu—

Setttt

Pisaunya menancap tepat di bagian belakang leher monster itu, monster beruang itu meraung lalu cahaya merah di tubuhnya mulai berkedip-kedip.

Isabella langsung menyadari sesuatu.

"Berhasil!"

Dia lalu mencabut pisaunya, namun sayangnya monster itu ternyata masih hidup. Bahkan semakin mengamuk hingga membuat Isabella terlempar, tubuhnya bahkan berguling beberapa kali di tanah.

"Ugh..."

Dia mencoba untuk bangkit saat melihat beruang itu kembali mendekatinya, tapi kali ini Isabella benar-benar kehabisan tenaga, pisaunya juga patah dan busurnya rusak, tubuhnya juga penuh luka.

Namun ketika monster itu kembali mengangkat cakarnya, lalu Isabella kembali teringat sesuatu. Ketiga anaknya kini sedang menunggunya pulang dan mereka kelaparan. Isabella mengepalkan tangannya, semangat bertarung kembali membakar jiwanya.

"Aku berjanji..."

Dia berdiri dengan susah payah.

"Aku akan segera pulang."

Isabella menatap beruang itu tajam, lalu tiba-tiba tubuhnya di penuhi cahaya keemasan. Seketika seluruh luka di tubuh Isabella sembuh, bahkan tenaganya bertambah berkali-kali lipat.

Awalnya Isabella terkejut, tapi kemudian dia tersenyum tipis.

"Sihir? Menarik."

Isabella mengarahkan tangannya ke arah beruang itu dan...

BOOM!

Ledakan itu mampu menumbangkan monster beruang itu, sebelum monster itu kembali bangkit. Isabella kembali mengarahkan tangannya ke arah beruang itu.

Dia membayangkan sebuah tombak es dan sebuah tombak es yang benar-benar tajam muncul dan akhirnya menembus perut monster itu.

Isabella sangat terkejut, dia berpikir untuk menggunakan sihir dia perlu merapalkan mantra dulu. Tapi ternyata dia salah, dia hanya perlu membayangkannya saja lalu itu akan terjadi.

Dia perlahan mendekati monster itu, luka yang ada di leher monster itu ternyata mengeluarkan cahaya kemerahan. Isabella lalu mengambil sebuah batu tajam dan dengan hati-hati dia memecahkan bagian itu. Sebuah kristal merah jatuh ke telapak tangannya, Kristal itu bersinar terang.

"Jadi ini inti sihir?"

Isabella menatap kristal itu cukup lama, dia tidak tahu seberapa mahal kristal itu. Tetapi dari pancaran energinya, dia yakin kristal itu bukan sesuatu yang biasa. Isabella lalu memasukkannya ke dalam keranjang yang di bawanya tadi.

Kemudian melihat tubuh beruang.

"Dan kau..."

Dia tersenyum lelah.

"aku juga akan menjualmu."Kata Isabella, tidak mungkin dia juga harus memakan monster beruang itu kan.

"Sekarang yang harus aku pikirkan, bagaimana cara membawa rusa dan beruang ini secara bersamaan."

Tubuh monster beruang itu cukup besar, sekuat apapun dia. Isabella tidak akan bisa mengangkat monster itu sendirian.

Isabella menghela nafas dan mulai memejamkan matanya. Dia berharap bisa membawa beruang besar itu.

"Lebih baik aku mencobanya dulu." Ujar Isabella.

Dia lalu mengangkat monster itu di punggungnya, ternyata monster itu cukup ringan, karena itu Isabella cukup terkejut.

Isabella kemudian mengangkat rusa itu juga dan mulai mengambil keranjang miliknya, saatnya dia pulang.

Beberapa jam kemudian.

Martha sedang duduk di depan rumah dengan khawatir. Sudah 1 jam Isabella pergi, tapi dia belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali. Berbagai pikiran negatif mulai memenuhi kepalanya.

"Semoga nyonya Alicia baik-baik saja." Batin Martha.

"Bibi Martha, kenapa Ibu belum pulang juga?" Tanya Sean khawatir.

"Sebentar lagi, nyonya Isabella akan pulang. Jangan khawatir." Kata Isabella, menenangkan ketiga anak-anak itu walaupun dia sendiri juga cukup khawatir dengan keadaan Isabella saat ini.

"Apakah Ibu akan baik-baik saja?" Liam ikut bertanya dengan khawatir.

"Ya." Sahut Martha sambil menganggukkan kepalanya.

Anak itu menundukkan kepalanya, ia ingin mempercayai semua itu, tapi sampai detik ini ibu mereka belum juga kembali. Mereka mulai merasa takut, sesuatu yang buruk menimpa ibu mereka.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, Martha segera berlari ke arah pintu dan membukanya. Ketiga anak itu juga ikut berlari dengan senyum sumringah, akhirnya Ibu mereka pulang juga, pikir mereka.

Lalu dari balik pepohonan muncul seorang wanita dengan pakaian penuh tanah dan darah, rambutnya berantakan dan di pundaknya ada seekor beruang hitam raksasa dan seekor rusa.

Mata Martha membelalak.

"Nyonya?!"

Isabella menjatuhkan tubuh monster beruang dan rusa itu ke tanah.

Bruk!

Ketiga anak itu juga terkejut.

Isabella menghela napas lelah.

"Maaf membuat kalian menunggu lama." Kata Isabella.

Ketiga anak itu tersenyum, menatap Isabella dengan mata berbinar.

"Ibu pulang." Teriak mereka kegirangan.

Isabella kemudian menunjuk rusa itu.

"Malam ini..."

Dia berkata dengan wajah serius.

"kita akan makan daging rusa."

Mata ketiga anak itu perlahan membesar, mereka sangat bahagia. Sejak dulu mereka belum pernah memakan daging, karena pihak istana hanya mengirimi mereka tepung, roti, buah dan sayur-sayuran saja. Mereka mulai penasaran, bagaimana rasa dari daging rusa itu.

"Ibu, apa beruang itu juga bisa di makan?" Tanya Liam penasaran saat melihat beruang besar yang tadi di bawa oleh ibunya.

"Tidak sayang, kita tidak akan memakan beruang itu, tapi kita akan menjualnya." Ucap Isabella sambil tersenyum.

Bersambung

1
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
Murni Dewita
yaelah dikit amat thor
kiu kiu
lanjut thor
kiu kiu
kedua mahkluk mitos semakin tunduk pada isabella.bagus dong isa.bela semakin tk terkalahkan...
kiu kiu
good job...isabella harus sering mengasah kemampuannya.agar bisa menjatuhkan raja yg telah menyingkirkannya...kasihan sekali isabella dan ank anknya.mungkinkah ada akhir bahagia utk mereka ...lanjutkan thor..💪💪💪
Mio
lanjut terus thor
kiu kiu
lanjut thor...
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
kenapa isabella gak dikasih ruang dimensi thor
Naru_Ch@n: ruang dimensinya cuma bisa simpan barang saja..
si isabella nggak bisa ikut masuk🤭
soalnya dia tanpa ruang dimensi udah kuat kok
total 1 replies
kiu kiu
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!