NovelToon NovelToon
Legenda Manik Penciptaan

Legenda Manik Penciptaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Light Novel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Slycle024

Di bawah bayang-bayang aturan feodal-kultivasi, di mana jenius dari kalangan bawah pada akhirnya akan terkubur, Chen Yuan memilih mengamati.

Mengetahui bahwa sang ibu angkat telah dimanipulasi dan bahkan menganggapnya, pecahan kesadaran anak kandungnya sendiri, ia memilih untuk membayar hutang budi itu—bukan dengan darah, tetapi dengan memainkan peran untuk melindungi dan memperbaiki kehidupan saudaranya.

Di dunia yang kejam dan penuh kepentingan, ia memilih mencoba lagi untuk merasakan arti ketulusan, bukan pertukaran.

Demi membuatnya bahagia dan mampu berdiri di dunia ini, ia bahkan mencoba berbagai cara untuk meningkatkan eksistensinya.

Namun semua itu hanyalah awal.

Di balik semua itu, misteri tentang dirinya sendiri sangat rumit, apalagi segala sesuatu di sekitarnya.

Ini adalah kisah tentang seorang pemuda yang ingin mencoba lagi–bukan untuk kekuasaan, melainkan untuk menemukan arti kehidupan yang tak sempat ia miliki.

Kelanjutan World of Cultivation: Aimless Journey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slycle024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebersamaan mereka, Akar spiritual

“Ah-Yuan,” suara Chen Xing’er memecah keheningan. 

Gadis itu kini berbaring di pangkuannya sambil mengunyah buah dengan santai. “Apa kita akan tinggal di sini selamanya?”

Chen Yuan terdiam sesaat. “Tidak.” Ia menoleh, menatap Chen Xing’er, lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Chen Xing’er menggigit bibirnya. “Lalu?”

Chen Yuan menghela napas pelan dan berkata,“Kamu tidak perlu khawatir soal keuangan setelah hari ini.”

“Benarkah?” Mata Chen Xing’er membesar. “Apa kamu mencuri lagi?”

Chen Yuan terdiam kaku. 

Ia mengetuk dahi Chen Xing’er, hingga membuatnya meringis kesakitan.

“Dalam dunia kultivasi, yang kuat mengambil semuanya. Jika ingin hidup tenang, kita harus cukup kuat hingga tak ada yang berani menyentuh kita lagi. Dan untuk itu… kamu harus bisa berkultivasi.”

Chen Xing’er menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum tipis.

“Bakatku sangat rendah, bahkan tidak bisa merasakan energi spiritual. Selain itu, mereka bilang butuh banyak uang, apalagi masuk Menara Spiritual.”

Chen Yuan mengangkat alisnya. “Sudah kubilang, sekarang kita tidak kekurangan uang.”

Chen Xing’er langsung bangkit dari pangkuannya. “Kalau begitu, aku mau lihat apa yang bisa kamu berikan padaku sekarang!” katanya penuh semangat.

“Lihat apa?” Chen Yuan mengernyit.

“Uangnya!” Chen Xing’er menyilangkan tangan di dada, menatapnya penuh selidik. “Jangan-jangan kau hanya membual. lebih baik jujur saja, aku juga sudah terbiasa dibohongi olehmu.”

Tanpa banyak bicara, Chen Yuan menutup mata dan kesadarannya masuk ke dalam kalung penyimpanan, lalu dia mengangkat tangan.

Kalung tersebut bersinar.

Aneka jenis mata uang bertumpuk : mulai dari perunggu, perak, emas, dan batu spiritual. Kemudian, disusul pakaian mahal dan aneka perhiasan wanita, semuanya tersusun rapi di depannya.

Chen Xing’er ternganga, menatap pakaian mewah melayang di depannya dengan tidak percaya.

“Aku tidak bohongkan?” jawab Chen Yuan santai.

Namun perhatian Chen Xing’er sudah teralihkan. Ia menarik salah satu gaun panjang berwarna orange, terdekat dengannya. Kainnya sangat halus, dengan sulaman bunga keemasan yang indah di bagian lengan.

Matanya berbinar. “Cantik sekali… ini untukku?”

Chen Yuan terdiam sepersekian detik. “Itu hanya—” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Chen Xing’er sudah menarik semua gaun dan pergi menuju kamarnya.

“Xing’er kembali kesini.” panggilnya pelan.

Gadis itu, yang memeluk setumpuk pakaian, tiba-tiba berhenti. bukan karena panggilan, tapi rasa penasaran. “Kenapa kamu punya banyak sekali pakaian wanita?” Matanya menyipit curiga. “Jangan bilang… kamu benar-benar mencurinya dari wanita lain… atau jangan-jangan kamu sering mengintip mereka juga.”

“Bukan begitu.” bela Chen Yuan.

“Lalu dari mana?” desaknya. “Modelnya berbeda-beda, ukurannya juga tidak sama. Ini jelas bukan dibeli oleh mu. Selain itu, dengan kekuatanmu yang sangat lemah dan menyedihkan, mana mungkin kamu berani mengambil secara terang-terangan!”

Chen Yuan memijat pelipisnya. “Itu barang rampasan.”

Chen Xing’er mengangkat alis. “Dari siapa? wanita bangsawan? Ah… aku mengerti! Pasti ini alasan kamu selalu mendapatkan masalah!”

Chen Yuan tidak segera menjawab.

Keheningan itu justru membuat tuduhan di wajah Chen Xing’er semakin jelas. Ia berbalik dan mendekat, sambil memeluk pakaian-pakaian itu seperti barang bukti. “Ah-Yuan…” katanya pelan, “kamu benar-benar mencuri pakaian wanita lain?”

Chen Yuan menghela napas panjang. “Aku tidak mencuri pakaian. Ini namanya rampasan perang!”

Chen Xing’er berkedip. Lalu tanpa bisa menahan diri, ia tertawa kecil, suaranya merdu serta menenangkan hati. Ia menjulurkan lidahnya ringan dan berkata, “Kau bilang, kita sekarang tidak kekurangan uang, kan? Jadi besok kita beli yang benar-benar untukku.” lalu ia bergegas ke kamarnya sambil berkata demikian.

Melihat itu, Chen Yuan hanya bisa menggeleng dan kembali bermeditasi, sekaligus memikirkan cara agar Chen Xing’er bisa berkultivasi.

“Ah-Yuaaaaan!”

Baru beberapa menit ketenangan tercipta, suaranya kembali menggema.

Chen Yuan membuka mata. Di depannya Chen Xing’er berdiri dengan mengenakan gaun oranye yang tadi ia ambil. Kainnya jatuh lembut mengikuti lekuk tubuhnya, berayun setiap kali ia bergerak. Sulaman benang emas di ujung lengan berkilau terkena cahaya lampu minyak, memantulkan cahaya hangat ke wajahnya.

“Bagaimana?” Ia berputar satu kali. Roknya mengembang seperti kelopak bunga yang mekar. “Cantik, kan?”

Chen Yuan sempat terdiam sesaat. “Lumayan, maksudku… sangat cantik.”

“Lumayan?!” Chen Xing’er menggembungkan pipinya, alisnya terangkat tinggi. “Ini jelas sangat cantik!” Ia mendengus kecil lalu kembali berlari ke kamar.

Belum sempat Chen Yuan benar-benar kembali bermeditasi, tirai itu tersibak lagi.

“Yang ini bagaimana?”

“Pas.”

“Kalau ini?”

“Pas dan bagus.”

“Yang ini lebih cocok tidak?”

Begitu terus, tanpa henti.

Chen Yuan akhirnya menyerah dan  bersandar ke dinding, lalu melirik bintang di langit yang tampak sangat menarik untuk dihitung satu per satu. “Kenapa wanita bisa seramai ini hanya karena pakaian?”

“Aku dengar itu!” teriak Chen Xing’er dari dalam kamar. 

Chen Yuan memijat pelipisnya. “Yang kau pakai semuanya cantik!”

“Ah-Yuan! Fokus sedikit! Kamu tidak bisa seperti itu”

Chen Yuan menghela napas panjang lagi, tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda. Tanpa ia sadari, sudut bibirnya terangkat tipis.

Ini juga tidak buruk…

Mungkin suatu hari nanti, aku bisa pergi saat matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam, lalu mulai berbagi kisah-kisah sederhana seperti ini…meski itu membosankan.

Akhirnya, setelah beberapa kali berganti pakaian, langkah Chen Xing’er melambat. Tirai terbuka sekali lagi—kali ini tidak secepat sebelumnya.

Ia muncul dengan gaun terakhir yang dikenakannya. Napasnya sedikit terengah, rambutnya agak berantakan.

“Yang ini… bagaimana?”

Chen Yuan tidak menjawab. Ia dengan lembut menarik Chen Xing’er duduk di sisinya.

“Mari cukupi untuk hari ini… kamu pasti sangat kelelahan!” suaranya lembut dan pelan.

Chen Xing’er sempat terkejut, sekaligus tersadar, bahwa kakinya sedikit bengkak. Perlahan, ia menyandarkan diri lebih dalam. Tubuhnya yang semula tegang akhirnya mengendur.

Tak lama kemudian, dalam sandaran hangat itu, ia pun terlelap.

Keheningan turun perlahan.

Setelah memastikan Chen Xing’er benar-benar tertidur, Chen Yuan menutup semua indera gadis itu dan mulai memeriksa tubuhnya dengan saksama. Beberapa saat kemudian, alisnya terangkat tipis. “Empat akar spiritual… selain kayu, apalagi dengan kemurnian serendah ini?” katanya tanpa daya.

Akar spiritual adalah dasar kultivasi bagi umat manusia.

Ada lima jenis umum: logam, kayu, air, api, dan tanah. Semakin sedikit Akar spiritual, semakin baik bakatnya. 

Empat Akar spiritual menandakan bakat yang lebih rendah; tiga dianggap rata-rata; dua di atas rata-rata, dan satu Akar spiritual adalah yang paling optimal, bahkan sering disebut akar spiritual surgawi.

Biasanya berbagai akademi atau sekte hanya menerima murid yang memiliki paling banyak tiga akar spiritual dengan kemurnian tertentu, kecuali ada kasus khusus.

Setelah memahami konsep akar spiritual, manik kehidupan muncul di tangannya.

Ia menatapnya cukup lama dalam keheningan.

Tak lama kemudian, suara Lingxue’er terdengar. “Kau ingin menghapus salah satu akar spiritual? Kenapa? Aku merasakan dengan jelas… kau dan dia jelas bukan saudara kandung.”

Chen Yuan menatap wajah Chen Xing’er. “Aku berhutang lima belas tahun padanya… dan pada ibu angkatku juga.”

“Baiklah,” jawab Lingxue’er setelah jeda singkat. “Aku akan berusaha melindungi hidupnya. Tapi ingat, pertama-tama kita harus menekan akar spiritual api.”

Chen Yuan menarik napas dalam-dalam. Ia meletakkan botol kecil berisi cairan spiritual ke dalam mulutnya untuk menjaga kestabilan Qi-nya, lalu memasukkan manik Kehidupan tepat di bawah pusar Chen Xing’er, di area dantian.

Dengan satu gerakan tangan, ia membentuk perisai pelindung. Puluhan ribu batu spiritual dihancurkan sekaligus. Energi yang meledak darinya berubah menjadi kabut tebal, menyelimuti ruangan dan menutup segala gangguan dari luar.

Malam semakin sunyi.

Chen Yuan menyapukan sedikit Qi kehidupan, mengobati wajahnya, seolah ingin menghapus rasa iba di hatinya. 

Di dunia manapun, wanita sangat peduli tentang penampilannya, tetapi gadis ini malah melukai dirinya  sendiri hanya untuk mencarinya.

“Jangan membenciku…” bisiknya lirih.

Lalu, dengan tekad bulat, ia menggunakan Metode Asal Surgawi untuk mengamati fenomena yang bahkan tidak bisa dilihat mata telanjang.

Perlahan, kesadarannya menembus ke dalam tubuh Chen Xing’er.  Di sana, ia fokus melihat dan mengamati empat bintik-bintik cahaya dengan warna berbeda—merah, biru, cokelat, dan emas

Pertama, ia memperkuat akar spiritual air dan tanah, untuk melemahkan dan menghancurkan akar spiritual api dengan sangat hati-hati.

Sedangkan manik kehidupan bergetar halus, mengeluarkan Qi kehidupan yang murni untuk melindungi dan memelihara tubuh Chen Xing'er. Qi tersebut mengalir menuju bintik biru dan cokelat, memperkuat secara perlahan dan mulai menekan akar spiritual api.

Bintik merah bergetar hebat.

Sedikit demi sedikit, akar spiritual api dilemahkan dan dihancurkan. Sisa sisanya tidak menghilang, tetapi berubah menjadi makanan untuk akar spiritual tanah, lalu ketiga akar spiritual mulai menyeimbangkan diri.

Pada saat yang sama, tubuh Chen Xing’er bergetar.

Alisnya mengerut dalam tidurnya. Napasnya menjadi tidak teratur. Rasa sakit samar terpancar di wajahnya. Keringat mulai mengalir deras, terlihat jelas di bawah cahaya lampu. Suhu tubuhnya meningkat dengan cepat, bahkan membuat pakaiannya terbakar.

Namun manik kehidupan bergetar lebih kuat dan stabil, membentuk lapisan perlindungan yang menjaga organ vitalnya tetap aman.

Satu jam berlalu.

Dua jam.

Wajah Chen Yuan mulai pucat, tetapi matanya masih sangat jernih. Ia tahu bahwa satu kesalahan kecil, maka Chen Xing’er bisa mati.

Akhirnya, suhu tubuh Chen Xing’er perlahan kembali normal. Qi spiritual langit dan bumi di sekitarnya mulai bergetar pelan, seolah-olah mulai beresonansi dengan akar spiritual Chen Xing’er.

Melihat dan merasakan itu, Chen Yuan tersenyum lega dan berkata dengan bangga, “Meski terkesan kasar, ini seharusnya kabar baik, bahkan mungkin bisa bermutasi,” Ia menghela nafas dalam-dalam. “Xue’er! Bagaimana menurutmu?”

“Metode ini malah sangat konyol," kata Lingxue’er, sedikit rasa takjub tersirat dalam suaranya. "Jika dimurnikan dan dikonsentrasikan dalam keseimbangan, aku yakin akar spiritual ini bisa bermutasi. Tapi… lebih baik berhenti disini."

Chen Yuan tidak menanggapi, tetapi memasukan hampir semua ramuan herbal yang dia miliki kedalam manik kehidupan.

Ia kembali menatap Chen Xing’er yang tertidur pulas. 

Tiba-tiba, di luar kamar bergetar… sebuah keberadaan asing merayap melewati jendela bambu, membawa energi yang dingin yang menenangkan.

“Sangat feminim seperti cahaya bulan. Benar-benar menarik! Jika wanita, pasti sangat cocok jadi pasangan kultivasi ganda... siapa dia?”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!