NovelToon NovelToon
LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Obsesi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aira Putri Manggala tidak tahu arti kata menyerah. Sudah 99 kali ia menyatakan cinta, dan 99 kali pula Leonel menolaknya tanpa ragu.
Cowok paling cuek di sekolah itu seperti tembok es. Sulit didekati, mustahil ditaklukkan.
Tapi Aira bukan tipe gadis yang mundur hanya karena ditolak.
Bagi Aira, cinta bukan soal harga diri. Ini soal perjuangan.
Seluruh sekolah mengenal obsesinya. Sebagian menertawakan, sebagian menunggu keajaiban.
Yang tidak pernah mereka tahu…

AIRA-LEONEL DI SINI!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Meratapi uang hangus.

Jam ketiga tidak lagi bisa membuat Aira fokus pada materi yang di jabarkan oleh Ibu Talia, guru Matematika yang sedang menulis di papan tulis sambil menjelaskan. Gadis itu terus berfokus pada ponselnya di bawah laci meja. Sesekali dia menghela nafas kasar, menyadari kalau investasi besarnya justru zonk.

​"Halo, kak. Ini kok gelangnya nggak manjur ya? kata kakak, Target akan klepek-klepek jika saya pakai gelangnya, ini kok tidak sama sekali sih?" tulisnya kepada sang dukun, yang sialnya pesannya hanya centang dua abu-abu.

​"Huft... balas sialan!" gumamnya pelan, tapi masih bisa didengar oleh Anya yang duduk di sebelahnya.

​"Kamu ngapain sih Ra?" bisik Anya masih dengan pandangan lurus ke depan, menyimak Bu Talia yang terus menjabarkan rumus matematika.

​"Ada lah," jawab Aira. "Ini urusan serius," lanjutnya kemudian kembali fokus pada layar ponselnya.

​Layar ponselnya berkedip, sebuah pesan dari nomor sang dukun akhirnya masuk, "Soal itu, bukan lagi tanggung jawab saya, Nona. Berarti pesona kamu saja yang kurang, bahkan gelang bermantra pun di tolak," balas sang dukun membuat Aira melongo tak percaya.

​"Ya tidak bisa begitu dong kak. Saya loh sudah bayar selangit, masa gelangnya kagak manjur, yang benar saja. kalau begitu, balikin deh duit saya!!" balas Aira geregetan. Kalau saja di depan sana tidak ada Bu Talia, dia pasti sudah teriak memaki dukun itu.

​Dia menunggu balasan sambil sesekali melirik ke arah depan, memastikan Bu Talia tidak melihatnya. Namun, tak lama Aira memelotot tak percaya saat mendapati nomornya sudah di blokir oleh dukun itu.

​"Sialan, aku di blokir, aku kena tipu dong?" desisnya nyaris menangis meratapi uang lima jutanya hangus begitu saja, hanya untuk membeli gelang murahan yang mungkin harga aslinya lima ribu doang.

Hingga pelajaran matematika selesai, Aira masih duduk termenung dengan wajah yang tak lagi sama. Ia menatap lurus ke depan, menopang dagu sambil sesekali mencoret-coret buku catatannya tanpa sadar.

​"Uangku..." gumamnya membayangkan andai saja uang itu ia gunakan untuk keperluan lain, atau sekadar membeli bunga untuk Leonel. Mungkin akan jauh lebih baik, meski ia sadar, ujung-ujungnya mungkin tetap akan berakhir sia-sia.

​Lonceng tanda istirahat berbunyi nyaring, memecah lamunannya. Bu Talia melangkah keluar kelas setelah memberikan beberapa soal latihan. Anya, Denada, dan Nathaniel kompak berdiri, siap meluncur ke kantin. Namun, langkah mereka terhenti saat melihat Aira masih mematung di kursinya.

​"Ra, ke kantin!" ajak Anya. Tidak ada jawaban.

​"Aira Manggala, are you okey?" Denada menghampiri, menatap wajah Aira dari dekat, berusaha mencari tahu kenapa gadis yang biasanya punya energi berlebih itu kini hanya duduk melamun.

"Aku sedang tidak baik-baik saja..." jawab Aira sangat pelan. Suaranya datar dan tatapannya kosong, persis seperti orang yang kehilangan nyawa.

​Melihat Aira yang memelas seperti itu, Anya, Denada, dan Nathan kompak menahan tawa. "Tidak baik-baik saja, apalagi kali ini? Leonel tolak lagi?" tanya Nathan dengan nada lebih ke ejekan.

​Aira hanya menggeleng lemah.

​"Terus? Dikerjain si kembar?" tanya Denada.

​Lagi-lagi Aira hanya menggeleng sambil terus mencoret-coret buku catatannya tanpa tujuan.

​"Terus apa Aira? Kami bukan cenayang yang bisa baca pikiran ya, cerita dong kalau ada masalah!" lanjut Anya yang mulai kehilangan kesabaran.

​"Aku kehilangan uang..." lirihnya. Kali ini, tawa mereka pecah.

​"Ayoloh, berapa uang yang hilang itu? Sepuluh ribu? Aku ada nih sepuluh ribu sebagai gantinya. Wajahnya jangan ditekuk gitu, yuk... cup, cup, jangan sedih lagi sayang ya," Anya mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu dari saku seragam, mencoba menyogok Aira dengan gaya dramatis.

​"Sepuluh ribu dengkulmu! Aku loh kehilangan lima juta,"

.

.

.

​"WHATTT!!!" Mata ketiga temannya langsung melongo tak percaya, kompak menatap Aira dengan mulut ternganga.

​"Aira, kamu serius? Coba ingat-ingat dulu, di mana kamu ngehilangin duitnya? Kita bertiga siap pergi mencarinya sekarang. Sayang banget lima juta hilang gitu aja, ayo ingat dulu!" Nathan mendesak dengan raut wajah panik yang bercampur bingung.

"Bukan hilang di suatu tempat, tapi hangus. Aku kena tipu," lanjutnya dengan suara rendah nyaris berbisik.

​"Kena tipu? Kena tipu apaan? Kamu judol, iya?" tanya Anya. Ia menarik kursi lalu duduk, melupakan sejenak niat mereka ke kantin karena cerita Aira jauh lebih menarik.

​"Bukan. Kalian lihat ini?" Aira memperlihatkan gelang murah itu kepada teman-temannya dengan tatapan serius.

​"Iya, itu gelang. Tapi sebentar, kok kamu pakai gelang murahan sih, Aira? Kalau Leonel lihat, dia bisa ilfeel. Seorang Aira pakai gelang lima ribuan," ujar Nathan menahan senyum.

​"Nah, itu masalahnya. Aku kena tipu, bayar gelang ini lima jutaan."

​"APA??" pekik mereka bertiga lagi.

​"Gelang apaan itu sampai lima jutaan, Aira?" Anya mengangkat tangan Aira, memperhatikan detail gelang itu untuk melihat kualitas desainnya. "Ini bahannya karet, digunting dikit juga lepas. Dari mana harga lima jutanya coba? Ayolah yang waras, Aira, jangan dipelintir, yang waras!" Anya mengambil gelang itu dari tangan Aira, disusul Nathan dan Denada yang ikut memperhatikan dengan seksama.

​"Itu tuh gelang dari dukun."

​"APA!!!!"

​"Hais, hidup yang normal saja lah, Aira. Kenapa semakin hari kamu semakin menjadi gilanya ya?" Denada menggelengkan kepala, tak habis pikir. Mereka berempat akhirnya duduk melingkar, menatap Aira, siap mendengar kisah yang entah harus disebut sial atau lucu, karena bukannya kasihan, mereka justru merasa geli.

​"Jadi, kemarin aku lihat di situs online tentang cara meluluhkan cowok. Nah, ada nomor sang dukun yang katanya punya alat manjur untuk menggaet cowok yang kita suka," ujarnya menjelaskan.

​"Ya! Aira, jadi kamu beneran serius mengikuti saran Tante Alena? Oh God!" Anya memegang kepalanya, frustrasi sambil menahan tawa.

​"Ya habisnya kesel banget. Leonel memblokir aku kemarin, jadinya aku cari cara, ketemu nomor dukun itu, terus aku chat lah..." jelasnya. "Tadi pagi kami ketemuan. Dia memberi gelang ini, katanya kalau aku pakai, target akan luluh bahkan klepek-klepek. Aku sampai tebus lima juta atas permintaannya, tapi buktinya tadi pagi zonk. Leonel masih sama, datar dan dingin. Aku kena tipu..." ceritanya serius, namun justru diakhiri oleh tawa yang menggema kompak dari ketiga temannya.

​"Hahahaha... kamu memang gila, Aira. Kamu satu-satunya sahabat aku yang tidak waras. Ya Tuhan, kenapa bisa kami berteman dengan Aira? Kalau bukan karena kaya, sudah kupejek kepalanya di got!" ujar Anya di sela tawanya.

​Aira mendengus. "Kalian kelihatannya bahagia sekali atas penderitaanku. Bukankah kalian harusnya sedih? Ah, teman sialan memang!" hatinya dongkol melihat reaksi mereka.

​"Ya habisnya, otak kamu ke mana sih, Ra? Obsesimu itu loh, mengalahkan akal sehat. Orang gila mana yang masih percaya dukun tahun ini? Yang benar saja, dukun abal-abal pun dipercaya!" mata Denada sampai berair karena tawa yang tak kunjung berhenti.

​"Pun kalau iya, dukun itu pasti melakukan ritual dulu, bukan hanya beri gelang doang. Dan apaan coba, nih gelang juga dijual di pasar malam. Astaga, harganya lima ribu dapat dua," sahut Anya di sela tawanya.

"Iya gitu, mana tuh dukun blokir nomor aku saat aku protes tadi. Dia tidak mau ngembaliin duitnya," lanjut Aira kali ini lebih lirih.

​"Itu artinya kamu ditipu! Habisnya percaya-percaya saja sih, heran. Otaknya yang biasa pintar di ilmu itu ke mana? Kok gara-gara cinta—atau haruskah aku sebutnya obsesi, jadi bego begini ya?" Anya berdiri dari duduknya, menatap Aira dengan dahi yang berkerut dalam.

​"Ya sudahlah, anggap saja itu buang sial. Ambil pelajarannya saja. Lain kali jangan begitu lagi. Aduh, sayang banget tuh duit, bisa dipakai buat traktir kita selama lima bulan di kantin, ya Allah Ra..." Denada menggelengkan kepala, membayangkan nominal yang terbuang sia-sia.

​"Ayolah, aku juga kesal mendengarnya. Daripada terus meratapi uang itu, mending kita ke kantin, ayo! Besok-besok kalau ketemu tuh dukun, kita gebuk rame-rame!" ujar Nathan. Ia menarik tangan Aira yang masih lemas untuk beranjak dari kursi menuju kantin.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kebalek ege😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣🤣Takutnya nanti Leonel hamil benaran
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bagus kemasan air minum mmg harusnya di buang menyebalkan/Left Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
aaaaa aku maluuuu🫣🫣🫣🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
dih gengsi🤣🤣🤣🤣 noh marai cleo dih kesel dasar merk air minum😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kalau kata Anya: Malu Aqua😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jiakkkkk jmkangen sma pembuat onar🤧🤧🤧🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kamu terlalu lama leonel harusnya kl. km mmg suka sama aira jangan belagak gk suka😑 skrg aira ada yg ngejar kmnya cembukur😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah lambat🤣
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee kalah cepat cieee🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya aku bingung kaynaya berangkat dluan thu leonel kok tiba tiba aldaren yg sampe dluan🙄🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wahhh??😱😱😱 bapak negra leonel malu???? 🫣🫣🫣🫣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sih😭😭😭😭😑
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kannnn😭😭😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
plis gk sanggup baca lanjutannya tkt bgt aku yg baca aku juga yg malu😭😭😭😭🤧
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 😭😭Apalagi aku, malu banget kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
gpp thor tpi hari ini tipel ya🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih othor gk asik😑🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
eh visi misi mengejar leonel? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: shok aku
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
thor up lgi yokkkk/Slight//Slight//Slight/
wulan dari
kira" leonara itu Aira apa Leonel ya.
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wuahh triel nda thor/Curse//Curse//Curse//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/ duhhh gk bisa aku
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: gk asik/Right Bah!/
total 2 replies
Mey Abimanyu
curiga Leon yg balas ini chat 😆😆😆
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
HAHAHHA kmau lucu sekali sih aira ya ampun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: laginya oon banget😑🤧
total 2 replies
wulan dari
kira" Aira pilih Leonel apa daren ya klo pilih Leonel trs Daren gmna dan ko g ad kisah Aurora,valerio dan Malvin ya Thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Entah kak, pilihan yang syulitt🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kayanya gelang dukunnya manjur tpi km blm menyadarinya ra😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kagak manjur kak, Leonel kagak klepek-klepek🤣🤣😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
buhhahhaha kasian sekali 🤣🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: lima juta hangus🤣🤣😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!