Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Di halaman istana dingin, Qin Lu mengikuti langkah Pangeran Duan menghampiri Gu Nian yang sedang duduk di tepi kolam ikan sendirian.
Sedangkan Pengawal Zu dan Qin Yu menunggu di depan pintu gerbang yang terbuka lebar.
''Pangeran'' sapa pelayan Gu Nian memberi hormat saat baru keluar dari dalam istana, sembari membawa mantel bulu milik Gu Nian.
Pangeran Duan menganggukkan kepalanya, lalu meminta mantel bulu yang di bawa oleh pelayan itu, sembari memberi isyarat untuk pergi.
Setelah kepergian pelayan itu, perlahan Pangeran Duan berjalan menghampiri Gu Nian dan menyampirkan mantel bulu yang di bawanya di bahu Gu Nian.
''Tubuhmu masih lemah, tidak baik berdiam di luar terlalu lama'' ucap Pangeran Duan datar namun terdengar sangat penuh perhatian.
Sontak Gu Nian yang sedang melamun terkejut dan langsung berdiri, namun karna tidak seimbang Gu Nian hampir saja terjatuh ke kolam jika Pangeran Duan tidak bergerak cepat menarik Gu Nian ke dalam pelukannya.
''Lepas!'' sentak Gu Nian.
Pangeran Duan tidak marah, dia dengan patuh melepaskan Gu Nian dari pelukannya lalu mundur beberapa langkah.
''Bagaimana keadaanmu?'' tanya Pangeran Duan.
''Untuk apa kamu menanyakan keadaanku, itu tidak penting'' sahut Gu Nian ketus sembari membalikkan badannya membelakangi Pangeran Duan.
Sedangkan Qin Lu yang menyaksikan hubungan suami istri di depannya menggelengkan kepalanya.
"Ternyata Pangeran Duan tipe suami penyabar, padahal Gu Nian sudah tega membunuh calon anak mereka, tapi Pangeran Duan sama sekali tidak menyimpan amarah pada Gu Nian" batin Qin Lu.
"Nian, ada orang yang ingin bertemu denganmu" ucap Pangeran Duan.
''Siapa?'' tanyanya sembari membalikkan badannya.
Pangeran Duan menoleh ke arah Qin Lu dan memanggilnya. ''Lu Lu kemarilah''
Qin Lu menganggukkan kepalanya dan bergegas menghampiri Pangeran Duan dan Gu Nian.
''Nian kenalkan, ini Qin Lu adik Pengawal Qin Yu'' ucap Pangeran Duan.
Gu Nian diam saja sembari menatap Qin Lu dari atas ke bawah.
''Ada apa Nona Qin ingin bertemu denganku?'' tanya Gu Nian setelah diam beberapa saat, expresinya terlihat jelas kalau menaruh curiga pada Qin Lu.
Qin Lu menyahut dengan tersenyum. ''Tidak ada, saya hanya ingin mengobrol saja dengan Nona''.
Saat Gu Nian hendak membuka mulutnya untuk bicara, Pangeran Duan sudah mendahuluinya.
''Baiklah, kalian berdua mengobrol saja, aku akan menunggu di luar'' ucap Pangeran Duan dan berlalu pergi begitu saja.
Setelah kepergian Pangeran Duan, Qin Lu dengan santai duduk di atas batu besar yang terletak di samping kolam.
''Nona Gu, apa anda ingin kembali ke kaisaran?'' tanya Qin Lu sembari menatap kolam ikan di depannya.
Gu Nian seketika tersentak kaget, bagaimana wanita di depannya bisa tahu kalau dirinya sangat ingin kembali ke kaisaran pikirnya.
''Nona Qin, sebenarnya apa tujuan anda menemui saya?'' tanya Gu Nian.
Qin Lu membalikkan badannya dan menatap Gu Nian dengan tersenyum. ''Tujuan saya hanya ingin mengatakan kalau saya akan membantu anda, jika anda memang sangat ingin kembali ke kaisaran'' ucapnya yakin.
Gu Nian terdiam dengan pikiran yang berkecamuk, wanita di depannya ini adik pengawal Qin salah satu orang kepercayaan Pangeran Duan, tapi kenapa dia ingin membantu dirinya untuk kembali ke kaisaran, apakah tidak takut akan di cap sebagai penghianat jika nantinya ketahuan, dan sudah pasti akan di jatuhi hukuman yang sangat berat.
''Nona Gu tidak perlu menghawatirkan tentang saya, saya bisa menanganinya'' ucap Qin Lu seakan akan tahu apa yang sedang di fikirkan oleh Gu Nian.
''Ta,, tapi bagaimana caranya?, meskipun di balik istana dingin ini hutan belantara, tapi tetap ada beberapa prajurit yang menjaganya sehari semalam'' tukas Gu Nian.
Qin Lu tersenyum lalu berdiri. ''Itu bukan hal yang sulit untuk saya, asalkan anda memang benar benar ingin kembali ke kaisaran itu sudah cukup'' tegas Qin Lu.
Gu Nian kembali terdiam untuk berfikir, dan setelah beberapa detik kemudian dia menganggukkan kepalanya.
''Kalau begitu kapan anda bisa melakukannya?'' tanya Gu Nian.
''Tunggu sampai keadaan fisik Nona Gu sudah benar benar pulih'' sahut Qin Lu.
Gu Nian menganggukkan kepalanya. ''Baiklah''
''Kalau begitu saya pamit pergi dulu, nanti saya akan kembali lagi untuk membantu anda pergi dari sini'' tukas Qin Lu lalu membungkuk dengan sopan dan berlalu pergi.
Gu Nian menatap punggung Qin Lu yang berlalu pergi dengan tangan mengepal, dia berharap Qin Lu tidak membohonginya untuk membantunya kabur dari kerjaan timur ini.
''Aku harap kamu tidak bohong'' gumam Gu Nian menatap penuh harap pada Qin Lu.
Di depan gerbang istana dingin Qin Lu mengerutkan dahinya, ternyata Pangeran Duan dan kedua pengawalnya masih berada di sana, dia fikir mereka sudah pergi karna tadi melihat pengawal Zu menutup pintu gerbang dari luar.
''Sudah selesai?'' tanya Pangeran Duan saat Qin Lu berjalan menghampirinya.
Qin Lu menganggukkan kepalanya, lalu mereka berjalan beriringan kembali ke istana Pangeran Duan, dan setiba di sana Qin Lu langsung berpamitan pada Pangeran Duan untuk pulang.
''Pangeran, karna saya sudah di izinkan menginap di istana Pangeran, jadi sekarang saya mau pamit pulang'' ucap Qin Lu.
Expresi wajah Pangeran Duan seketika berubah muram, mendengar Qin Lu berpamitan untuk pulang.
''Kenapa buru buru sekali?'' tanya Pangeran Duan.
''Itu, saya tidak mau membuat Ibu terlalu menghawatirkan saya'' timpal Qin Lu.
Pangeran Duan terdiam, dia lupa kalau Qin Yu pernah menceritakan padanya, kalau adiknya pernah sakit parah, jadi sudah pasti Ibunya akan sangat khawatir dengan kondisi Qin Lu yang sedang jauh darinya.
''Baiklah, aku harap kamu bisa sering sering berkunjung sini, pintu gerbang istanaku akan selalu terbuka untukmu'' ucap Pangeran Duan.
''Terimakasih Pangeran''
''Sama sama''
''Pangeran kalau begitu saya mohon izin untuk mengantarkan Lu Lu pulang'' pamit Qin Yu.
Pangeran Duan menganggukkan kepalanya.
Kini Qin Lu dan Qin Yu sudah meninggalkan istana, mereka berdua pulang dengan berjalan kaki, karna kemarin saat berangkat Qin Lu tidak mau menunggangi kuda dengan alasan ingin menikmati jalan.
''Lu Lu, bolehkah Kakak bertanya padamu?''
''Boleh, Kakak mau tanya apa'' sahut Qin Lu.
''Menurutmu Pangeran Duan itu bagaimana?''
''Em,, dia sangat baik, melihatnya tidak memberi hukuman apapun pada selir kedua yang sudah kejam membunuh calon anak mereka''
Qin Yu terdiam, mana mungkin Pangeran Duan menghukum selir kedua, karna dia satu satunya istri yang sangat di cintainya pikirnya.
''Misalnya Pangeran Duan menyukaimu, apa kamu akan menerimanya?'' tanya Qin Yu penasaran.
Qin Lu tiba tiba tertawa terbahak bahak, mendengar pertanyaan konyol Kakak tirinya.
''Itu tidak mungkin'' ucapnya dengan sisa sisa tawanya.
''Kakak kan hanya bilang misalnya, secara Pangeran Duan sangat tampan dan hebat'' tukas Qin Yu.
Qin Lu terdiam. " Pangeran Duan memang tampan, tapi kalau di bandingkan dengan Jendral sialan itu, Pangeran Duan masih ada di bawahnya" batinnya.
''Hei,, malah ngelamun'' tegur Qin Yu.
''Gini ya Kak, walaupun ingatanku masih belum kembali, bukan berarti cara berfikirku akan ikut hilang juga, aku hanya melupakan siapa diriku dan orang orang di sekitarku saja'' papar Qin Lu.
''Terus?''
''Terus, tentu aku tidak akan menerima Pangeran Duan, aku tidak mau menjalin hubungan asmara ataupun menikah dengan pria yang sudah beristri, apa lagi punya banyak selir, tidak, aku tidak mau cari keributan'' ucap Qin Lu panjang lebar.
Qin Yu terkekeh pelan. ''Kalau begitu menikah saja dengan Kakak, kan Kakak masih lajang, kita juga tidak memiliki hubungan darah'' selorohnya.
Qin Lu langsung menginjak kaki Qin Yu dengan keras.
''Aduh!!'' pekiknya.
''Rasain, makanya Kakak kalau ngomong jangan ngasal, sampai kapanpun hubungan kita akan tetap sebagi Kakak dan adik tidak boleh lebih'' ketusnya dan berlalu pergi.
Qin Yu mengusap kakinya sembari menatap dalam Qin Lu yang sudah berjalan meninggalkannya.
dulu saja sering nyindir nyindir karna merasa dekat dgn JendrAl rong
sekarang tau kan udah kena imbasnya
selain jendral rong
pengawal hanbin dan Xiao Fei harus bisa main senjata pintol juga🤔🤔
dari namanya itu adalah negara barat
William dan eleanor