NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Pengalaman Pertama

Perjalanan mereka sore itu, terasa seru. Mereka saling menyapa di antara sesama pendaki. Si social butterfly itu malah sampai mengobrol dengan pendaki lain yang mengikuti trip.

"Eh.. Eh! Duluan ya, Mbak." Kata Naina sambil cengar - cengir saat Kalandra akhirnya menggandengnya.

"Ih Abang, lagi ngobrol, tau." Protes Naina sambil melirik pria yang berjalan sedikit di depannya.

"Kalau ngobrol terus, kapan sampenya, Na?" Sahut Kalandra yang masih menggandeng tangan Naina agar gadis itu mengikuti langkahnya dan tak banyak mengobrol di trek dengan rombongan lain.

"Nanti kan juga nyampe. Gunungnya gak mau kemana - mana kok, Bang." Sahut Naina yang membuat Kalandra tersenyum sambil geleng - geleng kepala.

"Ini gak mau di lepasin tanganku?" Tanya Naina.

"Enggak, nanti kamu tau - tau ilang, kayak toddler." Jawab Kalandra yang semakin erat menggenggam tangan Naina.

"Aku tadi udah sampe sini, terus balik lagi ke bawah karena kamu gak ada di belakangku. Kirain hilang, taunya malah ngerumpi." Omel Kalandra yang membuat Naina tertawa.

"Maaf ya, Bang." Sahut Naina.

Mereka pun kembali berjalan, menyusuri trek yang masih terasa ringan itu. Belum banyak tanjakan yang terjal yang menyapa keduanya.

"Abang sebentar, tali sepatuku lepas." Kata Naina yang membuat Kalandra menghentikan langkahnya.

Tanpa berucap apa - apa, Kalandra langsung berbalik dan berjongkok untuk mengikat tali sepatu Naina. Naina sendiri, hanya bisa bengong melihat Kalandra yang tiba - tiba langsung mengikat tali sepatunya. Tiba - tiba, pipinya terasa memanas.

"Udah. Ayo lanjut lagi." Ajak Kalandra sambil mengulurkan tangannya, setelah ia selesai mengikat tali sepatu Naina.

"Nanti aku di kira jompo loh, Bang. Karena jalan aja harus di tuntun." Kata Naina saat melihat tangan Kalandra yang ada di depannya.

"Bukan jompo, tapi toddler." Sahut Kalandra yang kemudian meraih tangan Naina dan menggenggamnya.

Jantung Naina hampir meledak rasanya karena Kalandra yang kembali meraih tangannya. Rasanya, ia ingin mendaki Gunung setiap hari bersama pria di depannya ini.

"Na, kamu bawa jas hujan, kan?" Tanya Kalandra.

"Bawa, Bang. Kenapa? Memang hujan?" Tanya Naina.

"Sepertinya di atas hujan." Jawab Kalandra yang sedari tadi mengamati awan gelap di sekitarnya.

Angin yang berhembus pun terasa berbeda. Benar saja. Tak lama, tetesan air hujan pun turun.

"Na, pake jas hujan." Titah Kalandra yang juga mengeluarkan jas hujan dari tasnya.

Keduanya segera memakai jas hujan sebelum hujan turun semakin lebat. Setelah memasang cover pada tasnya dan tas Naina, Kalandra pun memperhatikan jas hujan yang di pakai Naina.

"Pakai yang benar, Nai. Biar air hujannya bener - bener gak masuk." Kata Kalandra sembari mengancingkan jas hujan Naina.

"Kan udah di sleting, Bang." Kata Naina.

"Sleting ini kan licin. Kalau kena angin, kadang bisa turun sendiri. Makanya di kasih tambahan kancing sama produsennya." Kata Kalandra yang kemudian mengikat topi jas hujan Naina.

"Berasa lagi ngurus toddler beneran ya, Bang." Kekeh Naina yang jawab senyuman oleh Kalandra.

Lagi - lagi Ia di buat terpesona dengan mata indah Naina yang seolah ikut tersenyum kala gadis itu sedang tersenyum.

"Maaf ya, aku jadi ngerepotin Abang." Kata Naina sembari berjalan mengikuti langkah Kalandra.

"Enggak kok, kamu gak ngerepotin. Aku senang karena ada yang menemani tracking kali ini." Jawab Kalandra.

"Emang, biasanya Abang selalu solo tracking?" Tanya Naina.

"Enggak selalu, tapi lebih banyak solo tracking." Jawab Kalandra.

"Abang kalo mau tracking lagi, bilang aja. Nanti aku temani." Kata Naina sambil terkekeh.

"Iya. Gampang itu nanti." Jawab Kalandra.

Semakin lama, hujan yang turun pun semakin lebat. Hal ini tentu memperlambat langkah mereka. Selain karena jarak pandang yang terbatas, juga karena medan menanjak yang licin.

"Whhoo!" Seru Naina yang hampir tergelincir. Untung saja tangannya sempat meraih batang pohon di dekatnya hingga tak membuatnya jatuh.

Kalandra yang berjalan di belakangnya pun secara refleks menahan tas carier Naina agar gadis itu tak jatuh.

"Kamu gak apa - apa, Nai?" Tanya Kalandra.

"Aman kok, Bang." Jawab Naina.

"Sini cariermu. Biar aku bawa." Kata Kalandra.

"Jangan, Bang. Nanti Abang kesusahan. Ini kan licin." Tolak Naina.

"Tenang aja, Nai." Kata Kalandra.

"Enggak, Bang. Ini treknya sulit, terus licin. Bahaya kalo Abang tambah beban carier lagi." Kata Naina. Ia kemudian meraih tangan Kalandra kemudian menautkan jari - jarinya pad jari Kalandra.

"Gini aja, udah aman." Kata Naina.

"Ck! Bandel." Kata Kalandra sambil menyentil dahi Naina yang justru tertawa.

Pada akhirnya, mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan hingga sampai di pos tempat mendirikan tenda.

"Aku bantu ya, Bang." Kata Naina.

"Duduk aja, istirahat. Sebentar lagi selesai kok." Kata Kalandra yang memang hampir menyelesaikan tendanya.

Beberapa pendaki juga nampak mendirikan tenda di sekitar sana. Karena hujan dan hari yang semakin gelap, banyak dari mereka yang memutuskan untuk menginap di pos tersebut.

Setelah selesai, Kalandra pun menyuruh Naina untuk masuk, sementara ia memasang flysheet.

Di dalam tenda, Naina merapikan barang - barang mereka. Ia juga mengeluarkan perbekalan yang akan di masak untuk makan malam.

Dengan terampil, Naina menyiapkan semuanya. Setelah flysheet selesai, ia pun memindahkan alat - alat masak portabel yang mereka bawa ke bawah flysheet.

"Abang mau kopi atau teh?" Tawar Naina yang sedang merebus air.

"Ada kopi apa, Nai?" Tanya Kalandra.

"Ini sama ini." Jawab Naina sambil menunjukkan dua renteng kopi kemasan.

"Kamu mau buka warung kopi?" Kekeh Kalandra.

"Yang warna coklat aja." Pinta Kalandra kemudian.

"Ya barang kali ada yang minta nanti, Bang." Jawab Naina sambil menyiapkan kopi yang di minta Kalandra.

Setelah melepas jas hujannya, Kalandra kemudian masuk ke dalam tenda, duduk berdampingan dengan Naina sambil menghadap ke luar.

"Ini minum, Bang." Kata Naina sambil memberikan segelas kopi pada Kalandra. Ia pun menyeruput teh hangat miliknya.

"Makasih, ya." Ucap Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.

Rintik hujan yang masih turun, membuat suasana menjelang malam itu terasa syahdu. Beberapa Pendaki yang lewat, mengangguk sopan ketika melewati keduanya. Mereka pasti mengira jika Kalandra dan Naina adalah pasangan kekasih atau suami - istri.

Sesekali, Naina melirik dan memperhatikan pria tampan di sebelahnya yang nampak menikmati suasana sekitarnya dengan tenang.

"Jangan merhatiin orang kayak gitu. Nanti yang di perhatiin jadi salah tingkah." Celetuk Kalandra.

Uhuuuk...! Uhuuk...!

Naina sampai tersedak teh yang sedang ia minum karena ucapan Kalandra.

"Pelan - pelan aja, Nai." Kekeh Kalandra sambil menepuk - nepuk punggung Naina.

"Aih! Abang ini. Bikin orang keselek aja." Gerutu Naina sambil melihat ke arah lain untuk membuang rasa gugupnya.

Kalandra pun tersenyum sambil menyesap kopi hangatnya. Ini adalah kali pertama ia mendaki hanya berdua dengan seorang perempuan.

Itu karna Naina orangnya. Jika bukan Naina, ia mungkin tak akan mengajak lawan jenis untuk mendaki hanya berdua saja.

1
Atik Kiswati
knp hrs di bagi ama yg lain....mlh bikin bete kan....
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!