cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 9
sedangkan di sisi lain harry bersama teman temannya sedang berkumpul di kosan dia hari ini mereka berniat kerja kelompok hanya aura yang tak terlihat disana, richel sudah mencoba menghubungi tapi tak ada balasan, begitupun dengan harry.
“gimana dong guys aura gabisa di hubungin, apa dia cape ya abis acara kemarin”.
“kayanya, dia urusin kita banget soalnya”.
mereka tak tau kalau sejak pagi tadi pun harry sudah sangat mencemaskan keadaan gadis itu, aura tak membalas pesannya atau apapun dia juga terlihat terakhir online pada malam nya jelas sangat bukan aura, aura tipe orang yang sulit jauh dari handphone jika tak ada yang sangat penting.
harry berfikir sejenak bisa jadi yang di katakan teman temannya itu benar tapi dia lebih yakin kalau aura saat itu sedang bersama alden, karena biasanya walaupun aura tidak memberitahu teman temannya yang lain dia akan tetap memberitahu harry.
“okeeyy. gapapa deh kita lanjut aja dulu kita kita, nanti kalau aura udah bisa di hubungin kita kerkom lagi aja”
“setuju”
mereka melanjutkan kerja keompoknya tanpa aura sedangkan harry fokus nya buyar sesekali dia melihat ponselnya berharap aura menghubungi, tapi ternyata tidak ada.
setelah kerja kelompok selesai para wanita berpamitan pulang, sedangkan lelaki masih di sana mereka masih mengobrol enga harry juga.
“ehh harr gua tiba tiba kepikiran nih” ihksan mencoba mengintrogasi harry “kemarin pas di villa lu bilang tidur di kamar kan, nah kamar disana tuh cuma 3, 1 gua ama rizki, 1 lagi richel selfi andin, 1 lagi aura, nah elu tidur di kamar yang mana”
harry yang sedang fokus mencatat berhenti lalu meminum kopi dengan gugup tapi yakin dia menjawab “di kamar yang kaliannya”
“boong kagakk, nih yaa walaupun gua mabok gua tetep tau ada siapa di tuh kamar cuma ada gua ama rizki lu gadaa” ihksan menjawab langsung tanpa jeda dia bahkan memotong ucaran harry.
harry minatap ihksan sinis sedangkan rizki hanya bingung mendengar pembicaraan dua temannya itu, jelas karena jujur dia tidak ingat apapun saat malm itu dia bahkan mengira dia di bawa ke kamar oleh malaikat saking tidak menyadarinya kalau harry yang bawa dia.
“tidur di kamar kalian ko aku, cuma memang ga lama aja”
“masa sih ga liat gue ahh”
“iyaa ga percaya banget”
“yaudah okeee deh” akhirnya ihksan mengalah mungkin memang benar saat harry masuk dia tak sadar jadi ya sudah lah “eh tapi aura kemana ya, dia tiba tina gaada kabar gitu, kemarin lo anterin dia sampe depan rumahnya kan har”
“iya”
“terus ko sekarang gabisa di hubungin ya”
“mungkin dia kehabisan energi jadi gak mood ngapa ngapain, dia kan selalu gitu”
“lah iya jugaa yaa”
mereka lanjut dengan aktivitasnya masing masing, harry larut dalam pikirannya ada rasa khawatir di dalam dirinya mengetahui aura sampai saat ini masih belum bisa di hubungi tapi apa yang dia dia perbuat? dia bukan siapa siapa lagi pula saat ini aura pasti sedang dengan kekasihnya dia tidak bisa melakukan apapun.
harry berharap semoga aura baik baik saja dan semoga saat masuk kuliah nanti aura ada, harry tidak akan banyak bertanya soal kemana dia dan apa yang dia lakukan melihat aura baik baik saja dia sudah bersyukur.
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣