NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Penjelajah bagian 2

Aura membunuh adalah hal yang dapat di dapatkan oleh siapapun yang membunuh ribuan hingga jutaan mahluk hidup, darah dari para korbannya akan menempel di tubuh mereka dan sebanyak apapun mereka membersihkannya bau darah itu tidak akan menghilang, bersamaan dengan itu aura merah yang terlihat seperti hidup akan menempel pada tubuhnya dan meraung pada setiap mahluk hidup yang ada disekitarnya seperti ingin menghisap darah mereka.

10 ribu ras monster yang mana datang menyerang umat manusia, sebagian besar dari mereka memiliki aura membunuh tersebut, karena sudah cukup banyak umat manusia yang jatuh menjadi korban mereka, baik itu dalam pertarungan ataupun mereka hanya membunuh manusia untuk kesenangan belakang. Para Mage yang sering terpapar aura tersebut telah terlatih dan tidak tumbang hanya karena aura membunuh tersebut, karena mereka telah terbiasa dan mengetahui rahasia untuk menguasai aura membunuh tersebut.

“Cara untuk menangkal aura membunuh adalah untuk membiasakan diri dengan kematian, dengan memasuki medan peperangan seorang Mage dapat terbiasa dengan kematian musuh ataupun rekan mereka”

“Namun apa-apaan anak ini, dia dengan santai menatap balik White Yeti, dan bahkan White Yeti terlihat ketakutan saat melihat matanya… dia seakan-akan telah melihat kematian itu secara langsung dan tersenyum balik kearahnya” pikir pengawas nomer 67.

Merlin adalah peneliti terpintar di Bumi pada abad ke 30, dia meninggal di usia 50 tahunan yang mana terbilang sangat muda pada para manusia Bumi di abad itu, Merlin bukan meninggal karena penyakit atau karena pembunuhan dari saingannya, namun dia sendirilah yang mengakhiri hidupnya dengan menjadikan tubuhnya sebagai bahan percobaan eksperimen gilanya.

Semua itu demi melepaskan rasa bosannya kepada dunia, dan semua itu demi dirinya agar bisa mendapatkan pengetahuan yang baru. Dan saat White Yeti mengeluarkan aura pembunuh miliknya, secara tidak sadar Merlin merasa familiar dengan aura itu dan tampa dia sadari energi force element kegelapan di dalam tubuhnya mulai bercampur dengan elemen Demon, keduanya kemudian menyelimuti tubuh Merlin dan dengan santai dia berjalan mendekati White Yeti tersebut.

Dengan senyuman di wajahnya Merlin kemudian mulai memeriksa aura yang dia rasakan dari White Yeti tersebut, semakin semangatnya bertambah “Srrahkk…” semakin besar energi force elemen kegelapan dan Demon yang menyelimuti tubuhnya. White Yeti yang melihat energi force tersebut langsung ketakutan, dia seperti sosok monster raksasa yang sebanding dengan raja Yeti yang memiliki bulu hitam pekat dan mata merah darah.

“Dunggs…”White Yeti itu kemudian terjatuh ke tanah, dan dengan cepat dia membalikan badannya, dengan wajah penuh rasa takut White Yeti berusaha untuk keluar dari kandangnya untuk menjauhi Merlin. Menyadari kalau rencananya telah gagal, pengawas nomer 67 kemudian memegang bahu Merlin dan berusaha untuk memarahi dirinya, akan tetapi pada saat “Taask…” pengawas nomer 67 memegang bahu Merlin.

“Srrahhkk…” dia dapat merasakan sosok monster yang mana tak pernah dia rasakan sebelumnya, sosok monster yang dapat membantai ribuan orang dengan mudahnya tampa mengedipkan mata, dan sosok monster yang membunuh hanya demi memuaskan dirinya sendiri. Kemudian tampa pengawas nomer 67 sadari, Merlin telah berdiri dan melihatnya dengan tatapan tajam dan ekspresi dingin.

Merlin terlihat sama sekali tidak berekspresi dan hanya menatap tajam kearah pengawas nomer 67, melihat hal itu pengawas nomer 67 kemudian langsung tersadar dan berkata.

“Sudah cukup murid Merlin, sekarang tolong kembali kebarisanmu… aku ingin menjelaskan sesuatu kepada kalian semua”

“Di mengerti” balas Merlin yang dengan santai kembali kebarisannya.

Lalu pada siang itu, pengawas nomer 67 mulai menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan ketika bergabung dengan militer, dan juga alasan untuk bergabung dengan militer. Banyak murid Mage dari kelas B yang terpengaruh oleh kata-katanya, itu semua karena mereka masih terpengaruh oleh tehnik sihir yang ada di kertas yang di bagikan kepala akademi semalam.

Setelah selesai memberikan penjelasan dan juga pidato panjang, para murid Mage di persilahkan untuk pulang lebih awal, banyak dari mereka yang tertarik untuk memutuskan bergabung kedalam militer, namun ada juga beberapa murid Mage yang tahu kalau bergabung ke dalam militer tidak semudah yang mereka kira.

“Ada beberapa monster yang militer dapat tangkap, yah… nampaknya ini akan menambahkan poin penting bagiku untuk masuk kedalam militer, namun jika mereka mencegah kebebasanku maka aku tinggal keluar saja” pikir Merlin.

Pada malam itu di dalam ruangannya, pengawas nomer 67 masih terjaga karena teringat akan tatapan mengerikan dari Merlin, sebuah tatapan yang memberikannya mimpi buruk dan juga ketakutan.

“Mata itu, dia seakan-akan mengatakan padaku untuk tidak mengganggunya… dengan mata yang penuh percaya dirinya kalau dirinya bisa menyingkirkanku kapan saja, dia adalah anak yang berbahaya…”

“Akan tetapi hal itu dapat kita gunakan, karena mau bagaimanapun Mage adalah senjata umat manusia… dan semakin berbahaya mereka, maka semakin kuat juga umat manusia, aku harus memperingatkan atasan akan hal ini… agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat” pikir pengawas nomer 67.

Pengawas nomer 67 kemudian mulai mengirimkan email kepada kepala pengawas yang sedang ada di dalam militer, akan tetapi “Sringgs…” ketika surat itu datang dengan cepat surat itu dihapus oleh seseorang yang tidak di kenal. Satu minggu kemudian telah berlalu, para murid Mage dari kelas A dan juba B mulai menjalani program militer mereka, dan mereka akan terus di dalam militer untuk berlatih selama 1 tahun penuh.

Ketika mereka telah berhasil menjalankan program militer selama 1 tahun, maka mereka akan di berikan kebebasan selama 3 bulan penuh untuk melakukan apapun yang mereka mau, setelah itu mereka akan masuk kembali ke dalam militer untuk menjalankan 1 tahun kewajiban terakhir mereka. Tergantung pada performa mereka, para Mage yang mana berguna bagi militer akan di undang masuk kedalam militer dan di tempatkan menjadi ketua regu kelompok Mage dalam militer.

Pada saat itu Merlin berada di dalam grup yang sama dengan kelas B, dan sama sekali tidak ada satupun murid Mage dari Kelas A yang bersama dengan dirinya, melihat isi dari kelompok tersebut Merlin dapat merasakan ada yang aneh. Pada saat yang bersamaan juga pengawas nomer 67 juga menyadari adanya sebuah keanehan dalam pembagian kelompok tersebut, karena sebagian besar murid Mage yang berada di kelompok Merlin nilai mereka ada di bawah rata-rata.

“Seharusnya tidak seperti ini, seharusnya, Merlin, Anastasya, dan juga Luciel berada di dalam kelompok yang sama… aku harus mengikuti Merlin, karena aku merasa kalau target mereka adalah dirinya” pikir pengawas nomer 67.

“Pingg…” namun pada saat itu ponsel mili pengawas nomer 67 secara tiba-tiba mengeluarkan suara, dari ponselnya dia melihat sebuah pesan tugas khusus yang di berikan langsung kepada dirinya. Dengan wajah penuh amarah dia melihat isi dari tugas itu, dan “Traask…” dengan kerasnya dia membanting ponsel miliknya tersebut sampai hancur.

“Dasar sialan, ternyata ini ulahmu… komandan Belial, apa kau benar-benar ingin membuang masa depan Kerajaan Nera” pikir pengawas nomer 67.

.

.

.

.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!