Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Ana sengaja memilih kursi paling belakang, pagi ini kelas akan dimulai oleh Nathan.
Membayangkan kejadian di mobil tadi membuat jantung Ana berdebar, bahkan rasanya ia malu bertemu dengan Nathan.
" Didepan aja yuk Na " ucap Fitri
" Males ah, di belakang aja "
" Ya tapi tumben banget lo ngambil paling belakang, di pojok pula "
" Ga apa apa lagi pengen aja Fit "
Tak lama sang dosen masuk kedalam kelas, para mahasiswi itu langsung histeris melihat Nathan.
" Baru lita aja udah histeris, gimana gue yang udah ciuman " Ana membatin
Nathan mulai mengabsen satu persatu muridnya, setelahnya pelajaran pun dimulai.
Mata kuliah hari ini Nathan memberikan tugas untuk di jelaskan kedepan, Nathan memanggil acak murid untuk maju kedepan menjelaskan tugas mereka.
" Fitri silahkan " panggil Nathan
Fitri maju kedepan, Nathan pun berpindah duduk. Nathan tak menyia-nyiakan kesempatan, saat Fitri berdiri didepan Nathan duduk disamping Ana.
Belum juga hilang rasa gugupnya, kini sudah ada Nathan kembali disamping dirinya.
Nathan menggenggam tangan Ana yang tengah berada dibawah, Ana terkejut ia takut jika ada yang melihatnya.
Begitu Fitri selesai, Nathan lansung bangun dan pindah ketempat miliknya.
Satu persatu murid maju, hingga Ana mendapatkan giliran.
Begitu Ana menjelaskan, Nathan terus terfokus kepada Ana. Ana tak memperdulikan, ia tak mau jika ada yang menyadarinya.
Hingga kelas selesai, Ana dan Fitri pun bersiap untuk keluar dari kelas
" Na, gue langsung cabut ya. Soalnya mau kerumah mertua nih, Mas Angga juga udah sampai katanya" ucap Fitri
" Hmm yaudah deh, sampai bertemu Senin ya sayy " ucap Ana
" Daah byee Ana " kata Fitri yang kemudian meninggalkan Ana
Saat Ana tengah berjalan sendirian, Nathan yang entah darimana menghampiri dirinya.
" Keruangan saya sebentar, saya tunggu " kata Nathan yang kemudian pergi lebih dulu
Ana tak tau lagi apa yang dosennya akan bicarakan, tapi ia pun langsung pergi menuju ruangan dosennya itu.
" Permisi Pak " ucap Ana sembari mendorong pintu ruangan tersebut
" Ya, duduk Na " kata Nathan
Ana pun duduk di sofa yang di susul oleh Nathan yang juga diikut disamping Ana.
" Ada apa Pak ? " ucap Ana dengan gugup
" Soal tadi pagi saya minta maaf "
" Iya Pak lagipula saya juga yang salah Pak, harusnya yang ga pakai cara seperti itu supaya Jeremy percaya kita pacaran"
" Saya boleh tanya sesuatu sama kamu Na ? "
" Bapa mau nanya apa ? "
" Kamu, masih ada perasaan sama Jeremy? "
" Perasaan? Engga ada pak, sama sekali ga ada. Buat apa saya masih nyimpan perasaan sama orang yang kayak dia "
" Saya cuma mastiin aja Na, karena saya ingin membangun hubungan baru tanpa ada bayangan masalalu "
Ana merasa ada yang berbeda dengan Nathan, tapi Ana tak tau apa.
" Kalau ada yang mau bapa bicarain ga apa apa " ucap Ana
" Sejujurnya saya cuma takut aja "
" Takut apa pak ? "
" Engga apa apa lupain aja Na "
Ana menganggukkan kepalanya, ia pun bangun dari tempat duduknya.
" Yaudah saya keluar dulu ya pak " kata Ana dan Nathan mengangguk
Saat Ana keluar dari ruangan Nathan, ia berpapasan dengan Rehan teman sekelasnya.
" Lo habis ngapain Na ? " tanya Reyhan melihat Ana yang keluar dari ruangan Nathan
" Oohh engga tadi ada perlu aja Rey "
" Oiya Na lo udah baca grup kan ? kalau hari ini kita mau kerja kelompok tugas Pak Darto "
" Belum, emang hari ini ya ? "
" Iyah, yaudah bareng aja sama gue gimana ? "
" Boleh deh "
Ana dan Reyhan pergi berdua untuk mengerjakan tugas kelompok, sedangkan dari dalam ruangan Nathan memantau dari Cctv.
....
Pukul 5 sore Ana baru saja selesai dengan tugas kelompok mereka, Ana kembali diantar oleh Reyhan menuju cafe tempat ia bekerja.
" Lo kerja disini Na ? " ucap Reyhan saat Ana turun ditempat Cafe ia bekerja
" Iya Rey " jawab Ana sembari membuka helm milik Reyhan
" Oohh " Reyhan mengangguk
" Yaudah Rey, makasih ya gue masuk dulu "
" Iya Na "
Ana pun masuk kedalam untuk bersiap siap, walaupun rasanya hari ini Ana merasa cukup lelah.
.
Malam hari cafe mulai dipenuhi oleh beberapa pengunjung, Ana mulai melayani satu persatu para pengunjung.
Namun ada seseorang yang Ana hafal betul, malam itu Nathan kembali datang ke cafe tempat Ana bekerja.
Tak seperti sebelumnya, kali ini Ana langsung menghampiri meja Nathan.
" Malam Pak, bapa mau pesan apa ? " tanya Ana dengan ramah
" Hmm sejujurnya saya kesini mau pesan kamu ya Na, tapi sayangnya kamu ga ada di menu "
" Yaudah kalau begitu bapa pesan yang ada di menu aja "
" Yaudah kalau gitu kamu pilihkan untuk saya, apapun yang kamu pilih saya akan suka "
" Oke Pak, ditunggu ya Pak "
Nathan mengangguk sambil tersenyum, Nathan terus menatap lekat kearah Ana yang tengah sibuk.
Nathan melihat panggung kecil disudut ruangan dan juga gitar, ia pun memanggil salah satu pelayan.
Nathan bertanya mengenai panggung kecil itu, setelahnya Nathan mengucapkan terimakasih kepada pelayan itu.
Saat Ana tengah sibuk dengan urusannya, tiba-tiba terdengar suara yang Ana hafal benar siapa pemiliknya.
Ana menoleh dirinya melihat Nathan yang sudah duduk di kursi panggung kecil itu, dengan gitar ditangannya.
" Cek Tes Tes " ucap Nathan
Gitar mulai mengalun, Nathan mulai bernyanyi diatas panggung kecil sana.
" Tak sadar ku temukan
Temukan wanita rupawan yang sadarkan
Dia seorang tiada lain tiada bukan
Hanya dia
Dia buatku nyaman
Dalam hangat pelukan
Dia perasa yang mengerti yang kurasa
Hanya dia
Kan ku arungi tujuh laut samudra
Kan ku daki pegunungan himalaya
Apapun kan ku lakukan tuk dirimu sayang
Oh penjaga hati "
Bukan hanya Ana yang terkesima, beberapa pengunjung pun ikut memperhatikan Nathan bahkan ada beberapa yang merekamnya.
Setelah selesai dengan lagu yang Nathan nyanyikan ia pun kembali turun dan duduk ditempatnya kembali.
...
Tepat pukul 11 malam, Ana sudah selesai dengan pekerjaannya. Setelah mengganti pakaian, Ana Keluar dari cafe untuk pulang.
" Ana, tunggu "
Ana menghentikan langkahnya, ia menoleh ke belakang.
" Loh Mas Bayu, kenapa Mas ? " tanya Ana melihat Bayu rekan kerjanya memanggil dirinya
" Engga apa apa hehe, pulang sendiri Na ? "
" Iyalah Mas "
" Udah lama ga liat pacar kamu Na, kemana dia ? "
" Udah putus Mas, ah udah ga usah bahas dia lah Mas "
" Oohh gitu, oiya kamu udah dapat juduh skripsi Na ? "
" Belum nih Mas, pusing juga ternyata Mas "
" Kalau butuh bantuan nanti boleh Na bilang sama aku "
" Iyah Mas, terimakasih "
Disaat Bayu dan Ana yang asik berbincang, dari dalam mobil ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya.
Melihat Ana yang sudah sendirian, ia pun langsung menghampiri Ana
" Ana.. "