NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Embun Surga di Beranda

​Suara deru mesin mobil yang memasuki halaman rumah kerikil putih itu terdengar seperti musik simfoni yang paling indah di telinga Andini Kharisma Sulistia. Ia tersentak, kelopak matanya terbuka lebar dengan napas yang memburu. Peluh dingin membasahi dahi dan tengkuknya. Ia menoleh ke sekeliling; sup ayam jahe di atas meja masih mengepulkan uap tipis, dan ponselnya masih tergeletak tenang di samping piring, tanpa ada panggilan dari nomor tak dikenal.

​"Astagfirullah... hanya mimpi," bisik Andini lirih, air matanya luruh bukan karena duka, melainkan rasa syukur yang tak terlukiskan. Dada yang sedari tadi sesak oleh bayangan kecelakaan maut itu seketika terasa lapang, seolah beban ribuan ton diangkat dari pundaknya.

​Pintu depan terbuka. Sosok tinggi tegap dengan jaket kulit hitam yang sedikit basah oleh tempias hujan melangkah masuk. Keenan Adiwijaya berdiri di sana, wajahnya tampak lelah namun senyumnya tetap menjadi matahari bagi Andini. Tidak ada luka, tidak ada sirine polisi, hanya aroma hujan dan parfum maskulin yang sangat ia kenali.

​"Dini? Kenapa menangis, Sayang?" Keenan segera menghampiri, menjatuhkan kunci mobilnya begitu saja dan merengkuh istrinya ke dalam dekapan yang sangat nyata.

​Andini memeluk Keenan dengan kekuatan yang luar biasa, membenamkan wajahnya di dada suaminya, menghirup aroma tubuh Keenan seolah itu adalah oksigen terakhir di bumi. "Jangan pergi lagi, Mas. Jangan pernah pergi sendirian di tengah hujan seperti itu lagi."

​Keenan terkekeh pelan, meski matanya menyiratkan kebingungan. Ia mengusap rambut Andini dengan lembut, menenangkan getaran di tubuh wanita muda itu. "Aku hanya ke Bandung sebentar, Dini. Berkasnya sudah beres. Ayah Farhady bahkan menitipkan salam dan sesuatu yang sangat spesial untukmu."

​Setelah suasana hati Andini mulai tenang dan mereka duduk bersisian menikmati sup yang kini kembali dihangatkan, Keenan mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna emas dari tas kerjanya. Di saat yang sama, ponsel Andini berdering. Kali ini, nama Farhady Sastranegara (41 tahun) muncul di layar.

​"Halo, Ayah?" ucap Andini dengan suara yang masih sedikit serak.

​"Andini, maafkan Ayah ya sudah merepotkan Keenan malam-malam begini," suara Farhady terdengar sangat kebapakan dan penuh kehangatan dari seberang telepon. "Ayah sudah mendengar kabar bahagia tentang calon cucu Ayah pagi tadi. Ayah merasa, kalian butuh waktu untuk merayakan kehidupan baru ini sebelum kesibukan sekolah kembali menyita waktu."

​Farhady melanjutkan dengan nada yang mantap, "Keenan sudah memegang tiketnya. Ayah ingin kalian melihat dunia. Pergilah ke Kapadokia, biarkan anakmu nanti mendengar cerita tentang betapa indahnya balon udara yang menghiasi langit Turki. Dan setelah itu, terbanglah ke Skandinavia. Ayah ingin kalian berdua melihat Aurora Borealis, cahaya surga yang menari di langit utara. Semua sudah Ayah atur sebagai hadiah untuk menantu dan anak Ayah yang luar biasa."

​Andini tertegun, matanya kembali berkaca-kaca saat melihat isi amplop yang dibuka Keenan: dua tiket pesawat kelas bisnis dan reservasi hotel-hotel terbaik di Eropa. Bibit, bebet, dan bobot Andini yang terhormat memang membuatnya pantas mendapatkan perlakuan bak ratu, namun kemurahan hati Farhady selalu membuatnya merasa sangat dihargai sebagai bagian dari keluarga Sastranegara.

​"Terima kasih, Ayah... terima kasih banyak," Andini berucap tulus sebelum menutup telepon.

​Malam itu, Lembang yang dingin berubah menjadi sangat romantis. Tidak ada lagi ketakutan akan maut atau perpisahan. Keenan menarik Andini ke dalam pelukannya di depan jendela yang kini hanya menampakkan gerimis tipis yang damai. Mereka mulai membayangkan diri mereka berdiri di atas bukit batu Kapadokia saat matahari terbit, dan berpelukan di bawah pendar hijau ungu Aurora yang ajaib.

​"Kita akan membawa si kecil melihat keajaiban dunia, Mas," bisik Andini, tangannya menuntun tangan Keenan untuk mengusap perutnya yang masih rata.

​"Iya, Dini. Dan aku berjanji, perjalananku akan selalu bermuara padamu. Tidak akan ada lagi mimpi buruk, hanya ada petualangan indah yang akan kita tulis bersama," jawab Keenan sebelum mengecup kening istrinya dengan penuh janji.

​Di lereng Maribaya, kebahagiaan itu kini benar-benar genap. Kebahagiaan yang bukan sekadar fatamorgana, melainkan kenyataan yang manis seiring dengan doa-doa yang melangit di tengah kesunyian malam yang diberkati.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!