Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#23
Pintu penthouse mewah Nikolai di Boston nyaris terlepas dari engselnya saat Viktor Volkov melangkah masuk dengan aura predator yang sedang murka. Di belakangnya, barisan pengawal berbaju hitam berdiri kaku, tidak berani bernapas. Viktor tidak datang untuk bernegosiasi; dia datang untuk menghancurkan apa pun yang menghalangi ambisinya.
Nikolai berdiri di tengah ruangan, tangannya terlipat di dada, menanti badai itu dengan ketenangan yang mematikan. Di belakangnya, di balik pintu kamar yang tertutup rapat, Rose sedang beristirahat.
"Kau sudah gila, Nikolai!" suara Viktor menggelegar, mengguncang dinding kaca ruangan itu. "Kau menikahi wanita itu di depan dunia? Kau membatalkan kesepakatan dengan Moretti dan menghancurkan aliansi yang kubangun selama puluhan tahun?!"
"Aku tidak menghancurkan aliansi, Ayah. Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku," jawab Nikolai, suaranya rendah namun tajam. "Rosemary adalah istriku. Sekarang dan selamanya."
"Istri?!" Viktor tertawa sinis, langkahnya mendekat hingga wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari putranya. "Kau mengancam masa depan kekaisaran Volkov demi seorang wanita yang tidak punya nama? Jika kau tidak membatalkan pernikahan bodoh ini dalam dua puluh empat jam, aku akan mencabut seluruh aksesmu. Aku akan membuatmu menjadi gelandangan di jalanan Boston ini!"
"Silakan, Ayah," tantang Nikolai, matanya berkilat menantang. "Cabutlah segalanya. Aku sudah membangun kekuatanku sendiri di luar namamu. Tapi ingat satu hal jika kau menyentuh Rose atau mencoba memisahkan kami, aku akan memastikan seluruh rahasia kotor bisnis Volkov di Texas sampai ke meja jaksa federal sebelum matahari terbenam."
Viktor tertegun sesaat oleh ancaman putranya sendiri. Amarahnya memuncak. Ia tidak menyangka anak yang ia didik untuk menjadi mesin bisnis yang dingin kini berubah menjadi budak cinta bagi seorang wanita yang ia anggap sampah.
"Kau menjijikkan, Nikolai!" PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nikolai. Kepala Nikolai terlempar ke samping, namun ia tidak mundur selangkah pun. Ia kembali menatap ayahnya dengan sorot mata yang semakin dingin.
"Bisa-bisanya kau menikmati barang yang sudah dicicipi keluarga Hudson rendahan itu!" Viktor berteriak, wajahnya merah padam. "Bayangkan bagaimana selama dua tahun itu dia ditiduri berkali-kali oleh mantan suaminya! Dimana akal sehatmu? Dia hamil saat dia masih berstatus istri pria itu! Apa kau pikir itu benihmu saat kalian masih SMA? Kau melempar kotoran ke mukaku, Nik! Dengan mengakui darah daging pria rendahan itu sebagai anakmu!"
"Tutup mulutmu, Ayah!" raung Nikolai, urat-urat di lehernya menonjol. "Jangan berani-berani kau menghina darah dagingku!"
"Benihmu? Hah! Kau hanya pria bodoh yang tertipu oleh air mata seorang pelacur!" Viktor meludah ke lantai. "Dia hamil 8 minggu, dan dia baru bercerai kemarin! Siapa pun tahu itu anak Hudson! Kau hanya menjadi tempat sampah bagi sisa-sisa pria lain!"
"TIDAK, AYAH! ITU ANAKKU! ANAK-ANAKKU!" teriak Nikolai tak kalah keras, suaranya memenuhi seluruh ruangan. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan kau, menyentuh atau menghina istri dan anak-anakku!"
"Cukup."
Suara itu kecil, namun memiliki kekuatan yang sanggup menghentikan pertikaian dua singa itu. Pintu kamar terbuka. Rose berdiri di sana, mengenakan jubah tidur sutra panjang, wajahnya pucat namun matanya memancarkan ketegasan yang belum pernah dilihat Viktor sebelumnya.
Rose melangkah perlahan menuju tengah ruangan. Ia menatap Viktor Volkov, pria yang selama ini menjadi momok menakutkan dalam hidupnya, secara langsung.
"Tuan Volkov," panggil Rose dengan nada yang tenang. "Aku sudah pernah hidup tanpa orang tua. Aku tahu rasanya menjadi yatim piatu yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Tapi mendengar Anda, seorang kakek, mencoba memisahkan anak-anak yang bahkan belum lahir ini dari ayahnya... itu adalah hal paling rendah yang pernah aku saksikan."
Viktor menatap Rose dengan tatapan menghina. "Anak-anak? Kau pikir kau bisa membodohiku dengan cerita kehamilan ini untuk mengikat putraku?"
"Ini bukan cerita, Tuan Volkov," Rose meletakkan tangannya di atas perutnya sendiri. "Aku mengandung bayi kembar. Dan jika Anda punya sedikit keberanian untuk melihat kenyataan medis, Anda akan tahu bahwa selama dua tahun keluarga Hudson meracuniku agar aku tidak bisa hamil dari anak mereka. Hanya Nikolai... hanya Nikolai yang mampu memberikan kehidupan kembali pada rahimku."
Viktor terdiam. Matanya beralih ke perut Rose, lalu ke wajah Nikolai yang tampak sangat protektif. Ia melihat adanya keyakinan yang tidak tergoyahkan di mata putranya. Rumor tentang kehamilan itu... ternyata nyata. Dan Rose Moore, wanita yang selalu ia anggap 'bekas', kini mengklaim membawa dua pewaris Volkov sekaligus.
"Anda menyebutku barang bekas?" Rose melangkah satu langkah lebih dekat ke arah Viktor, mengabaikan ketegangan yang ada. "Mungkin di mata Anda, martabat diukur dari berapa banyak pria yang pernah menyentuh seorang wanita. Tapi biarkan aku memberitahu Anda satu hal, Aku lebih suci daripada seluruh aliansi bisnis yang Anda banggakan itu. Karena di dalam tubuhku, ada darah Volkov yang murni, yang tidak lahir dari kontrak atau paksaan, tapi dari cinta yang Anda sendiri lupakan bagaimana rasanya."
Viktor mengepalkan tangannya. Ia ingin berteriak, ia ingin mengusir wanita ini, namun ada sesuatu dalam martabat Rose yang membuatnya merasa kecil.
"Nikolai," Rose menoleh pada suaminya, menyentuh pipi Nikolai yang merah bekas tamparan ayahnya. "Jika ayahmu ingin menganggap cucunya sebagai kotoran, maka biarkan dia pergi. Kita tidak butuh nama Volkov jika nama itu hanya berisi kebencian. Kita punya dunia kita sendiri sekarang."
Nikolai menggenggam tangan Rose, menariknya ke dalam pelukannya di hadapan ayahnya. "Kau dengar itu, Ayah? Pergilah kembali ke Texas. Beritahu Ibu bahwa rencananya gagal. Aku tidak akan melepaskan Rose, dan aku tidak akan pernah membiarkan kalian menyentuh anak-anakku. Jika kau ingin perang, aku akan memberikannya. Tapi jangan harap kau akan pernah melihat cucu-cucumu ini seumur hidupmu."
Viktor menatap pasangan di depannya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, sang penguasa Texas itu merasa kalah. Ia melihat sebuah benteng yang lebih kuat dari uang dan kekuasaan: sebuah keluarga yang sedang melindungi miliknya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Viktor berbalik dan melangkah keluar dengan rahang yang mengeras. Namun, Nikolai dan Rose tahu, ini bukanlah akhir. Viktor Volkov tidak pernah menyerah, dan badai dari Texas akan kembali dengan cara yang lebih licik.
"Kau baik-baik saja?" bisik Nikolai, mencium kening Rose dengan penuh pemujaan.
"Aku baik-baik saja, Nik," jawab Rose. "Tapi kita harus bersiap. Setelah ini, mereka tidak akan menyerang bisnis kita lagi. Mereka akan menyerang bayi-bayi kita."
Nikolai mempererat pelukannya. "Langkahi mayatku dulu, Rosemary. Langkahi mayatku dulu."
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰