NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29 abu di atas takhta emas dan retakan pada jiwa bintang

Matahari terbit di atas Ibu Kota Kekaisaran Bintang Agung, namun sinarnya tidak membawa kehangatan. Cahaya itu hanya mempertegas pemandangan mengerikan dari sisa-sisa pertempuran semalam.

Dinding istana yang dulunya dilapisi marmer putih kini hangus menghitam. Kawah-kawah menganga di alun-alun utama, tempat di mana hukum fisika sempat diputarbalikkan oleh benturan energi antara Xing Shenyuan dan Xing Jian. Bau ozon, darah kering, dan energi iblis yang membusuk menggantung di udara, menciptakan aroma kematian yang pekat.

Di tengah keheningan yang mencekam itu, Xing Shenyuan berdiri.

Ia tidak tampak seperti pemenang yang gagah. Wajahnya pucat pasi, hampir transparan. Jubah hitamnya compang-camping, dan tangan kanannya—tangan yang memegang pedang patah penghancur dimensi semalam—kini gemetar tak terkendali.

Di dalam tubuhnya, badai sedang mengamuk.

Meskipun ia berhasil mencapai Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul), terobosan itu dilakukan secara paksa di tengah medan perang, menggunakan energi yang tidak stabil dari Fragmen Peta Bintang dan tekanan dari Pelahap Bintang. Fondasinya retak. Jiwa Kaisar Bintang yang baru terbentuk di dalam Dantian-nya terlalu kuat untuk wadah fisiknya yang belum siap sepenuhnya.

"Tuan..." Su Yan muncul di sampingnya, langkahnya hati-hati seolah takut suara langkah kakinya akan meruntuhkan tubuh tuannya yang rapuh. "Para Pengawal Naga yang tersisa telah meletakkan senjata. Para menteri bersembunyi di bunker bawah tanah. Ibu Kota... sunyi."

Shenyuan mengangguk pelan. Setiap gerakan lehernya terasa seperti menggeser batu gunung.

"Bagus," suaranya parau, kering seperti kertas tua. "Jangan biarkan mereka bicara dulu. Biarkan ketakutan meresap ke tulang mereka. Ketakutan adalah semen terbaik untuk membangun kembali pondasi yang runtuh."

Konfrontasi: Ayah dan Anak

Shenyuan berjalan tertatih menuju tangga istana yang runtuh. Di sana, Kaisar Xing Wuji masih duduk terlemas. Mahkota kekaisaran tergeletak miring di kepalanya, kehilangan kilau agungnya.

Sang Kaisar menatap putra bungsunya. Dulu, ia melihat Shenyuan sebagai aib—anak tanpa bakat yang dibuang ke perbatasan. Sekarang, ia melihat entitas yang melampaui pemahamannya. Ia melihat monster yang baru saja membelah langit.

"Kau menang," bisik Kaisar, suaranya bergetar. "Kau membunuh kakakmu. Kau menghancurkan istanaku. Apakah kau akan mengambil kepala ayahmu sekarang? Atau kau ingin aku turun dan menyerahkan kursi ini padamu?"

Shenyuan berhenti tiga anak tangga di bawah ayahnya. Ia tidak menunduk, tidak juga mendongak angkuh. Tatapannya datar, seolah melihat sebuah vas bunga tua yang tidak lagi berharga.

"Kursi itu?" Shenyuan menunjuk takhta emas di belakang Kaisar yang kini tertimpa balok kayu hangus. "Kursi itu terbuat dari kayu dan emas fana. Ia hanya bisa memerintah manusia yang takut pada pedang besi."

Shenyuan melangkah naik, melewati ayahnya tanpa menoleh.

"Aku adalah Tuan dari Makam Bintang. Wilayahku adalah langit malam dan rahasia yang terkubur di balik realitas. Mengapa aku menginginkan kerajaan kecilmu yang penuh dengan tikus politik dan intrik murahan?"

Kaisar ternganga. "Lalu... untuk apa semua ini?"

"Untuk membersihkan jalan," jawab Shenyuan dingin. "Su Yan akan mengurus administrasi kerajaan ini. Kau akan tetap menjadi Kaisar di mata rakyat, Ayah. Tapi mulai hari ini, setiap keputusan, setiap titah, dan setiap napas yang kau ambil di istana ini, harus melalui persetujuannya."

Shenyuan menoleh sedikit, matanya yang memiliki pupil ganda bersinar ungu redup.

"Kau ingin tetap hidup nyaman di masa tuamu, bukan? Maka jadilah boneka yang baik. Jangan membuatku harus mencari pengganti lain."

Kaisar Xing Wuji merosot. Aura dominasi yang ia bangun selama lima puluh tahun hancur berkeping-keping di hadapan pemuda berusia dua puluhan ini.

"Baik..." bisik Kaisar. "Sesuai kehendakmu... Tuan Shenyuan."

Dampak Balik: Harga Sebuah Kekuatan

Setelah urusan dengan Kaisar selesai, Shenyuan tidak membuang waktu. Ia memberi isyarat pada Lin Xiaoyue yang berdiri cemas di kejauhan.

"Bawa aku ke Ruang Kultivasi Bawah Tanah milik leluhur keluarga kerajaan. Sekarang," perintah Shenyuan melalui transmisi suara.

Begitu mereka sampai di ruang bawah tanah yang tersembunyi jauh di perut bumi—satu-satunya tempat yang dindingnya diperkuat formasi anti-deteksi tingkat tinggi—pertahanan Shenyuan runtuh.

BUAGH!

Shenyuan jatuh berlutut, memuntahkan segumpal darah hitam yang bercampur dengan percikan cahaya perak. Darah itu mendesis saat menyentuh lantai batu, membakar permukaannya seperti asam kuat.

"Guru!" Xiaoyue berteriak panik, hendak menyalurkan Qi-nya untuk membantu.

"JANGAN SENTUH AKU!" bentak Shenyuan. "Qi di tubuhku sedang kacau. Jika kau menyentuhku sekarang, meridianmu akan meledak karena resonansi."

Shenyuan mengatur napasnya dengan susah payah. Ia segera duduk bersila. Wajahnya berubah-ubah warna antara ungu, merah, dan pucat.

Ini adalah harga dari menggunakan Pedang Patah Penghancur Kekosongan dan memaksa Jiwa Baru Lahir bekerja melampaui batas saat baru saja terbentuk. Fondasi kultivasinya, yang seharusnya kokoh seperti gunung, kini penuh dengan retakan halus. Jika tidak segera diperbaiki, kultivasinya bisa merosot kembali ke Inti Emas, atau lebih buruk lagi, ia bisa menjadi cacat seumur hidup.

"Xiaoyue..." Shenyuan berbicara dengan gigi terkatup. "Jaga pintu. Jangan biarkan siapa pun masuk, bahkan Su Yan. Aku harus masuk ke dalam meditasi tertutup (Seclusion). Ini bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu."

"Baik, Guru. Aku akan menjaga nyawaku di pintu ini," Xiaoyue menarik busurnya, matanya basah namun penuh tekad.

Login Harian: Obat untuk Sang Raja

Shenyuan memejamkan mata, memusatkan kesadarannya ke dalam. Dunia fisik menghilang, digantikan oleh kegelapan ruang mentalnya di mana Makam Bintang melayang.

Namun, bahkan Makam Bintang pun tampak redup. Lantai pertama, kedua, dan ketiga terkunci rapat. Hanya aura suram yang tersisa.

Sistem muncul dengan notifikasi merah berkedip.

> [PERINGATAN KRITIS!]

> [Analisis Kondisi Tuan Rumah:]

> * Jiwa Baru Lahir: Tidak Stabil (Retakan 35%).

> * Meridian Utama: Rusak parah akibat aliran energi dimensi.

> * Esensi Darah: Terbakar 60%.

> [Saran: Segera lakukan stabilisasi. Jangan mencoba mengakses Lantai Keempat atau menggunakan teknik tingkat tinggi.]

>

"Aku tahu, sistem sialan," gerutu Shenyuan dalam hati. "Berikan aku solusi. Aku masih punya satu jatah Login hari ini, bukan? Gunakan di lokasi ini: Pusat Vena Naga Kerajaan (Ruang Bawah Tanah)."

> [Memproses Permintaan...]

> [Lokasi Terdeteksi: Jantung Vena Naga (Energi Bumi Murni).]

> [Melakukan Check-in...]

>

Hening sejenak. Shenyuan berharap mendapatkan pil dewa atau artefak penyembuh instan. Namun, sistem memberikan sesuatu yang berbeda.

> [Ding! Check-in Berhasil.]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Teknik Pernapasan Kura-kura Hitam: Sutra Tidur Abadi" dan "Batu Fondasi Lima Elemen (Pecahan)".]

> [Deskripsi Item:]

> * Sutra Tidur Abadi: Teknik kuno untuk memperbaiki fondasi yang rusak parah. Pengguna akan memasuki keadaan hibernasi semu. Setiap satu tarikan napas dalam teknik ini setara dengan sepuluh hari pemulihan alami.

> * Batu Fondasi Lima Elemen (Pecahan): Material material alam untuk menambal kebocoran energi spiritual di dalam Dantian.

>

Shenyuan menghela napas lega. Bukan penyembuhan instan, tapi ini adalah jalan yang paling kokoh. Penyembuhan instan seringkali meninggalkan residu obat yang bisa menghambat kultivasi di masa depan. Teknik pernapasan ini akan memaksanya untuk membangun ulang dinding Dantian-nya bata demi bata.

"Bagus. Tidak ada jalan pintas menuju puncak," gumam Shenyuan.

Ia menelan Pecahan Batu Fondasi Lima Elemen. Rasanya seperti menelan bara api, tapi ia menahannya. Ia mulai mengatur pola napasnya mengikuti Sutra Tidur Abadi.

Satu tarikan napas... Detak jantungnya melambat hingga satu detak per menit.

Satu hembusan napas... Kabut perak keluar dari hidungnya, membawa serta kotoran dan racun dari luka dalamnya.

Perlahan, retakan di Jiwa Kaisar Bintang-nya mulai merapat. Cahaya ungu di dalam dirinya tidak lagi liar meledak-ledak, melainkan mulai mengalir tenang seperti sungai dalam yang menghanyutkan.

Shenyuan tahu, ia tidak akan keluar dari ruangan ini dalam waktu dekat.

Di Luar: Tangan Besi Su Yan

Sementara Shenyuan bertarung dengan luka dalamnya, dunia luar sedang mengalami pergeseran tektonik.

Su Yan duduk di ruang kerja Perdana Menteri—ruangan yang kini telah ia klaim sebagai miliknya. Di depannya, berdiri sepuluh jenderal dan menteri paling berpengaruh yang selamat dari pembersihan Xing Jian.

Mereka semua menunduk, keringat dingin membasahi punggung mereka. Su Yan hanya seorang wanita muda dengan kultivasi tingkat Inti Emas (Golden Core), jauh di bawah beberapa jenderal yang hadir. Namun, mereka tahu siapa yang berdiri di belakangnya. Bayangan Shenyuan yang mengerikan melekat pada diri Su Yan.

"Tuan Shenyuan sedang dalam kultivasi tertutup untuk memahami wawasan dari pertempuran kemarin," Su Yan membuka suara, tenang namun tajam. "Beliau menitipkan pesan sederhana."

Su Yan meletakkan sebuah gulungan kertas di atas meja.

"Keluarga Kerajaan akan direstrukturisasi. Semua aset pribadi para pangeran yang memberontak akan disita untuk kas negara guna pembangunan ulang Ibu Kota. Dan... Sekte Pedang Langit."

Mendengar nama sekte itu, para jenderal tersentak.

"Sekte Pedang Langit telah mengirim tiga tetua untuk membunuh Tuan Shenyuan, dan gagal. Mereka adalah musuh negara," lanjut Su Yan. "Saya ingin semua cabang bisnis Sekte Pedang Langit di wilayah Kekaisaran dibekukan. Usir murid-murid mereka. Putuskan jalur logistik mereka."

Seorang menteri tua memberanikan diri angkat bicara. "Nona Su, dengan segala hormat... Sekte Pedang Langit adalah raksasa. Jika kita melakukan itu, mereka akan menyatakan perang terbuka. Tuan Shenyuan memang kuat, tapi melawan satu sekte penuh..."

Su Yan tersenyum tipis. Senyum yang sangat mirip dengan Shenyuan.

"Biarkan mereka marah. Biarkan mereka datang. Tuan Shenyuan membutuhkan 'bahan bakar' untuk panjinya. Semakin banyak mereka mengirim orang, semakin kuat Tuan kami."

Su Yan berdiri, matanya berkilat dingin.

"Lakukan perintah ini. Atau, kalian bisa menjelaskan penolakan kalian langsung kepada Tie Zha saat dia lapar nanti."

Para pejabat itu bergidik ngeri membayangkan roh jenderal raksasa yang memakan jiwa. Tanpa bantahan lagi, mereka membungkuk dan mundur.

Visi di Dalam Tidur: Panggilan dari Lantai Empat

Tiga hari telah berlalu sejak Shenyuan memasuki meditasi.

Di dalam kesadarannya yang sedang memperbaiki diri, Shenyuan mendapati dirinya berdiri di depan gerbang raksasa Lantai Keempat Makam Bintang.

Gerbang itu berbeda dari lantai sebelumnya. Jika lantai 1-3 terbuat dari batu dan logam kuno, lantai 4 terbuat dari... Daging dan Bintang. Pintunya berdenyut seolah memiliki detak jantung. Di tengah pintu itu, terdapat lubang kunci berbentuk segitiga yang persis dengan Fragmen Peta Bintang yang ia curi.

Meski tubuh fisiknya sedang tidur, kesadaran Shenyuan mendekat. Ia bisa mendengar suara bisikan dari balik pintu itu.

"...Kembalikan... Keseimbangan..."

"...Sang Penjaga... Menunggu..."

Shenyuan mencoba menyentuh pintu itu.

ZAAAP!

Sengatan listrik ungu menolak tangannya.

[Sistem Makam Bintang]

[Akses Ditolak.]

[Syarat Pembukaan Lantai 4:]

* Kultivasi: Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah (Saat ini: Awal - Tidak Stabil).

* Kunci: Fragmen Peta Bintang (Tersedia).

* Korban: Esensi dari 10.000 Iblis atau 1 Makhluk Tingkat Transformasi Dewa (Divine Transformation).

Shenyuan menarik tangannya. "Sialan. Syaratnya semakin gila."

Ia menyadari bahwa terburu-buru membuka lantai ini sekarang hanya akan membunuhnya. Energi di balik pintu itu terlalu liar. Ia harus bersabar. Ia harus memperkuat dirinya selangkah demi selangkah.

"Baiklah," gumam Shenyuan pada pintu itu. "Tunggu aku. Aku akan menstabilkan fondasiku dulu. Aku akan menjadi wadah yang pantas sebelum aku mendobrak masuk."

Epilog Bab: Mata di Langit

Di luar angkasa, jauh di atas atmosfer dunia kultivasi ini.

Di mana udara hampa dan bintang-bintang bersinar tanpa kedip, sisa-sisa energi dari "Tangan Pelahap Bintang" yang dipotong Shenyuan masih melayang-layang.

Potongan tangan raksasa itu tidak hancur. Daging hitamnya mulai menggeliat, berkumpul kembali, membentuk gumpalan kecil yang hidup. Gumpalan itu tidak memiliki otak, hanya naluri murni. Naluri untuk membalas dendam. Naluri untuk menemukan sumber cahaya yang telah melukainya.

Mata kecil terbuka di permukaan gumpalan daging itu. Mata itu menatap ke bawah, menembus awan, menembus atap istana, menembus tanah, langsung terarah pada sosok Shenyuan yang sedang bermeditasi.

Target... Terkunci.

Ancaman... Potensial.

Inisiasi Protokol: Perburuan Lambat.

Gumpalan itu melesat jatuh, bukan ke arah Ibu Kota, melainkan ke arah pegunungan liar di Barat, tempat di mana sekte-sekte beraliran sesat bersembunyi. Ia membutuhkan inang baru untuk tumbuh. Dan setelah ia tumbuh... ia akan kembali untuk memadamkan Lentera itu.

* Kultivasi: Jiwa Baru Lahir Tahap Awal (Proses Stabilisasi: 15%).

* Kondisi Fisik: Dalam pemulihan (Meditasi Dalam).

* Situasi Politik: Stabil di bawah kendali Su Yan (Rezim Bayangan).

* Ancaman Baru: Sisa-sisa Pelahap Bintang (Jatuh ke Barat) & Sekte Pedang Langit (Mobilisasi Perang).

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!