Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death
(update setiap hari)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.18 — TERBONGKARNYA IDENTITAS
Saat Kenzo terbangun dia melihat Lin Xian Mei tertidur adadi sampingnya bertumpu dengan kedua tangannya sambil menggenggam tangan Kenzo.
Kenzo berusaha menarik tangannya perlahan-lahan agar tidak membangunkan nya.
Setelah berhasil menarik tangannya Kenzo pun bangkit dari tidurnya,lalu menutup tubuh Lin Xian Mei dengan selimut.
Kenzo melangkah keluar kamar lalu menuju mini bar,dan menyalakan coffe mixer.
Setelah membuat kopi dia membawanya lalu duduk di sofa dan menyalakan televisi.
*Berita hari ini.*
*Telah di temukan mayat Pemimpin Gang white snake di tempat hiburan malam*
Kenzo dengan tenang menyesap kopinya.
*Setelah melakukan penyelidikan yang mendalam polisi telah menemukan titik terang.*
*Dan menurut keterangan seorang saksi, identitas S.O.D kini telah di ketahui oleh pihak polisi.*
Kenzo tersedak dan menyemburkan kopinya.
"Jangan-jangan"
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"(Halo.)"
"(Ken cepat kabur.)"
"(Polisi sedang mencari mu!!)"
Kenzo bangkit dari duduknya merasa panik.
"Sial...!!"
"Tenang tenang...aku harus berpikir dengan jernih untuk masalah ini."
Kenzo mulai gelisah dan berusaha berpikir cara untuk menghindari polisi.
Dari arah kamar Lin Xian Mei muncul.
"Kak Huang, kenapa kau bangun?"
"Kau masih terluka."
"Lin,aku harus pergi."
Lin Xian Mei terkejut.
"A-Apa? K-Kenapa?!!"
"Lin dengarkan aku."
Kenzo mendekati Lin Xian Mei dan memegangi pundaknya.
"Aku harus pergi,akan sangat berbahaya untuk mu jika aku tetap di sini."
"T-Tidak-tidak...Aku ingin ikut dengan mu."
Mata Lin Xian Mei mulai berkaca-kaca.
"Lin... dengarkan aku."
"Kak Huang."
"A-Aku... aku mencintaimu!!"
Lin Xian Mei memeluk tubuh Kenzo.
"Lin..."
Kenzo tak dapat berkata apa-apa,lalu dia membalas pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.
Kenzo mulai merasakan getaran yang selama ini tidak di rasakan nya dengan Liu Xiang.
Rasa ingin memiliki dan rasa ingin selalu berada di sisinya, setelah berpelukan beberapa lama Kenzo pun melepaskan pelukannya.
"Lin."
Kenzo meraih wajah Lin Xian Mei dengan kedua tangannya,lalu memandangi wajah manis berlesung pipi miliknya.
"Aku juga mencintaimu."
Kenzo pun melumat bibirnya dan memainkan lidahnya.
"ehmmm...K-Kak..."
Tubuh Lin Xian Mei bergetar dahsyat membuat dia mulai meraba punggung lebarnya dan mencengkram punggung Kenzo.
Kenzo menciumi seluruh wajah Lin Xian Mei,lalu turun ke lehernya dan mulai menggigit lembut leher Lin Xian Mei dan menjilati kulit lehernya.
"Ohhh...ehmmmm....K-Kak...ahhhh..."
Namun tiba-tiba Kenzo menghentikan aksinya,karena teringat situasi yang di hadapinya sekarang.
"Lin tolong."
"Turuti ucapan ku."
"T-Tetapi kak..."
"Aku juga mencintaimu Dan aku menyayangimu sepenuh hati."
"Tetapi jika sekarang kau di dekat dengan ku,nyawa mu bisa terancam."
"Dan aku tidak bisa melihat mu kenapa-napa."
Lin Xian Mei terdiam dan mulai meneteskan air mata.
"Sebenarnya apa yang terjadi kak Huang?"
"Nanti aku jelaskan semuanya, tetapi untuk sekarang aku tidak memiliki banyak waktu."
"Baiklah"
Kenzo mencium kening dan bibir Lin Xian Mei,lalu dia meraih jaketnya meninggalkan apartemen Lin Xian Mei
Kenzo melajukan mobilnya menuju ke Shehua.
Setelah sampai Kenzo bergegas menemui Liu Xiang.
"Ken...kau selamat?"
Liu Xiang berlari memeluk Kenzo saat melihatnya muncul di depan pintu.
"Sebenarnya apa yang terjadi."
Kenzo melepaskan pelukannya lalu duduk di sofa ruangan tersebut.
"Aku juga tak tahu."
"Aku mendapatkan kabar dari mantan klien kita,dan melihat di berita."
"Mantan klien?"
"Siapa?"
"Apa kau ingat dengan orang yang mengirim video kepada mu?"
"Oh...aku ingat,orang tua dari gadis yang mati bunuh diri itu."
"Ya."
Liu Xiang menuangkan anggur kepada Kenzo dan dirinya,lalu dia duduk di samping Kenzo bersandar di pundaknya.
"Ken..."
"Apa kau tidak mencintaiku?"
Kenzo terdiam sambil mengeluarkan rokok dari saku jaket nya lalu menyalakan nya.
"Liu...jika aku katakan bahwa hati ku telah di miliki seseorang bagaimana menurut mu?"
"Apa?!!"
"S-Siapa dia?"
Kenzo terdiam dan menghembuskan asap rokoknya.
"Apa jangan-jangan Yue Yan?"
"Mana Mungkin aku membalas cinta dia,dia masih berusia 15 tahun."
Liu Xiang membetulkan posisi nya lalu menyesap anggur merahnya.
"Aku tak peduli."
"Walaupun kau ingin menjadikan diri ku selir,aku tetap ingin bersama mu."
Kenzo mematikan rokoknya lalu meneguk anggur merah miliknya.
Lalu Kenzo mendorong tubuh Liu Xiang membaringkan nya ke sofa dan melumat bibir Liu Xiang.
"Ehmmm....Ken...ehmmm..."
Kenzo melepaskan jaket nya lalu melepaskan kaos yang di kenakan nya hingga lekuk otot miliknya terlihat jelas.
Liu Xiang pun melepaskan kancing blouse nya dan mendorong tubuh atletis Kenzo hingga terbaring di sisi sofa.
Kenzo membuka ikat pinggangnya dan melepaskan kancing celana jeans-nya, Liu Xiang melepaskan blouse nya lalu melepaskan pelindung gunung kembarnya.
Membuat gunung kembar miliknya menyembul tanpa penghalang, Kenzo melihat lekuk tubuh Liu Xiang dan gunung kembarnya membuat dia tak kuasa menahan gejolak nafsunya.
Liu Xiang melepaskan celana jeans Kenzo dan boxer hitam miliknya,lalu melumat kejantanannya.
"Ouhhhh....Liu....ahhhhhh..."
Liu Xiang dengan ganas melumat dan menjilati tongkat Kenzo dan menggerakkan tangannya naik turun.
"Ahhhhhhh... Ssssst....ouhhhhhh..."
Liu Xiang melepaskan lumatannya lalu duduk di atas pinggul Kenzo dan mengarahkan kejantanannya ke arah lubang kenikmatan Liu Xiang membuatnya melenguh panjang
"Keeeeeeen....ahhhhhhhhh..."
Liu Xiang menggerakkan pinggulnya mengikuti arah jarum jam sambil mencengkram dada Kenzo.
"Ahhhhhhhh... ssssst...ahhhhhh..."
Kenzo meraih gunung kembarnya Liu Xiang dan meremas-remas nya serta tangan kirinya memainkan ujung gunung Liu Xiang.
Liu Xiang mempercepat gerakannya.
"Ahhhhhh.... Keeeeeeen...ouhhhhhhh..."
"Keeeeen...kau milikku..."
Merasakan tekanan di bagian kemaluannya Kenzo mendorong tubuh Liu Xiang turun dari tubuhnya lalu membaringkan tubuh Liu Xiang.
Kenzo memasukan kejantanannya kembali lalu menggerakkan pinggulnya maju-mundur Dengan cepat.
"Ahhhhhhhh...ahhhhhh...keeeeeen...ahhhhh..."
Kenzo mencabut kejantanannya lalu menyemburkan cairan kenikmatannya ke arah tubuh Liu Xiang.
"Ahhhhhhhhhh..."
Lenguhan panjang Kenzo memenuhi ruangan tersebut.
Kenzo merebahkan tubuhnya di atas tubuh Liu Xiang.
"Sialan, dasar bad boy."
Setelah mereka selesai istirahat mengatur ritme pernafasan nya,mereka pun mengenakan pakaiannya kembali dan merapikan diri.
"Apa rencana mu sekarang Ken."
"Liu apakah kau tau daerah Bai Ma?"
"Apa?!!!"
"Ken!!!"
Liu Xiang terkejut Kenzo mengucapkan kata tersebut.
"Dari mana kau mendengar wilayah tersebut?!"
Kenzo terdiam dan menyalakan rokoknya lalu meneguk anggur merah miliknya.
"Aku mendengarnya di penjara."
"Aku hanya sekilas mendengar Bai Ma,dan menurut kabarnya kota itu adalah kota hitam yang tak tersentuh oleh hukum."
"Aku akan mencari nya."
"Ken...!!"
"Apa kau gila?!!"
"Tetapi tempat itu sangat pas untuk ku bersembunyi saat ini."
"Kau ingin bunuh diri?!"
...$ BERSAMBUNG $...