NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembantu Teknis

Atmosfer di Pesantren Al-Anwar seolah terbagi menjadi dua dunia, di permukaan aktivitas berjalan seperti ritme jantung yang tenang seperti santri mendaras kitab, suara bising dari pembangunan gedung baru di sisi selatan dan aroma masakan dari dapur umum.

Namun di balik pintu-pintu kayu jati ndalem, ketegangan mulai merambat pelan seperti kabut yang menyelinap di sela-sela pepohonan saat fajar.

Kabar mengenai penolakan Gus Azlan terhadap Ning Syifa ternyata tidak meredup begitu saja.

Meski Kyai Mansur telah pulang ke Jawa Timur pengaruhnya tetap tertinggal di Al-Anwar melalui beberapa santri senior dan pengurus yang berasal dari daerah kekuasaannya.

Mereka nampak lebih pasif-agresif, sering mengamati gerak-gerik keluarga Kyai Hamid dengan sorot mata penuh selidik.

Pagi itu di ruang tengah ndalem, keluarga Kyai Hamid sedang menikmati sarapan yang sedikit terlambat.

Gus Haidar duduk di sebelah Azlan, sementara istrinya, Mbak Hana sibuk menyuapi si kecil Naura yang nampak menggemaskan dengan rambut dikuncir dua.

"Paman Azlan nanti Naura mau ikut Paman ke perpustakaan ya? Naura mau cari buku gambar." celetuk Naura dengan suara cemprengnya.

Gus Azlan mengusap kepala keponakannya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Boleh, tapi Naura harus janji tidak boleh lari-lari di dalam, di sana banyak orang sedang belajar." ucap Gus Azlan.

"Siap, Kapten!" Naura memberi hormat dengan tangan mungilnya, memicu tawa renyah dari seluruh anggota keluarga.

Namun keceriaan itu sedikit terinterupsi saat seorang santri khadam masuk membawa sepucuk surat dengan stempel resmi dari Pesantren Kyai Mansur.

Surat itu bukan ditujukan untuk Kyai Hamid melainkan untuk Zunaira melalui protokol administrasi pesantren yang sempat singgah di meja Gus Haidar.

"Ini surat dari Ning Syifa untuk Ustadzah Zunaira, Gus." lapor santri tersebut.

Gus Haidar menerima surat itu lalu menatap Azlan dengan dahi berkerut, setelah santri itu pergi dan Gus Haidar meletakkan surat itu di meja.

"Ning Syifa mengirim surat untuk Zunaira? Rasanya aneh jika seorang putri kyai mengirim surat pribadi kepada ustadzah biasa, kecuali ada maksud tertentu." tutur Gus Haidar.

"Berikan surat itu pada Ummi." instruksi Kyai Hamid dari kursi rodanya.

"Biarlah Ummi yang memberikannya pada Zunaira sore nanti saat pengajian ibu-ibu, jangan sampai ini memicu desas-desus di kantor kurikulum." lanjut Kyai Hamid.

...****************...

Sore harinya, setelah pengajian rutin kitab Riyadhus Shalihin, Ummi Salamah memanggil Zunaira ke beranda belakang.

Di sana, di tengah semilir angin yang membawa aroma bunga sedap malam Ummi menyerahkan amplop berwarna krem tersebut.

"Zunaira ini ada surat dari Ning Syifa, Ummi tidak membukanya tapi Ummi ingin kamu membacanya dengan kepala dingin, jangan biarkan tulisan siapapun menggoyahkan niatmu untuk menjaga amanah ini." ujar Ummi lembut sembari mengusap jemari Zunaira.

Zunaira membungkuk takzim, menerima surat itu dengan tangan sedikit gemetar.

Setelah kembali ke kamarnya di asrama ustadzah dan memastikan pintu terkunci rapat, ia membukanya.

“Kepada Ustadzah Zunaira yang budiman. Pertama, saya ingin memohon maaf jika pertemuan kita tempo hari meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan. Saya menyadari pengabdianmu di Al-Anwar sangatlah besar dan Gus Azlan nampaknya sangat bergantung pada bantuanmu dalam urusan kurikulum.

Sebagai sesama wanita yang mencintai ilmu, saya hanya ingin mengingatkan bahwa ada tanggung jawab besar di pundak Gus Azlan sebagai penerus Al-Anwar. Beliau butuh dukungan yang tidak hanya sekadar teknis tapi juga dukungan martabat dan posisi politik pesantren di mata umat.

Saya mendoakan agar kamu tetap istiqomah dalam posisi terbaikmu saat ini, mari kita sama-sama menjaga agar Gus Azlan tidak mengambil keputusan yang bisa melukai hati banyak sesepuh di Jawa Timur.”

Zunaira meluruhkan pundaknya, surat itu nampak sangat sopan namun setiap kalimatnya terasa seperti duri yang sengaja diselipkan di balik kain sutra.

Ning Syifa sedang melakukan pemetaan kekuatan dan ia sedang mengingatkan Zunaira bahwa ia hanyalah pembantu teknis dan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan martabat pada Gus Azlan.

Zunaira teringat potongan hadist yang sering ia dengar.

"Barangsiapa yang mencari rida manusia dengan membuat Allah murka, maka Allah akan menyerahkan urusannya kepada manusia." (HR. Tirmidzi).

"Astaghfirullah..." bisik Zunaira.

Ia merasa kecil, namun ia juga merasa bahwa ia tidak boleh menyerah sebelum perjuangan dimulai.

Jika ia mundur sekarang maka ia tidak hanya mengecewakan Gus Azlan tapi juga menghina kepercayaan Kyai Hamid dan Ummi Salamah.

Malam harinya, di bawah naungan rembulan yang tertutup awan tipis, Gus Azlan secara sengaja melewati jalur setapak di dekat perpustakaan menuju kantor administrasi kurikulum.

Ia tahu Zunaira masih di sana menyelesaikan laporan bulanan, melalui jendela yang sedikit terbuka, ia melihat punggung wanita itu yang nampak tegang.

Azlan tidak masuk, ia hanya berdiri di bawah bayangan pohon mangga, lalu mengirimkan sebuah pesan singkat.

Gus Azlan: [Aku tahu surat itu sudah sampai padamu, jangan dimasukkan ke dalam hati. Ning Syifa bicara tentang martabat manusia tapi kita sedang membicarakan mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat) di hadapan Allah. Ingatlah Zu, dalam dakwah tantangan terbesar terkadang bukan dari musuh, tapi dari keraguan yang ditiupkan ke dalam dada kita sendiri.]

Zunaira yang membaca pesan itu segera melihat ke arah jendela, ia tidak bisa melihat Azlan dengan jelas karena gelap namun ia tahu suaminya itu pria yang sebentar lagi sah menjadi suaminya itu ada di sana, memberikan kekuatan dalam sunyi.

Kesibukan Azlan di kantor pusat juga nampak meningkat, Kyai Hamid sengaja memberikan tugas-tugas tambahan yang melibatkan interaksi dengan tokoh-tokoh lokal seolah ingin menunjukkan bahwa Azlan sedang fokus pada pekerjaan.

Namun di sela-sela itu, interaksi keluarga di ndalem tetap menjadi penguat utama.

Pada satu kesempatan Mbak Hana mendatangi Zunaira di perpustakaan dengan membawa Naura.

"Ustadzah Zu tolong pegang Naura sebentar ya? Saya mau ambil beberapa buku referensi untuk kelas Tafsir besok." ujar Hana dengan senyum penuh arti.

Zunaira segera menyambut Naura yang langsung memeluknya, Naura kecil adalah replika kepolosan.

"Ustadzah Zu, kata Tante Arifa Ustadzah nanti mau jadi bagian dari rumah kami ya? Bagian dari rumah itu maksudnya gimana?" tanya Naura polos.

Jantung Zunaira nyaris copot, ia melirik Mbak Hana yang hanya tertawa kecil sambil pura-pura sibuk mencari buku.

"Maksudnya... Ustadzah akan terus membantu mengajar di sini Sayang, kan sekolah kita ini rumah bagi semua santri." jawab Zunaira gugup.

"Ooo... tapi Paman Azlan sering sebut nama Ustadzah Zu kalau lagi main sama Naura, matanya Ustadzah Zu itu orangnya sabar kayak bidadari." oceh Naura lagi.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
harap..harap cemas ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
😭😭😭😭❤️❤️❤️ semoga samawa Gus Azlan n ustadzah Zu.💪💪💪menjaga rahasia.lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
dag dig dug rasanya hati ini 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
lanjut thir
tiara
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
Rahma Inayah
ni knp nikah nya SDH berapa part blm nikah gregetan ..bacanya ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
tiara
duh Naura polosnya bikin gemeeez aja
Kasih Bonda
semangat thor
Lala_Syalala: terima kasih kak dukungannya, semoga bisa terus suka ya sama ceritanya 🙏😊😊🤗
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
jgn sampai rahasia besar kebongkar Krn ke polosan Naura .🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!