Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pak Arif
Orderan dari olshop Lesi akhir akhir ini lumayan rame peminat, entah itu memesan makanan, atau pun menyuruh Lesi berbelanja ke pasar dengan berbekal List belanjaan Custamer, Lesi membuka jasa jastip setelah ia mempunyai modal karena ia selalu di beri uang oleh Panji jika Panji sedang ada rezeki lebih, jadi lebih baik ia gunakan uang itu untuk modal usahanya, Untungnya lumayan kadang dalam sehari sudah balik modal dan juga dapat untung 20% , Lumayan karena Lesi sudah punya uang jajan sendiri, tidak begitu menyusahkan kepada kedua orang tuanya, apa lagi sekarang Bu Arumi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya yang sibuk di rumah , mengurus rumah dan sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk keluarga kecilnya, Bapak sekarang bekerja serabutan, kadang ada yang menyuruhnya mengembala sapi, kadang juga jadi puli panggul di pasar, itu pun kadang kadang. Jika Lesi menerima pesanan yang harus menggunakan sepeda motor , Lesi selalu meminta antar kepada Pak Warto, Tapi jika Pak Warto sedang bekerja, Lesi selalu di Antar oleh ojek langganan keluarganya, Ya meski harus mengeluarkan biaya ongkos , beda kalo bapak nya yang antar, pasti senang tiasa pak Warto mengantarkan nya dan tidak mengharuskan Lesi mengganti Bensin nya.
Meski Lesi harus mengeluarkan uang ongkos, setidaknya rezeki tidak ia tolak hanya karena sayang dengan uang ongkos sebesar dua belas ribu rupiah saja.
ojek langganan Lesi dan keluarganya adalah Pak Arif, ia pria dewasa sepantaran dengan Pak Warto, dan mereka juga teman sekola dulunya, mangka dari itu Bu Lesi sedikit tenang karena yang mengantarkan Lesi COD adalah teman bapak nya, dan juga ojeg langganan nya,.
satu bulan berjalan , Pak Warto masih di sibukan kan dengan pekerjaan bertani nya, karena banyak yang menyuruhnya untuk memanen Padi, Jadi Lesi pun lebih sering COD dengan Pak Arif ini, jadi hubungan mereka juga sudah lumayan dekat, Sudah tidak canggung lagi seperti di awal, Sekarang Lesi jika butuh pak Arif , langsung menelpon nya untuk segera datang menjemputnya. " Antarkan saya ya pak, Saya mau ke supermarket A nih, Banyak pesenan dari Bu Haji " Seru Lesi sambil bersiap siap dengan tas selampangnya, dan Telpon yang di capit antara pipi dan pundaknya, " Cepetan ya pak, keburu hujan " Tuturnya Lagi.
tidak berselang lama, Pak Arif sudah datang dan sudah stanbay di halaman rumah, Lesi segera menghampirinya dan menaiki Jok belakang, " Sudah siap nenk ?, peganggangan yang kenceng, Peluk juga boleh " , Tutur pak Arif, membuat Lesi tertawa, Lesi menganggap itu semua sebagai lelucon saja. Mana mungkin sih orang yang sudah memiliki istri bahkan sudah memiliki Cucu mau genit sama anak belia seperti Lesi. Lesi mengabaikan nya, Tidak hari ini saja, Lesi juga sering di beri candaan yang membuatnya geli keperut, Tapi Lesi hanya berfikir itu sebagai Lelucon saja, Karena mengingat Mungkin bapak bapak seperti itu kala bercanda, Ya meski dalam Fikiran Lesi ada rasa tidak enak nya, Tapi Lesi masih berfikir Positif, Mau gimana lagi, Dia tidak mungkin mengganti ojek langganan nya, dan dia malas menunjukan rumah pelanggan nya jika dia mengganti pak Arif, sedangkan Beliau sudah sangat hapal dengan alamat pelanggan Lesi tinggal sebutkan nama custamer langsung tau, Dan ongkos yang murah.
tetapi Lesi merubah fikiran positifnya setelah dia menerima pesan singkat yang menerutnya menakutkan , dan memutuskan mengganti ojek langganan nya.
Ketika itu, Lesi menerima telpon dari Bi Keni adik pak Warto yang perempuan, " Iya hallo Bi, Ada apa ?" tanya Lesi yang sedang berbaring di atas kasur nya. memang hari ini Lesi sedang tidak ada Orderan bahkan Jastipan sama sekali, jadi tidak ada salahnya di berleha leha sebentar.
" Ini Les, Bibi mau jual Bebek, Kamu bisa tolong jualin gak Les, bibi sudah nawarin ke orang orang sini gadak yang mau, Nanti bibi kasih deh Buat jajan Seblak mah " Tutur Bi Keni, Sontak membuat Lesi melek, dan segera terduduk di atas kasurnya.
" Boleh bi, Fotoin aja ya, mau di jual berapa ?" tanya Lesi.
" dari Bibi mah Dua ratus aja ya, Jantan, Gede lagi, lumayan buat di potong mah, " Jelas Bi Keni di sebarang sana.
" Okeh deh bi, Nanti aku coba tempelin di status aku ya, insyallah ada yang mau bi " Ucap Lesi dan percakapan itu pun terputus, Lesi menerima Foto Bebek yang sedang di beri makan, bebek Jantan yang gemuk, Jika di Bikin Bebek kecap pasti bakalan enak.
langsung sana tidak menunggu lama Lesi langsung memamerkan bebek Gagah itu ke status Aplikasi Hijau yang dimana di sana juga cukup ramai orang orang yang akan melihat Status Lesi , Dan sudah pasti orang yang pernah Order ke Lesi juga.
disana dia cantumkan Caption < DI JUAL BEBEK JANTAN, GEMUK, 250 SAJA NEGO , JUAL CEPAT >.
kenapa ia menjual nya lebih ?, karena jika mencantumkan harga yang di berikam eh Bi Keni, jika ada yang nego dari harga segitu, pasti Bi Keni tidak mau, Jadi Dia mencantumkan Harga yang sedikit lebih mahal, Agar nanti ada yang Nawar Seharga yang bi Keni berikan, Lesi bisa memberikan nya, dan Tentu bi Keni akan senang mendapatkan harga jual yang dia inginkan.
tidak menunggu beberapa lama, Pesan singkat pun datang, Membalas Status yang baru saja Lesi Upload.
[ 150 ribu ya Les ? ] Pesan nya.
tidak lain dan tidak bukan Yang membalas itu adalah Pak Arif, Sontak Lesi langsung membalas nya.
[ Duh maaf belom dapat pak, Kebanyakan itu Negonya ] balas Lesi.
langsung di balas juga oleh Pak Arif.
[ Punya siapa memang nya ? ] Tanya Pak Arif.
[ Punya orang pak, di suruh jualin , Ayo pak kalo mau mah 200 juga gapapa ] Balas Lesi.
[ 200 mah harusnya dua dong Les ] Timbal Pak Arif.
[ Hahaha, cuma ada satu pak ] Balasan Lesi. setelah itu Pak Arif tidak membalasnya lagi.
DUA JAM KEMUDIAN.
tidak ada yang membalas status nya tersebut, hanya banyak yang melihatnya saja, tapi tidak ada yang menanyakan, atau bahkan nawar .
di sela sela menunggu itu, Lesi mendapatkan pesan Lagi, dari pak Arif.
[ Gimana Les ? ] pesan pak Arif.
[ Orangnya mau segitu pak, Dan cuma ada satu saja ] Jelas Lesi.
[ Gak jadi Bebek mah ] Pesan Pak Arif.
[ Iya gak apa apa pak, Tapi kalo ada yang lagi nyari Bebek tolong Kabarin ya pak ] Balasan Lesi.
[ Apa gak ada yang lain Ya Les ?, ( pake emot love love ) ], pesan Pak Arif.
[ gak ada pak, cuma bebek aja ] Jelas Lesi.
[ Yang lain atuh, Yang Bikin enak ] Pesan Pak Arif.
Lesi membacanya sedikit kebinggungan dengan pesan yang di lontarkan oleh Pak Arif, Maksud nya makanan ?.
[ Untuk makanan mah tutup dulu, Jarang ada yang pesen soalnya ]. Jelas Lesi, Lesi masih bisa membalas dengan normal, Tapi setelah pak Arif membalas Pesan Lesi yang ini, Semua perasaan Lesi berubah menjadi ketakutan, bahkan merinding sebadan badan.
[ ih kamu mah gak paham ya, Apa sok Polos, Aku nyari nya Bebek Tapi B nya ganti M , Kamu gak jual kah ? ] Pesan nya.
Tangan Lesi gemetar, keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya, Mata Lesi terus menatap Layar ponsel yang masih menyala, dan masih menunjukan pesan yang membuat Lesi seperti ini Dari Pak Arif, entah apa maksud pak Arif, Sampai tega mengirim pesan yang itu termasuk Pele*eh*n.
Mata Lesi berkaca kaca, dia tidak menyangka bahwa ojeg langganan nya akan berfikir jika dia juga menjual barang privasinya , Apa tidak Syok jantung Lesi, dia menangis tidak bisa, berteriak pun tak mampu, dia hanya terbengong dan Matanya berair, meneteskan air mata.
*Jangan menilai wanita yang sedang berusaha menghidupi keluarga, sampai kau buat seolah olah di juga menjual MAHKOTA nya, Wanita tidak serendah itu.