NovelToon NovelToon
Gadis Milik CEO Posesif

Gadis Milik CEO Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Anak Genius / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Mesum di Sekolah

Udara di koridor SMA Highgate terasa lebih berat dari biasanya. Kerumunan siswa berkumpul di depan kelas 12-A, menatap layar ponsel mereka dengan ekspresi beragam, mulai dari terkejut, tidak percaya hingga mencibir.

Sebuah foto telah menjadi viral di forum internal sekolah. Di sana, di dalam ruang kelas yang biasa digunakan untuk kelas tambahan Mr. Lawson, dua sosok tampak sedang berciuman panas. Meski fotonya sedikit blur, semua orang bisa mengenali bahwa kedua orang itu adalah Sierra dan Eugene.

Di dalam kelas, suasana jauh lebih panas. Gwen, Anastasia, dan Melissa berdiri melingkar, membentengi meja Sierra yang masih kosong. Di hadapan mereka, Nora, Tamara, dan sekelompok siswi lainnya berdiri dengan tangan bersedekap, memasang wajah menghakimi. Kebanyakan dari mereka adalah siswi-siswi yang menyukai Eugene.

"Aku berani bersaksi kalau Sierra dan Eugene tidak pernah berduaan saat kelas tambahan," Melissa bersuara lantang, napasnya memburu karena emosi. "Selalu ada aku dan Mr. Lawson di sana. Mereka berdua jelas tidak pernah melakukan hal menjijikkan yang kalian tuduhkan! Mereka tidak pernah berbuat mesum di sekolah"

Tamara mendengus, lalu menyodorkan ponselnya ke depan wajah Melissa. "Oh, ya? Lalu bagaimana caramu menjelaskan foto ini?!"

Tamara termasuk siswi yang sangat menyukai Eugene, dia tidak terima saat melihat foto Sierra berciuman dengan Eugene.

"Apa yang perlu dijelaskan? Jelas-jelas foto itu palsu!" sahut Anastasia tajam.

"Siapa juga yang mau repot-repot buat foto palsu Sierra dan Eugene?" tantang Tamara lagi.

Gwen maju satu langkah, menatap Tamara dengan mata menyipit. "Siapa tahu salah satu dari kalian pelakunya. Kalian kan yang paling tidak suka pada Sierra. Kalian pasti berharap Sierra dikeluarkan dari sekolah, atau setidaknya dia mundur dari olimpiade, kan?"

"Apa maksudmu, Gwen?" Tamara meninggikan suara. "Apa untungnya bagi kami jika Sierra mundur dari Olimpiade? Lagipula ini bukan cuma menyangkut Sierra, tapi juga Eugene! Bagaimana kalau Eugene juga harus ikut mundur? Kami tidak bisa membiarkan perilaku Sierra menyeret orang lain untuk jatuh bersamanya!"

Teman-teman Nora di belakang Tamara mengangguk setuju, menggumamkan kata-kata tentang reputasi sekolah yang terancam.

Anastasia tertawa sinis. "Heh, kalian mungkin peduli dengan Eugene, tapi bagaimana dengan teman kalian yang sok polos itu?"

Semua mata mengikuti arah pandangan Anastasia. Mereka tertuju pada Nora, yang sejak tadi hanya diam dengan wajah prihatin yang dibuat-buat.

Nora tersentak, matanya mengerjap lembut. "Apa maksudmu? Maksudmu aku yang menjebak mereka agar mereka mundur dari olimpiade? Untuk apa aku melakukannya?"

"Bukankah sudah jelas?" Anastasia melipat tangan di dada. "Itu karena kau tidak terpilih sebagai perwakilan sekolah. Kau kan selalu ingin pamer. Kau pasti tidak senang dengan semua perhatian yang hanya tertuju pada Sierra sejak dia pindah ke sini!"

"Benar!" dukung Gwen.

Wajah Nora memucat, matanya mulai berkaca-kaca. "Gwen, bagaimana bisa kau bicara begitu? Kita berteman sebelumnya! Apa kau juga mencurigaiku? Apa yang Sierra katakan padamu sampai kau menjauhiku? Fitnah apa yang dia sebarkan tentang aku?"

Gwen menggeleng tidak percaya. "Sierra memfitnahmu? Bukannya justru sebaliknya? Hampir semua berita buruk tentang Sierra selalu berawal darimu. Meskipun kamu tidak mengatakannya secara gamblang, kamu selalu memancing orang-orang agar berpikir negatif tentang dia."

Melissa menimpali, "Benar! Tadi pagi, di tengah suasana tenang, tiba-tiba saja kau berkata 'Sierra dan Eugene tidak mungkin melakukannya, aku tidak percaya ini'. Saat Tamara bertanya ada apa, kau langsung menjelaskan ada berita di forum sekolah. Bagaimana bisa kau tahu secepat itu sebelum ada orang lain yang menyadarinya?"

"Itu karena aku memasang notifikasi otomatis untuk website forum sekolah supaya tidak ada informasi penting yang terlewat", ucap Nora dengan mata sedikit bergetar. Dia berusaha mempertahankan ekspresinya.

"Jelas ada yang menargetkan Sierra di sini. Tidak mungkin pihak sekolah yang mengunggah berita ini," tambah Anastasia. "Ini menyangkut nama baik. Seluruh orang tua siswa bisa membaca forum itu."

"Berita apa?"

Suara datar dan dingin itu membuat kerumunan di depan pintu terbelah. Sierra berdiri di sana, menyampirkan tas di satu bahu. Wajahnya datar, seolah huru-hara di kelasnya hanyalah gangguan kecil.

"Sierra, sejak kapan kamu datang?" tanya Anastasia khawatir.

"Baru saja. Jadi, berita apa yang ada di forum sekolah?"

Sebelum ada yang menjawab, Eugene muncul dari arah belakang Sierra. Napasnya sedikit terengah, wajahnya menunjukkan kecemasan yang jarang ia perlihatkan.

"Sierra, apa kau sudah melihat berita di forum?" tanya Eugene cepat.

"Aku baru akan melihatnya," jawab Sierra singkat.

Anastasia segera menunjukkan layar ponselnya. Sierra menatap foto itu selama beberapa detik tanpa ekspresi. Sudut bibirnya sedikit terangkat, bukan senyum, melainkan seringai remeh.

"Heh? Kalian percaya foto palsu ini?" tanya Sierra sambil menoleh ke arah Tamara dan para siswi yang berkumpul di belakang Tamara dan Nora.

"Apa buktinya kalau foto ini palsu?" tantang Tamara.

Nora menarik napas panjang, memasang nada bicara bijak. "Benar, kau tidak perlu berbohong, Sierra. Tidak ada yang salah jika kau berpacaran dengan Eugene. Tapi bukankah kau juga dekat dengan pria lain yang sering mengantar jemputmu? Sebaiknya kamu putuskan dengan siapa kamu berhubungan. Ini menyangkut nama baik keluarga Moore."

Sierra menatap Nora dengan tajam. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan wajah mereka semua.

"Apa mata kalian itu cuma pajangan?" Sierra menunjuk layar ponsel Anastasia, lalu menunjuk tangannya sendiri. "Lihat, jari tanganku ada enam di foto itu."

Semua orang terdiam. Mereka mendekatkan wajah ke layar. Benar saja, pada bayangan tangan yang merangkul leher Eugene, terlihat ada enam jari akibat proses penyuntingan yang kurang teliti. Sierra kemudian menunjukkan tangannya yang hanya memiliki lima jari normal.

"M... mungkin saja itu efek pencahayaan yang membuat ilusi..." Tamara mencoba membela diri meski suaranya mulai bergetar. "Hal itu belum bisa menjadi bukti kuat kalau foto ini palsu!"

Sierra mendesah panjang. "Kebodohanmu sepertinya memang tidak ada obatnya."

Tanpa membuang waktu, Sierra berjalan maju. Saat Tamara mencoba menghalangi jalannya, Sierra mendorong bahu gadis itu dengan tegas hingga Tamara terhuyung ke samping. Sierra duduk di bangkunya, mengeluarkan ponsel, dan jemarinya mulai menari dengan kecepatan luar biasa di atas layar. Ia sedang meretas masuk website forum sekolah untuk melacak alamat IP pengunggah asli.

Tak lama guru pelajaran pertama masuk, sehingga Tamara, Nora dan para siswa lain harus segera kembali ke bangku mereka masing-masing.

Di saat yang sama, Anastasia diam-diam mengetik pesan singkat di bawah kolong meja kepada pamannya, meminta bantuan untuk membersihkan nama Sierra di tingkat yayasan.

Sementara itu, di lantai dua, ruang kepala sekolah sedang diliputi ketegangan. Mr. Jonas duduk di balik meja besarnya, berhadapan dengan Mr. Lawson dan Mrs. Lauren, wali kelas 12-A.

"Lalu kita harus bagaimana sekarang?" Mrs. Lauren tampak panik. "Meskipun kita sudah menghapus beritanya, beberapa orang tua murid sudah terlanjur melihatnya. Mereka mempertanyakan mengapa sekolah mengunggah hal semacam itu. Banyak yang meminta penjelasan dan mulai mempertanyakan mengapa kita menerima 'anak bermasalah' seperti Sierra. Rumor buruk tentang dia dari tiga tahun lalu kembali diungkit."

Mr. Lawson memukul meja dengan pelan. "Siapa sebenarnya yang terus-menerus ingin menjatuhkan Sierra? Dia hanya seorang siswi, kenapa orang-orang begitu kejam pada anak usia 18 tahun? Aku percaya kepribadian Sierra tidak seperti yang dirumorkan selama ini"

"Benar, ini sangat keterlaluan!" Mr. Jonas mengangguk setuju. "Aku akan meminta bantuan Mr. Blackwood. Dia sangat peduli pada Sierra dan punya sumber daya untuk menemukan siapa pelakunya. Aku tidak mau siswi jenius dengan masa depannya yang cerah seperti Sierra harus terkubur oleh rumor palsu seperti ini."

BRAK!

Pintu ruangan itu terbuka kasar tanpa ketukan. Seorang wanita dengan pakaian setelan jas hitam dan make up mencolok masuk dengan wajah merah padam. Kelly Kartein, ibu dari Eugene.

"Apa Anda kepala sekolah yang baru?" Kelly langsung berseru tanpa basa-basi. "Saya mau Sierra dikeluarkan dari sekolah sekarang juga! Anak itu sudah memberikan pengaruh buruk pada putra saya!"

Mr. Jonas berdiri, mencoba bersikap tenang. "Tenang dulu, Mrs. Kartein. Kami yakin itu foto editan. Kita sedang menyelidiki kebenaran..."

"Penyelidikan apa lagi?" potong Kelly tajam. "Foto itu sudah tersebar! Terlepas dari foto itu asli atau palsu, yang pasti Sierra harus keluar dari sekolah! Saya tidak mau masa depan Eugene hancur hanya karena seorang gadis seperti dia!"

1
Tiara Pratiwi
Diusahakan update tiap hari tapi mungkin cuma 3 episode per hari. pengalaman ynag udah-udah sekalinya ngebut lebih dari 10 episode, tangan jadi agak tremor trs jd butuh istirahat lama /Sweat/ sudah tidak muda lagi akika
Narti Narti
aku hadir kak selamat untuk karya baru ya👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!