NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Perubahan diri Zach.

Carol menyimak semua penuturan Zach. Yap! Apa yang barusan dikatakan Zach benar. Ternyata Zach menyadarinya. Apakah Zach juga sadar kalau dia telah berubah seperti Pak Edward?

"Pagi ini, aku berpapasan dengan seekor ular piton."

"Hah, ular? Mana?" teriak Carol tiba-tiba panik. Membuat Zach kaget.

"Tidak ada ular, Carol! Aku yang bertemu ular bukan kamu!" sentak Zach melihat reaksi Carol yang berlebihan. Entah bercanda atau memang beneran takut.

"Oh, kukira ada ular disini?" Carol bergidik ngeri.

"Makanya simak ceritaku baik-baik. Dih, malah buat kacau!" Zach menoyor jidat Carol. Kebiasaan lamanya kalau Carol membuatnya kesal. Carol mengusap jidat yang lumayan sakit. Zach tidak menyadari kalau tindakannya telah menyakiti Carol. Gerakan tangannya yang terlihat santai, ternyata cukup kuat.

"Sakit Zach. Kamu kok jadi kasar begini?" Carol meringis. Mengusap jidatnya yang lumayan sakit akibat ulah Zach.

Spontan Zach melihat kening Carol yang memerah. Padahal tadi dia hanya menyentuhnya pelan. Kok bisa meninggalkan jejak semerah itu di dahi Carol?

"Eh, maaf Carol. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Kok bisa begini ya?" Zach mengusap kening Carol penuh perhatian. Memperlakukan Carol dengan lembut. Takut Carol kesakitan lagi. Oleh tindakannya yang gegabah.

"Apakah kamu memiliki kekuatan, Zach. Aku juga merasakan sesuatu yang aneh dalam dirimu. Ada kekuatan besar dalam tubuhmu. Sepertinya kamu harus bisa mengendalikan emosimu supaya kekuatan itu tidak menghancurkan orang lain di sekitarmu."

"Kamu bisa merasakannya juga, Carol? Kamu tau aku punya kekuatan?" beliak Zach shok!

"Aku masih tahap mencurigai kamu, Zach. Mereka-reka apa yang telah dilakukan Pak Edward padamu. Namun, kamu tidak ingat sama sekali. Atau kamu memang lupa ingatan setiap kali kamu berubah."

"Aku yakin kamulah yang menyelamatkan aku Zach dari kebakaran itu. Karena sebelum aku pingsan, aku melihat kamu yang berubah wujud mendatangiku. Dan mungkin karena panik tanpa kamu sadari telah membawaku ke hutan ini. Lokasi yang cukup jauh dari sekolah kita." beber Carol mengungkapkan kecurigaannya.

"Lanjutkan ceritamu tentang ular itu Zach. Apa yang kamu lakukan pada ular itu?"

"Aku telah membunuhnya. Aku tidak bermaksud begitu. Tapi ular itu bermaksud menyerangku. Jadi aku lawan." tutur Zach bergidik ngeri juga saat ingat apa yang dilakukannya pada ular itu.

"Membunuhnya bagaimana? Memukulnya pakai kayu atau ...."

"Mungkin menggigitnya. Kepalanya nyaris putus. Aku juga tidak menduga akan sesadis itu. Tapi aku hanya membela diri. Aku sudah berusaha lari tapi ular itu malah mengejarku. Jelas aku takut. Dan aku melawannya. Dalam keadaan terdesak sesuatu yang tidak aku mengerti tiba-tiba muncul dalam diriku. Aku tidak ingat apa-apa sesudahnya. Tapi ular mati mengenaskan!"

Berarti kamu berubah wujud jadi manusia kera, Zach. Sama seperti Pak Edward. Sekarang sudah jelas, Pak Edward telah menyuntikkan sesuatu ke tubuhmu. Saat di dalam ruangannya. Masalahnya, kenapa tubuh Pak Edward meledak. Apakah kamu akan bernasib sama seperti beliau?" seru Carol serius.

"Apakah setelah mengetahui semua ini, kamu akan takut kepadaku Carol?"

"Takut? Kenapa? Aku malah nyaman bersama kamu. Aku percaya kamu pasti menjagaku. Tidak akan memakan aku." kekeh Carol.

"Jangan bercanda Carol. Aku takut kamu akan celaka di tanganku."

Carol tergugu diam. Ucapannya tadi hanyalah pengalihan rasa cemasnya. Sebenarnya dia juga merasa terancam. Tapi dia penasaran juga apa yang akan terjadi dengan Zach selanjutnya. Jika misalnya dia pergi, tentu dia tidak akan bisa mengetahuinya.

"Kita akan mencari solusinya Zach. Jika Pak Edward berhasil membuat obat itu. Tentu ada penawarnya. Kita bisa cari tahu, Zach."

"Tapi Pak Edward sudah tewas, Carol. Hanya beliau yang mengerti formula obat dari eksperimen nya itu."

"Bagaimana cara kita mencarinya ya? Laboratorium juga sudah meledak bersama Pak Edward. Eh, kita harus bertemu istri beliau. Kita ke rumah sakit saja. Atau ke rumah beliau. Siapa tau kita menemukan sesuatu disana." seru Carol antusias saat menemukan ide itu. Carol sama sekali tidak takut kalau berada di dekat Zach sewaktu-waktu akan mengancam nyawanya.

"Serius? Kamu tidak akan menjauhi aku Carol? Tapi bagaimana kalau aku nantinya bernasib sama dengan Pak Edward? Aku tiba-tiba berubah menjadi mahkluk yang berbahaya. Bukankah kamu punya firasat akan terjadi hal lebih buruk karena kebakaran itu?"

"Uh-uk!" Carol tersedak menelan pisang yang dimakannya mendengar ucapan Zach yang masuk akal. Tiba-tiba bulu kuduknya meremang.

"Bagaimana kalau aku berubah jadi monster Carol. Apakah kamu tidak takut padaku? " ulang Zach menatap tajam ke arah Carol. Carol tersentak. Saat melihat bulu-bulu halus mulai tumbuh di wajah Zach. Berkat dorongan rasa khawatir dalam diri Zach.

Alih-alih Carol menjerit ketakutan atau melarikan diri. Carol malah menatap wajah Zach yang berproses berubah. Bulu-bulu itu bertambah panjang.

Carol menatap mata Zach. Tidak berkedip, seolah hendak menahan Zach untuk menekan naluri liarnya.

Perlahan, Carol malah mengusap wajah itu. Air mata telah mengumpul di pelupuk mata Carol. Andaikan sahabatnya itu berubah seutuhnya. Biarlah mata itu mengenang bahwa dia tetaplah seorang sahabat untuknya.

Dengan rasa sedih yang mendalam, Carol mencium pipi Zach yang belum ditumbuhi bulu. Tubuh Zach berjuang setengah mati. Mengontrol emosi yang menguasai dirinya. Setiap kali emosi Zach tidak stabil, menjadi penyebab dirinya berubah. Karena tidak bisa mengontrol emosinya. Baik saat marah, cemas bahkan ketika dia merasa birahi.

"Aku akan tetap mengenangmu sebagai seorang sahabat, Zach. Meskipun aku akan kamu jadikan korban yang pertama aku tidak akan pernah membencimu. Kita berada dalam situasi buruk. Segala kemungkinan bisa terjadi." Carol menutup kedua pelupuk matanya. Dia hanya bisa pasrah, bila Zach akan membunuhnya.

Sedetik, dua detik, satu menit telah berlalu. Tidak ada yang terjadi. Berkat tindakan Carol yang memberikan ciuman pertama pada pipi Zach, malah menenangkan naluri liar dalam diri Zach. Perlahan bulu-bulu itu lenyap. Carol belum menyadarinya. Matanya masih terpejam.

Zach melihat air mata disudut mata Carol. Membuat hatinya tersentuh. Lalu seolah dibimbing, Zach mencium bibir Carol sekilas dengan lembut.

Carol membuka matanya. Terbeliak saat melihat wajah Zach yang telah berubah seperti semula.

"Zach! Kamu berubah!" seru Carol takjub. Tiba-tiba Carol ingat sesuatu.

"Ih, kamu telah mencuri ciuman pertamaku Zach!" Carol memukul dada bidang Zach. Saat menyadari bahwa barusan Zach menciumnya.

Wajah Zach memerah malu. Begitu juga Carol mendadak kaku saat menyadari kekonyolannya.

Zach tertawa, Carol tersipu. Dan entah siapa yang memulai lebih dulu, wajah mereka refleks saling maju. Jidat keduanya beradu.

Zach mengulangi ciumannya. Membisikkan kata yang membuat seluruh wajah Carol memerah karena malu.

"Kamu yang memulai, mencuri cium aku." bisiknya. Zach lalu merengkuh tubuh Carol. Memeluknya beberapa saat.***.

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!