NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / CEO / Orang Disabilitas / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kinara, seorang gadis berusia 24 tahun, baru saja kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan masa depan yang ia impikan. Diusir ibu tiri setelah ayahnya meninggal, Kinara terpaksa tinggal di panti asuhan sampai akhirnya ia harus pergi karena usia. Tanpa tempat tujuan dan tanpa keluarga, ia hanya berharap bisa menemukan kontrakan kecil untuk memulai hidup baru. Namun takdir memberinya kejutan paling tak terduga.

Di sebuah perumahan elit, Kinara tanpa sengaja menolong seorang bocah yang sedang dibully. Bocah itu menangis histeris, tiba-tiba memanggilnya “Mommy”, dan menuduhnya hendak membuangnya, hingga warga sekitar salah paham dan menekan Kinara untuk mengakui sang anak. Terpojok, Kinara terpaksa menyetujui permintaan bocah itu, Aska, putra satu-satunya dari seorang CEO muda ternama, Arman Pramudya.

Akankah, Kinara setuju dengan permainan Aksa menjadikannya ibu tiri atau Kinara akan menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Cahaya pagi menyelinap lembut dari sela gorden.

Kinara terbangun perlahan, kelopak matanya terasa berat, napasnya masih teratur. Butuh beberapa detik sampai ia menyadari sesuatu yang hangat dan naik-turun di bawah pipinya. Saat kesadarannya sepenuhnya kembali, Kinara menegang.

Kinara tertidur di atas dada Arman. Jantung Kinara langsung berdegup kencang. Wajahnya memanas, perlahan sangat perlahan, ia mengangkat wajah, menatap pria di bawahnya. Arman masih terlelap, wajahnya terlihat lebih tenang dari biasanya, tak ada dingin, tak ada jarak. Hanya garis rahang tegas dan napas yang teratur.

Kinara menatapnya terlalu lama, dan saat itulah, kelopak mata Arman bergerak, lalu terbuka.

Tatapan mereka bertemu.

“Pagi,” suara Arman serak, ada senyum tipis di sudut bibirnya. “Kamu sudah puas menatapku diam-diam?”

Wajah Kinara seketika memerah. “A—aku tidak—”

“Kamu bahkan lupa bangun,” lanjut Arman menggoda, matanya turun sekilas pada posisi Kinara. “Nyaman?”

Kinara tersentak, baru benar-benar sadar posisinya. Dengan panik ia hendak menjauh, tapi justru membuat selimut bergeser. Ia menariknya kembali dengan gugup. Belum sempat suasana canggung itu reda, pintu kamar terbuka dengan suara keras.

"Daddy!"

Kinara reflek menjerit kecil dan langsung bersembunyi di balik selimut tebal. Arman sigap menarik selimut agar tak terlihat apa pun yang mencurigakan.

Aksa berdiri di ambang pintu, menatap sekeliling.

“Loh?” kening bocah itu berkerut. “Mommy dimana?”

Kinara di balik selimut menahan napas.

Arman berdehem santai. “Masuk kamar orang itu harus ketuk pintu dulu. Aksa kan orang, jadi ini kama Aksa juga,”

Aksa mengabaikan, dia menunjuk selimut yang tampak sedikit bergerak.

“Itu kenapa gerak?”

Arman melirik selimut sekilas, lalu tersenyum jail.

“Oh, itu angin topan.”

Di balik selimut, Kinara langsung mencubit pinggang Arman sekuat tenaga.

“Ugh!” Arman meringis pelan, wajahnya menegang menahan sakit.

Aksa menatap curiga. “Daddy kenapa?”

“Tidak apa-apa,” jawab Arman cepat, berusaha tetap tenang meski pinggangnya masih nyeri. “Anginnya … kencang.”

Aksa mengangguk polos. “Oh.”

Lalu senyum lebar merekah di wajahnya. “Kalau gitu nanti sarapan bertiga ya! Aksa mau cari dulu.”

Di balik selimut, Kinara tersenyum kecil, matanya terasa hangat.

Begitu langkah kaki Aksa menjauh dan pintu kamar kembali tertutup, Kinara langsung menyibakkan selimut. Wajahnya merah padam, rambutnya sedikit berantakan, napasnya belum sepenuhnya stabil.

“Aku … aku mau ke kamar,” katanya gugup.

Kinara buru-buru turun dari ranjang. Namun baru satu langkah, ia mengeluh pelan, refleks memegang pinggangnya.

“Auh...”

Arman langsung sigap. “Kenapa?” suaranya berubah khawatir.

Kinara membeku, rasa nyeri yang asing itu membuat wajahnya semakin panas. Ia menghindari tatapan Arman, menunduk dalam-dalam.

“Ti—tidak apa-apa,” jawabnya cepat, terlalu cepat. “Aku cuma … pegal.”

Tanpa menunggu Arman bangkit atau bertanya lebih jauh, Kinara melangkah tergesa ke arah pintu.

“Aku mau mandi dulu,” tambahnya singkat, lalu pergi hampir berlari, menahan rasa sakit.

Arman menatap punggung Kinara yang menjauh, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. Ada kehangatan yang tak pernah ia rasakan sejak lama tenang, penuh, dan nyata.

Tak lama, ponselnya berdering, Arman mengangkatnya, menatap layar. Nomor tidak dikenal, dia mengerutkan kening, lalu meletakkan kembali ponsel itu tanpa menjawab.

Beberapa detik kemudian, ponsel kembali bergetar. Nomor yang sama. Tatapan Arman mengeras. Dengan satu gerakan tenang, ia membuka layar lalu memblokir nomor itu.

Arman menghembuskan napas pelan, menatap ke arah pintu kamar mandi tempat Kinara berada.

“Sekarang…” gumamnya lirih,

“aku memilih yang ada di rumah.”

1
Lily Formosa Lily
dasar gilo
Lies Atikah
ah jadi geuleuh ka si Arman kayanya dia menik mati juga bukti nya sama2 telan jank pura2 nyesel tapi gak marah sama si jalang nya . gak ada nelakukan apa2
Lies Atikah
si Arman juga menikmati bukti nya di pegang dan di peluk kamu diam dsar tikus got
Sri Peni
cerita yg bagus , logika ada itu yg paling aq suka
Ummee
cobaan apa lagi?
Lies Atikah
semoga Arman dan Kinara lebih peka dan pintar menghadapi si gatel mira dan si bodoh bagas yang mau aja di bohongi dasar laki pecundang otak udang
Lies Atikah
itu kan bukan kesalahan Arman dia hanya berusaha menyelamat kan diri kenapa si kinara benci sama Arman jangan bodoh mikir yang waras jangan bedegong yang jahat nya siapa yang di benci nya siapa . jelas2 si widia pakta nya ah au ah jadi geuleuh
Lies Atikah
mak lampir baru nyadar lantas selama ini kemana saja euyyyy
Sri Afrilinda
🤣🤣🤣🤣
Dinatha
menurutku malah Kinara egois..
bukankah Rudi sudah jelaskan detail termasuk alasan suaminya menempuh jalur itu.
tidak memberi tau bukan berarti khianat atau apapun..
ada yg harus diberi tau dan ada yg tidak dengan alasan kebaikan. apalagi wanita hamil.
Pengaruh kehamilan... it's oke.
jutaan wanita hamil di dunia ini. mereka bisa negatif thinking, egois juga..
tapi semua itu kalah dengan akal bersih...
kehamilan hanya merubah mood tapi tidak mengakibatkan kebodohan..
sebaiknya ini menjadi pemahaman dan pembelajaran..
terutama yg muslim.. makanya Islam menganjurkan wanita hamil memperbanyak ibadah.. terutama baca Al-Qur'an
Dinatha
iya sihh..
Author tegaan.. sakit mental kok di borgol.. tega banget 😔
di pasung aja Napa?🫣🫣🫣😁
Dinatha
Dan karena pertemuan pandangan itu mereka jatuh cinta.
cerita Tamat..
ehhh.. kabur ah.. sebelum author ngamuk 🏃🏃🏃🏃🫣🫣😁
Dinatha: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dinatha
Jangan jangan Amira bukan keponakan..
tapi anak kandung sendiri Atika sebelum menikah dengan papa Rome🫣🫣😁😁
mungkin lhooo 😁😁..
jangan dihujat... kirim saya THR saja 🤣
Sri Peni
wl hny cerita tp logika hrs tetep ada. contoh kl settingnya seklh TK guru hrs tetep ada di ruang. sehngga tdk terjd cerita yg msk akal🙏
Dinatha
Ahhh...
seandainya Keahlian Rudi bisa berlaku di polisi Kanoha 🤣
Dinatha
mungkin Pelampung lebih cocok Thor..
atau sekoci tempat dia bertahan hidup..
kalau jangkar kan emang untuk ditenggelamkan..
maaf jika salah 🙏
mimief
dasar ibu ga punya hati nurani
ngorbanin calon anaknya karena ambisi dan drama ga mutu 🥹🥹
Dinatha
Saran Thor
Sebaiknya lain x gunakan istilah "Ibu Sambung" itu lebih terdengar bersahabat dan menyentuh daripada Ibu Tiri, walaupun maknanya sama..
Dinatha: maafkan Thor.
bukan menggurui.. cuma saran
sukses selalu 🙏
total 2 replies
Lies Atikah
kaya nya Rome lebih baik dari pada si batu Arman yang munafik dan sombong
say't
aduh jngn2 istrinya sair ni si kartika nih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!