NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: tamat
Genre:Gangster / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan perjuangan seorang pemuda yang tadinya hanya seorang pemuda biasa, tapi, kehidupan yang sulit membuatnya tak punya pilihan lain selain menjadi seorang agen.
Bukan hal yang mudah karena Wawan, tokoh utama di cerita ini sebenarnya adalah seorang penakut yang mengharapkan hidup normal dan santai.
Tapi, lama kelamaan Wawan menjadi terbiasa dengan pekerjaan berbahaya itu dan malah menjadi agen paling hebat di kesatuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarah

Setelah cukup lama berkeliling mengumpulkan bantuan, kini hanya tinggal orang terakhir yang perlu di kunjungi.

Orang terakhir ini tinggal di daerah paling jauh dan paling terpencil di antara semua orang yang telah di datangi oleh Wawan dan komandan.

Tempat tinggal mantan agen itu berlokasi di daerah pedalaman hutan, tepatnya di sping tebing curam.

Meskipun agak mengerikan tapi pemandangan di sini memang sangat indah.

Bisa di pahami kenapa agen terakhir itu tinggal di tempat seperti ini.

"Fyuhh!..."

"Akhirnya kita sampai juga!" Kata komandan sambil mengelap keringat di dahinya.

Karena mobil tidak memungkinkan untuk masuk ke hutan itu, jadi mau tidak mau mereka semua harus berjalan kaki.

Tidak semua anggota ikut di sini, hanya mereka yang punya tenaga saja yang ikut seperti Wawan dan Arhan.

"Apa benar ini tempatnya, komandan!?" Tanya Wawan sambil melihat sekitar yang terasa sepi dan sunyi.

"Menurut informasi yang Raisya dapat, memang ini tempatnya!" Jawab komandan sambil mengecek lagi posisi mereka menggunakan sebuah hp.

"Kalau begitu... Orang yang kita cari ada di mana!?" Tanya Wawan lagi.

"Mana aku tahu!?"

Arhan tiba-tiba berkata. "Um... Mungkin gadis yang sedang latihan di sebelah sana tahu sesuatu!?" Katanya sambil menunjuk.

Tatapan Wawan dan komandan tertuju ke arah telunjuk Arhan menunjuk.

Di sana mereka melihat seorang gadis yang sedang berlatih ilmu beladiri dengan sangat fokus.

"... Dia masih muda. Sepertinya dia cucu atau mungkin murid orang yang sedang kita cari sekarang ini!" Kata Wawan.

"Ya, itu mungkin saja...!"

"Sekarang kamu pergi dan tanya padanya!" Wawan tersentak sesaat.

"Hah? Kenapa harus aku? Kenapa tidak kita semua saja pergi dan bertanya padanya!?" Kata Wawan merasa ada yang janggal.

"Untuk apa semua orang ikut kalau cuma bertanya? Kamu saja cukup, bukan!?" Wawan tampak curiga.

Meskipun agak curiga dan merasa tak nyaman tapi Wawan tidak punya pilihan lain.

Ia mengikuti perintah dan menemui gadis yang sedang fokus berlatih itu.

"Ahem! Permisi, saya mau bertanya!..." Belum sempat Wawan menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja Wawan mendapatkan serangan dari si Gadis.

Si Gadis tiba-tiba menyerang setelah dia menyadari keberadaan Wawan yang tiba-tiba sudah ada di dekatnya.

Whoosss!!

Sebuah pukulan hampir saja menghantam wajah Wawan kalau saja Wawan tidak punya refleksi yang cepat.

"Apa!?" Si Gadis terkejut karena serangannya di hindari oleh Wawan dengan begitu mudahnya sampai-sampai wajah Wawan tetep datar.

Namun, berbanding terbalik dengan wajahnya yang datar.

Hati Wawan saat ini sedang dag-dig-dug karena terkejut oleh serangan yang sangat tiba-tiba itu.

"Tsk!!" Si Gadis menggertak giginya sebelum ia lanjut menyerang Wawan dengan serangan yang sangat cepat.

Wawan berusaha menghindari serangan-serangan itu sebisanya.

Siapa sangka.

Gerakan menghindar acak yang Wawan lakukan malah terlihat sangat keren seakan Wawan adalah seorang ahli yang sedang berhadapan dengan amatiran.

Dan lebih tidak terduga lagi.

Si Gadis tiba-tiba kehilangan keseimbangan setelah ia menginjak akar pohon yang menonjol keluar dari dalam tanah.

"Sial!!" Dalam keadaan seperti itu si Gadis tidak bisa lagi tetap berdiri tegak apalagi untuk menyerang.

Ia terjatuh ke arah Wawan.

Brugg!!

Ia menubruk Wawan hingga Wawan refleks menangkap si Gadis, mencegahnya agar tidak jatuh ke tanah.

Dalam keadaan ini si Gadis sempat terdiam sejenak karena tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini.

Wawan juga terdiam di sini karena tadi Wawan berpikir... Kalau ia akan kena pukul.

'Syukurlah. Aku kira aku tidak bisa menghindar lagi dan akan kena hantam di perut.'

Keringat dingin membasahi punggung Wawan karena Wawan tahu kalau ia terkena pukulan si Gadis maka Wawan akan cedera.

"... Kamu tidak apa-apa!?" Tanya Wawan dengan suara santai... Meksipun hatinya sedang gelisah dan terkejut.

"... Ya, aku tidak apa-apa...!" Ia bangun dan segera mundur beberapa langkah untuk menjauhi Wawan.

"Aku minta maaf karena tiba-tiba menyerang tanpa bertanya dulu!" Menilai dari postur tubuhnya....

Tampaknya si Gadis sadar kalau Wawan tidak punya niat buruk dan merasa menyesal telah menyerang tiba-tiba.

"Tidak apa-apa!" Kata Wawan.

"Ngomong-ngomong... Anda ini siapa dan ada perlu apa di tengah hutan seperti ini. Apa Anda sedang tersesat!?" Ekspresi si Gadis tampak datar.

Sekilas ekspresinya mirip-mirip dengan Wawan yang selalu tampak dingin dan acuh dalam keadaan apapun.

"Tidak, datang datang ke sini mencari seseorang!" Si Gadis tampak agak bingung.

Itu karena selain dirinya, tidak ada siapa-siapa lagi di sekitar sini.

"Tidak ada orang lain selain saya di sekitar sini. Memangnya siapa yang anda cari!?" Tanya si Gadis pada Wawan.

Komandan dan Arhan pun mendekat karena merasa kalau keadaan sudah aman.

"Kami mencari orang ini. Apa anda kenal!?" Kata komandan sambil menunjukkan foto seseorang di hpnya.

Itu adalah foto agen yang sedang mereka cari ketika agen itu masih muda... Lebih tepatnya, ketika masih menjadi Gadis muda yang cantik.

"... Sepertinya ini foto almarhum nenekku ketika masih muda... Jadi kalian mencari nenekku!?" Kata si Gadis.

Komandan dan yang lainnya tersentak di tempat ketika mendengar kata "Almarhum nenekku".

Itu berarti, orang yang mereka cari telah meninggalkan dunia ini.

"Jadi... Beliau sudah meninggal dunia, ya!" Kata komandan terlihat agak kecewa.

"Memangnya kalian ini siapa? Dan untuk apa mencari nenekku!?" Tanya si Gadis.

Komandan pun menceritakan apa yang telah terjadi dan menjelaskan kalau mereka ingin meminta bantuan.

Setelah beberapa saat cerita...

"Begitulah keadaannya!"

"Maksud kedatangan kami ke sini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meminta bantuan nenek Anda!"

"Tapi siapa sangka. Ternyata beliau sudah meninggalkan dunia ini!" Kata komandan.

"Ya, nenek meninggal setahun yang lalu!" Suasana kemudian menjadi hening.

Kedua belah pihak terdiam untuk sesaat dengan kepala agak tertunduk.

"... Ngomong-ngomong... Kalau kalian berkenan, bagaimana kalau saya saja yang menggantikan nenekku memberi bantuan!?" Komandan agak terkejut.

"Nak... Kamu tahu kan kalau ini berbahaya!?"

"Kami saja tidak yakin kalau kami semua bisa menyelesaikan misi ini dalam keadaan selamat!" Kata komandan.

"Ya, aku tahu benar itu!"

"Tapi aku tidak takut mati dan lagi, kalau aku mati juga tidak akan ada yang peduli!"

"Daripada berdiam diri di tengah hutan seperti ini sambil menunggu kematian, bukanya lebih baik kalau aku keluar dan menggunakan kemampuan yang di wariskan padaku untuk membantu orang lain!?"

"Nenekku pernah berpesan kalau bisa. Dia ingin aku menggunakan kemampuan yang dia wariskan padaku untuk kebaikan!"

"Mungkin inilah waktunya aku keluar dari tempat ini dan menjadi orang yang bisa memberi manfaat untuk orang lain!" Kata-kata terdengar bijak.

Sampai-sampai komandan tidak bisa menolak si Permintaan si Gadis.

"Baiklah kalau begitu!"

"Saya ucapkan selamat datang dalam tim... Ngomong-ngomong siapa nama kamu!?"

Si Gadis menjawab. "Sarah!"

"Selamat datang dalam tim. Sarah!"

"Saya harap kamu bisa bekerjasama dengan baik bersama kami!" Kata komandan sambil tersenyum ramah pada Sarah.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!