Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Buka dengan paksa pintu ruangannya Alex membuat Alex yang lagi fokus kerjain pekerjaannya kaget melihat Angga datang ke ruangannya dengan wajah terlihat kesal, membuat Alex senyum sinis melihat Angga yang marah tiba-tiba.
"Kenapa barang-barang saya dipindahkan dari ruangan saya, sebelum ada penjelasan dari Citra saya tidak akan pergi dari ruangan saya dan tolong anda jangan seenaknya seperti ini sama saya karena anda bukan pemilik perusahaan yang seenaknya sama saya mengerti! " bentak Angga kesal karena asisten pribadinya Citra seenaknya perintahkan OB pindahkan semua barang-barang pribadinya ke ruangan baru yang tidak pernah Angga harapkan.
"Saya bukan pemilik perusahaan ini tapi saya cuman menjalankan perintah saja, kalo mau protes silahkan ke Bu Citra langsung bukannya Bu Citra ada di rumah kenapa anda tidak minta penjelasan ke Bu Citra dan kenapa Bu Citra tidak masuk kerja? " tanya Alex pura-pura tidak tahu.
"Sudah seminggu Citra tidak ada kabar dan tidak ada di rumah, selama istri saya belum kembali anda tidak bisa seenaknya seperti ini sama saya dan seenaknya seperti ini, anda mau mempermalukan saya dengan memindahkan barang pribadi saya tanpa saya yang pindahkan sendiri, tahu batasan mana yang boleh anda kerjakan dan tidak boleh dipindahkan, selama istri saya belum pindah jangan seenaknya sama saya terlalu jauh mengerti kamu! " bentak Angga tidak Terima, asisten pribadinya Citra semakin seenaknya sama dirinya seperti ini, dipindahkan secara paksa sebelum ketemu sama Citra mendapatkan penjelasan alasan Citra yang sebenarnya.
Kalo bukan memikirkan nama baik sudah dihajar Alex dari tadi, tapi tidak dilakukan Angga karena tidak mau ada anggapan dirinya tidak bisa profesional dan pastinya semakin malu tidak semua karyawan tahu dirinya hajar Alex karena tidak terima dirinya dipindahkan jabatannya sama Citra istrinya sendiri.
Senyum sinis mendengar ucapan Angga barusan, tidak peduli apapun yang dibilang Angga karena apa yang dirinya lakukan atas perintah Citra langsung jadi dirinya tidak merasa takut sama sekali dengan ucapan Angga yang tidak terima barang-barangnya dipindahkan tanpa sepengetahuan Angga.
**
Pertama kalinya malu mendengar ucapan tetangganya yang bilang Winda plakor dan istri sirih suami orang, heran dari mana tetangganya tahu status dirinya yang selama ini disembunyikan serapat mungkin bisa ke bongkar hari ini.
"Itu semua fitnah dan anda jangan asal sembarangan bicara, saya istri sah suami saya jangan seenaknya bicara seperti itu." ucap Winda berusaha tenang tidak ingin terlihat emosi berlebihan takut membuat tetangganya berfikir aneh-aneh.
"Oh iya istri sah, coba kasih lihat buku nikah kamu, kami tidak ingin di kompleks ini ada seorang plakor karena kami takut suatu saat suami kami dirayu sama kamu juga kan bahaya sekali perusak rumah tangga orang. " ucap Bu RT sejujurnya penasaran karena selama ini belum pernah melihat buku nikah milik Winda dan Angga.
"Betul itu kami tidak akan biarkan kamu tinggal terlalu lama disini sebelum kasih lihat buku nikah kamu, kalo buku nikah itu asli silahkan tinggal disini selamanya tapi jika palsu silahkan keluar dari perumahan ini karena kita tidak mau punya tetangga seorang plakor bikin malu saja." ucap Bu Intan sengaja semakin memprovokasi.
"Baik saya akan kasih lihat kalian buku nikah saya enak saja bilang saya plakor dan menghina saya seperti tadi permisi! " tegas Winda tidak tahan lagi nahan emosi, memilih pergi dari pada semakin lama semakin banyak ucapan tetangganya yang semakin bikin dirinya kesal, sakit hati, dan sedih.
Tidak menyangka rahasia besar yang selama ini disembunyikan serapat mungkin bisa ke bongkar hari ini, mustahil sekali dirinya bisa mendapatkan buku nikah asli karena Angga tidak berani ajak nikah resmi akhirnya rahasia pernikahannya ke bongkar dan bikin malu, sejujurnya penasaran kenapa tetangganya akhirnya pada tahu status pernikahannya yang selama ini disembunyikan tahu dari siapa dan kenapa membuka rahasianya ke tetangganya.
**
Tidak menyangka tempat persembunyiannya bisa ketahuan sama Kakak-Kakaknya padahal saudaranya selama ini sibuk kerja dan sudah punya keluarga tapi bisa datang menemui dirinya hari ini.
"Kalo laki-laki itu sudah tidak layak menjadi suami kamu kenapa tidak kamu buang saja dia, enak saja memanfaatkan kamu untuk menguras harta kamu dan nikah lagi karena kamu tidak bisa memberikan anak sama sekali sungguh tega sekali dia." ucap Bagas geram dengan alasan Angga yang menikah lagi.
"Kalian tahu dari mana, apa Alex yang kasih tahu kalian?" tanya Citra karena yang tahu rahasianya cuman Alex saja.
"Bukan dia tapi kami suruh orang untuk cari tahu kenapa kamu tidak ada di rumah, kantor, bahkan bisa menurunkan jabatan Angga begitu saja tanpa ada penjelasan sama sekali, akhirnya kami suruh orang untuk cari tahu dimana kamu berada karena di rumah orang tua saja tidak akan." ucap Ilham santai sambil menikmati kue yang disiapkan ART di rumahnya Citra.
"Oh pantas bisa sampai sini, saya memang akan menceraikan laki-laki sampah itu, tapi saya tidak akan menceraikan dia dengan baik-baik dan pergi dengan tenang saya tidak terima, apa lagi harta saya dibagi untuk perempuan yang tidak tahu malu, saya mau menghancurkan mereka perlahan baru saya buang laki-laki itu untuk apa simpan sampah yang tidak berguna seperti Angga terlalu lama." sambung Citra santai tidak ingin terlihat sedih didepan kedua kakaknya.
Tidak ingin dianggap lemah saat dirinya sedang di uji seperti ini, ingin menjadi kuat dan mandiri tanpa memperlihatkan isi hatinya yang sebenarnya, tidak ada perempuan yang mau dimadu apapun alasannya apa lagi dimanfaatkan demi kepentingan pribadinya.
Bagas dan Ilham peluk adik perempuan satu-satunya yang mendapatkan cobaan besar tapi dihadapi seorang diri, salut dengan Citra yang tidak manja mengadu kesedihannya dan tidak terlihat rapuh sama sekali, bangga sama Citra yang berusaha mandiri menghadapi masalah yang dihadapinya seorang diri.