NovelToon NovelToon
Milea Dan Sistem Ruang Dimensi

Milea Dan Sistem Ruang Dimensi

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Sistem / Mengubah Takdir / Teen / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:663.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: astiana Cantika

Milea arabella, biasa akrab di sapa dengan nama Lea adalah gadis yatim piatu setelah kematian kedua orang tua nya akibat kecelakaan tunggal beberapa tahun yg lalu sepulang dari luar kota, saat itu milea yg baru lulus SMA begitu syok mendengar kenyataan itu, apalagi dirinya harus menghidupi ketiga adik-adiknya.

Akan kah kebahagiaan menghampiri Milea dan ketiga adik-adiknya.?

ikuti terus kisah milea di cerita ini.


Happy reading 😘.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 Diusir

20 menit pun berlalu.

Makanan yg tadi nya tertata di atas meja, kini ludes tak bersisa.

"Hah, kenyang nya." Ucap Zero mengelus perut nya.

"Hihi bang Zero seperti kucing malas." Ucap Sasa cekikikan.

"Apa, kucing malas,?" Ucap Zero mendelik.

"Iya seperti kucing malas, habis makan mengelus perut yg membuncit lalu tidur." Ucap Sasa pada Zero.

Tiba-tiba Zero pun menguap lebar.

"Kan kan, pasti ngantuk hahaha." Ucap Sasa tertawa geli.

"Hehehe." Ucap Zero cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal itu.

"Sebentar lagi kita pulang." Ucap Lea.

"Felix, Zero, adek tunggu sini bentar ya, kakak mau bayar makanan nya dulu." Ucap Lea berjalan menuju kasir.

" Mbak, jadi berapa semua nya.?" Ucap Lea.

"150rb kak." Ucap kasir itu tersenyum.

"Ini ya mbak, kembalian nya buat mbak nya saja." Ucap Lea tersenyum sambil memberikan uang 200rb pada mbak kasir nya.

"Terimakasih kak, terimakasih banyak." Ucap mbak kasir tersenyum.

"Sama-sama mbak, kalau begitu kami pulang dulu." Ucap Lea yg di angguki oleh mbak kasir.

Tak lama kemudian Mbah Wati datang sambil memegang satu plastik gorengan dan kue.

"Milea tunggu nak." Ucap Mbah Wati menghentikan Lea.

"Iya Mbah, ada apa.?" Ucap Lea.

"Ini Mbah ada sedikit gorengan bakwan dan kue, masih anget baru matang, bawa lah nak, untuk mu dan adik-adik mu makan di rumah." Ucap Mbah Wati memberikan kantong kresek yg berisi gorengan dan kue.

"Ya ampun jadi ngerepotin Mbah." Ucap Lea tak enak.

"Tidak apa-apa nak, Mbah sedekah untuk kalian, ambillah." Ucap Mbah Wati.

"Terimakasih Mbah, semoga rezeki Mbah di mudahkan Allah, dan mbah nya sehat terus ya Mbah." Ucap Lea mendoakan Mbah Wati.

"Aamiin ya Allah, sama-sama nak, hati-hati di jalan ya." Ucap Mbah Wati.

"Iya Mbah kami pamit pulang ya Mbah." Ucap Lea menyalim tangan Mbah Wati.

"Ya nak, kalau ada waktu mampir lah ke sini nak." Ucap Mbah Wati.

"Insha Allah Mbah, mari Mbah." Ucap Lea sambil berbalik meninggal kan Mbah Wati menuju dimana adik-adiknya berada.

.

"Ayo kita pulang, adek kepala nya masih pusing.?" Ucap Lea dengan lembut.

"Masih sedikit kak." Ucap Sasa.

"Felix gendong adek, biar barang-barang nya kakak dan Zero yg bawa." Ucap Lea mengambil alih tas berisi pakaian mereka, sedangkan Zero membawa tikar lipat dan sisaa cemilan mereka sewaktu di rumah sakit.

Keempat kakak beradik itu pun berjalan menuju arah rumah mereka.

"Kakak bawa apa itu kak.?" Ucap Zero melihat kantong kresek di tangan kakak nya.

"Oh ini, tadi Mbah Wati memberi kan gorengan bakwan dan kue katanya." Ucap Lea .

"Oh gorengan dan kue, lumayan buat nyemil nanti malam." Ucap Zero.

beberapa menit kemudian mereka pun tiba di rumah kontrakan mereka yg sangat sederhana itu.

Baru beberapa menit mereka duduk lesehan di ruang tamu, tiba-tiba ibu kontrakan datang untuk mengusir Lea dan adik-adiknya dari kontrakan.

"Milea , milea." Teriak ibu kontrakan.

Lea pun keluar menghampiri ibu kontrakan tersebut.

"Ada apa Bu." Ucap Lea penasaran.

"Milea, saya minta kamu segera kosong kan kontrakan ini karena ada seseorang yg akan mengontrak di sini." Ucap ibu kontrakan tiba-tiba.

"Loh, ada apa ini Bu, masa kontrak kami tinggal di sini kan masih 2 minggu, aku juga selalu bayar kok Bu, kenapa tiba-tiba kami di usir." Ucap Lea bingung.

"Saya tidak mau tau, yg penting sekarang kalian cepat kosong kan kontrakan ini paling lambat besok, besok kalian sudah harus pergi dari sini, karena akan ada yg mengontrak dengan bayaran lebih mahal dari kalian." Ucap ibu kontrakan Langsung melengos pergi begitu aja.

Lea hanya bisa menarik nafas dalam-dalam saja melihat sikap ibu kontrakan, untung kejadian seperti saat ini dirinya sudah memiliki uang dan aset untuk kehidupan nya dan adik-adiknya, karena kalau tidak, lea tidak tau akan bereaksi seperti apa.

"Sistem, aku harus apa sekarang.?" Gumam Zea kecil.

"KENAPA NONA TIDAK TINGGAL DI KOTA SAJA, DI SANA KEHIDUPAN NONA AKAN LEBIH BAIK."

" Kamu bener tem, mungkin sudah saat nya aku merancang masa depan ku dan juga adik-adikku." Ucap Lea dengan suara kecil.

Lea pun berbalik menuju arah adik-adiknya.

"Ada apa kak.?" Ucap Felix.

"Kita di usir dari kontrakan ini, besok kita harus mengosongkan rumah ini." Ucap Lea pada adik-adiknya.

"Kita akan tinggal dimana kak.?" Ucap Zero yg diangguki oleh Felix dan Sasa.

"Mau tidak mau kita harus segera pergi, ayo kita kemaskan barang-barang kita, besok pagi kita pergi ke rumah nenek di kampung tetangga, seperti nya kakak akan keluar sebentar menemui kepala sekolah kalian." Ucap Lea pada adik-adiknya.

"Bagaimana bisa kak, aku udah kelas 6 SD 7 bulan lagi ujian." Ucap Sasa.

Lea hanya tersenyum menanggapi hal itu.

"Seperti kata orang-orang, uang bisa menyelesaikan masalah." Batin Lea.

"Kamu tenang saja dek, kakak pastikan surat-surat kepindahan kalian akan selesai besok pagi." Ucap Lea yakin.

"Kakak pergi dulu." Ucap Lea pada adik-adiknya.

Para adik-adiknya pun bingung dengan hal itu, bagaimana mungkin bisa seperti itu batin mereka.

Lea dengan langkah mantap pun berjalan menuju tukang ojek untuk pergi ke rumah dinas kepala sekolah SD yg kebetulan berada satu kabupaten dengan nya.

Beberapa menit berkendara, Lea pun sudah sampai dirumah minimalis bertingkat dua itu yg di yakini Lea adalah rumah kepala sekolah.

"Bang, tunggu bentar di sini ya, nanti saya balik lagi." Ucap Lea pada bang ojek.

"Baiklah mbak." Ucap bang ojek.

Lea pun mengetuk pintu rumah itu, tak lama kemudian yg di cari-cari pun kebetulan berada di rumah tersebut.

.

Lama Lea berbicara pada kepala sekolah SD tersebut, akhirnya Lea tersenyum setelah mendapat kan apa yg ia inginkan, dan benar saja apa kata Lea, uang bisa menyelesaikan masalah.

Dan Lea pun memberi kepala sekolah itu batas waktu hingga besok pagi dan kepala sekolah itu pun menyanggupi hal tersebut.

Lea pun berpamitan pada kepala sekolah tersebut menuju rumah selanjutnya untuk melakukan hal yg sama yaitu meminta surat kepindahan sekolah untuk adik nya Felix dan Zero, permintaan Lea pun di permudah oleh kepala sekolah kedua adik nya, tak lupa Lea pun melunasi uang SPP yg menunggak.

Dengan langkah ringan dan lega akhir nya Lea pun pulang kerumah nya dengan berbekal berita bagus untuk ketiga adik-adiknya, dimana mereka bertiga akan segera pindah dari sekolah mereka yg lama, Lea sungguh tau, ketiga adik nya kerap mendapatkan perundungan oleh teman-teman sekolah nya karena mereka hanya lah anak yatim piatu yg miskin dan menurut mereka tidak layak berteman dengan mereka yg hanya akan mendatangkan kesialan.

Bersambung.

1
yetiku86
EH....!!! ternyata adonan Grandpa and Granma jadi to. 😅
aku kira paman kecil siapa 🤭
yetiku86
EH....??? ternyata perasaanmu hanya sebuah obsesi tuan.
yetiku86
satpamnya masih amatir ternyata. Sayang sekali... hunian mewah tapi tingkat keamanannya rendah.
yetiku86
mau komen mustahil.... tapi kok ya... memang inilah dunia halu yg sesungguhnya... 🤭🤭🤭
yetiku86
hidup seperti ini yg dimau semua manusia....tinggal minum langsung bisa 😍😍😍
Rino Wengi
Segede bandara kah rumahnya, sampai ada landasan jet pribadi? kalau heli masih masuk akal diatas rumah mewah biasanya ada helipad.
Rino Wengi
bagus Lea... kasihan Laras kalau dia nggak mau tanggung jawab
Rino Wengi
kenapa langsung kabur... harusnya minta pertanggungjawaban.... bodoh kau Laras... jadinya kan salah paham dikira Lea
Rino Wengi
syukurin... orang orang tamak menuai karna.. harta anak yatim dirampok juga sekarang nikmati ulah kalian
Rino Wengi
matilah kau nenek lampir 😄😄😄
Rino Wengi
keluarga miskin?? yg ada terkaya bahkan lebih kaya dari keluarga Nalendra
yasir aftab
sultan mah bebas cuey 😍😍😍😍
yasir aftab
sultan mah bebas cuey 💪💪💪💪😍😍😍
Rino Wengi
kok cuma demam? harusnya stroke sekalian biar kapok si nenek durjana
yasir aftab
sahur sahur sahur guys
yasir aftab
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Eni Luthfia Ardiani
mampir thor awal baca udah menarik cerita nya semangat💪
Erna Ladi Yanti
semangat thor jgn cepat tamat🤣🤣
Erna Ladi Yanti
seandainya di kehidupan nyata ada sistem kekayaan begitu.🤣
Erna Ladi Yanti
aku sangt suka baca novel yang berkaitan dengan sistem karna seru bangat,semngt thor.🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!