NovelToon NovelToon
KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS

KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:400.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

____________________________
"Dar-Darian?" suaranya pelan dan nyaris tak terdengar.
"Iya, akhirnya aku bisa membalas kejahatan mu pada Nafisha, ini adalah balasan yang pantas," ucap Darian Kanny Parker.
"Kenapa?" tanyanya serak dengan wajah penuh luka.
"Kau tak pantas hidup Cassia, karena kau adalah wanita pembawa masalah untuk Nafisha," ujarnya dengan senyum sinis.
Cassia Itzel Gray, menatap sendu tunangannya itu. Dia tak pernah menyangka akan berakhir di tangan pria yang begitu dirinya cintai. Di detik-detik terakhir. Cassia masih mendengar hal menyakitkan lainnya yang membuat Cassia marah dan dendam.
"Keluarga Gray hancur karena kesalahan mu, Cassia! Aku lah yang membuat Gray bangkrut dan membuat kedua orang tuamu pergi, jadi selamat menemui mereka, Cassia! Ini balasan setimpal untuk setiap tetes air mata Nafisha," bisik Darian dengan senyum menyeringai!

DEG!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

  Vladimir mengepalkan tangannya, jika bukan karena Darian adalah putra dari sahabat baik kedua orang tuanya dan tunangan Dari adiknya. Sudah di pastikan pukulan itu mengenai wajahnya yang sombong itu.

  Kembali pada Cassia.

  Cassia berjalan mendekat, semua orang tahan napas dan Lula juga gemetar hingga air mata luruh begitu saja tanpa bisa di cegah karena dia ketakutan.

PLUK!

  Tepukan yang menghasilkan bunyi pada pundaknya membuat Lula ketakutan, jantungnya berpacu cepat dengan keringat dingin keluar dari pori-pori wajahnya hingga sebesar biji jagung.

  "Lain kali Hati-hati!" ucapan dari Cassia membuat Lula dengan cepat mendongak, wanita cantik berkacamata itu tak percaya hingga wajahnya terlihat syok dan seperti orang bodoh.

DEGH!

  Selain dirinya, semua orang di sana juga di buat mematung, apalagi ucapan Cassia begitu keras dan membuat keadaan yang semula berisik karena bisikan-bisikan sumbang itu mendadak terhenti dan sekarang hanya keheningan yang terasa aneh.

  Kepergian Cassia menjadi tatapan dari mata mereka semua, bahkan ada yang sampai menganga karena terlalu tak percaya mendengar ucapan itu dari sang Antagonis Cassia.

  "Kau yakin itu adikmu, Vla?" pertanyaan aneh yang keluar dari bibir Giovano membuat mereka semua menggeleng bersamaan.

...****************...

  Pulang sekolah adalah momen yang paling menyenangkan untuk para murid, termasuk murid YHS, mereka semua berhamburan keluar kelas untuk segera kembali ke rumah.

  "Aku ke toilet sebentar!" izin Cassia, dia meninggalkan teman-temannya untuk menuju toilet.

  Mereka mengangguk dan akhirnya kembali melanjutkan langkah untuk menuju parkiran sambil menunggu Cassia di sana.

  "Hey, mau kemana?" Rose mencekal tangan Dax yang akan melewatinya. Tak ada yang tahu. Bahwa Rose dan Dax adalah sepupu, Ibu Rose adalah Adik dari Ibunya Dax

  "Toilet," jawabnya singkat.

  Arzhela dan Ara menatap kepergian Dax, punggung tegap itu terlihat kokoh dan indah saat pria 18 tahun itu berjalan tegas, tak akan ada yang tidak terpesona pada sosok Dax, walaupun pria itu tampak misterius dan penuh Teka-teki.

  "Rose," panggil Ara.

  "Heem? Ada apa?" tanya Rose, mereka kembali melanjutkan langkah yang sempat tertunda tadi.

  "Aku lihat kamu lumayan akrab dengan Dax, kamu mengenal si kutub utara itu?" Ara bertanya, sebab seingat dia tak ada yang berani menyapa Dax kecuali sahabatnya ini.

  "Tidak kenal, aku hanya basa-basi saja," jawab Rose setenang mungkin.

  "Kamu yakin hanya itu? Karena aku melihat kamu seperti mengenal pria aneh dan irit bicara itu," kali ini Arzhela yang juga bertanya sebab merasa sedikit janggal dengan kedekatan keduanya.

  Rose, menarik napas pelan, dia menatap kedua temannya itu dengan senyum tipis,"Aku benar-benar tidak mengenalnya, lagi pula itu hanya basa-basi dan lagi Dax tidak akan memakan kamu jika hanya bertanya, benarkan?"

  Keduanya mengangguk, mereka saja mungkin yang terlalu takut dengan aura dan tatapan Dax yang cukup membuat jantung berhenti itu. Karena selama ini Dax hanya pendiam dan pemuda itu bukanlah pemuda pembuat onar, jika dia tak di usik duluan.

  Di toilet.

  Cassia keluar dari toilet, dia baru saja membuka pintu dan seseorang mendadak mendorong tubuhnya kembali ke dalam toilet hingga membuat Cassia hampir berteriak.

  "Diam!" bisikan dan suara serak itu membuat Cassia tak jadi berteriak.

  Cassia menatap orang yang membekap bibirnya itu, dia mendelik saat melihat Dax berdiri menjulang di depannya dengan wajah datar dan tatapan yang sulit di baca.

  "Kau? Ada apa?" tanya Cassia, saat tangan besar milik Dax terlepas dari bibirnya.

  "Kau ... Apa benar-benar Cassia?" pertanyaan aneh dari Dax membuat Cassia berekspresi aneh.

  "Apa maksud mu?" tanya Cassia, dia tak mengerti maksud dari pertanyaan Dax itu.

  Dax mengusap sedikit tengkuknya, dia benar-benar malu setiap kali harus berhadapan dengan Cassia, apalagi melontarkan pertanyaan yang aneh seperti tadi.

  "Dax Leonel, sebenarnya apa maksud pertanyaan mu itu?" Cassia mendesak dan menatap Dax intens.

  "Bukan apa-apa," setelah itu Dax meninggalkan Cassia sendiri di dalam toilet dan itu membuat Cassia syok hingga mulutnya menganga.

  "Ini aku yang aneh atau dia?" gumamnya dengan wajah tak habis pikir. Sikap Dax yang aneh menimbulkan banyak pertanyaan dalam hati Cassia, dia bertanya-tanya kenapa mendadak Dax bertanya hal seperti itu padahal dia harusnya tahu. Dirinya ini Cassia atau bukan?

  Tak ingin memikirkan hal yang tak penting, Cassia memilih untuk segera pulang karena dia butuh istirahat dan setelah itu ia akan menyusun rencana demi membalas hutang kematian pada Darian dan Nafisha.

...****************...

  Dax menatap dingin ke arah kumpulan anak-anak Genk Black Libra yang masih berkumpul di parkiran. "Cabut!" serunya penuh tekanan, suaranya seperti ledakan yang memecah hening.

  Dengan cepat, dia melompat ke motornya, rev mesin meraung bagaikan amukan binatang buas yang dilepas ke jalan. Tanpa menunggu lama, motor itu melesat keluar dari parkiran sekolah meninggalkan bayang-bayangnya.

  Tak lama kemudian, Cassia muncul, langkahnya tenang namun penuh ketegangan saat kembali berkumpul dengan para sahabatnya.

  "Kalian janjian, ya?" Arzhela menatap Cassia dengan mata yang penuh kecurigaan, suaranya mengandung nada tajam yang sulit disembunyikan.

  Cassia mengangkat sebelah alis, wajahnya menyiratkan kebingungan sekaligus sebersit keheranan. "Janjian? Dengan siapa, sih?"

  Arzhela tak bisa menahan senyum sinis, "Sama patung es itu."

  Cassia menghela napas panjang, matanya tajam menatap Arzhela seolah mengingatkan, "Ayo, jangan bikin drama. Jangan sampai overthinking menguasai pikiranmu, kita bukan anak kecil."

  Namun di balik kata-katanya yang santai, ada getaran kecil di dadanya perasaan tak nyaman yang sulit dijelaskan.

  " Oh... Baiklah, aku hanya bertanya." Ucap arzhela acuh.

  Ara dan Rose hanya bisa menggeleng pelan, menatap Arzhela yang dengan lihainya menyulut drama kecil seperti biasa. Baginya, ini bukan sesuatu yang aneh justru momen yang selalu dinantikannya.

  Intuisi Arzhela begitu tajam, matanya menangkap setiap bisikan dan gelagat di sekelilingnya, seperti radar yang tak pernah salah. Namun, anehnya, ia tidak pernah memaksa lawan bicara untuk terbuka sikapnya justru dingin dan penuh perhitungan, seolah sedang memainkan permainan catur di balik senyum tipisnya.

  Cassia menghela napas panjang, lega namun sekaligus gelisah. Apa jadinya jika mereka tahu bahwa tadi, di balik pintu kamar mandi yang tertutup rapat, Dax diam-diam menemui dirinya? Rahasia itu membekas seperti bayangan yang enggan pergi.

  Drama singkat itu akhirnya mereda. Mereka pun berpisah, pulang ke rumah masing-masing, mempersiapkan diri untuk menyambut sore hari yang penuh dengan teka-teki.

...****************...

Malam harinya

  Setelah memikirkannya matang-matang, cassia akhirnya mengambil keputusan besar. Iya yakin, keputusan yang ia ambil ini akan membuat orang-orang terkejut, sebab bagaimana dulu dirinya ngebet ingin mendapatkannya.

1
sea.night~
mampir thor🙏
i freind indonesia Hastuti
ka...boleh saran yah...biisa ngak ka nulis ceritanya pakai bahasa yg biasa aja....terlalu banyak biasnya....jadi keganggu buat fokus sama ceritanya...padahalkan latar cerita ini masih sma....sesekali boleh...tapi jangan semua kalimat dong
Plo Iss
harusnya casia terima saja cinta dax agar si durian gak kepedean terus
Ai Masitoh Ai
wah tambh seru aja, nih
Ai Masitoh Ai
hah dasar wanita ular
Muhammad Kevin
hy apa kabar benih Belanda makin merajalela ya cerita murahan 🤣🤭
Nii
ok
Ai Masitoh
iya dracin bgt
Rosmianti
bertele²
Jenny Mustika
♥️♥️♥️♥️♥️
Erna Ismail
menarik /Smile//Good/
Lestari Ami'ne Zia
mampir nich thorr
Laila Majnoon
kebanyakan nanya dan curiga jg para teman teman nya ,,harus kn sekepo itu
Laila Majnoon
dax gk ad guna nya ,, perasaan td ad pemeran lg siapa kh itu ,,yg pindahan sekolah laki"
Laila Majnoon
dan sampai bab hbs pun dendam gk terbalas kn ,,karna banyak mikir dr pd berbuat
Laila Majnoon
gk ad tanda " bls dendam pemeran utama sungguh lemah
Laila Majnoon
ckck sok pahlawan kesiangan,,pukul musuh yg sebenarnya td gk brani mlh n pergi
Laila Majnoon
heleh kata mau bls dendam tp gk ad perubahan ky gitu ja ,,gk ad berjln bls dendam ,🏃 mengisah kisah sekaloh aja
Faradita
mf thor hnya masukan, sebaik nya kta dendam dan kemaraha dll itu g usah di sematkn di setiap bab karna pembaca sudah tau sedari awal, itu membosan kn bagi pembaca karna kata kata itu selalu ada di setiap bab nya, semangat terus thor🙏🙏🙏💪💪💪💪
Senjaku02: baik, terimakasih atas sarannya
total 1 replies
Faradita
sorry maksud ku nafisha🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!