HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
''Ada apa ini?''
Perlahan semua orang yang mengelilingi Hazel dan Luna menyingkir, saat melihat kedatangan Clara dan David.
''Zel, ada apa?'' tanya Clara melihat Hazel duduk di kursi sedangkan Luna berdiri di sampingnya dengan wajah yang terlihat sedang khawatir.
''Enggak ada,,, '' Hazel belum sempat menyelesaikan ucapanya, tiba tiba Melda sudah menyelanya. ''Itu Cla, barusan Luna menjatuhkan buku dari atas, dan mengenai bahu Hazel''
''Apa!!, Zel, mana biar aku lihat bahumu?'' seru Clara dengan panik.
''Aku enggak apa apa, Cla'' tukas Hazel menolak.
''Enggak apa apa apanya, bukunya setebal itu, pasti memar'' Clara tetap memaksa lalu menyingkap di bagian bahu sweeter yang di pakai Hazel saat ini, dan benar saja kulit bahu Hazel sudah memerah.
''Tuh kan, memar!!'' seru Clara.
Luna semakin menundukkan kepalanya, dia tidak menyangka karna ketidak sengajaannya membuat Hazel terluka.
''Zel, aku minta maaf'' ucap Luna lirih.
Hazel tersenyum lalu meraih tangan Luna yang sedang meremas ujung bajunya. ''Sudah aku bilang, aku tidak apa apa, lagian kamu juga tidak sengaja kok'' ucap Hazel kembali menenangkan Luna agar tidak terus merasa bersalah padanya.
Clara menghela nafasnya melihat kebaikan temannya masa kecilnya ini.
''Zel, ayo kita ke klinik kampus, biar memar di bahumu cepat di obati'' ajak Clara.
Hazel menganggukkan kepalanya lalu berdiri, dan melangkah pergi bersama Clara meninggalkan perpustakaan. Sedangkan David dia mengikuti mereka berdua di belakang, sembari mengirim pesan singkat pada Ronald.
{ Nald, calon istrimu terluka, kami membawanya ke klinik kampus }
Karna tidak tahan dengan tatapan tak ramah dari orang orang di sekitarnya, Luna juga bergegas pergi dari perpustakaan, dia menyusul Hazel ke klinik kampus.
Di klinik kampus Hazel duduk di tepi brangkar, dan di sebelahnya seorang dokter wanita tengah memeriksa memar di bahu Hazel.
Dan saat itu tiba tiba pintu klinik di buka dengan kasar, sampai membuat orang orang yang ada di dalam terkejut.
Brak
''Zel'' seru Ronald menghampiri Hazel.
''Apa yang terjadi?, mana yang terluka?'' tanya Ronald dengan raut wajah yang terlihat panik dan juga khawatir.
Dokter wanita yang tengah memeriksa Hazel tersenyum, melihat kepanikan seorang pria yang di kenal sebagai pangeran kampus itu.
''Nald, dia tidak ada yang terluka kok, cuma memar saja di bahunya'' ucap dokter wanita itu.
Mendengar itu Ronald langsung memeriksa sendiri bahu Hazel, dan seketika matanya membulat melihat lebam yang hampir kebiruan di bahu Hazel, terlihat sangat kontras dengan kulitnya yang sangat putih.
''Kok bisa sampai begini sih Zel?, baru juga masuk kampus'' omel Ronald sembari mengelus dengan lembut memar di bahu Hazel.
Hazel langsung cemberut dan mendorong tubuh Ronald, dan biacara dengan ketus. ''Kak, kenapa kamu malah marah marah gak jelas sih''
''Aku enggak marah, aku ini sedang mengkhawatirkanmu'' tukas Ronald kembali mendekati Hazel.
''Enggak marah, tapi nada bicaranya naik satu oktaf'' cetus Hazel.
Ronald menghela nafasnya. ''Ok ok, aku minta maaf'' tukas Ronald mengalah.
''Huh'' decak Hazel bersedekap, dan memalingkan wajahnya.
Dokter wanita yang menangani Hazel terkekeh, saat melihat Ronald tunduk di depan gadis cantik yang menjadi pasiennya, sebenarnya siapa gadis cantik ini pikirnya, karna baru kali ini dia melihat juniornya berinteraksi sedekat itu dengan lawan jenisnya.
''Nald, kamu olesi memarnya dengan salep ini'' ucap dokter itu memberikan salep pada Ronald.
''Iya'' sahut Ronald.
Hazel dengan cepat merebut salep itu dari tangan Ronald.
''Biar Clara saja yang melakukannya, Kak Ronald minggir sana'' usir Hazel kembali mendorong Ronald.
''Cla, sini bantu aku'' seru Hazel.
Clara menganggukkan kepalanya dan segera menghampiri Hazel, dan Ronald terpaksa menyingkir.
Sedangkan Kenzo dan David yang sejak tadi juga ada di dalam klinik, mereka berdua menahan tawa melihat Ronald yang tak berkutik di depan Hazel.
''Dia sepertinya sudah tergila gila sama Hazel'' ujar David.
''Ya kamu benar, dia sampai tunduk begitu'' sahut Kenzo dan keduanya kembali tertawa.
Ronald menatap kesal pada kedua sahabatnya, walaupun dia tidak mendengar apa yang di bicarakan mereka berdua, tapi dia yakin kalau mereka sedang menertawakannya.
''Vid, sebenarnya apa yang terjadi dengan Hazel?, kenapa bahunya sampai memar begitu?'' tanya Ronald menghampiri kedua sahabatnya.
David langsung menoleh pada Luna yang berdiri tak jauh darinya, yang sejak tadi menundukkan kepalanya.
'' Aku juga tidak tahu benar tidaknya, tapi tadi ada yang bilang kalau Luna tidak sengaja menjatuhkan buku dari rak atas, dan mengenai Hazel yang kebetulan berdiri di bawahnya '' tukas David seperti yang di katakan oleh Melda tadi, tanpa ada yang di kurangi ataupun di tambahi.
Ronald terdiam mendengarnya, dia teringat kalau tadi Luna mendapat hukuman dari dosen karna datang telat, dosen menghukum Luna untuk memindahkan beberapa buku ke perpustakaan.
Luna yang tak sengaja mendengar pembicaraan David dan Ronald, perlahan memberanikan diri menghampri mereka.
''Nald''
Ronald menoleh dan melihat Luna sudah berdiri di sampingnya dengan wajah yang terlihat sangat menyesal.
''Yang di katakan David benar, tapi aku benar benar tidak sengaja melakukannya, aku minta maaf'' ucap Luna dengan kepala tertunduk.
Ronald langsung menarik nafasnya dalam dalam.
''Kalau mau minta maaf sama Hazel, bukan sama aku, dia yang sudah kamu buat sakit'' tukas Ronald dingin.
Luna meremas ujung bajunya, kepalanya semakin menunduk dalam, ini pertama kalinya Ronald bicara sangat dingin padanya, dan itu membuat hatinya seperti di gores dengan belati yang sangat tajam, sakit tapi tak berdarah.
Dari brangkar Hazel bisa melihat Luna yang terus menundukkan kepalanya, sebenernya apa yang sedang di bicarakan oleh mereka berdua pikirnya.
Jam satu siang Hazel menggerakkan bahunya yang masih terasa nyeri, akhirnya dia bisa menyelesaikan kelas pertamanya yang berlangsung selama dua jam.
''Ughh'' ringis Hazel.
''Zel, masih sakit?'' tanya Clara yang duduk di sampingnya.
''Enggak, sudah mendingan'' jawab Hazel.
''Ya sudah, ayo ke kantin, aku haus banget ini'' ajak Clara.
''Hem, ayo''
Mereka berdua segera bangkit dari kursinya, dan saat itu David yang duduk di belakang mereka juga ikut berdiri.
''Heh, gadis gadis cantik, aku juga ikut ke kantin'' seru David.
Clara langsung menoleh. ''Memangnya Kak David enggak mau kumpul ama dua sahabat Kakak, kok malah ngintilin kita kita'' tukas Clara.
''Memangnya gak boleh, lagian jam kelas kita bertiga gak sama, jadi kita gak bisa kumpul kalau gak janjian jam dulu'' timpal David.
''Ah, sudahlah enggak usah banyak mikir, ayo kita ke kantin, aku juga haus nih''
Akhirnya mau tak mau Clara dan Hazel membiarkan David mengikuti mereka, bahkan saat ini David sudah seperti bodyguard dua gadis cantik itu, karna terus mengikuti kemanapun mereka berdua melangkah.
Dan saat sampai di kantin, David iseng iseng memotret Hazel yang sedang mengobrol dengan Clara, lalu dia kirimkan ke nomor whatsapp Ronald yang saat ini sedang ada kelas, dan tak lupa mengirim beberapa kata di bawahnya.
{ Sepertinya Hazel akan lebih banyak waktu dengaku😂 }
Baru beberapa detik pesan terkirim, sudah terdengar suara notifikasi pesan masuk.
Ting
David langsung membukanya, dan seketika tawanya pecah saat membaca balasan pesan Ronald.
{ Jangan sampai punya pikiran merebut Hazel dariku😏 }
''Ha ha ha ha ha,,,,,,''
''Ngetawain apa sih Kak?'' tanya Hazel keheranan.
''Orang yang lagi di mabuk cinta'' sahut David.
''Siapa?'' tanya Clara ikut ikutan.
''Ada deh'' sahut David sembari tertawa menyebalkan.
Dan kedua gadis itu serempak melempari David dengan botol kosong bekas minuman mereka, bukannya marah David malah tertawa terbahak bahak, melihat wajah kesal Hazel dan Clara yang terlihat lucu di matanya.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....