NovelToon NovelToon
Gadis Bar Bar Dan CEO Arogan

Gadis Bar Bar Dan CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Keluarga / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 9

Hari dimana Alea dan sarline ujian kenaikan kelas pun tiba,.

"Al, jangan lupa besok Minggu ketemuan dengan kak saka"! Kata sarline disela sela perjalanan mereka keluar dari kelas setelah hari pertama selesai ujian.

"Ya ilah masih juga 5 hati lagi line, tenang saja aku tidak kaak lupa ."! Sahut Alea.

"Kalau begitu ayo kerumah mu".ajak sarline.

"Jangan bilang kau kerumahku mau numpang makan mie instan lagi"!

"Hehee,itu kamu tahu, kan kamu bilang tidak masalah makan mie instan seminggu sekali bukan"!

"Ya dah ya,ayo tapi sambil belajar ya,jangan sampai kamu tidak naik kelas nantinya."! Kata alea mengiyakan.

"Hahaa, mana ada kek gitu". Sarline Pun menarik tangan alea begitu saja untuk menuju Ke dalam mobilnya Dimana pak Nanang sudah menunggu di depan sekolahan elit tersebut.

"Al, besok kalau kamu jadi pacar kak saka kamu harus sedikit agresif ya"! Kata sarline di sela sela perjalananya menuju rumah Alea .

"Why"! Tanya Alea sambil menatap serius kearah temanya.

''kau tahu kan ,meskipun wajah kak saka sangat tampan tapi dia sangat dingin seperti beruang kutub Utara tembus ke selatan.

"Wah,itu pasti sangat dingin sekali," sarline mengangguk membenarkan ucapan sahabatnya.

"Jagi penasaran aku dengan tampan saka itu, tapi tidak bisa di pungkiri kalau sarline bilang saka tampan,orang sarline saja cantik kek gitu"! Gumam Alea pandangan menerawang jauh bayangkan sosok tampan saka, namun tetap tidak bisa terbayangkan.

"Tapi line,apa kamu yakin kakak mu itu tidak perna memilik kekasih sebelumnya,atau dekat dengan wanita begitu,sampai acara di Carikan pacar segala"! Tanya Alea yang sudah mulai kepo dengan saka.

"Setahuku sih tidak, bahkan kak saka tidak pernah membawa teman perempuan nya kerumah, yang Aku tahu dia selalu nya bersama asisten Dika dan kak Darrell"!

"Jangan jangan kakak mu itu kelainan"!

Uhuk.uhuk.uhuk.

Pak Nanang yang berada di kursi kemudi pun tersedak ludahnya sendiri mendengar percakapan random dua gadis dibelakang kursinya. Alea dan sarline saling pandang .

"Hahaa,jangan ngawur ya, "! Sahut sarline sedikit tergelak lucu.

"Mana mungkin kakaknya yang tampan Paripurna itu kelainan"! Ya begitulah isi pikiran sarline saat ini.

"Tapi bagaimana cara nya menjadi wanita agresif,kamu tahukan aku tidak bisa se anggun wanita cantik di luar sana"! Tanya Alea dengan bingung.

"Gampang tinggal lihat drama china yang romantis romantis itu pasti nantinya kamu akan bisa"!

"Hahaa, sejak hari ini aku harus pindah profesi dari film horor jadi film romantis ya"; Alea tergelak tidak bisa membayangkan jika nantinya dia harus melihat drama perciuman di ponselnya,sarline kembali menganggukan kepala nya.

**

Waktu terus berputar dan hari pun terus berganti.

Malam itu si sebuah mansion mewah mama zahra dan tuan bhara sedang berada di ruang makan menunggu anaknya untuk makan bersama.

"Ma, tumben sekali mama tidak meminta saka kencan buta lagi"! Tanya tuan bhara penasaran.

"Saka bilang akan mengenalkan kekasihnya dalam waktu dekat ini, apa salahnya kita menunggu dulu, apa dia benar benar menepati ucapanya atau hanya alasan saja". Jawab mama Zahra.

"Betul juga,tapi jika benar kira kira wanita seperti apa yang menjadi calon mantu kita,apakah wanita anggun atau wanita bar bar seperti mamanya"! Kembali tuan bhara bersuara .

"Hahaa, mama jadi penasaran bagaimana saka menyatakan cinta kepada wanita,melihat modelan kayak beruang salju begitu,"! Tuan bhara ikut tergelak, entah menurun dari mana mempunyai anak yang cuek nya tidak ketulungan seperti itu.

Disela sela perundingan kedua Suami istri itu ,saka dan sarline pun beriringan menuruni anak tangga menuju meja makan.

"Tumben sekali Meraka akur beberapa hari ini"! Gumam mama Zahra sambil menatap kedua anak nya dan di angguki oleh tuan bhara.

"Maa, paa"!! Sapa sarline dengan senyum manisnya.

"Iya sayang"! Sahut mama Zahra.

Mereka pun lalu makan dengan hikmat Tanpa ada percakapan apapun.

*"

Disisih lain ,Alea yang sejak tadi sedang sibuk melihat drama China yang begitu romantis.

"Ya tuhan geli sekali aku melihat nya, apa iya aku harus nempel terus seperti ulat bulu itu"! Gumam alea dengan bulu kuduk yang sudah berdiri saat ini.

"Lagian jadi seperti ini demi apa coba kalau bukan gaji sepulu juta, ayo Alea kamu pasti bisa,setidaknya kamu akan jadi anak yang berguna bagi orang tuamu,bisa membantu mendapatkan uang yang lebih banyak,"! Seru Alea menyemangati dirinya sendiri.

Malam semakin larut akhirnya Alea pun ketiduran dengan drama China yang masih berputar di ponsel nya.

Saka yang tidak bisa tidur akhirnya memilih menemui adiknya di dalam kamar sarline.

Tok. Tok.tok.

"Masuk"! Sahut sarline dari dalam kamarnya.

"Belum tidur dek"! Tanya saka sambil berjalan masuk dan duduk di ranjang milik sarline.

"Sebentar lagi kak,nanggung"! Sahut sarline yang sedang fokus pada benda pipih di tanganya.

"Lalu bagaimana dengan rencanamu itu"! Tanya saka yang sangat penasaran.pasalnya dirinya sangat penasaran dengan sosok Alea yang katanya akan jadi kekasih pura pura nya,namun Sampai saat ini sarline tidak membicarakan nya lagi denganya,bukankah ujian kenaikan sekolah sudah selesai.

Sarline menghentikan putaran vidio pada layar ponselnya dan menatap saka dengan kening yang sudah bertaut.

"Rencana apa kak"?  Tanya sarline bingung.

"CK, sudahlah lupakan saja"! Sahut saka sambil beranjak dari duduknya dan akan kembali ke kamarnya,namun saat akan membuka pintu sarline pun angkat bicara.

"Kak,jangan lupa besok ketemuan dengan Alea jam 11 di caffe x, Jangan lupa ajak asisten Dika,aku tidak mau nantinya jadi obat nyamuk terbengkalai disana ya"! Celetuk sarline sambil Kemabli fokus pada benda di tanganya. Mendengar itu saka langsung membalikan badan menoleh dan menatap ke arah adiknya.

Namun lagi lagi sarline begitu menyebalkan ,bahkan dia bicara sambil menatap layar ponselnya.

Saka pun memilik keluar dan menuju kamarnya ,tanpa disadari jika ujung bibirnya sudah tertarik ke atas saat ini.

Pagi pun tiba. Pagi itu jam baru menunjukan angka 7,namun saka sudah berada di ranjang milik sang adik menatap adiknya yang masih pulas tidur.

Tul.tul.tul.

Saka menusuk nusuk pipi sarline dengan telunjuknya.

"Kak, ini masih jam 7 bukan ,kenapa kak saka mengangguk sih"; gumam sarlin dengan suara khas bangun tidur.

"Dika sudah menunggumu"! Sahut saka,mungkin dengan cara itu adiknya akan langsung bangun.

"CK, biar kan saja lagian dia sudah punya pacar, jangan bilang kak saka yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alea." Jawab Alea sambil menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.

Deg"

"Bagaimana dia bisa tahu kalau aku yang tidak sabar"! Gumam saka sambil keluar dari kamar sarline.

"Lebih baik aku mandi saja,"saka pun masuk kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.

Disisih lain.

Alea yang sedang membantu Bu Hanik pagi itu memasukan kue kue ke dalam box.

"Masa iya aku berpenampilan biasa saja nanti, tapi aku tidak bisa dandan, CK biarpun begini aku akan jadi pacar pura pura seorang CEO kan"! Alea dilanda dilema dadakan.

"Ada apa sayang"! Tanya Bu Hanik yang melihat raut wajah gelisah dari putrinya.

'' Bu, aku ada undangan ulang tahun, siang ini tapi aku tidak bisa dandan,bagaimana donk"! Tanya Alea berbohong .

"Sudah tenang saja serahkan pada ibu, yang penting bantu antar kue ini dulu nanti biar ibu bantu "!

"Memang ibu bisa"! Alea mengernyitkan keningnya.

" Gampang, dulu waktu muda ibu kan pernah jadi MUA "! Jelas Bu Hanik yang memang mempunyai bakat dalam bidang periasan.

"Ok lah, kalau begitu Alea pergi sekarang"! Seru Alea sambil melangkah keluar untuk mengantar kue pesanan tersebut.

** Diruang tengah saka yang sejak tadi duduk di sofa , sesekali menatap jam yang melingkar pada pergelangan tanganya. Matanya pun juga melihat ke arah anak tangga,namun belum ada tanda tanda sarline turun dari lantai dua.

"Apa jangan jangan dia ketiduran lagi"! Gumam saka dengan wajah kesalnya .

"Sedang apa sayang"! Tanya mama Zahra yang tiba tiba muncul dari arah belakang .

"Menunggu sarline,ma"!

"Tumben sekali, memang mau kemana"! Tanya mama Zahra penasaran,pasalnya tidak bisanya saka menunggu sarline sampai segitunya.

"Makan siang"! Celetuk saka.

"Kalau begitu boleh mama iku"!

Deg"!!

Mendengar itu saka sontak menggeleng cepat.

"  gawat kalau mama ikut,bisa bisa sad ending nantinya, "! Gumam saka dalam hati sambil mengigit bibir bawahnya.

"Mama jadi sedih sekali, apalagi papa juga tidak ada di rumah sedang main golf dengan temanya"! Sahut mama Zahra dengan dengan wajah di buat sesedih mungkin.

"Jangan sok imut deh ma, nanti malam deh janji kita makan di luar"! Kata saka membujuk sang mama.

Disela sela perdebatan kecil dengan mama Zahra, sarline terlihat menuruni anak tangga dan menghampiri saka dan juga mama Zahra.

"Kak, ada apa dengan mama"! Tanya sarline yang melihat raut wajah sedih pada mama nya.

"Mama mau ikut kalian makan siang tapi kakakmu tidak mengizinkan nya"! Adu mama Zahra kepada sarline.

"Apaa, gawat kalau mama ikut,bisa hancur rencana sebelum dimulai"' Gumam sarline yang nampan panik.

" Pak, pak hery"! Panggil Zahra kepada kepala pelayan. Pak Herry pun segera mendekat ke arah nona mudanya.

"Saya nona" sahut pak Herry yang sudah berada di samping sarline.

"Temani mama makan siang ya pak, anggap saja menggantikan papa"! Celetuk sarline membuat mama Zahra dan pak Herry pun tidak bisa untuk tidak mendelik menatap ke arah sarline.

Sarlin pun hanya terkekeh sambil menarik tangan saka,mengajaknya untuk segera pergi.

"Ayo kak, sebelum mama ikut kita nanti"! Kata sarline di sela sela langkah mereka menuju halaman depan.

"Selamat pagi boss, nona"! Sapa asisten Dika yang sudah berada di samping mobil .

Hemmm"!!  Sahut saka, sedangkan sarline hanya menatapnya datar .

"Dia makin hari makin tampan saja sih , apalagi jika memakai pakaian santai seperti ini ,rasanya aku ingin semaput pada dada bidangnya detik ini juga"! Gumam sarline didalam hatinya yang sebenarnya sangat tersepona dengan asisten Dika.

Didalam mobil keheningan pun terjadi, saka yang sedang menetralkan debaran jantungnya yang tiba tiba berdetak tak karuan,sedangkan asisten Dika yang sedang sibuk dengan sikap nona mudanya yang saat ini begitu cuek denganya.

20 menit berlalu sampailah mobil hitam tersebut di parkiran caffe x seperti apa yang di katakan Sarline.

"Kak,ayo keluar" Kata sarline saat melihat saka hanya diam sejak tadi.

"Hemmm"!! Sahut saka.

"Bisa bisa aku se gugup ini hanya untuk menemui gadis ingusan saja"; gumam saka dalam hati sambil keluar dari dalam mobil.

Keduanya pun beriringan masuk kedalam caffe tersebut di ikuti asisten Dika yang mengekor di belakangnya.

"Sebenarnya ada acara apa sih, kenapa aku ketingalan gosip saat ini, " kata asisten Dika lirih dengan pikiran yang sudah di penuhi tanda tanya.

Sarline pun  mendudukan bokongnya di meja nomor 7 sesuai pesanan ya,begitu pun dengan saka dan Asisten Dika .

"Mana dia"! Tanya saka yang tidak melihat orang lain di meja tersebut.

"Mungkin masih di jalan kak"! Jawab sarline.

"CK, tidak konsisten "!

"Kak, ini juga masih kurang 5 menit lagi dari jam 11 bukan".

"Hemmm"! Sahut saka yang sudah tidak sabar,memang dasarnya tidak sabaran apalagi di minta menunggu ,meskipun itu hanya 5 menit saja.

"Tidak masalah bayar taksi 30 ribu ,sebentar lagi aku dapat gaji 10 juta bukan". Kata alea lirih sambil memberikan uang 30 ribu kepada supir taksi di depanya.

Tring"!!

"Dimana ,Alea"

Satu pesan di kirimkan sarline kepada Alea. Alea yang baru saja sampai di depan caffe segera melihat pesan tersebut dan membalasnya.

"Di parkiran, tunggu sebentar"! Balas Alea dengan cepat.

Alea pun akhirnya masuk kedalam caffe tersebut dan mencari meja nomor 7.

"Aleaaa"!! Teriak sarline  kepada gadis cantik yang saat ini sedang berjalan mendekat kearahnya.alea pun melambaikan tanganya .

"Kenapa aku deg deg kan begini sih"! Gumam saka dengan detak jantung yang sudah tidak karu karuan, padahal saka belum melihat gadis tersebut karena dia sedang duduk membelakangi nya.

"Jadi ini konsepnya sedang double date begitu ya"! Gumam asisten Dika yang baru sadar dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Alea berdiri tepat disamping meja,saka dan Asisten Dika Sontak menatap ke arah samping, "dari samping saja sudah kelihatan sangat cantik"! Begitulah isi pikiran Asisten Dika dan juga saka saat ini.

Sarline memberikan kode kepada Alea untuk menoleh kesamping dengan ekor matanya.dan reflek Alea menoleh ke samping dan.

"Allahuakbar"!! Teriak Alea sambil memegangi dadanya  kaget setengah ingin semaput melihat fakta sebenarnya,jika saka adalah laki laki yang tidak dia inginkan bertemu Di dalam hidupnya lagi.

1
Reni Anjarwani
seru deh lanjut semanggat doubel up
Siti Khoyimah
🤭🤭 saka aq ikut traveling lo
Reni Anjarwani
ya ampun seru , otaknya pada ngeres semua
Siti Khoyimah
semngat thor ,aq suka saka mode CB
Reni Anjarwani
seru bgt thor ceritanya doubel up thor
Siti Khoyimah
lnjut
Reni Anjarwani
lanjut thor seruu bgt
Siti Khoyimah
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!