NovelToon NovelToon
Gema Di Langit Verona

Gema Di Langit Verona

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Duniahiburan / Mafia / Cintapertama
Popularitas:112
Nilai: 5
Nama Author: SHEENA My

Sepuluh tahun yang lalu, sebuah ledakan di tepi Sungai Adige menghancurkan kejayaan keluarga Moretti dan meninggalkan Elena Moretti sebagai satu-satunya pewaris yang menanggung noda pengkhianatan. Kini, Elena kembali ke Verona bukan untuk menuntut warisan, melainkan untuk mengubur masa lalunya selamanya.
​Namun, Verona tidak pernah melupakan.
​Langkah Elena terhenti oleh Matteo Valenti, pria yang kini merajai langit Verona. Matteo bukan lagi pemuda yang dulu pernah memberikan mawar di balkon rumahnya; ia telah berubah menjadi sosok berdarah dingin yang memimpin bisnis gelap di balik kemegahan kota kuno itu. Bagi Matteo, kembalinya Elena adalah kesempatan untuk menuntaskan dendam keluarganya.
​Elena dipaksa masuk ke dalam kehidupan Matteo—sebuah dunia yang penuh dengan aturan tanpa ampun, pertemuan rahasia di gedung opera, dan darah yang tumpah di atas batu jalanan yang licin. Namun, saat "gema" dari masa lalu mulai mengungkap kebenaran yang berbeda tentang kematian orang tua mereka,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHEENA My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Luka di Pantai Berbatu

​Kesunyian pantai yang tersembunyi itu terasa lebih mengerikan daripada suara tembakan di pondok tadi. Hanya ada suara napas Elena yang tersengal, berpacu dengan suara ombak yang menghantam bebatuan tajam Danau Garda. Elena merosot ke pasir yang dingin, kedua tangannya menahan beban tubuh Matteo yang mulai lunglai. Air danau yang merendam separuh tubuh mereka terasa seperti es, namun panas yang menjalar dari luka di perut Matteo seolah membakar telapak tangan Elena.

​"Matteo! Jangan berani-berani memejamkan matamu!" Elena berteriak, suaranya pecah di tengah deru angin.

​Pria itu hanya mengerang pelan. Kepalanya terkulai di bahu Elena, membasahi kain gaun biru yang kini telah benar-benar hancur. Elena menarik napas panjang, mencoba mengusir kepanikan yang nyaris melumpuhkan otaknya. Ia bukan seorang dokter, namun ayahnya dulu pernah mengajarinya bahwa dalam situasi seperti ini, keraguan adalah pembunuh tercepat.

​Dengan sisa tenaga yang ada, Elena menyeret tubuh Matteo menuju sebuah ceruk gua kecil yang terlindung oleh dinding tebing. Ia meletakkan Matteo di atas permukaan batu yang datar, jauh dari jangkauan air pasang. Tangan Elena dengan gemetar meraba saku jaket taktis Matteo, mencari pemantik api atau apa pun yang bisa memberikan sedikit cahaya.

​Klik.

​Cahaya kecil dari pemantik logam menerangi wajah Matteo yang pucat. Darah merah pekat terus merembes keluar dari sisi perutnya, membasahi kemeja hitam yang kini melekat pada kulitnya. Elena tahu, peluru itu masih ada di dalam, atau setidaknya telah merobek pembuluh darah yang cukup besar.

​"Kau harus bertahan, kau dengar aku?" bisik Elena, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada pria yang sedang tidak sadarkan diri itu.

​Elena merobek sisa kain gaunnya yang panjang, menciptakan beberapa helai kain panjang untuk perban. Ia kemudian mengambil sebotol kecil alkohol murni yang ia temukan di dalam tas taktis kecil yang terikat di pinggang Matteo. Tanpa ragu, Elena menyobek kemeja Matteo, menyingkap luka tembak yang mengerikan itu.

​Bau besi dari darah yang segar memenuhi rongga hidung Elena. Ia menuangkan alkohol itu ke atas luka. Tubuh Matteo tersentak hebat, matanya terbuka lebar secara mendadak saat rasa sakit yang luar biasa menghantam sistem sarafnya. Pria itu mencengkeram lengan Elena begitu kuat hingga ia yakin kulitnya akan memar.

​"Argh!" Matteo meraung pelan, rahangnya mengatup rapat menahan teriakan.

​"Maaf... maafkan aku," Elena berbisik dengan air mata yang mulai menetes. "Aku harus membersihkannya. Pelurunya... aku harus memastikannya tidak masuk terlalu dalam."

​Matteo menatap Elena dengan pandangan yang kabur. Dalam remang cahaya pemantik, ia melihat ketakutan yang murni di wajah wanita itu, namun juga sebuah tekad yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Matteo melepaskan cengkeramannya pada lengan Elena, jemarinya yang gemetar justru beralih menyentuh pipi Elena yang basah oleh air mata dan hujan.

​"Kenapa kau... tidak lari saja?" tanya Matteo dengan suara yang nyaris hilang. "Kau punya daftar itu. Kau bisa pergi ke Marco sendirian."

​Elena berhenti sejenak, tangannya yang memegang perban bergetar. "Dan membiarkanmu mati di sini? Setelah kau menyelamatkan ibuku? Setelah kau menyelamatkanku berkali-kali malam ini?" Elena menatap mata kelam Matteo dengan tajam. "Kau tidak akan lepas dariku semudah itu, Matteo Valenti. Kita belum selesai."

​Matteo tersenyum tipis, sebuah senyum pahit yang dipaksakan. "Kau benar-benar seorang Moretti. Keras kepala hingga akhir."

​Selama satu jam berikutnya, Elena bekerja dalam kesunyian yang mencekam. Ia menggunakan pisau kecil milik Matteo yang telah disterilkan dengan api untuk mengeluarkan serpihan logam yang bersarang di otot perut pria itu. Setiap kali Matteo meringis, hati Elena seolah tersayat. Ia membungkus luka itu dengan perban dari kain gaunnya, mengikatnya dengan kencang untuk menghentikan pendarahan.

​Setelah tugas itu selesai, Elena ambruk di samping Matteo. Tubuhnya menggigil hebat. Kelelahan fisik dan emosional akhirnya menguasainya. Ia menyandarkan kepalanya di dada Matteo, mendengarkan detak jantung pria itu yang meskipun lemah, masih berdenyut dengan ritme yang konstan.

​"Terima kasih," bisik Matteo pelan, tangannya yang besar merangkul bahu Elena, menariknya lebih dekat untuk memberikan kehangatan di tengah dinginnya gua tersebut.

​Di luar, badai perlahan mereda, menyisakan suara tetesan air yang jatuh dari atap gua. Elena memejamkan mata, memeluk pria yang seharusnya menjadi musuh bebuyutannya. Di dalam buku Gema Verona yang tergeletak di samping mereka, terdapat rahasia yang bisa menghancurkan dunia, namun saat ini, di dalam gua gelap ini, dunia mereka hanya sebatas napas yang bersahutan.

​Elena menyadari bahwa garis antara benci dan cinta telah sepenuhnya kabur. Di bawah langit Garda yang mulai memucat karena fajar yang akan datang, Elena tahu bahwa ia telah menyerahkan hatinya pada pria yang paling berbahaya di seluruh Italia. Dan ia tidak tahu, apakah itu adalah penyelamatan atau justru awal dari kehancuran yang lebih besar.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di luar gua. Bukan langkah kaki tunggal, melainkan beberapa orang yang bergerak secara taktis.

​"Mereka menemukan kita," Matteo berbisik, tangannya segera meraba senjata di sampingnya meskipun ia hampir tidak bisa duduk tegak.

​Elena berdiri, memegang belati kecil dengan tangan gemetar. Kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh pria itu. Jika ini adalah akhir dari perjalanan mereka, maka ia akan memastikan bahwa Moretti terakhir akan memberikan perlawanan yang akan diingat oleh seluruh Verona.

Namun, ketenangan itu hancur saat suara gesekan sepatu bot pada kerikil di luar gua terdengar. Bukan satu orang, tapi beberapa. Matteo segera meraih senjatanya, mencoba duduk tegak meskipun ia meringis kesakitan.

​"Elena, di belakangku," bisik Matteo, suaranya kembali tajam dan berbahaya.

​Sesosok bayangan muncul di mulut gua, menghalangi cahaya rembulan yang masuk. Elena memegang belati kecilnya, siap untuk menyerang siapa pun yang mencoba menyentuh Matteo.

​"Turunkan senjatamu, Matteo. Ini aku," sebuah suara berat yang familiar terdengar.

​Luca masuk ke dalam gua dengan wajah yang penuh luka goresan, diikuti oleh dua orang pria berpakaian hitam yang tampak waspada. Di belakang mereka, berdiri seorang pria tua dengan janggut putih yang tampak sangat cemas.

​"Marco," gumam Matteo, ketegangan di bahunya sedikit mengendur.

​Elena mengembuskan napas panjang yang selama ini ia tahan. Mereka selamat. Untuk saat ini. Namun, saat ia melihat tatapan Luca yang tertuju pada buku Gema Verona di samping mereka, Elena tahu bahwa perlindungan ini memiliki harga yang mahal. Di dunia ini, bahkan kawan lama pun bisa menjadi musuh jika harganya tepat.

1
May Tales
waw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!