NovelToon NovelToon
My Sexy Daddy

My Sexy Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Careerlit
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Eva sangat membenci ibunya yang terus-menerus membuat masalah, sementara ia harus bekerja keras seorang diri demi bertahan hidup.

Untuk meredakan stres, Eva gemar menari. Ia bekerja sebagai cleaning-service di sebuah perusahaan balet dan kerap mencuri waktu untuk menari sendirian saat gedung sudah kosong.

Hingga suatu malam, pemilik gedung yang tampan itu memergokinya, mengira Eva adalah penari balet sungguhan, dan Eva memilih tidak meluruskan kesalahpahaman itu. Pekerjaan ini terlalu penting untuk dipertaruhkan.

Farris Delaney.

Hampir semua perempuan di perusahaan itu tergila-gila padanya. Banyak yang berharap bisa menjadi kekasihnya. Eva berbeda. Ia hanya ingin rahasianya aman dan sebisa mungkin menjauh darinya.

Masalahnya, dosa-dosa ibunya kembali menyeretnya ke masalah yang lebih dalam. Dan perlahan Eva menyadari, Farris memiliki kuasa untuk mengubah hidupnya, bahkan menyelamatkannya dari kematian. Tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.

୨ৎ MARUNDA SEASON IV ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Delaney Opera Ballet II

...୨ৎ──── F A R R I S ────જ⁀➴...

Saat Eva membuka pintu depan, bibirku menganga dan aku terpukau melihat betapa cantiknya dia.

Astaga, aku beruntung banget.

Aku mematung di tempat, mengamati setiap lekuk body nya. Gaunnya seksi banget di tubuhnya, menonjolkan lekukkan-lekukkan bohay nya.

Akhirnya aku bergumam, "Kamu kelihatan keren, Sayang."

Senyum paling bahagia yang pernah aku lihat menerangi wajahnya. "Iya?"

Aku mengangguk sambil melangkah maju, melingkarkan lengan di pinggangnya, menariknya ke tubuhku.

"Aku kehabisan kata-kata," pekikku, sebelum kasih ciuman lembut di sudut bibirnya, hati-hati, biar enggak merusak lipstiknya.

Riasan mata yang dia pakai bikin warna abu-abu di matanya kelihatan makin menonjol.

"Aku udah pernah bilang belum, kalau mata kamu indah banget?" tanyaku.

Dia menggeleng sambil mengusap-usapkan telapak tangannya di lenganku.

"Mata kamu luar biasa, Sayang."

"Makasih." Dia menjauh dan melirik tuksedo yang aku pakai.

"Kamu ganteng banget, Tuan Delaney."

"Makasih." Aku mengangguk ke arah tangga. "Ayo."

Sambil menggenggam tangan Eva dan menyelipkan jari-jari kami, saat kami keluar dari gedung, aku melihat salah satu anak buah Ambon.

Ketika dia mengangkat dagunya ke arah kami, Eva bergumam, "Jangan peduliin dia. Katanya dia cuma jagain jalan. Aku rasa sesuatu bakal terjadi. Makanya mereka ada di mana-mana di sekitar sini. Kayaknya bentrokan lagi, deh."

"Bentrok?" gumamku sambil melihat sekeliling.

Dia meremas tanganku.

"Jangan khawatir. Aku bakal lindungin kamu!"

Aku terkekeh, merasa dia menggemaskan, lalu memeluknya erat sebelum membukakan pintu penumpang R8.

Saat mesin menyala, anak buah Ambon itu tersenyum setuju. Aku menginjak gas dan kami melesat menyusuri jalan.

Tawa Eva memenuhi mobil, kukunya menancap di pahaku.

Aku mengurangi kecepatan sampai enggak melebihi batas, lalu menaruh tanganku di atas tangannya.

Ini terasa indah.

Satu-satunya hal yang bikin semuanya sempurna adalah kalau Eva tinggal bareng aku.

"Kamu antusias buat malam ini?" tanyanya.

"Iya. Selain semua orang udah kerja keras buat bikin malam ini terwujud, aku juga enggak sabar ngenalin kamu ke semua teman aku."

Dia mengusap gaunnya. "Aku senang bisa tampil maksimal. Semoga mereka suka sama aku."

"Mereka pasti bakal suka sama kamu."

Eva mungkin belum tahu, tapi sebagai pacar aku, dia adalah salah satu perempuan yang paling dilindungi di Jakarta.

Aku menghentikan R8 di depan perusahaan balet, tempat karpet merah sudah digelar.

Dua pria yang disewa sebagai valet membukakan pintu kami. Saat kami keluar dari mobil, kamera-kamera mulai berkilatan.

Eva menundukkan kepala dan cepat-cepat mendekat ke sisiku. Aku melingkarkan lengan di punggungnya saat kami berjalan dari satu reporter ke reporter lain.

"Benarkah tiket pertunjukannya sudah habis terjual?" tanya seseorang sementara kilatan kamera bikin mata kita silau.

"Iya," jawabku dengan senyum profesional.

"Siapa perempuan di samping Anda?" teriak reporter lain ke arah kerumunan.

Rasa bangga memenuhi dadaku saat aku bilang, "Pacar aku, Eva Rosamund."

Saat seorang reporter berteriak, "Apa perusahaan balet ini cuma kedok pencucian uang?"

Aku langsung menggiring Eva masuk ke dalam gedung sebelum bajingan itu keburu membongkar kalau aku adalah bagian dari Marunda.

"Wow. Itu tadi gila sekali," gumam Eva di sampingku, wajahnya kelihatan tegang.

"Untungnya, ini jarang terjadi," kataku sambil membawanya ke area tunggu di luar auditorium.

Begitu melihat Braun, Quinn, Remy, dan Rainn, aku menghampiri mereka.

Aku meluangkan waktu buat mengenalkan Eva ke teman-temanku dan pasangan mereka, lalu bilang, "Makasih sudah datang."

Remy mengangguk. "Cavell bilang dia mungkin datang beberapa menit lagi ... telat."

"Selamat malam, semuanya," kata Tully dari belakang kami.

Aku berbalik dan menjabat tangannya, lalu cepat-cepat mengenalkan dia dan Lyorr ke Eva, yang berdiri menempel di sisiku, matanya menyapu wajah teman-temanku.

Bertemu mereka semua sekaligus memang bisa bikin kita berdua sedikit terintimidasi.

Seorang pelayan menawarkan segelas Bir, yang Lyorr dan Rainn tolak karena mereka sedang hamil.

"Aku suka banget sama gaun kamu," kata Quinn ke Eva.

"Makasih," jawab pacarku, senyum puas muncul di bibir merahnya.

"Kalian semua juga cantik."

"Kalau aku enggak maksa Quinn ganti baju, dia pasti datang pakai seragam chef-nya," gerutu Braun.

"Oh, iya. Kami pernah ke restoran kamu beberapa waktu lalu," kata Eva. "Makanannya enak banget."

"Aku senang kamu suka."

Melihat teman-temanku berusaha bikin Eva merasa nyaman, membuatku makin sayang sama mereka.

Orang-orang mendadak menyingkir seperti laut terbelah, dan aku langsung tahu alasannya.

Cavell.

Dia berjalan ke arah kami dengan ekspresi garang.

Begitu dia sampai di depan kami, aku bergumam, "Bisa senyum dikit, enggak? Kamu nakutin tamu-tamu aku."

Dia manyun ke arahku dan bilang, "Kita ketemu di rumahku setelah pertunjukan. Ada hal-hal yang perlu kita bahas."

Aku melotot ke dia sebentar sebelum memberi isyarat ke Eva. "Oke, kita bahas urusan kerjaan nanti. Ini pacar aku, Eva Rosamund."

Cavell cuma mengangguk ke arahnya tanpa benar-benar menatapnya.

Remy merangkul bahu Cavell dan menggiringnya ke area bar yang sudah disiapkan.

Sambil mencondongkan badan, aku berbisik di telinga Eva, "Jangan peduliin dia. Dia emang selalu kayak beruang sakit gigi."

"Enggak apa-apa."

"Iya!" Lyorr setuju. "Dia cuma suka menggeram, tapi enggak gigit. Kecuali kalau kamu bikin dia kesal."

Selama tiga puluh menit berikutnya, aku menyapa beberapa tamu penting dengan Eva di lenganku.

Begitu kami masuk ke auditorium buat duduk di tempat kami, dia menghembuskan napas lega.

"Aku tadi oke, kan?" tanyanya saat aku memberi isyarat supaya dia duduk.

"Iya. Kamu sempurna," pujiku sambil membuka kancing jas dan duduk di sampingnya.

Di sisi lain, Braun pura-pura menguap. "Bangunin aku kalau pertunjukannya sudah selesai."

Aku menyikut sisi tubuhnya. "Kalau kamu tidur, aku hajar!"

Lampu-lampu meredup dan sebuah sorotan tertuju ke panggung.

Saat pertunjukan dimulai, aku meraih tangan Eva dan meletakkannya di pahaku. Sambil mengusap kulitnya yang lembut dengan ibu jari, aku melihat sendiri bagaimana kerja keras setahun terakhir akhirnya terbayar.

1
Aditya hp/ bunda Lia
keluarga Marunda berkumpul dan Eva akan menjadi bagian nya nanti
Aditya hp/ bunda Lia
masa farris gak beliin baju?
Adellia❤
ya ampuun farriss ampe rela bersih" 😂😂
Adellia❤
sikap eva wajar bangett q yakin semua cewek polos yg enggak punya niat jahat akan bersikap sama kayak eva karna emang spt bumi dan langit minder pasti pesimis juga..
Adellia❤: hihi🤭🤭
total 4 replies
Adellia❤
duit emang bisa ngubah sikap orang😂😂
Adellia❤
enak bangett ya farrisss
Aditya hp/ bunda Lia
manisnya kaliaaaan ... 😍
Aditya hp/ bunda Lia
tuh kan farris gak apa-apa dia Nerima kamu apa adanya .... 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mati kalian .....
ollyooliver🍌🥒🍆
lanjuttt
Adellia❤
hujaan tapi panass🔥🔥
Adellia❤
mo sampai kapan vaa
Adellia❤
eva lagi jalan" di pulau kapuk😂😂
Adellia❤
yeeyyy enggak ada sif pagi tidur sampai besok evaa😂😂
Ita Putri
karya yg menarik Thor
JD penasaran Endingnya
DityaR 🌾: Hehe, maciii🙏
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
dingin gini ada yang panas 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: segelas teh manis
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nyanyi dong Farris .... jatuh cinta berjuta rasanya .... ahay sang mafia akhirnya jatuh cinta
Aditya hp/ bunda Lia
Nah ... udah ada bodyguard bayangan Eva 👍
Adellia❤
Eva sekarang km aman termasuk dari sahara😂😂
Adellia❤
ngobrol ajah dulu iclik kemudian🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!