NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Setelah menikah, Dhona dan Zayyan kembali ke kota Topaz. Hal pertama yang dilakukan Zayyan adalah mengembalikan nama baik Dhona. Zayyan mengadakan konferensi pers.

Zayyan dibantu sahabatnya Fajar berhasil menemukan bukti-bukti hasil pemeriksaan medis Phia di rumah sakit.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Phia. Pada hari Dhona pulang ke rumahnya, Dhona ingin membawa Phia ke rumah sakit karena kondisinya pada saat itu dalam keadaan terluka. Dhona takut Phia mengalami komplikasi.

Usaha Dhona untuk menyelamatkan Phia terus dihalangi Alia dan Ardian. Dhona difitnah menganiaya ibunya. Semua yang dituduhkan kepada Dhona tidak terbukti kebenarannya.

Zayyan juga di depan media menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan mental Dhona. Dhona sama sekali tidak pernah menderita gangguan mental seperti yang Alia dan Ardian bilang sebelumnya.

Zayyan akan menempuh jalur hukum jika Ardian tidak meminta maaf kepada Dhona.

Konferensi pers Zayyan menjadi trending topik di berbagai media. Banyak yang memposting ulang dan berkomentar. Banyak dari mereka tidak percaya Dhona membunuh ibunya. Di mata mereka Dhona anak yang berhati baik.

Netizen mengutuk perbuatan orang yang tega memfitnah Dhona dan juga memasukannya ke dalam rumah sakit jiwa. Berkat kepintaran Netizen, kehidupan keluarga Dhona dicari-cari.

Netizen menyebarkan informasi, sekarang Ardian kumpul bersama seorang wanita yang mereka yakini sebagai ibu dari anak angkat Ardian.

Tajamnya jempol netizen, membuat Rana dan Alia kena mental. Rana dituduh penyebab kekacauan di keluarga Dhona. Karena kehadiran Rana, Ardian selingkuh dan membuat istri sahnya patah hati.

Keluarga besar Ardian marah besar. Orang tua Ardian meminta Ardian meminta maaf kepada Dhona. Mereka juga menanyakan apakah benar Rana adalah ibu dari Alia anak angkat Ardian.

Ardian menolak meminta maaf kepada Dhona dengan alasan gengsi. Keluarga besar Ardian terus mendesak Ardian. Mereka takut berita itu akan mempengaruhi pasar saham dan merugikan perusahaan.

Ardian dengan sangat terpaksa, membuat video permohonan maaf kepada Dhona. Video itu di posting Ardian ke media sosialnya. Ardian mengaku salah. Ardian Ingin bertemu dengan Dhona secara langsung.

Akhirnya, Dhona, Zayyan memenuhi undangan makan siang di rumah orang tua Ardian. Setelah sekian lama, Dhona kembali menginjakkan kakinya di rumah itu. Semenjak kehadiran Alia, Dhona tidak pernah lagi diajak menemui kakek dan neneknya.

Dhona sengaja tidak mengenalkan Zayyan kepada keluarganya. Apalagi tatapan Ardian yang sangat sinis kepada Zayyan. Ardian ingin sekali mengetahui siapa yang dibawa Dhona. Tapi keingintahuannya tertunda karena kakeknya memberi kode kepada Ardian.

Di hadapan Dhona, Ardian meminta maaf. Terdengar tidak tulus dan terpaksa. Alia juga sama menyesalnya. Alia meneteskan air mata palsu di depan kakek neneknya. Ardian juga mengaku telah menikah siri dengan Rana. Dan sekaligus membenarkan Rana adalah ibu kandung dari Alia.

"Dhona, lihatlah Ayahmu dan Alia. Mereka dengan tulus meminta maaf," kata Nenek Dhona.

"Saya tidak maafkan," jawab Dhona.

"Jangan kurang ajar kamu!" Maki Ardian.

"Kakek, Nenek, Ibu selama ini diracuni oleh Alia. Selama ini Ibu dibiarkan sakit oleh mereka. Apakah Nenek dan Kakek pernah mengunjungi Ibu? Dia pucat, tubuhnya kurus tidak terawat."

"Jangan bohong kamu!" Kakek ikutan emosi.

"Kalian semua dibutakan oleh Alia. Saya juga anak kandung Ayah. Kenapa saya diperlakukan tidak adil. Saya dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Saya juga masuk penjara. Ini semua gara-gara Alia!"

"Mana buktinya! Mana!" Teriak Alia.

"Alia tidak sejahat itu!" Rana membela Alia.

Kedua orang tua Ardian tajam menatap Rana. Rana menundukkan kepalanya. Kedua orang tua Ardian tahu siapa sebenarnya Rana. Dia masih keluarga dengan Phia. Dulu Ardian sempat dijodohkan dengan Rana, tapi kedua orang tua Ardian lebih memilih Phia karena mereka tahu sifat Rana.

Setelah mengetahui Rana ibu kandungnya Alia dan mendengar cerita dari Dhona, kedua orang tua Ardian mulai meragukan Alia. Alia juga membela diri. Dia dan Ardian melihat sendiri keanehan saat Dhona di rumah. Dhona bertingkah seperti orang gila.

"Kakek, Nenek, bukannya kalian punya kuasa di kota ini. Silakan kalian selidiki sendiri," Dhona bangkit dari duduknya menarik lengan Zayyan.

Dhona tidak mau berlama-lama di rumah itu. Dhona pamit. Dhona tidak lagi menghiraukan Ardian yang marah, yang mencaci maki dirinya. Serta panggilan dari Om dan Tantenya agar Dhona makan siang bersama mereka.

Zayyan dan Dhona masuk ke dalam mobil. Dhona meneteskan air mata. Dhona yakin jika tidak untuk berdamai, kakek, nenek dan keluarga yang lain tidak akan memanggilnya.

Di balik tirai ruang tamu, Alia penuh tanda tanya memandangi mobil yang membawa Dhona. Alia penasaran siapa pria yang bersama Dhona. Kenapa Dhona bisa bersamanya.

Zayyan memperhatikan seseorang yang memandanginya. Alia melambaikan tangan ke arahnya. Dengan cepat Zayyan membuang muka dan menutup jendela mobilnya..

"Apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya?" Zayyan menoleh ke arah Dhona.

"Aku ingin kembali kerja di Zero Point," jawab Dhona.

"Itu hanya kantor iklan kecil. Aku bisa rekomendasikan kamu di tempat kerja yang lain."

"Aku hanya ingin menunjukkan siapa aku di sana. Aku pernah diperlakukan tidak adil di sana," Dhona menatap penuh keinginan kepada Zayyan.

"Baiklah," Zayyan menyalakan mesin mobil.

Mereka meninggalkan rumah orang tua Ardian. Dhona memejamkan mata. Dhona ingin melupakan sejenak perjumpaan dengan keluarganya hari ini.

🌑 Kantor Zero Point

Dhona akhirnya mendapatkan panggilan kerja kembali dari kantor periklanan tempat dia bekerja dulu. Pimpinan Zero Point secara khusus di ruangannya meminta maaf kepada Dhona karena salah paham.

Sebelum meninggal dunia, Bu Apli memberitahu semuanya di rumah sakit kepada pimpinannya, Dhona tidak bersalah. Bu Apli sendiri yang mengambil konsep iklan itu dan mengakui hasil kerjanya.

Bu Apli tidak bisa mengembalikan bonus yang ia dapat karena uangnya telah habis. Pimpinan Zero Point mengangkat Dhona sebagai karyawan tetap di bagian divisi kreatif.

Dhona masuk ke dalam ruangan divisi kreatif. Tidak ada yang berubah, rekan kerjanya semua sama kecuali Bu Apli yang sudah meninggal dunia. Dhona mengetuk pintu. Dhona tersenyum menyapa mereka semua.

"Dhona, ngapain lu di sini?" tanya Mawar.

"Kerja," jawab Dhona santai.

"Nah kebetulan, gue haus, tolong bikinin kopi ya!" Teriak Eko.

"Gue juga dong, es coklat sekalian roti juga," sahut Mawar.

Ada yang minta dibelikan mie ayam, donat dan macam-macam. Dhona hanya tersenyum, berlalu meninggalkan mereka dan masuk ke dalam ruangan Bu Apli. Dhona membersihkan ruangan Bu Apli. Dhona memasukkan barang-barang milik Bu Apli ke dalam kotak.

Teman-teman Dhona mengintip ke ruangan Bu Apli. Mereka bingung apa yang Dhona lakukan. Selama ini tidak ada yang berani masuk ke ruangan Bu Apli karena mereka takut dan sering mendengar suara-suara aneh di dalam.

Dhona kemudian memanggil OB ke ruangan Bu Apli. Semua teman-temannya melihat OB membawa kotak barang-barang Bu Apli. Mawar berdiri di depan ruangan Bu Apli.

"Dhona, pesanan gue mana?"

"Dhona lu sekarang sombong ya. Baru satu hari kerja berasa jadi bos lu ya!" Kesal Eko.

Dhona berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada, "Sorry, gue di sini mau kerja. Gak ada waktu buat urusin pesanan kalian."

"Belagu lu ya!" Mawar emosi melihat keangkuhan Dhona.

Mawar masuk ke dalam ruangan mengambil vas bunga dan melemparnya ke lantai. Vas bunga itu pecah berhamburan di lantai.

"Minta maaf gak lu sama gue! Berlutut!" Mawar melototkan matanya.

Dhona membalas tatapan tajam Mawar. Dhona perlahan menghampiri Mawar dan menjambak rambut Mawar.

AAAAAGGGHH!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
Al!f
lanjut 💪
Al!f
Tabrak aja sekalian
Al!f
/Tongue/
Al!f
Hadeh, lepas dari Alia ketemu Mak Lampir 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!