NovelToon NovelToon
Lusy Ratu Peri Terkuat

Lusy Ratu Peri Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pembaca Pikiran / Fantasi Isekai / Peramal / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:762
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Papendang

Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.

Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.

Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.

Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lapisan Ke 31 Part 1

Hari demi Hari mereka berdua lewati dengan menjelajahi Dungeon atau lapisan yang ad di bawah kaki gunung Hutan kematian, semakin hari Lusy tumbuh semakin kuat, begitu juga dengan fire yang notabennya memang sudah menjadi bagian dari Lusy.

Sudah sangat sering mereka hampir saja terbunuh ketika mendapatkan lawan yang lebih hebat dari keduanya. Namun, berkat pedang lusy yang seolah memiliki nyawa kedua untuk tuannya, mereka berdua berhasil melewati semuanya dengan mudah.

Lusy tumbuh menjadi peri yang sangat kuat, meski dia tidak bisa menggunakan sihir dan hanya bisa menggunakan teknik terlarang dan berpedang saja. Namun, kekuatan Lusy sudah di luar nalar, fire saja sampai mengakui kalau Lusy bisa keluar dari Dungeon kaki gunung, dia yakin akan menjadi peri terkuat di alam peri.

"Tuan, ini supnya." fire seperti biasa membuatkan sup stelah pertarungan.

"Terima kasih Ayah." Lusy memang sudah menganggap Fire sebagai ayahnya.

Fire juga tidak mempermasalahkan-nya, karena selama dua tahun bersama dengan Lusy menjelajahi lapisan kaki gunung, dia merasa memiliki ikatan dengannya lebih dalam.

"Ayah, kita akan ke lantai selanjutnya kapan?" tanya Lusy di sela makannya.

"Kita pulihkan kekuatan dulu saja tuan, jangan gegabah, lantai selanjutnya memiliki raja yang lebih kuat lagi." walaupun Lusy memanggilnya Ayah, tapi Fire masih tetap menjaga batasannya.

Fire sadar, Lusy hanyalah menginginkan sebuah kasih sayang, jika dia benar-benar menganggapnya seorang anak, maka dia tidak mengikuti hukum yang berlaku di dunia sana.

Lusy mengangguk mengerti, baginya ucapan fire sangatlah berpengaruh

"baiklah."....

Mereka berdua sudah baru sampai di lantai tiga puluh, padahal mereka sudah dua tahun di sana, tapi mengingat setiap Monster di dalam Dungeonn(ruangan, penjara dan sebagainya) semakin kuat, wajar saja kalau mereka baru sampai di lapisan tiga puluh.

Beberapa hari setelah mereka pulih, mereka kembali melanjutkan perjalanan, mereka turun ke lapisan tiga puluh satu, baru saja mereka sampai di sana, puluhan Monster laba-laba sudah menyerang mereka.

Srat....Srat....Srat....

Tembakan jaring laba-laba terus melesat ke arah mereka berdua, jaring tersebut sangat lengket jika mengenai tubuh mereka.

"Tuan, hati-hatilah! Jangan sampai terkena jaring ini!" seru Fire pada Lusy.

Lusy mengangguk, dia menghunuskan pedangnya ke depan dengan mengaliri tubuhnya dengan aura Api.

Jaring laba-laba memang lemah terhadap Api, salah satu cara untuk mengalahkannya memang menggunakan sihir Api. Namun, karena Lusy tidak bisa menggunakan sihir tersebut, dia menggunakan aura Api yang di milikinya.

Pral.....Pral....

Lusy menebas puluhan monster laba-laba yang menyerangnya dengan mudah, berkat aura apinya dia bisa menahan serangan jaring laba-laba tersebut.

Boommm....

Roommm....

Blarrr....

Sementara itu Fire menembakan sihir Bola Api dan semburan Api, sontak saja Monster laba-laba tidak berani untuk mendekatinya.

Lusy yang melihat kesempatan itu, dia menggunakan sihir penguatan tubuhnya dan bergerak dengan cepat menebas mereka semua.

Hanya dalam beberapa tarikan napas saja, mereka berhasil membunuh semua Monster laba-laba yang menyerang.

"Tuan, lihatlah!" Fire terlihat bersemangat ketika Monster laba-laba meninggalkan hadiah berupa jaring lembut.

Lusy mendekat "Apa itu Ayah?" tanyanya penasaran.

"Mulai hari ini kita akan tidur di tempat yang empuk, dengan menggunakan ini kita bisa membuat tempat tidur." ucapnya sambil tersenyum dan mengumpulkan jaring-jaring lembut yang di hadiahkan monster laba-laba

Lusy juga ikut senang, dia membantu fire mengumpulkan jaring-jaring tersebut.

Mereka mengumpulkannya dan memasukkan ke dalam cincin penyimpanan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!